Calon Gubernur Jabar dari Kalangan Pengusaha Rakyat Sejahtera

Calon Gubernur Jabar dari Kalangan Pengusaha Rakyat Sejahtera

Photo credit: Agung Suryamal Sutrisno dan Laila Agung (isteri)/dok.akbar

Edupublik.comBandung –  Bakal Calon Gubernur Jawa Barat yang juga dikenal sebagai Ketua Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal Sutrisno menegaskan, saatnya Jawa Barat dipimpin Gubernur berasal dari habitat pengusaha. Hal ini dikatakan Agung Suryamal, saat buka puasa bersama dengan para awak media kota Bandung, Rabu, (21/6/2017), di RM Sari Rasa Sambel Hejo Jalan Sukabumi Bandung.

Agung Suryamal yang petang itu tak biasanya didampingi sang isteri Laila, sempat berujar, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sudah pernah dijabat oleh tentara, birokrat, dan bintang film, “Saatnya Jawa Barat dipimpin pengusaha,” ujar Agung Suryamal.

Lebih lanjut pria kelahiran 6 April 1965 mengatakan, ajang Pilgub Jabar 2018 suasananya masih cair, “Semua partai politik saat ini sedang mencari figur,” ungkap Agung Suryamal, “Saya sendiri sudah berkomunikasi dengan Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat,” tegasnya sambil tak sungkan-sungkan menyantap kudapan tradisional simping  – “Ini kue simping kesukaan saya, ketika kecil dulu.” Agung Suryamal masih dalam kesempatan berbuka puasa bersama, melanjut kisah atas upaya ke arah niatannya:“Beberapa waktu yang lalu saya sempat bersilaturahmi ke rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo.”

Saat pertemuannya dengan Prabowo, banyak hal didiskusikan, di antaranya menyangkut pemberdayaan ekonomi kerakyatan. “Hubungan keluarga kami dengan kekuarga Pak Prabowo cukup dekat. Utamanya dengan ayah saya.”

Satu hal yang saya ingat kala pertemuan itu: “Partai Gerindra memang sedang mencari figur yang tepat untuk Calon Gubernur Jawa Barat.”

Agung Suryamal dalam kesempatan ini berharap Jawa Barat bisa lebih baik lagi, “Provinsi ini punya banyak potensi, bahkan pertumbuhan ekonominya bisa menjadi yang terbaik di Indonesia,” tegasnya, “Karena di Jawa Barat sumber daya alamnya sangat strategis,” ungkapnya yang diiyakan istrinya.

“Latar belakang saya yang pernah menjadi Ketua HIPMI Jabar dua periode dan saat ini menjadi Ketua Kadin Jabar dua periode, membuat saya paham tentang perekonomian di Jawa Barat,” tegas Agung Suryamal.

“Pemimpin adalah seorang Leader sekaligus dirigen yang tugasnya meramu,” ungkap Agung Suryamal, “Bila saya terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, banyak permasalahan di Jawa Barat yang harus dikelola, salah satunya masalah pengangguran,” tegasnya.

“Dalam pembangunan pasti perlu banyak dana dan biaya, namun investasi dapat membuka banyak lapangan pekerjaan,” tegas Agung Suryamal, “Investor asing jangan terus lari ke Jakarta saja, tetapi harus masuk ke Jawa Barat,” ujarnya.

Agung mengatakan, saat ini yang harus terjadi adalah keseimbangan pendapatan, “Masyarakat di kawasan industri yang ada di Jawa Barat harus sejahtera,” tegas Agung Suryamal, “Buruh adalah mitra, pengusaha, maka bila pengusaha mendapat untung jangan bilang rugi,” ujarnya.

Mengenai wacana biaya SMA dan SMK di Jawa Barat digratiskan, Agung Suryamal mendukung hal tersebut, “Ada ribuan industri di Jawa Barat, dan pasti Ada CSR yang dapat disalurkan ke dunia pendidikan,” paparnya sambil menambahkan – “Peningkatan SDM mutlak di Jawa Bara. Malah bermimpi punya dana abadi untuk warga miskin, ya ini untuk dana pendidikan juga. Agung Suryamal sempat berjanji bila terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, dirinya akan memprioritaskan inventarisasi kemiskinan di Jawa Barat, “Masyarakat yang belum menikmati pendidikan menimbulkan kebodohan, dan rentan melakukan kejahatan,” ungkapnya, “Kejahatan teroris adalah akibat dari kebodohan,” tegasnya.

Pabrik Kahatex dan Citarum

Mengenai Pabrik Kahatex yang selalu menimbulkan kemacetan dan banjir, Agung Suryamal menegaskan, polemik Kahatex yang dimiliki warga Taiwan sudah masuk wilayah nasional.

“Pemerintah telah memberikan ijin kepada Kahatex untuk beroperasi, jadi tidak elok bila ijin pemerintah digugat oleh pemerintah,” ungkapnya.

“Pemerintah sekarang dalam menyikapi Kahatex harus akurat, karena di pabrik Kahatex ada 68 ribu karyawan, memang harus ada solusi, tetapi industri juga harus tetap jalan,” tegasnya.

Agung Suryamal mengungkapkan dirinya sudah pernah datang langsung ke Pabrik Kahatex di kawasan Rancaekek Bandung untuk menjembatani, “Saya mengatakan kepada pihak Kahatex agar jangan terus membuat masalah, diantaranya adalah masalah banjir dan limbah,” tegasnya, “Yang pasti harus dilakukan adalah audit IPAL Pabrik Kahatex,” ujarnya.

Mengenai permasalahan sungai Citarum yang merupakan sungai terkotor di dunia, Agung Suryamal mengatakan, harus ada Treatment dari hulu sampai ke hilir Citarum, “Karena baik hulu maupun hilir Sungai Citarum berbeda permasalahannya,” ujarnya, “Saya mempunyai mimpi sungai Citarum ke depannya seperti sungai-sungai yang ada di Eropa, untuk mewujudkannya harus ada keterlibatan pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Demografi dan Pariwisata

Mengenai bonus demografi di Jawa Barat, Agung Suryamal menegaskan hal tersebut merupakan potensi, peluang, dan tantangan, “Pemuda-pemudi harus produktif, dan jangan hanya melamun saja,” ujarnya.

Sedangkan di sektor pariwisata, Agung Suryamal mengatakan, Jawa Barat memiliki destinasi wisata yang sangat banyak, “Namun 60 persen infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat belum dibangun dengan baik,” tegasnya.

“Bila infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat sudah baik, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata,” kata Agung Suryamal, “Jawa Barat harus berani membangun pariwisata kelas dunia,” pungkasnya.

Dukungan Isteri Laila Agung Suryamal ketika diminta pendapatnya jika sang suami menjadi Gubernur Jawa Barat mengatakan, dirinya sebagai isteri Agung Suryamal mendukung langkah suaminya, “Walaupun resikonya berat, saya siap, karena saya berusaha meminta petunjuk kepada Yang Di atas,” ungkapnya,

“Pastinya yang harus selalu dihindari adalah korupsi,” pungkas Laila Agung Suryamal sambil melirik dengan sesungging senyum terarah ke suami tercinta. [sa]

 

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY