Connect with us

Politik

Bendum PAN Mundur, Viva Yoga: Bukan Karena Pilpres

photo credit: Bendahara Umum DPP PAN Nasrullah/foto search: via twitter

JAKARTA – Beredar surat pengunduran diri Bendaraha Umum (Bendum) Partai Amanat Nasional (PAN), Nasrullah Larada dikalangan wartawan.

Waketum PAN, Viva Yoga Mulyadi menampik jika kemunduran Nasrullah karena beda pilihan dalam pilpres.

“Mundurnya Mas Nasrullah tidak ada kaitannya dengan pilpres karena Mas Nasrullah juga menjadi ketua Keluarga Besar Pelajar Islam indonesia (KB PII). Jadi jelas berjuang untuk kemenangan ke paslon Prabowo-Sandi,” tegas Viva, dalam keterangannya, Selasa (25/12/2018).

Lebih lanjut, viva menambahkan kemunduran Nasrullah karena dirinya ingin lebih fokus berjuang di dapil.

“Mas Nasrullah, Bendum DPP PAN mengundurkan diri dari kepengurusan karena, pertama, Mas Nasrullah ditugaskan partai untuk lebih fokus di Dapil Jawa Tengah X, agar dapat mempertahankan kursi DPR RI di Pemilu 2019. Tantangan semakin berat, maka perlu kader tangguh seperti Mas Nasrullah untuk lebih fokus di dapil,” ujarnya.

Pendapat berbeda datang dari elit PAN lain seperti Dradjat Wibowo.

Ia mengatakan mundurnya Bendum PAN, Nasrullah karena ingin fokus mengurus keluarga dan bisnis.

“Soal alasannya, yang saya tahu, dia ingin fokus mengurus bisnis dan keluarganya. Memang ada beberapa hal lain yang kami bahas saat bertemu beberapa waktu lalu. Tapi saya tidak berhak bercerita ke pihak lain,” ungkap Dradjad kepada wartawan, Selasa (25/12/2018).

Hingga berita ini di turunkan, redaksi edupublik.com belum mendapatkan klarifikasi lebih lanjut perihal kemunduran Nasrullah. [jojo]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

[PILKADA 2020] Ipar Jokowi Ramaikan Bursa Calon Bupati Gunung Kidul

Published

on

credit: Wahyu Purwanto/dok. facebook

EDUPUBLIK, GUNUNG KIDUL – Ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto disebut-sebut akan meramaikan bursa calon bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Partai NasDem.

“Hingga Saat Ini, Kita masih menunggu keputusan dari DPP NasDem terkait surat rekomendasi siapa yang akan maju sebagai calon bupati dari NasDem,” ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem DIY Suharno, di Gunung Kidul, Senin (13/1).

Wahyu Purwanto kemungkinan akan maju bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Bahron Rasyid sebagai bakal calon wakil bupati.

“Kami berharap Wahyu Purwanto bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP NasDem,” katanya.

Selama ini, Wahyu Purwanto sudah berkomitmen untuk membangun Gunung Kidul sejak dirinya menjadi rektor Universitas Gunung Kidul. Selain itu, Wahyu sudah melakukan pendampingan terhadap petani, dan warga lainnya.

“Kalau bisa menang (pilkada) koordinasi dengan pusat kan lebih mudah, tetapi faktor keluarga presiden itu hanya satu faktor saja. Faktor lainnya komitmen Wahyu Purwanto membangun Gunung Kidul sudah sejak lama,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Wahyu Purwanto enggan mengomentari ketika ditanya mengenai potongan kutipan twitter dari Farid Gaban tentang foto dirinya yang disandingkan dengan Gibran Rakabuming Raka, Doli Sinomba Siregar, Wahyu Purwanto, dan Bobby Nasution. Wahyu tidak mau berkomentar.

Ketua DPD Nasdem Gunung Kidul Suparjo mengatakan nama Wahyu Purwanto dan Bahron Rasyid sudah disetorkan ke DPP NasDem. Saat ini sedang menunggu surat dari pusat.

“Informasinya, surat rekomendasi turun sekitar Februari atau Maret nanti. Keputusan tergantung pusat,” kata Suparjo. [rzy/ant]

Continue Reading

Politik

Besan Jokowi Melenggang Jadi Balon Bupati Tapanuli Selatan

Published

on

credit: Besan Jokowi (Kanan Batik)/dok. facebook

EDUPUBLIK, PADANGSIDEMPUAN – Besan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Doly Sinomba Siregar resmi mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) dari Partai Golongan Karya (Golkar).

“Benar, saya telah mendaftarkan diri ke Partai Golkar Tapanuli Selatan sebagai bakal calon bupati Tapsel,” kata Doly Sinomba Siregar, Kamis (9/1).

“Semoga masyarakat Tapanuli Selatan menerima kehadiran saya untuk meningkatkan pembangunan dan SDM di Tapsel, mengingat Tapanuli bagian selatan sekarang menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dia mengatakan, dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Tapsel periode mendatang, maka ini merupakan perjuangan yang harus diamanahkan sebagai harapan bersama.

Saat disinggung mengenai rekomendasi dari DPP Partai Golkar, Doly Sinomba Siregar menjawab, “Tunggu saja kabar baiknya”.

“Keputusan keluarga besar sudah memberikan restu termaksud dari kahangi kami Joko Widodo untuk maju dalam meningkatkan pembangunan di Tapsel dan menyinkronkan program pemerintah pusat di daerah,” katanya.

Sementara itu, Plt Ketua DPD AMPI Tapsel Dr Zulfendri Sikumbang menyatakan dengan adanya niat membangun dan mencalonkan diri menjadi kepala daerah di Tapsel, maka itu merupakan langkah yang harus disambut dengan baik.

Menurutnya, Tapsel merupakan masyarakat yang majemuk, ada dalihan na tolu dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan.

“Doly Sinomba Siregar adalah putra daerah terbaik yang memiliki integritas dalam menjunjung adat budaya di Tapsel dan Tapanuli bagian selatan,” tutupnya. [ria/ant]

Continue Reading

Politik

Wiranto Ungkit Janji OSO Hanya Jadi Ketum Hanura Sampai 2019

Published

on

credit: idntimes/screenshoot

EDUPUBLIK, JAKARTA – Pendiri Partai Hanura Wiranto mengingatkan janji Oesman Sapta Odang, yang hanya akan menjabat sebagai Ketua Umum Hanura hingga 2019, setelah menggantikan dirinya sebagai ketua umum partai pada 2016 silam.

“Beliau hanya menjabat sebagai Ketua Umum, janjinya hanya sampai 2019,” kata Wiranto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/12).

Wiranto mengatakan bahwa OSO terpilih sebagai Ketua Umum tahun 2016, menggantikan dirinya yang kala itu menjabat Menko Polhukam.

Saat itu OSO menandatangani pakta integritas yang berisi sejumlah poin. Dalam salah satu poin disebutkan bahwa OSO bersedia menggantikan kepemimpinan Wiranto sebagai ketua umum dan harus menjamin Hanura menerima penambahan kursi DPR RI dalam Pemilu.

Konsekuensi dari pelanggaran terhadap pakta integritas itu adalah mengundurkan diri dari kursi Ketua Umum Hanura.

“Kalau sampai itu tidak ditaati maka saudara OSO secara akan mengundurkan diri dari Partai Hanura, sebagaimana tertuang dalam pakta integritas, dan ada saksinya,” ujar Wiranto.

Faktanya, Hanura tidak lolos parliamentary threshold dan tidak masuk ke DPR pada pileg 2019. Namun kini dalam Munas III Hanura, OSO tetap dipercaya seluruh DPD dan DPC Hanura untuk melanjutkan kepemimpinan.

Dalam konferensi pers tersebut, Wiranto juga menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Dewan Pembina Hanura. Wiranto menekankan dirinya ingin fokus menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Sementara itu, Ditempat terpisah, Ketua DPD Hanura DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji membantah OSO tidak mampu membawa Hanura lolos ke DPR RI.

Menurut Ongen, kepemimpinan OSO kerap diganggu pihak-pihak yang menjadi pengkhianat partai sehingga partai tidak dapat berjalan baik.

Sedangkan terkait pengunduran diri Wiranto dari posisi Dewan Pembina, Ongen menegaskan bahwa posisi Dewan Pembina memang tidak ada dalam struktur Partai Hanura, sehingga dia menilai Wiranto tidak perlu mengundurkan diri. [rzy/ant]

Continue Reading

Terpopuler