Connect with us

Kampus

5 Dosen UIN Bandung Masuk Nominasi Peneliti Terbaik

BANDUNG – Lima dosen UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, yakni Ahmad Ali Nurdin, Ph.D., Irma Riyani, Ph.D., Dr. Asti Meiza, M.S.i., Dr. Hasniah Aliah, M.Si., Mada Sanjaya WS, Ph.D masuk nomine peneliti terbaik dan ditetapkan sebagai duta terpilih pada ajang Biannual Conference on Research Result (BC Research Result) 2019 pada 3-5 Desember 2019 di gedung Anwar Musaddad.

Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag didampingi Dr. Husnul Qodim, MA, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dr. Deni Miharja, M.Ag, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan menjelaskan BC Research Result 2019 diselenggarakan dalam rangka penganugrahan penelitian terbaik di lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

BC Research Result 2019 merupakan agenda dwitahunan yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI. BC Research Result pertama kali tahun 2019 mengambil tema “Enhancing IHE’s research innovation, relevance and impact in responding to Industrial Revolution 4.0” (Meningkatkan inovasi, relevansi dan kebermanfaatan penelitian di PTKI menyongsong era industri 4.0).

“Ini sebagai wujud nyata untuk memberikan penilaian dan akuntabilitas akademik dalam upaya peningkatan inovasi, relevansi dan kebermanfaatan penelitian di PTKI sekaligus mempromosikan hasil-hasil riset yang telah dihasilkan,” tegas Prof. Rosihon di ruang kerjanya, Kampus I, Jl. A.H Nasution No 105 Cipadung Cibiru Bandung, Senin (02/12/2019).

Menurutnya, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 6777 tahun 2019 tentang Nomine Peneliti Terbaik Biannual Conference on Research Result (BCRR) tahun anggaran 2019 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 November 2019.

“Dari 64 nomine peneliti terbaik, terdapat 5 dosen yang masuk pada BC Research Result 2019, yaitu Ahmad Ali Nurdin, Ph.D., Irma Riyani, Ph.D., Dr. Asti Meiza, M.S.i., Dr. Hasniah Aliah, M.Si., Mada Sanjaya WS, Ph.D,” jelasnya.

Penelitian Ahmad Ali Nurdin mengangkat judul Cite: Menyebarkan Islam Moderat, Melawan Imej Negatif tentang Islam di Australia; Irma Riyani “Islam, Women’s Sexuality and Patriarchy in Indonesia: Silent Desire”; Asti Meiza bertajuk “Quantitative Profile of Family Acceptance of Children Special Need’s Moslem Parents (Case Study at Rumah Terapi Aura)”; Hasniah Aliah, “Fabrikasi Semikonduktor Keramik ZnxFe2x03:Mn Berbahan Alam Lokal sebagai Sensor Alkohol dan Formalin”; Mada Sanjaya WS “Integrasi Ilmu Falaq, Sains dan Teknologi Robot dalam Perancangan Alat Ukur Arah Kiblat Portable Menggunakan Metode al-Biruni dalam Kitab Tahdid Nihayat al-Amakin.

Pemberian penghargaan pada penelitin ini akan dilakukan pada malam puncak tanggal 4 Desember 2019, dengan memberikan apresiasi terhadap 5 peneliti terbaik hasil keputusan dewan juri,  Diktis Kemenag RI juga akan memberikan apresiasi terhadap pengelola jurnal di lingkungan PTKIN dan PTKIS yang berhasil meraih akreditasi Nasional Sinta 1 dan 2.

“Mudah-mudahan dengan masuknya 5 dosen UIN SGD Bandung pada BC Research Result 2019  diharapkan dapat memberikan motivasi, dorongan kepada dosen-dosen di lingkungan UIN untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu penelitian dosen,” paparnya.

Stand Expo 

Untuk memeriahkan BC Research Result 2019 digelar stand expo.Fakultas Ushuluddin (FU) membuka stand expo keunggulan fakultas. Dekan Fakultas Ushuluddin (FU), Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., menuturkan setiap jurusan menampilkan keluaran dan pencapaian berupa produk dan pelayanan, khususnya pelayanan Psikoterapi Islam.

Menurutnya, pihak fakultas sangat mengapresiasi agenda BCRR, dan meminta seluruh sivitas Ushuluddin untuk turut mensukseskan. “Semua sivitas Ushuluddin mohon terlibat sukseskan BCRR, dan semua jurusan di lingkungan Ushuluddin untuk menampilkan keunggulan”, ungkapnya.

Ajang BC Research Result 2019 ini dimanfaatkan Fakultas Ushuluddin (FU) untuk disminisai “moderasi beragama” dengan “aktualisasi nilai-nilai inti kepemimpinan, pelayanan, dan kolaborasi” yang menjadi jargon Fakultas Ushuluddin (FU) UIN SGD Bandung. “Silahkan setiap jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin untuk menampikan produk dan pengalaman terbaik”, lanjutnya.

Stand expo Fakultas Ushuluddin (FU) meliputi keluaran dan pencapaian Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Al-Qur’an dan Hadis, Studi Agama-Agama, dan Studi Tasawuf Psikoterapi. Setiap jurusan dapat menampilkan produk, prestasi, dan pelayanan. “Jurusan agar menampilkan produk unggulan, juga pelayanan khususnya layanan Psikoterapi Islam”, tegasnya.

Dengan diberitakan  nominee penelitian terbaik UIN SGD Bandung pada BC Research Result 2019 sebanyak 5 kandidat, yakni Ahmad Ali Nurdin, Ph.D., Irma Riyani, Ph.D., Dr Asti Meiza, M.Si., Dr. Hasniah Aliah, M.Si., dan Mada Sanjaya WS, Ph.D.

“Semoga terpilih memperoleh anugrah, dan UIN SGD Bandung sebagai tuan rumah diberi kekuatan untuk mengantarkan kesuksesan BC Research Result 2019,”  pungkasnya. [haj]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kampus

Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Raih Juara I Infografis Nasional 

Published

on

photo credit: Cut Shabrina Dzati Amani/dok

EDUPUBLIK, BANDUNG – Cut Shabrina Dzati Amani, mahasiswi Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih juara I infografis pada perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020 bertajuk “Mahasiswa Menulis Tafsir, Gali Potensi dan Daya Pikir Kritis” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir (HIMA IQTAF), Institut PTIQ Jakarta dari tanggal 2-18 Mei 2020.

Perempuan kelahiran Bandung pada tanggal 28 Februari 2001 ini menjelaskan cabang perlombaan pada Festival IQTAF Nasional 2020 terdiri dari dua kategori: untuk lomba nasional antar-mahasiswa seluruh Indonesia terdapat lomba menulis Artikel Ilmiah Tafsir dan lomba membuat Infografis Tafsir. Sedangkan untuk lomba internal antar-mahasiswa PTIQ terdapat lomba karya tulis non-Ilmiah.

“Alhamdulillah berkat dukungan, dorongan, arahan dan bimbingan dari semua pihak, dengan izin dan kuasa Allah saya dapat meraih juara 1 untuk kategori infografis dengan tema agama dan isu-isu kesehatan,” ujar Cut Shabrina Dzati Amani, dalam keterangannya, Di Bandung, Selasa (19/5).

Dia mengatakan, ini merupakan prestasi perdananya di dunia perkuliahan. Sederet prestasi lainnya didapat saat Ia duduk dibangku di SMA.

“Alhamdulillah, waktu SMA pernah meraih  Juara 3 lomba foto Sawala Ecovillage 2017 dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Juara 2 Videografi Fisika UPI, dan juara 1 Videografi dalam acara CROWN Unpad,” katanya.

Dengan meraih juara I infografis ini Dia berharap prestasi saat ini menjadi awal Dia berkecimpung di perlombaan bidang kealquranan dan tafsir atau pun bidang lainnya di dunia perkuliahan.

“Dan semoga kedepannya bisa lebih baik lagi, Aamiin,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin, Wahyudin Darmalaksana, sangat mengapresiasi segala prestasi mahasiswa di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Kami bangga atas berbagai prestasi yang diraih mahasiswa. Kami mendorong agar mahasiswa termotivasi mencapai berbagai prestasi, baik internal maupun eksternal,” kata Wahyudin.

Prestasi internal meliputi rangking, produk capaian perkuliahan, dan lulus tepat waktu. Prestasi eksternal mencakup aktivitas, kreatifitas, inovasi, dan pengembangan yang menopang penguatan akademik.

“Menjadi juara merupakan kebanggaan untuk semua. Kebanggaan mahasiswa yang bersangkutan, orang tua, himpunan mahasiswa, jurusan, fakultas, dan universitas. Kami ucapkan selamat serta memberikan penghargaan kepada Cut Shabrina Dzati Amani atas prestasi yang telah diraih sebagai Juara I Infografis dalam Perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020,” tandasnya.

Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, H. Ah. Fathonih mengucapkan Selamat untuk ananda Cut Shabrina Dzati Amani, mahasiswa jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Bandung atas prestasinya meraih juara 1 infografis dalam perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020.

“Tentunya saya atas nama Wakil Rektor 3 ikut bangga, atas raihan prestasi prestisius di tengah aktivitas kemahasiswaan hari ini sedang menurun karena wabah Covid-19 yang mengharuskan mahasiswa berada di rumah,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Kampus

Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Bersama Bahas Borang Indikator Kinerja Utama

Published

on

credit: Fakultas Ushuluddin UIN Bandung/dok. humas

EDUPUBLIK, BANDUNG – Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memastikan terlaksananya tata kelola yang baik merupakan komitmen bersama.

“Membahas borang indikator kinerja utama akreditasi nasional merupakan upaya mewujudkan tata kelola yang baik,” ujar Dekan FU UIN SGD Bandung Wahyudin Darmalaksana, dalam keterangannya, (8/1).

Lebih lanjut, Dia mengatakan, tata kelola hendaknya dilandasi kebijakan. Borang indikator kinerja utama akreditasi nasional menjadi kebijakan untuk dibahas secara detail, integral, komprehensif, dan tuntas.

“Kami menyusun sistematika berdasarkan matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS. Hal ini kami tuangkan ke dalam borang indikator kinerja utama untuk target akreditasi A. Berikut kami sampaikan sasaran strategis, jenis-jenis indikator kinerja utama, baseline, dan target pencapaian 2020-2023,” katanya.

Saat ini FU UIN BDG, mencanangkan kode 68 untuk diusung bersama. Adapun kode 68 ini adalah butir akreditasi program studi dalam matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS.

Hasil agenda ini direkomendasikan untuk dibahas bersama seluruh dosen dan stakeholders di agenda mendatang pada Rapat Kerja FU UIN SGD Bandung 2020. [has]

Continue Reading

Kampus

Menag Minta Kajian Keislaman Dihidupkan Kembali Di Kampus

Published

on

credit: Menteri Agama Fachrul Razi/dok. UIN SGD

EDUPUBLIK, BANDUNG – Menteri Agama (Menag) meminta civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk memikirkan inovasi yang dapat menghidupkan kembali kajian keislaman di kampus.

Karena kajian keislaman di kampus islam berkempang pesat pada tahun 80-an. Sayang, tradisi keilmuan tersebut kini dirasakan mulai meredup.

“Saya meminta kepada semua pejabat terkait untuk turut memikirkan inovasi-inovasi yang perlu dilakukan, agar PTKIN tidak hanya menyuburkan ilmu-ilmu umum, namun menghidupkan kajian strategis ilmu-ilmu keislaman sebagai korps keilmuan yang strategis,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi, di UIN Bandung, Jumat (20/12).

Lebih lanjut, Menag sangat mengapresi jumlah pendaftar PTKIN yang terus meningkat. Untuk jalur UM-PTKIN misalnya, sejak dibuka kali pertama pada 2010, pendaftar meningkat dari hanya 8.845 menjadi 157.039. Pendaftar SPAN tahun 2017, sebanyak 82.005 siswa. Jumlah pendaftar naik lagi di tahun 2018 dan 2019.

Namun, lanjutnya, ada fakta yang kurang baik, karena minat mahasiswa pada bidang kajian keislaman terus menurun.

“Islamic Studies peminatnya rendah. Ini menjadi keprihatian bersama, karena PTKIN awalnya dibangun sebagai wadah kajian ilmu keislaman,” ujarnya.

Kini PTKIN terus berkembang dan banyak diminati masyarakat. Menag berharap agar sivitas akademika PTKIN memikirkan agar kejian keislaman tidak pudar. “Ini juga concern saya,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, melemahnya rumpun ilmu keislaman di PTKIN, karena kebanyakan mahasiswa yang ingin melanjutkan ke UIN, umumnya lemah dalam ilmu keislamannya.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama kampus IAIN yang berniat menjadi UIN,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Terpopuler