Connect with us

Ekonomi

Pemerintah Pastikan Data Stok Ikan Lestari dari Lembaga Terpercaya

Edupublik.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menyatakan data estimasi potensi jumlah tangkapan sumber daya ikan (SDI) yang diperbolehkan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia (WPP RI), merupakan hasil kajian badan yang memiliki kapasitas dan otoritas, dengan metoda koleksi data serta proses analis berdasarkan sains, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

data yang dirilis terkait capaian dan keberhasilan pembangunan sektor keluatan dan perikanan adalah hasil kajian lembaga seperti Kajiskan dan BPS.

“Susi Pudjiastuti itu Menteri Kelautan dan Perikanan, pejabat negara, tidak boleh bicara tentang data dasarnya katanya. Kalau data itu belum ter-publish, saya tidak berani sebut,” ujar Menteri KKP Susi Pudjiastuti, di Jakarta, (19/6/2017).

KKP sebagai badan pemerintah, lanjut Susi, terus mengupayakan perbaikan di dunia perikanan dan kelautan, baik di bidang perikanan tangkap, budidaya, penelitian, pengelolaan, peningkatan daya saing, maupun pengawasan.

“Salah satu caranya adalah dengan terus melakukan pengkajian isu-isu untuk pengumpulan data yang diperlukan. Hal ini, sesuai dengan visi KKP untuk menjamin perikanan dan kelautan yang berkelanjutan,” kata Susi.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) M. Zulficar Mochtar mengatakan, KKP akan terus melakukan estimasi parameter, aplikasi model kajian, analisis kapasitas penangkapan, analisis risiko efek penangkapan, thematic mapping dengan melibatkan pakar dari Perguruan Tinggi, Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan peneliti KKP.

“Stock assessment ini adalah satu model untuk pengolahan berbasis wilayah yaitu stok dari fisheries. Dalam prosesnya kita melakukan banyak pendekatan. Dalam inputnya, survei menggunakan kapal riset, kemudian ada observer juga yang kita bekerja bersama-sama kemudian ada pencacahan data di pas pendaratan ikan. Kita juga menggunakan data satelit dan data hydro acoustic, hasilnya inilah yang merupakan suatu hasil data yang dilakukan di lingkup BRSDM,” kata Zulficar. [mys/as]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduHealth

EduOto

Terpopuler