Connect with us

Science

Benarkah Sesar Baribis Melewati Jakarta, Ini Penjelasan Pakar Geologi LIPI

ilustrasi/foto source: twitter

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Pakar geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Danny Hilman Natawidjaja mengatakan pembuktian lebih lanjut diperlukan guna mengungkap kemungkinan keberadaan Sesar Baribis yang melewati wilayah Jakarta.

“Kalau tentang Sesar Baribis yang kemungkinan melewati Jakarta itu benar. Tapi perlu pembuktian lebih lanjut, karena data detilnya belum ada,” kata Hilman, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (26/10/2017).

Kalau informasi tentang Sesar Baribis sepanjang 25 kilometer (km) yang aktif, melintang dari Cipayung, Ciracas, Pasar Rebo dan Jagakarsa, Danny menegaskan itu bukan berasal dari LIPI dan tidak benar.

“Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui informasi detil tentang sesar ini, mulai dari lokasi pasti Sesar Baribis tersebut, potensi kekuatan gempa dalam skala Richter dan seterusnya,” ujar dia.

Semua informasi tersebut ia mengatakan belum diketahui, apalagi jika ditanya kapan akan terjadi gempa, itu lebih tidak diketahui lagi.

Berdasarkan katalog gempa milik profesor geologi asal Jerman Arthur Wichmann, gempa amat kuat dirasakan di Jakarta pada 5 Januari 1699, sekitar pukul 01.30 WIB. Dampaknya, bangunan roboh, longsor di Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, banjir bandang berisi lumpur dan kayu memenuhi Sungai Ciliwung di Batavia, mengalir ke laut.

Dalam simposium internasional di Institut Teknologi Bandung pada 2015, ahli geofisika, geodesi dan surveying dari Research School of Earth Sciences, Australian National University and Geoscience Australia Phil R Cummins menyebut gempa kuat tercatat terjadi di Jakarta pada 1780. Kekuatan gempa diperkirakan lebih dari 8 MMI.

Sesar aktif adalah sesar yang pernah bergerak pada kurun waktu 10.000 tahun terakhir, dan ini menjadi salah satu sumber pemicu gempa bumi (gempa) yang terletak di darat adalah sesar aktif. Keberadaannya mutlak perlu diketahui guna meminimalkan risiko akibat gempa yang timbul apabila sesar aktif ini bergerak.

Hal yang perlu diketahui meliputi lokasi, sebaran, zona sesar aktif, dan karakteristik sumber gempa bumi. Data tersebut diperlukan untuk menganalisis bahaya goncangan gempa, baik pada batuan dasar maupun tanah permukaan, sehingga risiko akibat gempa dan mitigasinya dapat diperkirakan. [ant]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Science

Pemerintah Dukung Pengembangan Varietas Buah dan Ternak Sapi Blora

Published

on

photo credit: Menristekdikti M Nasir/dok. Citra larasati

EDUPUBLIK.COM, Blora – Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus mendorong pengembangan produk atau hasil inovasi berbasis teknologi. Seperti pengembangan varietas buah di kebun buah PT. Mustika Sinar Semesta di Blora, Jawa Tengah.

Pasalnya Blora dikenal sebagai daerah gersang karena terletak di pegunungan kapur. Kendati demikian, perusahaan yang dikelola oleh Bambang Suharto ini berhasil mengembangkan varietas buah-buahan dengan kualitas unggul.

Salah satunya adalah buah alpukat dengan berat 1,7 – 2,5 kg. Alpukat ini memiliki kulit tipis dan daging yang tebal. Varietas buah lainnya yaitu kelengkeng, durian pelangi dari Papua, jambu, pepaya yang layak ekspor.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan varietas buah-buahan ini harus didorong pengembangannya dengan berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang telah berhasil mengembangkan bibit buah nusantara di Subang.

“Semoga nanti bisa dikembangkan bibit buah nusantara di Blora. Masyarakat Blora yang lain juga diharapkan bisa mengembangkan hal yang sama,” kata Nasir saat melakukan kunjungan ke kebun buah yang terletak di desa Tunjungan, Blora

Hal lain yang perlu dikembangkan menurut Nasir adalah saat pasca panen, bagaimana agar hasil panen buah tidak cepat membusuk. Ia mencontohkan penggunaan sistem ozonisasi yang kini sudah mulai digunakan untuk mengawetkan hasil pertanian. Selain itu, hasil panen diharapkan dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan buah di dalam negeri, minimal di daerah Blora.

“Kita sudah mengembangkan bibit buah nusantara dengan IPB. Ini harus didorong terus supaya buah nusantara bisa disuplai dari dalam negeri. Syukur bisa diekspor,” ujar Nasir.

Pada kesempatan yang sama Nasir juga menyambangi pos inseminasi buatan di Tunjungan untuk melakukan inseminasi buatan terhadap sapi lokal.

Dia juga memberikan arahan kepada kelompok tani peternak sapi Desa Palon di Blora mengenai cara mengelola peternakan sapi dari hulu sampai hilir. Dia berharap peternak sapi dapat belajar dari PT. Karya Anugerah Rumpin (KAR), perusahaan yang bergerak di bidang pembibitan dan penggemukan sapi.

“Kita akan membantu dalam hal pengembangan teknologi. Misalnya dalam pengelolaan limbah kotoran sapi dengan menggunakan teknologi sehingga menghasilkan nilai tambah,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut Nasir didampingi oleh Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, CEO PT. KAR Karnadi Winaga, Direktur Inovasi Santoso Yudo Warsono, dan Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Retno Sumekar. [mrb]

Continue Reading

Terpopuler