Connect with us

Musik

Air Supply Band ‘Raja Soft Rock’ Siap Guncang Warga Bandung – Penggemar Berat Menanti

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Masih ingat dominasi musik pop pada era 1980-an? Salah satunya yang paling berpengaruh adalah kiprah industri musik dunia aliran soft rock. Salah satunya, duo grup band asal Australia, Air Supply. Duo ini digawangi Graham Russell dan Russell Hitchcock. Grup ini lahir pada tahun 1975, produsernya Andrew Lloyd Webber dan Tim Rice. Melalui Russel Hitchcock selaku vocalist dan Graham Russel pada gitar, plus beberapa personil lainnya, mereka membentuk Air Supply di Melbourne, Australia.

Ihwalnya, sebelum menapak puncak kejayaannya para era 80-an, pada sebuah wawancara di tahun 1995, Graham Russel pernah mendedarkan bahwa dirinya dan Russel Hitchcock sempat mengalami kondisi sangat terpuruk. Akhirnya, pada tahun 1978, grup musik ini meluncurkan konsep album berjudul Lost in Love.

Tak dinyana album Lost in Love ini menarik perhatian pemilik Arista Record, yaitu Clive Davis. Selanjutnya, Arista Record me-remix, dan merilis kembali lagu di album ini di Amerika. Pada tahun 1980, Arista Records kembali merilis ulang Lost In Love secara internasional. Ujungnya, lagu-lagu ini sempat menempati puncak tangga lagu di beberapa negara.

Sedikit flash back lagi, pada rentang tahun 1980 – 1990, Air Supply pernah merilis beberapa album baru diantaranya The One That You Love, Now and Forever, serta Air Supply, dan Hearts in Motion. Bahkan di tahun 1983, mereka meluncurkan album Greatest Hits dengan single Making Love Out Of Nothing At All. Album terakhir ini merupakan salah satu hit terbaik Air Supply. Album ini pun sempat terjual sebanyak lebih dari 7 juta copy.

Boleh dikata Air Supply sudah meluncurkan 17 album. Selain Making Love Out Of Nothing At All sebagai lagu terbaik Air Supply, juga lagu All Out Of Love dan Goodbye. Oleh msyarakat deretan lagu ini dikenal sebagai lagu abadi – kerap enak didengar sampai kapanpun, terutama oleh pecinta musik di benua Asia.

Diketahui Air Supply, merupakan salah satu musisi internasional yang tidak asing lagi di Indonesia,. Penggemar beratnya di kota Bandung kini dapat menyaksikan secara langsung untuk pertama kali. Tepatnya di Bandung mereka akan tampil di Amphiteater Trans Studio Bandung, 7 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB. Tajuknya Air Supply Celebration of Love Live in Bandung, dengan promotori Full Color Entertainment. So, what are you waiting for? Buruan atuh pesan tiketnyah yah? [HS/SA]

 

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Konser K-Pop Super Junior di ICE BSD City 

Published

on

EDUPUBLIK – Grup idola K-pop Super Junior kembali mengajak para penggemar mereka atau disebut E.L.F sesaat terlarut pada nostalgia di sela konser bertajuk “Super Show 8: Infinite Time” di ICE, BSD City, Tangerang pada Sabtu (11/1).

Dari hampir 30 lagu yang para personel grup nyanyikan, separuhnya lagu-lagu lawas populer mereka di masa lalu, seakan membawa E.L.F ke konser Super Show terdahulu.

Detik-detik menjelang penampilan perdana, lagu “Superman” diputar, mengingatkan penggemar pada sosok idola mereka di tahun 2011, di era album “Mr. Simple”, disusul “A Man in Love” yang pernah Super Junior hadirkan antara lain di Super Show 4 pada 2012 dan Super Show 2 pada tahun 2009 (walau tidak digelar di Indonesia).

“Bonamana” dan “No Other”, lagu yang populer di tahun 2010 juga kembali Leeteuk, Siwon, Eunhyuk, Shindong, Donghae, Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung nyanyikan. “Bonamana” setidaknya pernah mereka tampilkan di konser Super Show 7S pada Juni 2019 dan Super Show 5 serta 4.

Tak hanya itu, masih ada sederet lagu lawas yang Super Junior juga hadirkan, dua di antaranya, lagu balada “My All Is In You” dan “Love Disease” dari album “It’s You” versi kemas ulang yang dirilis pada tahun 2009. [ant]

Continue Reading

Musik

Menjadi Penyanyi Pop Isyana Semula Ragu

Published

on

credit: @isyanasarasvati/akun twitter

EDUPUBLIK – Isyana Sarasvati mengaku sempat ragu ketika memulai karir sebagai penyanyi dan pencipta lagu pop, karena sedari belia ia menggeluti musik klasik dan tak berniat menjadi musikus non-klasik.

“Mayoritas orang menganggap aku sebagai penyanyi pop padahal aku merintis musik dari kecil di klasik dan enggak pernah terpikir terjun ke dunia komersil dan aku enggak pernah berminat jadi penyanyi non-classical,” kata Isyana dalam acara “Sunsilk #TakTerhentikan” di Jakarta, Senin (7/10).

Alumni Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, Inggris, itu kemudian mendapat tawaran untuk membawakan musik pop, yang membuatnya dihadapkan pada dua pilihan yakni menerima kesempatan yang datang atau meneruskan impiannya.

“Aku berpikir lagi, dari kecil aku nyiptain lagu sendiri, aku bernyanyi, aku main klasik dari kecil. Tapi klasik kan memang segmented banget. Aku juga sebenarnya pemalu dan introver,” ujar pelantun “Keep Being You” itu.

“Kalau komersil kan dunianya beda dengan klasik. Kalau klasik aku hanya diam sampai semua selesai. Kalau komersil saat tampil kita harus mengajak penonton ikut nyanyi. Aku 50:50, aku suka ciptain lagu juga, jadi kayak ambil enggak ya,” lanjutnya.

Akhirnya Isyana menerima tawaran dari salah satu label Tanah Air untuk terjun ke musik pop. Dia merasa beruntung karena diberi kebebasan untuk mengekspresikan musiknya.

“Kita diajak ngobrol bareng-bareng seperti apa musiknya, aku pengin seperti apa. Mereka juga tahu dan memperlakukan aku bukan sebagai penyanyi tapi musisi. Setelah itu aku jadi bersyukur banget,” ujarnya. [ria]

Continue Reading

Musik

Smashing Pumpkins Keluarkan Album Baru

Published

on

photo credit: vokalis smashing pumpkins billy corgan/source - via: twitter
EDUMUSIKNEWYORK – Hampir dua dekade setelah bubar secara tidak baik, personel lama Smashing Pumpkins mengumumkan mereka telah merekam sebuah album baru bersama-sama, Jumat (14/9/2018).

Ikon alternative rock yang digawangi vokalis Billy Corgan itu mengatakan album tersebut berjudul, dengan satu frasa yang unik, “Shiny and Oh So Bright, Vol. 1 / LP: No Past. No Future. No Sun” yang akan dirilis pada 16 November.

Mereka juga merilis satu lagu dari album itu, “Silvery Sometimes (Ghosts)”, didominasi iringan gitar yang mengingatkan pada musik pop yang mereka mainkan di akhir tahun 1990-an.

youtube

Pengumuman tersebut disampaikan setelah Corgan bereuni dengan gitaris James Iha dan pemain drum Jimmy Chamberlin untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 untuk tur yang hanya berfokus pada lagu-lagu terlaris Smashing Pumpkins.

Corgan tetap melakukan rekaman sebagai Smashing Pumpkins sejak 2000 tetapi dengan personel musisi baru.

Namun, tidak tampak kehadiran basis D’arcy Wretzky, yang memiliki hubungan paling buruk dengan Corgan dan memiliki masalah dengan narkoba.

Pumpkins sebelumnya meluncurkan lagu baru yang akan hadir dalam album itu, “Solara”, didominasi dengan alunan gitar metal. [ant]

Continue Reading

Terpopuler