Connect with us

Edu Bisnis

APLI: Peluang Bisnis di Penjualan Langsung Masih Terbuka Lebar

credit: APLI/dok

JAKARTA – Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), organisasi yang menjadi wadah persatuan dan kesatuan tempat berhimpun para Perusahaan Penjualan Langsung (Direct Selling/DS) dan network marketing, termasuk perusahaan yang menjalankan penjualan dengan sistem berjenjang (Multi Level Marketing/MLM) di Indonesia mengakui terjadinya perubahan lanskap pasar setelah serangan pandemi COVID-19, namun sektor bisnis ini masih menyimpan peluang bisnis yang prospektif. Penjualan Langsung dan network marketing secara umum adalah satu-satunya industri resmi yang mempromosikan kesehatan, kesejahteraan dan pendapatan sekaligus yang menjawab tantangan dan kebutuhan masa kini.

Bicara di dalam Board Meeting APLI, Ketua Umum APLI Kany V. Soemantoro mengakui tantangan terbesar yang dihadapi APLI saat ini adalah memahami perubahan perilaku konsumen. Krisis kali ini mendorong masyarakat mengubah pola hidup, pola konsumsi dan pola belanja mereka, serta hal-hal yang kini menjadi prioritas di dalam kehidupan mereka secara umum. Tantangannya adalah bagaimana anggota APLI bisa memberikan solusi terhadap kebutuhan tersebut.

“Hingga kini belum ada cetak biru sektor Penjualan Langsung (direct marketing) yang bisa menjadi referensi pasca pandemi. Para anggota APLI pun masih dihadapkan pada dilema antara mempertahankan pola yang sama dengan masa pra-pandemi, atau mencoba saluran dan strategi baru sebagai respon terhadap perubahan di lingkungan kita. Jujur saja, kami juga belum bisa memprediksi apa yang akan terjadi esok, yang jelas APLI berkomitmen menyediakan panduan yang berempati dan transparan bagi masyarakat untuk mengembalikan kekuatan ekonominya, serta menggerakan kembali roda perekonomian dan pertumbuhan yang sempat mandek terdampak krisis COVID-19 ini,” papar Kany V. Soemantoro.

Untuk menjalankan komitmen ini, Kany V. Soemantoro mengimbau para Perusahaan Penjualan Langsung kembali pada motivasi masyarakat bergabung menjadi anggota penjualan langsung, yakni 81% untuk membeli produk dengan rabat, serta 72% untuk mengembangkan kepribadian.

“Kita bisa mulai bergerak dari dua kutub ini, product purchasing dan pendidikan. Dua kutub ini, baik dari sisi produk ditambah pola pendidikan yang baik bisa menambah hasil yang baik. Pastikan produk kita memiliki efikasi yang baik, sesuai janji dan harga yang tepat, serta kita menggelar program pelatihan benar-benar bermanfaat,” tutur Kany V. Soemantoro.

Lebih jauh, Kany V. Soemantoro juga menjelaskan bahwa pendidikan sendiri sudah menjadi amanat Permendag No.70/2019 tentang Distribusi Barang Secara Langsung, bahwa perusahaan penjualan langsung wajib melaksanakan pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para Penjual Langsung, agar bertindak dengan benar, jujur, dan bertanggung jawab.

Perspektif ke Masa Depan

Jika diobservasi saat ini, tidak sulit untuk menyadari bahwa banyak masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaan mereka akibat krisis dan mereka akan mencari peluang baru. Banyak di antara mereka yang akan beralih ke pekerjaan paruh waktu, tetapi pilihan pekerjaan paruh waktu pun menjadi terbatas, karena sejumlah perusahaan seperti ojek online dan usaha startup akan memerlukan waktu pemulihan khusus, hingga ekonomi pulih.

CEO dan Chairman HDI Brandon Chia mengungkapkan sebagai industri, tidak sulit untuk melihat prospek Penjualan Langsung dan network marketing yang akan mengalami lompatan besar dalam permintaan. “Namun, lompatan besar ini juga bisa jadi sebab kejatuhan juga. Banyak money game yang mungkin terjadi. Mungkin ada sejumlah orang yang menggunakan kesempatan untuk menipu orang. Jika APLI tidak melakukan sesuatu, industri Penjualan Langsung sekali lagi akan mendapat citra buruk di negeri ini, kecuali kita melakukan sesuatu terlebih dahulu dan hanya jika kita melakukannya bersama-sama,” tegas Brandon Chia.

Pengalaman serupa sebenarnya juga terjadi di negara lain, misalnya Singapura di era 1990-an. Ketika itu, Penjualan Langsung dianggap ilegal, asuransi dan real estat juga dipandang remeh oleh masyarakat. Saat itu, jika mengaku sebagai agen asuransi atau agen real estat, masyarakat akan memandang rendah Anda. Saat ini, ribuan orang bangga menjadi agen Asuransi dan Real Estat, sayangnya hal yang sama belum terjadi di Penjualan Langsung, hingga kini masih belum ada kebanggaan.

“Bagaimana Asuransi dan Real Estat bisa mengubah persepsi publik? Melalui pendidikan, bekerja sama dengan pemerintah dan menetapkan standar untuk anggota telah mengubah kesan buruk terhadap bisnis ini menjadi sesuatu yang sah dan berharga. Itu sebabnya saya mengajak kita semua. Indonesia, perlu menjalankan perusahaan Penjualan Langsung dengan benar. Kita adalah satu-satunya industri yang mempromosikan kesehatan, kesejahteraan dan pendapatan sekaligus. Kita bisa memberi orang harapan, tetapi berilah mereka harapan nyata, bukan mimpi bodoh. Kita dapat membantu bangsa untuk keluar dari krisis dan lebih berkembang, yaitu dengan pendidikan!” tandas Brandon Chia.

Sehingga bagi APLI sebenarnya momen pemulihan ekonomi ini adalah kesempatan besar menunjukkan kepada bangsa ini bahwa Penjualan Langsung adalah industri yang terpercaya dan dapat membuat dampak positif. Dengan fokus bekerja sama dan mengajarkan nilai-nilai yang tepat, budaya yang tepat, dan kode etik yang tepat kepada semua distributor, member, enterpriser, dan lain-lain.

Sebenarnya prestasi sektor bisnis Penjualan Langsung sudah cukup banyak, namun sayangnya sering tenggelam dikarenakan masyarakat masih belum memahami betul apa dan bagaimana prestasi bisa diukir oleh Perusahaan Penjualan Langsung, maupun pimpinan-pimpinannya. Jika informasi ini bisa dipahami secara luas, maka Penjualan Langsung bisa memberikan harapan yang bisa diandalkan kepada anggota masyarakat.

Sejalan dengan Brandon Chia, Julianto Eka Putra, seorang Top Leader HDI yang berhasil dinobatkan menjadi Kick Andy Hero 2018 juga menggugah kesadaran para anggota APLI untuk membenahi reputasi Penjualan Langsung sebagai bentuk sumbangsih bagi bangsa.

“Dua kekuatan sektor bisnis Penjualan Langsung adalah leadership dan basic entrepreneurship skill. Untuk menjalankan bisnisnya, umumnya para member atau distributor MLM dan Penjualan Langsung dibekali berbagai keahlian praktis yang sangat bermanfaat mengokohkan jejak kami mereka di dunia bisnis. Problemnya, masyarakat masih memiliki stigma negatif terhadap bisnis MLM dan Penjualan Langsung. Padahal jika tidak ada stigma negatif, masyarakat akan lebih siap menerima pembekalan yang akan memperkaya skill mereka, ” papar Julianto Eka Putra yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di Penjualan Langsung dan melalui 3 kali krisis ekonomi, 1998, 2008 dan 2020 ini.

Sebagai langkah lanjutan, APLI akan mengadakan serangkaian kampanye video yang akan disebar menggunakan platform jejaring sosial YouTube, berisi motivasi dan inspirasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengembalikan semangat berusaha di era kenormalan baru.

Kampanye video ini juga ditujukan untuk membangun reputasi positif sektor bisnis Penjualan Langsung, sebagai bisnis yang absah dan bermanfaat, sambil sekaligus juga menampilkan prestasi dan pencapaian sektor bisnis Penjualan Langsung yang memberikan peluang usaha bagi masyarakat Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Djoko Kumara, Wakil Ketua Urusan Internal juga menegaskan keyakinannya mengenai sektor Penjualan Langsung.

“Intinya, there’s no easy money, bahkan di Penjualan Langsung, hasil usaha akan sepadan dengan usaha yang dilakukan. Bagaimanapun juga sektor usaha Penjualan Langsung membutuhkan kerja keras, komitmen, kedisiplinan dan konsistensi, sama seperti sektor usaha lain pada umumnya. Hanya saja 2 benefit utama dari sektor bisnis ini, pertama adalah empowerment, dimana tiap anggota, distributor atau enterpriser diharapkan menguatkan anggota lainnya dengan kelebihan masing-masing, serta enrichment, dimana perusahaan selalu berupaya memberikan pengayaan baik keahlian, maupun peluang bagi para membernya. Kami yakin metodologi ini akan bermanfaat bagi masyarakat untuk kembali menumbuhkan kekuatan ekonominya,” papar Djoko Kumara. [pc]

penulis: Prilly Chandradi

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu Bisnis

inDriver Tuntaskan Program Tenaga Medis Dalam Perjalanan Di 7 Negara

Published

on

credit: inDriver

EDUPUBLIK, JAKARTA -Di tengah-tengah pandemi virus korona, selama 4 bulan, dari tanggal 1 April hingga 1 Agustus

inDriver menjalankan program Tenaga Medis Dalam Perjalanan, yang bertujuan untuk membantu para tenaga kesehatan.

“Tanggung jawab, rasa adil, dan kemampuan untuk menjadi bermanfaat adalah prinsip dasar pekerjaan dan nilai-nilai kami. Oleh karena itu, segera setelah kami melihat peluang untuk membantu dalam memerangi pandemi COVID-19, kami menggunakan kesempatan ini dan meluncurkan program Tenaga Medis Dalam Perjalanan di inDriver, yang bertujuan untuk membantu dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya sampai ke dan dari tempat kerja dengan nyaman dan aman,” ujar Communications Manager inDriver, Mohd Zulkarnain, dalam keterangannya, di Jakarta, (07/08/2020).

Dia mengatakan, program tersebut, diterapkan di tujuh negara tempat perusahaan ini hadir – di Rusia, Kazakstan, Meksiko, Indonesia, Brasil, Cile, dan Guatemala. Ini melibatkan 9,577 pengemudi yang menyelesaikan 67,498 perjalanan pekerja medis.

Lebih lanjut, program Tenaga Medis Dalam Perjalanan, kata Dia, didasarkan pada prinsip dasar inDriver – kesepakatan langsung antara orang-orang menyangkut biaya perjalanan.

Dia mengungkapkan, orderan/permintaan dari tenaga medis ditandai dengan lencana khusus, dan para pengemudi, menanggapi imbauan inDriver, melaksanakan orderan/permintaan ini dengan harga serendah mungkin.

“Untuk menerima lencana ini, lembaga medis harus mengirimkan daftar karyawannya ke inDriver,” ungkap Mohd Zulkarnain.

Dia menyebutkan, sebagai hasil dari kampanye ini, inDriver telah memilih 107 pengemudi di seluruh dunia yang menyelesaikan jumlah order terbesar dan berpartisipasi aktif di dalam kampanye ini.

“Berdasarkan jumlah perjalanan yang diselesaikan, pengemudi menerima insentif dari inDriver dalam bentuk pembebasan komisi 2020, peningkatan prioritas, dan bonus. Sepanjang periode promosi, inDriver mengembalikan komisi kepada pengemudi untuk perjalanan tersebut pada keesokan harinya,” sebutnya.

Berikut kutipan dari para pengemudi yang berpartisipasi di dalam program tersebut,

“Kita perlu membantu!”

“Saya mencoba menerima order dari dokter dengan biaya terendah, sehingga saya bisa membantu mereka dengan cara ini.”

“Saya ingin membuat kontribusi saya sendiri, walaupun kecil, untuk memerangi virus korona.”

“Dalam mengumumkan berakhirnya program ini, kami ingin menegaskan sekali lagi bahwa ini adalah saat yang sangat sulit bagi para tenaga medis, dan penting untuk membantu mereka dengan tindakan,” Mohd Zulkarnain menandaskan. [rl]

Continue Reading

Edu Bisnis

HDI Gelar Program Edukasi untuk Menjadi Pengusaha

Published

on

JAKARTA – High Desert International (HDI), perusahaan social network marketing penyedia produk-produk kesehatan berbasis hasil perlebahan dan madu yang efektif bagi kehidupan modern yang dinamis menegaskan komitmen mendukung penuh masyarakat Indonesia memasuki era kenormalan baru, pasca pandemi COVID-19.

Setelah berkolaborasi dengan Kemenkes RI dan ratusan rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia memerangi COVID-19, serta menggelar program donasi bagi pejuang medis dan panti asuhan se-Indonesia, kini HDI memfokuskan upaya dukungan pada program edukasi untuk mengembalikan kekuatan ekonomi masyarakat Indonesia yang terdampak COVID-19.

HDI mengajak masyarakat yang roda ekonominya terdampak COVID-19, baik menjadi korban PHK atau mengalami kemandegan usaha untuk bergabung dengan HDI dan mengikuti program edukasi berupa pendidikan dasar Bootcamp dan pendidikan spesialis Elite yang digelar gratis tanpa dipungut biaya.

Kedua program edukasi ini bertujuan mentransformasi kehidupan pesertanya, sehingga bisa menjadi wirausahawan atau entrepreneur bersama HDI.

Program edukasi ini sebenarnya program reguler HDI yang aslinya diadakan secara luring (offline), tetapi kini program edukasi ini bertransformasi menjadi metode pelatihan virtual secara daring (online).

Program edukasi daring ini akan dimulai pada periode Agustus hingga Desember 2020. Untuk program Bootcamp ditargetkan menjaring peserta sebanyak 3.000 orang dan untuk program Elite ditargetkan menjaring 200 orang.

Ditemui saat wawancara virtual yang berlangsung di HDI Hive Menteng (03/08), Brandon Chia, CEO dan Chairman HDI, menuturkan bahwa komitmen HDI mendampingi masyarakat Indonesia dalam menghadapi krisis ekonomi pasca pandemi COVID-19 memang telah berakar dari misi HDI.

“Misi utama bisnis HDI adalah memberikan kesempatan bagi jutaan individu untuk memperjuangkan hidup yang lebih baik melalui produk-produk perlebahan HDI yang luar biasa. Oleh karena itu, di masa krisis ini, kami justru menawarkan peluang untuk masyarakat yang masih mau bekerja keras dengan cerdas,” ujar Brandon Chia.

Selama ini, sektor bisnis social network marketing, penjualan langsung (direct selling) atau lebih dikenal dengan multi-level marketing sering menjadi korban stigma negatif di masyarakat akibat praktek-praktek money game dengan skema Piramida yang sekilas mirip, namun sangat merugikan.

Money Game menggunakan skema bisnis Piramida yang menawarkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar dengan sedikit usaha. Skema Piramida berjalan dengan cara pembayaran sejumlah uang oleh orang yang berada pada lapisan terbawah dari piramida kepada sejumlah orang yang berada di lapisan piramida teratas.

Setiap anggota baru membeli peluang untuk naik ke lapisan teratas dan mendapat keuntungan dari orang lain yang bergabung kemudian. Bisnis Money Game ini telah dijalankan di negara-negara besar, namun sehubungan dengan pengaduan dari para anggotanya, bisnis ini pun kemudian diawasi secara ketat dan dilarang oleh pemerintah setempat karena dianggap merugikan.

Sementara HDI sendiri, telah lebih dari 30 tahun membantu meningkatkan kesehatan masyarakat melalui produk kesehatan perlebahan. HDI merupakan perusahaan Social Network Marketing yang low cost dan low risk, sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Indonesia yang terkena krisis ekonomi, untuk mendapatkan pemasukan sampingan dan bahkan pemasukan utama, dengan cara menjadi pengusaha.

Konsep bisnis HDI memang lebih tepat disebut social network marketing karena merupakan cara memasarkan produk melalui jaringan sosial. HDI membuat setiap orang dapat mengembangkan kerangka bisnis yang digabungkan program insentif menarik dan skema pembagian keuntungan. Beribu-ribu Enterpriser (sebutan bagi member HDI) dan konsumen, tanpa memandang bangsa, warna kulit atau profesi, telah berhasil memiliki kehidupan yang lebih baik dan sehat melalui HDI.

Selain legal karena telah diakui Undang-Undang dan termasuk dalam APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), HDI juga memiliki produk yang berkualitas dan bersertifikat untuk dipasarkan, biaya pendaftaran yang masuk akal untuk memperoleh Starter Kit, marketing plan yang adil untuk meningkatkan penghasilan Enterpriser yang bekerja, serta rutin menggelar program pembinaan usaha untuk para Enterpriser.

Ditemui di lokasi yang sama, Ellen Suwardi, Key Leader Sales and Marketing HDI mengungkapkan bahwa bisnis HDI berfokus pada pembangunan masyarakat serta menyediakan lingkungan dimana orang-orang dapat hidup, belajar dan mencintai. Dalam bisnis HDI akan ditemui bermacam orang dengan latar belakang berbeda namun saling mendukung satu sama lain.

“Kami membantu orang berkembang melalui pengalaman belajar, meningkatkan kesadaran tentang manfaat perlebahan terutama untuk kesehatan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang kurang beruntung,” papar Ellen Suwardi.

Pandemi COVID-19 tidak hanya membawa dampak besar terhadap dunia kesehatan, melainkan juga terhadap dunia ketenagakerjaan dan memukul hampir semua sektor industri di Indonesia.

Survei SMRC menemukan sekitar 15.2% warga mengaku menjadi korban PHK selama masa pandemi COVID-19. Artinya, dari 190 juta penduduk dewasa di Indonesia, sekitar 29 juta di antaranya terkena PHK.

Sementara jutaan orang lainnya, terhambat usahanya sehingga mengalami kerugian yang cukup besar. Mereka lah yang menjadi sasaran program edukasi yang dilakukan HDI ini.

HDI mengenal dua jenis edukasi yaitu Bootcamp dan Elite. Bootcamp adalah program pelatihan untuk enterpriser baru yang tertarik menjalankan bisnis HDI. Modul pelatihan akan membahas segi bisnis, sosial, hubungan interpersonal dengan orang lain, dan pengembangan diri. Pelatihan ini biasanya dilakukan 3 hari 2 malam secara luring atau 7 kali pertemuan daring (masing-masing 2 jam).

Sementara Elite adalah pendidikan pasukan khusus HDI. Program pelatihan khusus untuk menjadi leader penerus generasi di HDI, yang mempunyai peran untuk mengembangkan enterpriser baru, menggerakkan enterpriser dalam menunjang arahan, visi dan misi perusahaan. Program Elite dimulai tahun 2015, HDI membuka 1 batch Elite setiap tahunnya.

Tahun 2020, HDI membuka Elite batch 6, pertama kalinya dilakukan secara daring. Sebagaimana program luring, program daring kali ini tetap berisi 8 level selama 3 tahun. Per level dilakukan kurang lebih 1 bulan pelatihan yang dibagi sekitar 21-30 sesi masing-masing berlangsung selama 2 jam.

Adapun persyaratan untuk mengikuti Bootcamp adalah enterpriser baru yang mendaftar di tahun yang sama. Sementara untuk ikut serta dalam Elite adalah enterpriser yang sudah mencapai level dan sales tertentu.

Seluruh proses edukasi ini tidak dipungut biaya dan ditanggung sepenuhnya oleh HDI dan eksekusinya dipercayakan Billionaires team yang dipimpin Julianto Eka Putra, top leader HDI dan peraih penghargaan Kick Andy Hero 2018. Calon peserta hanya perlu mendaftarkan diri menjadi calon enterpriser (member) baru di HDI Hive Jakarta, HDI Center di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, atau menghubungi enterpriser HDI di seluruh Indonesia.

“Kami berharap program edukasi HDI ini dapat mengembalikan kekuatan ekonomi keluarga pasca COVID-19. Bagaimanapun, pelatihan ini sifatnya memberikan bekal agar setiap orang bisa bertransformasi menjadi entrepreneur yang mandiri. Untuk mencapai sukses, para peserta harus menjalankan bekal ini dengan dengan kerja keras, komitmen, kedisiplinan dan konsistensi seperti pada bidang-bidang kerja lain pada umumnya. Kami berharap hal ini bisa memberikan alternatif solusi bagi masyarakat Indonesia yang ekonominya terimbas dampak negatif COVID-19,” pungkas Ellen Suwardi. [prl]

Continue Reading

Edu Bisnis

inDriver Capai 50 juta Penginstalan

Published

on

EDUPUBLIK – inDriver, layanan taksi pribadi global, telah mencatat sejarah penginstalan aplikasi sebanyak 50 juta.

Pesatnya pertumbuhan penginstalan inDriver sangat didukung oleh perluasan internasional yang aktif ke pasar Asia Selatan dan Tenggara.

“Saat ini, perusahaan kami sudah beroperasi di lebih dari 300 kota di 31 negara. Di sebagian besar negara-negara ini, inDriver mampu menjadi salah satu layanan transportasi penumpang paling populer,” ujar Communications Manager inDriver, Mohd Zulkarnain, dalam keterangannya, Di Jakarta, Senin (20/7).

Dia mengungkapkan, menurut data lembaga penyedia intelijen pasar dan wawasan terkemuka untuk ekonomi aplikasi global, Sensor Tower, lembaga yang berbasis di San Francisco, layanan ini termasuk layanan taksi pribadi 3 besar dunia, dan berada pada peringkat ke-2.

inDriver menggunakan model transaksi cepat Real-Time Deals (RTD), yang memungkinkan pengemudi dan penumpang menyepakati semua kondisi perjalanan, termasuk biayanya.

Layanan ini melindungi pengguna dari manipulasi harga dan pemaksaan agregator taksi, terutama selama periode peningkatan permintaan perjalanan.

50 juta – jumlah orang yang menggunakan inDriver saat ini.

31 – jumlah negara tempat aplikasi kami digunakan.

300 – jumlah kota di seluruh dunia tempat kami beroperasi.

640 – jumlah karyawan yang bekerja dengan kami saat ini.

9 – jumlah kantor di seluruh dunia yang kami miliki saat ini.

2 – peringkat inDriver, pada bulan Maret 2020, di dalam kategori aplikasi taksi pribadi yang paling banyak diunduh.

Lebih lanjut, Dia meninformasikan, kepada masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini ke perangkat seluler secara gratis dari Google Play Store maupun Apple App Store. [rls]

Continue Reading

Terpopuler