Connect with us

Ekonomi

Cabai Keriting Di Sumsel Tembus Rp 100.000/Kg

ilustrasi credit: cabai merah jateng/via: facebook

EDUPUBLIK – Harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menembus angka Rp100.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang di kisaran Rp60.000/Kg.

“Ya, sekarang harga cabai merah keriting melonjak tajam,” kata Jauya, seorang pedagang cabai di Pasar Atas Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), (6/1).

Menurut Jauya, kenaikan harga yang terjadi sejak beberapa hari terakhir tersebut karena agen pemasok dari Pulau Jawa mematok harga tinggi sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.

“Sebenarnya harga cabai naik turun sejak sebelum Natal 2020. Terakhir sempat mencapai Rp90.000/kg turun menjadi Rp60.000/kg dan kini tembus Rp100.000 per kilogram,” katanya.

Selain modal agen tinggi, kata dia, kenaikan harga tersebut juga disebabkan permintaan cabai dari masyarakat cukup tinggi untuk kebutuhan hajatan.

Hal tersebut berdampak pada stok cabai di pasar menipis karena pedagang kesulitan mendapat barang untuk dijual.

Selain itu, lanjut dia, kenaikan harga juga berdampak pada omzet pedagang menurun drastis karena sebagian besar masyarakat membeli cabai dalam jumlah sedikit.

“Biasanya rata-rata terjual 50-60 kilogram/hari. Namun, sejak harga naik paling sekitar 30 kilogram cabai terjual setiap hari,” kata Yuni, pedagang lainnya menambahkan.

Sementara itu Pipit, warga Baturaja mengaku membeli cabai merah keriting dalam jumlah sedikit karena harganya mahal. “Terpaksa mengurangi jumlahnya saja untuk kebutuhan dapur karena harganya mahal,” kata dia. [rzy/ant]

Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Menkeu: Alokasi Belanja Negara RAPBN 2022 mencapai Rp2.708,7 Triliun

Belanja negara bukan untuk kemewahan, tapi untuk pemerataan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Belanja negara bukan sekedar mengeluarkan uang, tapi upaya mencapai Indonesia Maju.

Published

on

photo credit: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/via: instagram @smindrawati

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan alokasi belanja negara pada RAPBN 2022 mencapai Rp2.708,7 triliun, termasuk didalamnya ada belanja prioritas.

“Belanja bidang kesehatan untuk kelanjutan penanganan pandemi Covid-19, antara lain untuk kelanjutan program vaksinasi dan insentif nakes. Reformasi sistem kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, sebesar Rp255,3 triliun,” Kata Menkeu Sri Mulyani, dalam laman Instagramnya, di posting pada, (23/8).

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, belanja bidang pendidikan, sebesar Rp541,7 triliun, untuk meningkatkan kualitas SDM sebagai modal utama pembangunan nasional.

Belanja bidang perlindungan sosial untuk mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan pembangunan SDM jangka panjang, sebesar Rp427,5 triliun

Belanja infrastuktur untuk penyelesaian proyek infratruktur yang tertunda akibat pandemi dan output strategis yang mendukung pemulihan ekonomi, sebesar Rp384,8 triliun.

Belanja pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pemerataan akses dan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya untuk mendukung program pendidikan, sebesar Rp27,4 triliun.

Belanja ketahanan pangan akan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan produksi komoditas pangan dan revitalisasi sistem ketahanan pangan. Dengan begitu dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani serta nelayan, sebesar Rp76,9 triliun.

“Belanja negara bukan untuk kemewahan, tapi untuk pemerataan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Belanja negara bukan sekedar mengeluarkan uang, tapi upaya mencapai Indonesia Maju,” tandas Sri Mulyani. [as]

sumber: akun instagram sri mulyani @smindrawati

Continue Reading

Ekonomi

Budi Waseso Beberkan Strategi Bulog Tahun 2021

Published

on

photo credit: Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso/dok. ss

EDUPUBLIK – Perum BULOG mengadakan pertemuan virtual direksi dengan rekan-rekan media untuk memperkenalkan susunan direksi baru serta penyampaian strategi Perum BULOG pada tahun 2021 ini.

“Program yang digagas Perum BULOG pada tahun 2021 sesuai dengan tujuannya sebagai stabilitator harga pangan, menjaga ketersediaan pangan dan menjaga cadangan pangan,” ujar Direktur Utama Perum BULOG, dalam acara meeting virtual dengan awak media, Rabu (3/2).

Budi menjelaskan, Bulog mempersiapkan stok pangan di hari-hari besar perayaan agama agar menjaga stabilitas harga pangan.

“Bulog juga menjual beras premium dengan harga medium dengan pembangunan fasilitas rice milling plant dan silo di 13 wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Serta membangun sistem untuk penjualan online, dan membangun gudang modern untuk menjaga pasokan beras dengan biaya yang lebih murah.

“Cadangan beras pemerintah di tahun ini sebesar 950 ribu ton sudah mencukupi alokasi yang dibutuhkan sebesar 800 ribu ton,” katanya.

“Selain itu Perum Bulog juga mengadakan ketersediaan daging, jagung, gula kristal putih dan bilamana masih ada kekurangan, Perum BULOG mendapat jatah kuota impor daging kerbau sebesar 80 ribu ton,” tambahnya.

Dia mengatakan, dalam menjaga kebutuhan pangan nasional, Bulog ikut berperan dalam menjaga swasembada pangan sesuai dengan arahan presiden.

“Peran BULOG sebagai penjaga kebutuhan pangan nasional, melalui program tahun ini ingin mencapai swasembada pangan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga memperkenalkan Jajaran Direksi Perum Bulog yang baru, antara lain, Wakil Direktur Gatot Trihargo, Direktur supply chain dan pelayanan publik Mokhamad Suyamto, Direktur human capital Purnomo Sinar Hadi, Direktur bisnis Febby Novita, Direktur keuangan Bagya Mulyanto dan Sekretaris perusahaan Awaludin Iqbal. [ray]

Continue Reading

Ekonomi

Pedagang Daging Sapi Besok Mulai Berjualan

Published

on

courtesy of: @fahrul01/acehinfo/via:facebook

EDUPUBLIK – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto memastikan bahwa pedagang daging sapi akan kembali berjualan besok, Jumat (22/1), karena Kemendag telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan pasokan.

“Kami bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) dan PT Suri Nusantara Jaya. Mereka sudah bertemu, mereka sudah komit mulai besok sudah mengisi daging-daging sapi dan kerbau di pasaran,” kata Suhanto melalui keterangannya di Jakarta, (21/1).

Suhanto menyampaikan hal itu usai melakukan kunjungan ke Gudang Daging Sapi milik PT Suri Nusantara Jaya di Bekasi, di mana pemasok dan distributor daging tersebut memiliki cadangan daging sapi dan kerbau hingga 17.000 ton.

Dengan demikian Suhanto menyampaikan stok tersebut akan cukup untuk memenuhi kebutuhan daging hingga sekitar tiga bulan mendatang di DKI Jakarta yang kebutuhannya 5.500 ton daging per bulan.

“Jadi bagi masyarakat tidak perlu khawatir, mulai besok pedagang daging sapi mulai jualan lagi. Stok cukup dan aman,” ujar Suhanto.

Suhanto menyampaikan hal itu terkait beredarnya informasi tentang pedagang daging sapi yang berhenti jualan, sehingga terjadi kekosongan di beberapa tempat.

Melalui koordinasi tersebut, Suhanto mengatakan bahwa pemerintah berupaya menjaga stok daging di masyarakat agar tetap terpenuhi. Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra menyampaikan kenaikan harga daging di dalam negeri sedikit banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga daging sapi di salah satu negara pengekspor daging sapi ke Indonesia, yaitu Australia.

“Di Australia, karena mereka ada semacam regenerasi populasi sapi mereka, sehingga mereka agak sedikit menahan, bukan menghentikan ekspor mereka. Sehingga, memang gejala supply demand ini agak berubah. Kalau suplainya agak tertahan, harganya akan naik,” ungkap Syailendra.

Namun, lanjut dia, Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam, dengan mencari alternatif sumber daging sapi dari negara lain, misalnya dari India, Brazil, dan bahkan sapi dari Meksiko. “Ini yang sedang kami jajaki ke depan, bukan hanya dalam jangka pendek, namun juga dalam rangka mengisi stok Ramadhan dan Idul Fitri,” pungkasnya. [rzy/ant]

Continue Reading

Terpopuler