Connect with us

Hukum

Forkoma CSI Cium Kejanggalan Proses ‘Damai’ PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat

Edupublik – Forum Komunikasi Anggota (Forkoma) CSI (Cakrabuana Sukses Indonesia), yang dipimpin Hari Suharso. Terkait proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), dengan KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera yang lazim disebut Koperasi CSI selaku debitur, pada persidangan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Jl. Bungur Besar (7/6/2017) –  merasakan kejanggalan dengan keputusan Majelis Hakim PKPU.

Saat itu di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, menyusul pemungutan suara (voting) proposal perdamaian yang diajukan Koperasi CSI, yang diterima mayoritas kreditur. Tepatnya, ini didasarkan voting pada 26 Mei 2017 lalu – sekitar 70% kreditur setuju atas proposal perdamaian, dan 30% kreditur lainnya menolak.

Pada persidangan ini, kreditur yang hadir sebanyak 1.264, dengan total tagihan mencapai Rp 126 miliar. Dan, pihak debitur memaparkan aset kekayaannya berkisar Rp 288 miliar.

Yang janggal itu menurut Forkoma CSI, masih banyak kreditur berjumlah total 18 ribuan anggota Koperasi CSI belum terverifikasi. Padahal, dugaan kuat OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dana yang terakumulasi dari masyarakat senilai Rp. 2,3 Triliun.

Iqbal Nugraha, Kuasa Hukum kreditur dari Forkoma CSI, merasakan ada yang janggal dalam proses perdamaian ini. “Votingnya terkesan dipaksakan. Tidak ada penjelasan rinci usulan perdamaian,” paparnya sambil menambahkan – “Mayoritas kreditur yang hadir menyetujui atas usulan proposal. Tetapi, klien saya menolak dan menyatakan keberatan.”

Sementara itu Hari Suharso menyoal atas putusan ini:”Heran, mana ada masyarakat, rela dana investasinya dipotong 50%. Dicicil selama 5 tahun. Lalu, pembayaran per tahun hanya 20%. Pelaksanaannya, diangsur setahun kemudian”, keluhnya sambil geleng-geleng kepala – “Kata saya, ini sih sudah di luar batas normal. Anehnya, 70% kreditur yang hadir menyetujuinya. Kalau uangnya ada, buat apa ditutup-tutupi. Bayar tunai saja ke anggota?!”

Lainnya, Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo di kediamannya di Pasir Impun Kabupaten Bandung, yang selama ini turut memperjuangkan hak 18 ribuan anggota Koperasi CSI melalui Forkoma CSI, menyatakan keterkejutan:”Padahal ada simpangsiur antara jumlah anggota dan aset kekayaan Koperasi CSI. Ini jadi tugas lanjutan kita, kembali menempuh jalur hukum lebih intensif.” [SA]

 

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto