Connect with us

Musik

Bandung Music Frontyard Lahirkan Karya Terbaik

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Sebuah program tahunan bermusik bagi para musisi muda kota Bandung yaitu Bandung Music Frontyard , dimana program ini jadi sebuah wadah kreatifitas, komunikasi dan bertukar informasi tidak hanya dari kalangan musisi tetapi dari berbagai bidang seni lainnya, atau dapat juga di sebut menjadi salah satu hub bagi komunitas seni di Bandung.

Melihat potensi yang ada, Bandung Music Frontyard kali ini di dukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Bandung membidik kearah pembentukan ekosistem ekonomi kreatif sub sektor musik yang lebih baik kedepan, selain dapat melahirkan regenerasi baru yang berkualitas juga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi baik bagi para musisi dan masyarakat Bandung pada umumnya.

Seperti di katakan oleh kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, Musik merupakan salah satu sub sector ekonomi kreatif yang akan menjadi prioritas di tahu 2018 yang akan datang, seperti kita ketahui Bandung merupakan kota yang di penuhi oleh musisi-musisi dan pegiat musik yang luar biasa sejak lama bahkan dijadikan barometer musik dalam negeri, maka sudah seharusnya pemerintah kota ikut turut mendorong penuh agar sub sector musik ini bias lebih maju, berkembang bahkan memiliki nilai ekonomi yang bagus, baik untuk para musisinya, para penggiat seninya bahkan masyarakat yang menikmatinya, dan otomatis akan menjadi potensi yang baik bagi PAD kota Bandung, sejalan dengan agenda walikota menjadikan Bandung sebagai Kota Musik yang berkelas nasional bahkan internasional.

Angga Wardhana sebagai Festival director BMF2017 menambahkan, “Bandung Music Frontyard adalah bentuk dari kerja bersama dimana satu sama lainnya saling mendukung seperti pemerintah dan aparat, Musisi, pengiat musik, dan pelaku industri musik lainnya, dengan berkontribusi potensinya masing-masing untuk tujuan membentuk sebuah ekosistem seni yang dapat melahirkan karya terbaik dari para pelaku seninya, apresiasi yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada pemerintah kota Bandung melalui dinas kebudayaan dan pariwisata yang sudah siap mendukung kemajuan musik di kota Bandung.

photo credit: kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari / dok. Akbar

Sebuah program bagi para musisi agar dapat mempresentasikan karya-karyanya jadilah sangat penting untuk dapat mencapai nilai ekonomi yang ideal di bidang musik, seperti perizinan dan tempat pertunjukan yang memadai dan Regenerasi musisi dan penggiat musik juga tidak kalah penting dilakukan bisa melalui komunitas-komunitas musik yang ada atau sekarang sudah ada lumayan banyak lembaga pendidikan musik formal maupun non formal yang telah siap melahirkan musisi-musisi berkualitas di kota Bandung. Tambah ibu Kenny Dewi Kaniasari.

Jose Florentino bertindak sebagai kordinator program menyampaikan, Festival ini banyak menampilkan Rising stars dan musisi-musisi muda asal kota Bandung seperti Mustache and Beards, Aditya Rahardja, Curly and Me, Swara langit, Munthe, Voodo Dolls, Antoni Sidjabat, The BFG, Levy Qidam, Erry Erlangga, Baru. Semoga BMF2017 sebagai event tahunan bisa lebih memberikan kesempatan bagi para musisi baru atau musisi muda di kota Bandung.

Nayaka Untara Sebagai pemilik Butterfield Kitchen dan pendiri Butterfield Jazz Society menambahkan, di event BMF 2017 ini juga digelar sebuah diskusi dengan tema Perkembangan Musik Independent di Kota Bandung, menghadirkan pembicara Helvi Sjariffudin (founder Fast Forward Record yang telah melahirkan band-band ternama di Indonesia seperti Mocca dan The Sigit), Dadan Ketu (founder Riotic Record dan manager Burgerkill), Kimung (Penulis/sejarawan musik/musisi Karinding Attack), Angkuy (musisi/song writer/Bottlesmoker), Angga Wardhana (Music Event Programer/Music Enthusiast).

BMF2017 juga memberikan kesempatan kepada pada pelaku industri musik dengan menyediakan stand-stand bagi label dan distro-distro yang membuat merchandise band atau artisnya seperti Fast Forward Store, Riotic, Estern Wolf dan Butterfield Music Store, dengan tujuan industri pendukungnya pun dapat berkembang seiring dengan kemajuan musik dan musisinya di kota Bandung. Tambah Fauzan Rijal sebagai Kordinator booth di BMF 2017.

Bandung Music Frontyard 2017 ini juga dijadikan sebagai kick off bagi program-program ekonomi kreatif sub sektor musik di tahun 2018 yang akan datang di mana pemerintah kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata-nya akan lebih fokus mendukung perkembangan sub sektor musik, diharapkan di tahun 2018 dapat terlaksana beberapa festival berskala nasional dan Internasional, seperti International Bandung Music Festival dan Bandung Independent Music Award yang rencana akan dilaksanakan pada tahun 2018 yang akan datang.

Ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah ikut mendukung dan terlibat dalam pelaksanaan Bandung Music Frontyard 2017, semoga bisa menjadi tonggak kemajuan musik ke arah yang lebih baik bagi musisi kota Bandung, Indonesia bahkan Dunia.[rls/SA]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Konser K-Pop Super Junior di ICE BSD City 

Published

on

EDUPUBLIK – Grup idola K-pop Super Junior kembali mengajak para penggemar mereka atau disebut E.L.F sesaat terlarut pada nostalgia di sela konser bertajuk “Super Show 8: Infinite Time” di ICE, BSD City, Tangerang pada Sabtu (11/1).

Dari hampir 30 lagu yang para personel grup nyanyikan, separuhnya lagu-lagu lawas populer mereka di masa lalu, seakan membawa E.L.F ke konser Super Show terdahulu.

Detik-detik menjelang penampilan perdana, lagu “Superman” diputar, mengingatkan penggemar pada sosok idola mereka di tahun 2011, di era album “Mr. Simple”, disusul “A Man in Love” yang pernah Super Junior hadirkan antara lain di Super Show 4 pada 2012 dan Super Show 2 pada tahun 2009 (walau tidak digelar di Indonesia).

“Bonamana” dan “No Other”, lagu yang populer di tahun 2010 juga kembali Leeteuk, Siwon, Eunhyuk, Shindong, Donghae, Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung nyanyikan. “Bonamana” setidaknya pernah mereka tampilkan di konser Super Show 7S pada Juni 2019 dan Super Show 5 serta 4.

Tak hanya itu, masih ada sederet lagu lawas yang Super Junior juga hadirkan, dua di antaranya, lagu balada “My All Is In You” dan “Love Disease” dari album “It’s You” versi kemas ulang yang dirilis pada tahun 2009. [ant]

Continue Reading

Musik

Menjadi Penyanyi Pop Isyana Semula Ragu

Published

on

credit: @isyanasarasvati/akun twitter

EDUPUBLIK – Isyana Sarasvati mengaku sempat ragu ketika memulai karir sebagai penyanyi dan pencipta lagu pop, karena sedari belia ia menggeluti musik klasik dan tak berniat menjadi musikus non-klasik.

“Mayoritas orang menganggap aku sebagai penyanyi pop padahal aku merintis musik dari kecil di klasik dan enggak pernah terpikir terjun ke dunia komersil dan aku enggak pernah berminat jadi penyanyi non-classical,” kata Isyana dalam acara “Sunsilk #TakTerhentikan” di Jakarta, Senin (7/10).

Alumni Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, Inggris, itu kemudian mendapat tawaran untuk membawakan musik pop, yang membuatnya dihadapkan pada dua pilihan yakni menerima kesempatan yang datang atau meneruskan impiannya.

“Aku berpikir lagi, dari kecil aku nyiptain lagu sendiri, aku bernyanyi, aku main klasik dari kecil. Tapi klasik kan memang segmented banget. Aku juga sebenarnya pemalu dan introver,” ujar pelantun “Keep Being You” itu.

“Kalau komersil kan dunianya beda dengan klasik. Kalau klasik aku hanya diam sampai semua selesai. Kalau komersil saat tampil kita harus mengajak penonton ikut nyanyi. Aku 50:50, aku suka ciptain lagu juga, jadi kayak ambil enggak ya,” lanjutnya.

Akhirnya Isyana menerima tawaran dari salah satu label Tanah Air untuk terjun ke musik pop. Dia merasa beruntung karena diberi kebebasan untuk mengekspresikan musiknya.

“Kita diajak ngobrol bareng-bareng seperti apa musiknya, aku pengin seperti apa. Mereka juga tahu dan memperlakukan aku bukan sebagai penyanyi tapi musisi. Setelah itu aku jadi bersyukur banget,” ujarnya. [ria]

Continue Reading

Musik

Smashing Pumpkins Keluarkan Album Baru

Published

on

photo credit: vokalis smashing pumpkins billy corgan/source - via: twitter
EDUMUSIKNEWYORK – Hampir dua dekade setelah bubar secara tidak baik, personel lama Smashing Pumpkins mengumumkan mereka telah merekam sebuah album baru bersama-sama, Jumat (14/9/2018).

Ikon alternative rock yang digawangi vokalis Billy Corgan itu mengatakan album tersebut berjudul, dengan satu frasa yang unik, “Shiny and Oh So Bright, Vol. 1 / LP: No Past. No Future. No Sun” yang akan dirilis pada 16 November.

Mereka juga merilis satu lagu dari album itu, “Silvery Sometimes (Ghosts)”, didominasi iringan gitar yang mengingatkan pada musik pop yang mereka mainkan di akhir tahun 1990-an.

youtube

Pengumuman tersebut disampaikan setelah Corgan bereuni dengan gitaris James Iha dan pemain drum Jimmy Chamberlin untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 untuk tur yang hanya berfokus pada lagu-lagu terlaris Smashing Pumpkins.

Corgan tetap melakukan rekaman sebagai Smashing Pumpkins sejak 2000 tetapi dengan personel musisi baru.

Namun, tidak tampak kehadiran basis D’arcy Wretzky, yang memiliki hubungan paling buruk dengan Corgan dan memiliki masalah dengan narkoba.

Pumpkins sebelumnya meluncurkan lagu baru yang akan hadir dalam album itu, “Solara”, didominasi dengan alunan gitar metal. [ant]

Continue Reading

Terpopuler