Connect with us

EduJabar

Bantuan Presiden Jadikan Modal Kerja Untuk Bangkit Dan Berjualan Kaos Kembali

Muhammad Faruq As-Syara

BOGOR – Semenjak mewabahnya covid-19, liga sepakbola di Indonesia terhenti, aktivitas supporter pun menjadi sepi. Itu membuat dampak besar pada pelaku usaha penjual kaos ataupun souvenir tim sepakbola dukungan nya.

Muhammad Faruq As-Syara merupakan salah satu pelaku usaha yang juga supporter Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo), atau yang biasa dikenal Kabomania. Pria yang biasa disapa Auk adalah pemilik Padjadjaran Fans Store, pelaku usaha kecil yang penghasilan nya didapat dengan menjual kaos maupun souvenir Kabomania dan Persikabo.

Meski pendapatan menurun drastis dirinya punya semangat untuk membangkitkan usahanya. Berbagai cara dirinya lakukan untuk bertahan dimasa pandemi saat ini.

Tanpa disangka, Rabu, (15/7/20) dirinya diundang ke Istana Kenegaraan Bogor, dirinya bersama 63 pelaku usaha kecil lainnya bertemu dan berbicara langsung dengan Presiden Joko Widodo. Seluruh yang hadir mendapatkan Bantuan Modal Kerja (BMK) sebesar Rp 2,4 Juta. Presiden pun menyampaikan BMK akan diberikan ke 12 Juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak covid 19 di Indonesia.

“Allamdulilah atas bantuan dari Presiden, saya sangat terbantu untuk usaha yang sedang saya jalani,” ucap Auk saat ditemui di Padjadjaran Fans Store milik nya di Desa Karang Asem Timur RT 003/03 No.4, Gang Satria, Kecamatan Citeureup, Rabu malam (22/7/2020).

“Dengan bantuan yang saya dapat, saya akan membangkitkan kembali usaha dan saya akan melakukan berbagai pola pemasaran, supaya dagangan saya kembali laku dijual,” ucapnya.

Kerja-kerja Presiden Joko Widodo terkait pemberian bantuan modal kerja kepada pelaku UMKM, membuat
Posraya Indonesia semakin gencar turun kemasyarakat untuk mengajak berbagai elemen untuk bergotong royong membangkitkan UMKM.

DPP Posraya Indonesia meminta perwakilan di setiap Daerah untuk terus bergerak mengajak masyarakat untuk bahu membahu membantu UMKM.

“Melihat kondisisi yang tidak biasa saat ini, DPP Posraya Indonesia meminta perwakilan tiap daerah tidak diam, ajak berbagai elemen untuk dapat gotong royong bangkitkan perekonomian pelaku UMKM” ucap Dian Sumarwan Sekjen DPP Posraya Indonesia, Kamis pagi (23/7/2020), di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor saat ingin kembali Jakarta.

“Kita harus mendukung langkah yang diambil Presiden Jokowi dalam membangkitkan UMKM, lakukan apa yang kita bisa dan kita mampu, kalau kita bergotong royong pandemi ini dapat kita lewati dengan meminimkan dampak di masyarakat. DPP sudah mendapatkan intruksi dari Ketua Umum untuk mengawal kerja-kerja Presiden Jokowi menghadapi pandemi ini,” tambahnya.

Info yang didapat, DPC Kabupaten Bogor juga sudah dapat intruksi untuk menyambangi beberapa pelaku usaha kecil di sana, salah satunya Padjadjaran Fans Store milik Muhammad Faruq. [an]

EDUPUBLIK- BERITA TERBARU INDONESIA, DUNIA DAN PENDIDIKAN

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduJabar

Terima Bantuan Presiden Jokowi, Pedagang Sate Tahu Kembangkan Usahanya

Published

on

photo credit: Ridwan Nurul Akbar, pedagang sate tahu dan sate ayam taichan, 33 tahun/dok

BOGOR – Berdasarkan informasi yang tertulis di laman resmi Presiden RI, www.presidenri.go.id pada hari Rabu, 15 Juli 2020 yang berjudul ‘Serahkan Bantuan Modal Kerja, Presiden Harap Pelaku Usaha Kecil Tetap Berjalan,’ tertulis kalau Presiden Joko Widodo kembali menyerahkan bantuan modal kerja darurat kepada sejumlah pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan hari itu yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan Bogor, merupakan penyerahan kedua yang sebelumnya dilaksanakan hari Senin, (13/7/2020) di Istana Negara Jakarta.

“Bapak/Ibu semua saya undang ke Istana untuk kita berikan bantuan modal kerja darurat ini. Ini tolong Bapak/Ibu sekalian dipakai untuk tambahan modal kerja agar kita semua nanti pada saat normal, usaha kita bisa terdongkrak dengan baik,” ucap Presiden Joko Widodo saat memberikan himbauan kepada para pedagang Rabu (15/7/2020) di Istana Kepresidenan Bogor.

Bantuan yang diberikan langsung Presiden Joko Widodo sebesar 2,4 juta untuk masing-masing penerima yang terdiri dari berbagai pelaku usaha kecil, rencana nya akan dibagikan ke 12 juta pedagang-pedagang kecil yang benar-benar terdampak di Indonesia.

Undangan untuk bertemu Presiden Joko Widodo membuat para pedagang sangat kaget dan senang, apa lagi ditambah dengan Bantuan Modal Kerja yang diberikan langsung. Salah satunya disampaikan oleh Ridwan Nurul Akbar, pedagang sate tahu dan sate ayam taichan, 33 tahun yang biasa berdagang di Jalan Pahlawan, Karang Asem Barat, Cieteureup, Kabupaten Bogor.

“Saya sangat senang diundang dan bertemu langsung dengan Pak Jokowi, tambah lagi saya dikasih bantuan modal. Dari dua juta empat ratus yang saya terima langsung saya jadikan tambahan modal untuk mengembangkan usaha, yang tadi nya saya hanya berjualan di pinggir jalan, saya akan membuat sate dalam bentuk kemasan yang bisa bertahan cukup lama dan bisa dihangatkan kembali saat ingin disajikan” ucap Ridwan saat ditemui Minggu malam (19/7/2020) di tempat dirinya berdagang.

“Bantuan modal sudah saya belikan mesin vakum, plastik pres, panggangan kecil, baner buat lapak dan rencannya dalam waktu dekat saya mau beli paper box, saya juga sedang membuat desain gambar untuk kemasan nya. Mudah-mudahan dengan bantuan ini usaha saya makin berkembang,” ucap nya.

Langkah Presiden Joko Widodo dianggap sangat tepat oleh berbagai pihak, salah satunya oleh organisasi Posko Relawan Rakyat Indonesia (Posraya Indonesia). Melihat situasi dan kondisi saat ini, dimasa pandemi, saat para pedagang kecil terdampak dan membutuhkan uluran tangan, Presiden Joko Widodo mengambil tindakan dengan memberikan Bantuan Modal Kerja.

“Sudah tepat langkah yang diambil Presiden Jokowi, saat pedagang kecil mengalami masa sulit bantuan modal kerja dikeluarkan. Presiden pun menyampaikan akan ada pembagian kepada dua belas juta pedagang kecil, semoga dengan bantuan yang diberikan para penerima dapat bangkit dan mengembangkan kembali usahanya,” ucap Jepri Ketua Umum Posraya Indonesia saat dimintai keterangan di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor.

“Kita memang harus bergotong royong menghadapi situasi yang tidak biasa saat ini, dampak covid 19 dirasakan oleh pedagang-pedagang kecil, mari kita bahu membahu membantu mereka, yang punya keuangan lebih mari bantu modal mereka, yang ingin makan makanan siap saji, sayur mayur ataupun jajan-jajanan lain mari kita beli dari para pedagang kecil, itu semua untuk mendongkrak kembali usaha mereka. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan para pedagang kecil bisa meningkat kembali perekonomian nya,” ucap Jepri kembali.

Continue Reading

EduJabar

Korban Longsor Bogor Dapat Jaminan Hidup Senilai 3,7 Miliar oleh Kemensos

Published

on

credit: Humas Dit. PSKBA

BOGOR – Sebanyak 4.188 Kepala Keluarga (KK) atau 12.403 Jiwa korban tanah longsor di Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan jaminan hidup senilai Rp3.720.900.000,- dari Kementerian Sosial RI.

“Jaminan Hidup ini dibagikan sebesar Rp 10 ribu perjiwa perhari selama 1 bulan,” ujar Direktur Perlindungan Sosial Perlindungan Korban Bencana Alam Kemensos RI, Safii Nasution, dalam keterangannya, Sabtu (27/06).

Mereka yang mendapat bantuan, lanjut Safii, tersebar di 4 kecamatan yaitu kecamatan Nanggung sebanyak 933 KK atau 3.170 Jiwa. Kecamatan cigudeg sebanyak 536 KK atau 2.051 Jiwa.

“kecamatan Sukajaya sebanyak 2.704 KK atau 7.106 Jiwa dan kecamatan Jasingan sebanyak 15 KK atau 76 Jiwa,” paparnya

Selain itu, Safii mengatakan, Kemensos juga telah menyerahkan santunan kepada korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada awal tahun yaitu sebesar 240 juta rupiah kepada 16 orang ahli waris.

“Setelah dilakukan verifikasi kami temukan 16 orang yang ahli waris yang berhak menerima santunan dari pemerintah,” katanya.

Sebelumnya pada masa tanggap darurat pasca terjadinya bencana, Kemensos RI juga telah menyerahkan bantuan logistik tanggap senilai Rp1.230.000.000 dan bantuan sembako sebanyak 6.000 Paket senilai Rp1.200.000.000.

“Pada masa tanggap darurat kami telah menyerahkan total bantuan sebesar Rp. 2.670.000.000 yang terdiri dari bantuan bantuan logistik, santunan kematian, dan bantuan sembako. Jika ditotal semua dengan bantuan jaminan hidup maka total bantuan kepada Kabupaten Bogor senilai Rp.6.390.900.000,” imbuhnya.

Seperti diberitakan peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Januari 2020 yang lalu akibatkan hujan yang berintensitas tinggi pada 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.

Pasca kejadian tersebut Kemensos RI telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan sosial dengab pengerahan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) untuk melakukan aktivitas penanganan darurat bencana dan pelayanan dapur umum serta layanan dukungan psikososial. [zl]

penulis: zae

Continue Reading

EduJabar

Malam Tahun Baru ‘Car Free Night’ Di Jalur Puncak

Published

on

Ilustrasi

EDUPUBLIK, BOGOR – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Kepolisian agar pemberlakuan “Car Free Night” (CFN) atau penutupan Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada malam Tahun Baru 2020 disosialisasikan dengan baik.

“Kita harus memastikan selain memang sosialisasi bagus, mulai hari ini memang tidak ada pergerakan (kendaraan) yang berarti,” ujarnya usai meninjau arus Jalur Puncak di Pos Polisi Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (30/12).

Menurut dia, sosialisasi CFN perlu dibarengi dengan sosialisasi jalur-jalur alternatif yang bisa dilalui pengendara selama Jalur Puncak ditutup untuk semua jenis kendaraan karena berlaku CFN.

“Kapolres menyediakan akses-akses di berbagai jalan alternatif tadi, itu juga harus menjadi perhatian sehingga tidak jadi satu kemacetan. Kami apresiasi kepada apa yang dilakukan Bupati, Kapolres, Pertamina, Tim Kesehatan, dan Kakorlantas juga ‘support’,” kata Budi.

Ia menyambut positif niat Kepolisian memberlakukan CFN di Jalur Puncak pada malam tahun baru. Jika tidak berlaku CFN Jalur Puncak akan semrawut dengan kendaraan di malam pergantian tahun.

“Di satu tempat seperti hiburan di Puncak kalau lalu lintas itu tetap ada akan ‘crowded’ karena ada pergerakan manusia dan mobil,” tuturnya.

Jalur Puncak Ditutup

Selama malam tahun baru 2020, jalur Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan ditutup dari semua jenis kendaraan karena diberlakukan CFN.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri mengatakan bahwa CFN akan diberlakukan semalaman atau mulai pukul 18.00 WIB hari Selasa, 31 Desember 2019 hingga pukul 06.00 WIB hari Rabu, 1 Januari 2020.

“Jadi untuk ‘Car Free Night’ kita melakukan pembatasan. Pembatasannya sendiri betul kepada (kendaraan) roda empat dan roda dua, namun kita lebih fokuskan kepada roda empat,” kata Fadli. [ant]

Continue Reading

Terpopuler