Connect with us

EduSyiar

Bachtiar Aly Sebut Indonesia Bukan Negara Gagal

photo credit: Bachtiar Aly ketika memberikan materi dalam Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan Indonesian Network for Social and Economic Development (INSED) di Rumah KB PII Jalan Cibitung III, Jakarta Selatan, Kamis (11/7)/toha

JAKARTA – Pimpinan Badan Sosialisasi Empat Pilar Profesor Bachtiar Aly menyatakan Indonesia bukanlah negara gagal sebagaimana banyak analis membuat perhitungan pesimistis terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Meski di sana sini terjadi berbagai perubahan dibarengi dengan pergantian kekuasaan, tetapi Indonesia masuk kategori negara dengan masa depan cerah.

“Upaya melakukan pendidikan kesadaran bangsa perlu terus dilakukan khususnya kepada generasi muda agar mereka mengerti sejarah bangsa dan memiliki kebanggaan, nasionalisme dan usaha untuk meneruskan cita-cita para pendiri bangsa,” ujar Bachtiar Aly, di Jakarta, Kamis (11/7/2018).

Mantan Duta Besar RI untuk Mesir di era negara Sungai Nil dipimpin Husni Mubarak ini mengatakan, bahwa upaya melakukan sosialisasi empat pilar adalah salah satu contoh dimana aktivitas dan program yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Orde Baru dan dihapuskan akan tetapi kembali dilakukan dengan bentuk yang lain di era reformasi.

“Tidak semua yang dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya harus dihapuskan oleh pemimpin berikutnya hanya karena berganti kekuasaan,” katanya.

Dia mengatakan, banyak hal baik yang bisa dicontoh dan diteruskan jika memang bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Dia mencontohkan program Posyandu yang dulu diselenggarakan di era Orde Baru tetapi manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat tetapi terlanjur dihapuskan ketika era reformasi. Hal seperti ini menurutnya perlu diteruskan agar manfaatnya bisa dirasakan bagi masyarakat.

Sementara itu, Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan Indonesian Network for Social and Economic Development (INSED) tersebut, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan serta masyarakat.

Meski berlabel kegiatan sosialisasi empat pilar, Prof Bachtiar yang memiliki berbagai pengalaman di dunia akademik maupun birokrasi juga memberi kesempatan seluasnya kepada peserta untuk berdialog tentang berbagai masalah.

Bahkan ada peserta yang menyampaikan keluhaan meminta bantuan karena anaknya ditangkap polisi. [ath]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduSyiar

MTQ Jawa Barat: Dai Quran Ayomi Kebutuhan Dunia Global

Published

on

SUBANG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat mengatakan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Barat kiranya terlahir mufassir-mufassir yang mampu menunjukkan pesan-pesan moderasi beragama bagi masyarakat dunia.

“MTQ ini kita harapkan dapat memunculkan ulama mufassir Quran yang kompeten mengawal masyarakat Jawa Barat, khususnya, dalam mempraktikkan moderasi beragama,” ujar Kakanwil Kemenag Jabar DR. H Adib, M.Ag, saat memantau arena Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) 30 Juz dan Tafsir Bahasa Inggris, Subang (10/9).

Adib juga mengingatkan, di Jawa Barat masih ada potensi intoleransi dan radikalisme, tapi ia yakin melalui pendalaman kandungan Quran, para ulama Jawa Barat dapat menjalankan dakwah moderat bagi kemaslahatan umat.

“Penting kita mencetak kader-kader ulama mufassir yang berwawasan global dan tentunya moderat,” pungkasnya.

Dia mengatakan, MTQ Jabar menjadi bernuansa antar bangsa dengan keberadaan cabang tafsir Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

“Di cabang ini, putera-puteri daerah Jabar yang mewakili daerah kab/kota unjuk kebolehan berdakwah menyantuni masyarakat global menyuarakan pesan-pesan Quran dengan Bahasa Arab dan Inggris,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Majelis MHQ 30 Juz dan Tafsir Bahasa Inggris H Ahmad Sarbini, yang juga merupakan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, mengaku senang mendapat tugas sebagai pengawas pada MTQ ini karena ia dapat menikmati tilawah Quran sekaligus meresapi pesan-pesan wahyu yang diuraikan oleh para kontestan cabang tafsir.

“Saya yakin majelis MTQ ini dapat mencetak kader-kader da’i yang memiliki kedalaman tafsir Quran,” katanya.

“Sejalan dengan obsesi Gubernur Jabar untuk menyemarakkan dakwah digital, yang menurut sementara riset cenderung bersifat instan dan dangkal, saya menyaksikan pada MTQ ini tampil calon-calon da’i berwawasan Quran yang bisa mendukung mutu dakwah digital,” katanya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, H Dindin Solahudin, salah seorang hakim bidang tafsir Bahasa Inggris, menyebutkan cabang Tafsir Bahasa Inggris menjadi tempat pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan kader ulama mufassir yang mampu melakukan kerja dakwah global.

Dia mengatakan, seiring dengan program Pemprov Jabar English for Ulama, para mufassir berbahasa Inggris besutan MTQ ini diyakini mampu mewakili Jabar di pentas dakwah internasional.

“Sebelum menunjukkan kebolehan menafsirkan Quran dengan Bahasa Inggris, para kontestan terlebih dahulu diuji hapalan Qurannya sebanyak 14 juz. Kompetensi tahfizh ini menjamin kekuatan basis wahyu bagi mufassir berbahasa Inggris sebagai calon da’i di pentas dakwah global,” katanya.

Dari cabang Tafsir Bahasa Inggris, kata Dia, semoga Jabar memiliki SDM dakwah yang mampu menyantuni kebutuhan dakwah masyarakat global.

“Semoga MTQ ini melahirkan SDM dakwah yang mampu menyantuni kebutuhan dakwah masyarakat global,” kata Dindin, yang juga merupakan Wakil Dekan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung.

Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-36 tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dihelat di Subang selama sepekan (3-10 September 2020), telah menjadi ajang dakwah berbasis Quran bagi masyarakat global. MTQ memang telah menjadi wahana dakwah yang lengkap: seni baca, seni tafsir, seni kaligrafi, seni pemahaman, dan seni penulisan kandungan Quran.

Dengan tampilnya 40 orang peserta Cabang MHQ 30 Juz dan 25 orang peserta Cabang Tafsir Bahasa Inggris, MTQ ke-36 tingkat Jawa Barat telah menyiapkan SDM ulama yang sekaligus menjadi da’i potensial dalam kerangka dakwah moderasi beragama di tingkat nasional dan internasional. [hms]

Continue Reading

EduSyiar

Jokowi Berdiskusi dengan Gus Sholah di Ruang Tempat Bertafakur KH. Hasyim Asy’ari

Published

on

Jokowi dan Gus Solah / @paltiwest via - twitter
JOMBANG – Presiden Joko Widodo bertemu dan berdiskusi empat mata dengan Gus Sholah di ruang bersejarah, yaitu di kamar tempat KH Hasyim Asy’ari dahulu bertafakur dan shalat malam di Ndalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng,Jombang, Jawa Timur.

Pertemuan itu dilakukan pada kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018).

Pertemuan ini terjadi usai Presiden Joko Widodo meresmikan Museum Islam Indonesia yang ada di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang lokasinya berdekatan dengan Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh oleh KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), demikian keterangan yang diterima.

Putra Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Gus Irfan Wahid, mengakui ayahnya merestui relawan yang tergabung dalam Barisan Gus Sholah (Baguss) mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Namun, ia menegaskan bahwa Gus Sholah tak berpolitik praktis.

“Sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng, Gus Sholah tidak dalam posisi berpolitik praktis, tetapi beliau mendorong saya untuk memimpin perjuangan dan merestuinya,” kata Gus Irfan. [ria]

Continue Reading

EduSyiar

Muslim Indonesia Di Inggris Gelar Kegiatan Sambut Reuni Akbar 212

Published

on

ILUSTRASI

LONDON – Komunitas muslim Indonesia di Inggris menyelenggarakan kegiatan silaturahim menyambut Reuni Akbar 212 bertemakan “Hijrah” selain meningkatkan ukhuwah di antara warga Indonesia di Inggris, sekaligus mendukung Reuni Akbar 212 meskipun berada jauh dari Indonesia.

Tim panitia Kuspuji Dewi, Minggu, (2/12), mengatakan acara Silaturahim Menyambut Reuni 212 Di London dihadiri sekitar 60 warga Indonesia diadakan di Osmani Centre, London, Sabtu (1/1/2018).

Kuspuji Dewi mengatakan acara dihadiri warga Indonesia yang berdatangan dari berbagai penjuru Inggris, ada yang tinggal jalan kaki hingga di Midhurst-West Sussex, sekitar 60 mil dari London.

Acara dibuka dengan nyanyian nasyid dan rebana dari Pengajian Annisa London pimpinan Ibu Fadhilah, kemudian diisi dengan ceramah oleh Dr. Ir. Abdul Basith MSc. melalui video call yang mengingatkan latar belakang Aksi Bela Islam yang terjadi pada 2 Desember tahun 2016.

Ia juga menjelaskan pentingnya kebersamaan di antara umat Islam, khususnya menghadapi keadaan di Indonesia saat ini. Sesuai dengan tema “Hijrah”, ia mengajak warga Indonesia untuk berhijrah menjadi umat yang bersatu dan mampu menegakkan agama Islam di tengah-tengah berbagai ujian dan perusakan moral di Indonesia.

Setelah Sholat Dzuhur berjamaah, peserta menikmati makan siang dengan saling berbagi berbagai lauk- pauk yang dibawa masing-masing. Acara kemudian dilanjutkan dengan bincang-bincang dengan Mbak Hanum Rais melalui video call yang menceritakan pengalaman dan suka duka dalam berhijrah dan berpesan bahwa hidayah itu harus diupayakan, bukan ditunggu.

Setelah Sholat Ashar berjamaah, melalui video call langsung di tengah persiapan Reuni Akbar 212 di Monas, Neno Warisman memberikan gambaran tentang kegiatan yang sedang terjadi di lokasi. Para mujahid dan mujahidah mulai memenuhi Monas dan ini memberikan rasa haru bagi jemaah di London, karena ingin bergabung bersama di Monas.

Acara ditutup dengan doa bersama dan mengirimkan doa agar acara di Monas berlangsung penuh berkah, lancar, aman, dan bermanfaat, serta agar negara Indonesia selalu berada dalam lindungan Allah SWT, demikian Kuspuji Dewi. [ant/ria]

Continue Reading

Terpopuler