Connect with us

Kampus

Berwirausaha Tekan Masalah Sosial

JAKARTA – Dosen STIE Muhammadiyah mengatakan, berwirausaha menjadikan seseorang terlatih, mandiri, telaten dan berani mengambil resiko untuk kemakmuran yang lebih baik serta tegas dalam mengambil keputusan.

Disamping itu juga berwirausaha mampu mengatasi dan menekan masalah-masalah sosial seperti pengangguran dan tawuran.

“Dengan berwirausaha kita memotivasi seseorang untuk bisa meningkatkan kesejahteraan dengan mandiri melalui wirausaha” ujar Dosen STIE Muhammadiyah , Nova Rini, saat melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, proses pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menjadi tiga tahapan.

“Tahap pertama pelatihan penyusunan rencana bisnis, manajemen usaha, entrepreneurship motivation, dan manajemen keuangan, tahap kedua pelatihan marketing dan proses produksi design grafis, sablon dan percetakan. tahap ketiga pelatihan proses produksi sablon dan percetakan dengan melakukan praktek sablon baju kaos,” katanya.

Dia mengungkapkan, pelatihan kewirausahaan ini difokuskan untuk warga pemuda dilingkungan kampus.

“Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemuda/pemudi Kelurahan Pasar Manggis, khususnya RW 04, karena dekat dengan Kampus STIE Muhammadiyah, Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kelurahan Pasar Manggis M. Dopi mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh dosen-dosen tersebut sangat membantu warganya.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan STIE Muhammadiyah Jakarta ini,” katanya.

“Dengan penambahan ilmu dan wawasan kewirausahan tentunya anak-anak remaja mempunyai kesibukan yang menghasilkan uang dan mengurangi pengaruh-pengaruh negatif dalam pergaulan sosial,” M Dopi menandaskan. [ali]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kampus

132.929 Peserta Ikuti UM-PTKIN Secara Daring

Published

on

credit: Peserta UM PTKIN Daring/dok

BANDUNG – Sebanyak 132.929 peserta mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dengan menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) secara daring dari tanggal 3-6 Agustus 2020.

“kriteria penilaian pada tahun 2020 ini menggunakan dua kriteria yaitu nilai rapor yang telah dimasukkan oleh masing-masing peserta saat pendaftaran dan ujian secara online atau daring,” ujar Ketua Umum UM-PTKIN, Prof. Mahmud, dalam keterangannya, Di Bandung, Senin (03/08/2020).

Dia menjelaskan, Sistem Seleksi Elektronik UM-PTKIN secara daring terdiri dari peserta jurusan IPA sebanyak 9.769 orang dan peserta jurusan IPS sebanyak 123.160 orang.

Peserta ujian tersebar di 59 Panitia Lokal PTKIN termasuk Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Singaperbangsa Karawang. Pelaksanaan SSE online dilaksanakan 3 sesi setiap harinya.

“Setiap sesi terdiri dari sekitar 11.000 peserta dengan jumlah pengawas sebanyak 579 orang persesi atau 6.948 pengawas selama 4 hari ujian,” jelasnya.

SSE daring untuk setiap sesi selama 100 menit dengan jumlah soal yang diujikan sebanyak 90 soal terdiri dari: Pertama, Penalaran Verbal dan Penalaran Kuantitatif; Kedua, Bahasa Arab; Ketiga, Bahasa Inggris; Keempat, Pengetahuan Keislaman; Kelima, IPS terpadu untuk Jurusan IPS; dan Keenam, Matematika dan IPA Terpadu untuk Jurusan IPA.

Semantara itu, Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Rosihon Anwar,  juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan SEE daring UM-PTKIN yang berlangsung di gedung Lecture Hall Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) diikuti sebanyak 6.557 peserta yang terdiri dari 581 untuk kategori IPA dan 5.976 untuk ketegori IPS. 

Dia mengtakan, pelaksanaan tes UM-PTKIN secara online pada hari pertama berjalan lancar, aman dan terkendali sesuai arahan dari Ketua Umum UMPTKIN.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan adanya kriteria penilaian nilai rapor dan ujian secara online dapat mempersiapkan calon mahasiswa yang unggul, kompetitif dan berakhlak karimah,” tandasnya. [hms]

Continue Reading

Kampus

5.502 Mahasiswa UIN Bandung Ikuti KKN Sisdamas Dari Rumah

Published

on

BANDUNG – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Husnul Qodim mengatakan, 5.502 mahasiswa mengikuti Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) Sisdamas yang berlangsung sejak tanggal 25 Juli sampai dengan 31 Agustus 2020.

Dengan rincian sebagai berikut, Fakultas Ushuluddin (FU) 571 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 1.130 orang, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) 762 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 851 orang, Fakultas Adab dan Humaniora ((FAH) 548 orang, Fakultas Psikologi (FPsi) 166 orang, Fakultas Sians dan Teknologi (FST) 542 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 446 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 486 orang.

Untuk KKN tahun ini memakai model KKN DR Sisdamas (Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat). KKN yang diselenggarakan dalam semangat kampus merdeka, diwujudkan dengan pemberdayaan masyarakat melalui refleksi sosial, perencanaan, dan pelaksanaan program sesuai kompetensi peserta KKN serta dengan memanfaatkan berbagai media sosial.

“Berhubung koordinasi KKN DR Sisdamas menggunakan media online, maka pihak kampus memberikan bantuan paket kuota kepada para peserta dengan menggandeng 5 provider. Pada dasarnya, KKN DR Sisdamas ini bersifat individu agar bisa berkarya dan mengabdi secara mandiri di rumah. Hal ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengamalkan segala ilmu, pengetahuan yang sudah didapatkan. Jadikan motivasi, berbagai ilmu dan belajar bersama di tengah masyarakat karena sebaik-baiknya manusia itu bermanfaat bagi dirinya, lingkungan sekitar,” ujar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), UIN Bandung, Husnul Qodim, dalam keterangannya, Minggu (26/7).

Untuk itu, menjadi duta almamater tercinta dengan terus berbuat baik, memberikan manfaat harus dilakukan. “Protokol kesehatan menjadi harga mati. Mari kita taati segala aturan. Mohon agar selalu berkoordinasi dengan dosen pembimbing. Tetap mewaspadai, jaga diri sendiri, lingkungan, masyarakat, jangan sampai berpotensi klaster baru,” paparnya.

Secara terpisah Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LP2M UIN Bandung, H. Aep Kusnawan menjelaskan, selama acara KKN DR berlangsung para peserta KKN DR Sisdamas yang terdiri dari 5502 itu dibagi ke pada 378 kelompok, dibimbing oleh 126 dosen pembimbing, dan dikoordinir oleh 5 orang koordinator dosen pembimbing dan Tim Ahli, serta dimonitor oleh jajaran Rektorat, Dekanat, Jurusan/Prodi, serta koordinasi kelembagaan antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data ( PTIPD),” pungkasnya. [hms]

Continue Reading

Kampus

Rektor UIN BDG Lepas Mahasiswa KKN DR Sisdamas Masa Covid-19 Secara Virtual

Published

on

credit: KKN DR UIN BDG 2020/dok

BANDUNG – Meskipun dalam suasana pandemi, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, H. Mahmud, didampingi Wakil Rektor I, H. Rosihon Anwar, dan Ketua LP2M Husnul Qodim, disaksikan oleh para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Wakil Dekan, jajaran LP2M, Kepala Bagian, Ketua Jurusan (Prodi), dosen pembimbing, KKP, peserta KKN DR Sisdamas, melakukan Pelepasan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) Masa Covid-19 melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung pada kanal Youtube Humas UIN SGD Bandung.

Rektor mengajak seluruh civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan, kendati dalam suasana wabah corona, masih bisa melakukan kegiatan.

“Hari ini LP2M melakukan kegiatan pelepasan kuliah kerja nyata dari rumah tahun 2020 di masa Covid-19. Kegiatan ini merujuk pada SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran tahun akademik 2020/2021, soal komitmen bersama terkaitb dengan persoalan proses pembelajaran dalam situasi covid,” ujar Rektor UIN Bandung H. Mahmud, dalam keterangannya, di Bandung, (26/7).

Dia mengatakan, kesehatan dan keselamatan pendidik, tendik, siswa dan lain menjadi prioritas utama. Olah karena itu kuliah dilaksanakan dengan daring.

“Karena tidak ada yang menjamin wabah bisa hilang dari lingkungan kita, maka KKN yang juga karena sudah memasuki masanya berdasarkan kalender akademik,” katanya.

Dia menuturkan, tidak mungkin bisa dihilangkan atau kita mundurkan sebab resikonya ketika dimundurkan mahasiswa terlambat menyelesaikan studi.

“Padahal kalau terlambat studi tentu akan merepotkan mahasiswa, orang tua mahasiswa, termasuk lembaga terkait akreditasi. Jadi banyak pihak yang kita selamatkan dengan adanya kegiatan KKN DR Sisdamas,” tuturnya.

Menurutnya, melalui KKN DR Sisdamas ini diharapkan dapat melahirkan terobosan baru tentang KKN yang berbasis pada kampung halaman.

“Muncul inspirasi buat saya, supaya kontrolnya bukan hanya dosen pembimbing, tapi masyarakat sekitar, tetangganya dan antum sebagai mahasiswanya bisa dirasakan untuk masyarakat atau tetangganya,” katanya.

“Dugaan saya akan lebih kreatif, lebih inovatif, sebab ada cerita kalau kita kepepet kadang-kadang kretifitas itu muncul. Kalau tidak kepepet, enjoy, tidak kreatif. Mudah-mudahan hasil KKN ini memberikan manfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Upaya menghadapi adaptasi kebiasaan baru, tentu harus menggunakan dua pendekatan: Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar, berdoa.

“Dalam mendukung program Jabar Juara Lahir Batin, di tengah situasi seperti ini mari tingkatkan iman dan takwa kita kepada yang maha kuasa. Yakinlah jika dua pendekatan lahir batin ini kita lakukan kuasa Allah akan kita rasakan. Mahasiswa yang menjalankan KKN DR UIN harus ikut berkontribusi dan mengkampanyekan dua pendekatan lahir dan batin dalam menyikapi wabah Corona ini,” tegasnya. [hmj]

Continue Reading

Terpopuler