Connect with us

Politik

Calon Gubernur Jabar dari Kalangan Pengusaha Rakyat Sejahtera

Edupublik.comBandung –  Bakal Calon Gubernur Jawa Barat yang juga dikenal sebagai Ketua Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal Sutrisno menegaskan, saatnya Jawa Barat dipimpin Gubernur berasal dari habitat pengusaha. Hal ini dikatakan Agung Suryamal, saat buka puasa bersama dengan para awak media kota Bandung, Rabu, (21/6/2017), di RM Sari Rasa Sambel Hejo Jalan Sukabumi Bandung.

Agung Suryamal yang petang itu tak biasanya didampingi sang isteri Laila, sempat berujar, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sudah pernah dijabat oleh tentara, birokrat, dan bintang film, “Saatnya Jawa Barat dipimpin pengusaha,” ujar Agung Suryamal.

Lebih lanjut pria kelahiran 6 April 1965 mengatakan, ajang Pilgub Jabar 2018 suasananya masih cair, “Semua partai politik saat ini sedang mencari figur,” ungkap Agung Suryamal, “Saya sendiri sudah berkomunikasi dengan Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat,” tegasnya sambil tak sungkan-sungkan menyantap kudapan tradisional simping  – “Ini kue simping kesukaan saya, ketika kecil dulu.” Agung Suryamal masih dalam kesempatan berbuka puasa bersama, melanjut kisah atas upaya ke arah niatannya:“Beberapa waktu yang lalu saya sempat bersilaturahmi ke rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo.”

Saat pertemuannya dengan Prabowo, banyak hal didiskusikan, di antaranya menyangkut pemberdayaan ekonomi kerakyatan. “Hubungan keluarga kami dengan kekuarga Pak Prabowo cukup dekat. Utamanya dengan ayah saya.”

Satu hal yang saya ingat kala pertemuan itu: “Partai Gerindra memang sedang mencari figur yang tepat untuk Calon Gubernur Jawa Barat.”

Agung Suryamal dalam kesempatan ini berharap Jawa Barat bisa lebih baik lagi, “Provinsi ini punya banyak potensi, bahkan pertumbuhan ekonominya bisa menjadi yang terbaik di Indonesia,” tegasnya, “Karena di Jawa Barat sumber daya alamnya sangat strategis,” ungkapnya yang diiyakan istrinya.

“Latar belakang saya yang pernah menjadi Ketua HIPMI Jabar dua periode dan saat ini menjadi Ketua Kadin Jabar dua periode, membuat saya paham tentang perekonomian di Jawa Barat,” tegas Agung Suryamal.

“Pemimpin adalah seorang Leader sekaligus dirigen yang tugasnya meramu,” ungkap Agung Suryamal, “Bila saya terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, banyak permasalahan di Jawa Barat yang harus dikelola, salah satunya masalah pengangguran,” tegasnya.

“Dalam pembangunan pasti perlu banyak dana dan biaya, namun investasi dapat membuka banyak lapangan pekerjaan,” tegas Agung Suryamal, “Investor asing jangan terus lari ke Jakarta saja, tetapi harus masuk ke Jawa Barat,” ujarnya.

Agung mengatakan, saat ini yang harus terjadi adalah keseimbangan pendapatan, “Masyarakat di kawasan industri yang ada di Jawa Barat harus sejahtera,” tegas Agung Suryamal, “Buruh adalah mitra, pengusaha, maka bila pengusaha mendapat untung jangan bilang rugi,” ujarnya.

Mengenai wacana biaya SMA dan SMK di Jawa Barat digratiskan, Agung Suryamal mendukung hal tersebut, “Ada ribuan industri di Jawa Barat, dan pasti Ada CSR yang dapat disalurkan ke dunia pendidikan,” paparnya sambil menambahkan – “Peningkatan SDM mutlak di Jawa Bara. Malah bermimpi punya dana abadi untuk warga miskin, ya ini untuk dana pendidikan juga. Agung Suryamal sempat berjanji bila terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, dirinya akan memprioritaskan inventarisasi kemiskinan di Jawa Barat, “Masyarakat yang belum menikmati pendidikan menimbulkan kebodohan, dan rentan melakukan kejahatan,” ungkapnya, “Kejahatan teroris adalah akibat dari kebodohan,” tegasnya.

Pabrik Kahatex dan Citarum

Mengenai Pabrik Kahatex yang selalu menimbulkan kemacetan dan banjir, Agung Suryamal menegaskan, polemik Kahatex yang dimiliki warga Taiwan sudah masuk wilayah nasional.

“Pemerintah telah memberikan ijin kepada Kahatex untuk beroperasi, jadi tidak elok bila ijin pemerintah digugat oleh pemerintah,” ungkapnya.

“Pemerintah sekarang dalam menyikapi Kahatex harus akurat, karena di pabrik Kahatex ada 68 ribu karyawan, memang harus ada solusi, tetapi industri juga harus tetap jalan,” tegasnya.

Agung Suryamal mengungkapkan dirinya sudah pernah datang langsung ke Pabrik Kahatex di kawasan Rancaekek Bandung untuk menjembatani, “Saya mengatakan kepada pihak Kahatex agar jangan terus membuat masalah, diantaranya adalah masalah banjir dan limbah,” tegasnya, “Yang pasti harus dilakukan adalah audit IPAL Pabrik Kahatex,” ujarnya.

Mengenai permasalahan sungai Citarum yang merupakan sungai terkotor di dunia, Agung Suryamal mengatakan, harus ada Treatment dari hulu sampai ke hilir Citarum, “Karena baik hulu maupun hilir Sungai Citarum berbeda permasalahannya,” ujarnya, “Saya mempunyai mimpi sungai Citarum ke depannya seperti sungai-sungai yang ada di Eropa, untuk mewujudkannya harus ada keterlibatan pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Demografi dan Pariwisata

Mengenai bonus demografi di Jawa Barat, Agung Suryamal menegaskan hal tersebut merupakan potensi, peluang, dan tantangan, “Pemuda-pemudi harus produktif, dan jangan hanya melamun saja,” ujarnya.

Sedangkan di sektor pariwisata, Agung Suryamal mengatakan, Jawa Barat memiliki destinasi wisata yang sangat banyak, “Namun 60 persen infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat belum dibangun dengan baik,” tegasnya.

“Bila infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat sudah baik, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata,” kata Agung Suryamal, “Jawa Barat harus berani membangun pariwisata kelas dunia,” pungkasnya.

Dukungan Isteri Laila Agung Suryamal ketika diminta pendapatnya jika sang suami menjadi Gubernur Jawa Barat mengatakan, dirinya sebagai isteri Agung Suryamal mendukung langkah suaminya, “Walaupun resikonya berat, saya siap, karena saya berusaha meminta petunjuk kepada Yang Di atas,” ungkapnya,

“Pastinya yang harus selalu dihindari adalah korupsi,” pungkas Laila Agung Suryamal sambil melirik dengan sesungging senyum terarah ke suami tercinta. [sa]

 

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Dua Kepala Suku Desak DKPP Berhentikan Komisioner KPU Kabupaten Puncak

Published

on

Kepala Suku Umum Wilayah Adat Mepago, Yopi Murib, yang terdapat pada delapan kabupaten di Provinsi Papua, saat jumpa pers, di Jakarta, (16/5)/dok: dade

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Dua kepala suku di Kabupaten Puncak meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan tiga komisoner KPU, terkait dugaan pelanggaran etik.

“Kami datang, kepala-kepala suku ini datang menuntut (keputusan terhadap komisioner) KPU ini, kita minta DKPP memberhentikan tiga komisioner KPU Kabupaten Puncak yakni Erianus Kiwak, Aten Mom dan Menase Wandik,” ujar Kepala Suku Umum Wilayah Adat Mepago, Yopi Murib, yang terdapat pada delapan kabupaten di Provinsi Papua, saat jumpa pers, di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dia mengatakan, alasannya, ketiga orang itu dinilai sebagai penyebab kekisruhan, melalui keputusan calon tunggal dalam Pilkada Kabupaten Puncak.

“Sama lagi sekarang lagi tiga komisioner KPU (Kabupaten Puncak) ini, sama lagi melahirkan masalah seperti ini, meloloskan orang yang ijazah palsu. Bilang calon tunggal. Di Puncak itu tidak ada calon tunggal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yopi mengklaim, terdapat setidaknya tiga calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Puncak. Pada hari pendaftaran, sempat ada tiga kandidat mendaftar sebagai calon kepala daerah, satu dari jalur independen dan sisanya partai politik.

“Hasil keputusan KPU hanya satu pasangan yang dinyatakan lolos sebagai calon. Karenanya, Kita dan kepala suku lain turut mendesak KPU Republik Indonesia, untuk menetapkan dua kandidat yang tersingkir, sehingga Pilkada Kabupaten Puncak berlangsung lebih dari satu calon kepala daerah,” katanya.

Yopi, menjelaskan selalu Kabupaten Puncak itu yang selalu konflik, gara-gara pilkada, gara-gara rekomendasi dualisme ini.

“(Dulu gara-gara Pilkada) bunuh orang satu hari menghilangkan (nyawa) 57 orang, hal yang sama lagi mau terjadi lagi (di Pilkada sekarang),” katanya.

Di samping itu, dia meminta, Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Puncak, diminta mendiskualifikasi pasangan yang lolos yakni Willem Wandik-Alus UK Murib. “Sebab pasangan itu dinilai bermasalah secara administrasi,” katanya.

Dia mengungkapkan, pihak DKPP sendiri melalui Kepala Biro Administrasi DKPP, Bernard Dermawan Sutrisno, berjanji akan membuat keputusan dalam pekan ini.

“Tak soal mau masuk dua kandidat, tiga kandidat. Demi keamanan, bahwa yang lolos tiga calon, kasih lolos. Kami bisa bicara ini demi untuk daerah, demi kabupaten itu, demi untuk bangsa,” tandasnya. [dade]

Continue Reading

Politik

Airlangga Minta Pengurus Daerah Pasang Foto Jokowi

Published

on

photo credit: jokowi/foto: biro pers kepresidenan

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta seluruh pengurus Golkar di daerah mulai memasang foto Presiden RI Joko Widodo untuk sosialisasi pemenangan Pemilu Presiden 2019.

“Sosialisasi pemenangan Golkar dan Presiden Jokowi di ajang pilkada dan pemilu serentak, mulai kami lakukan sekarang. Saya mendorong daerah untuk memasang foto Pak Jokowi dalam setiap kegiatan partai,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis DPP Partai Golkar di Jakarta, Rabu.

Airlangga mengatakan berdasarkan pertemuan jajaran pengurus DPP Golkar dengan dewan pembina partai, di Jakarta, Selasa (27/3), para senior Partai Golkar juga menyatakan siap turun ke lapangan membantu sosialisasi dan kampanye pemenangan Presiden Jokowi, serta pilkada dan pemilihan legislatif.

“Kami mendapatkan masukan dari dewan pembina agar seluruh senior partai Golkar siap untuk terjun dalam kampanye pileg maupun pilpres,” katanya.

Airlangga mengatakan partainya akan fokus memenangkan Pilkada 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019 melalui slogan Golkar Bersih, Golkar Bangkit, Untuk Indonesia Sejahtera, dengan target pemenangan pileg sebesar 18 persen atau setara 110 kursi parlemen.

Lebih jauh terkait usulan calon wakil presiden pendamping Jokowi, Menteri Perindustrian itu menekankan bahwa Golkar baru akan membahasnya setelah perhelatan pilkada selesai. [ant]

Continue Reading

NEWS

Pilpres 2019, Kiai Said Aqil Siroj Disebut-sebut cocok Dampingi Jokowi

Published

on

photo credit: Jokowi dan Kiai Said Aqil Siroj/@wartanu - via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indo Barometer mengatakan nama Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj mencuat sebagai salah satu pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019.

“Nama Said Aqil mencuat, setelah derasnya dorongan umat muslim dan kalangan pesantren bahwa pendamping Jokowi harus mengakar kuat pada basis masyarakat muslim,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Dia menegaskan, sebagai kalangan agamis yang terbilang konsisten, Said Aqil Siroj memiliki jaringan luas dan massa pendukung banyak. Dua poin ini berpotensi besar untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi.

Sementara itu, Direktur Said Aqil Siroj Institute, Imdadun Rahmat mengatakan ada relevansi yang kuat antara jenis ketokohan Kiai Said dengan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

Dia menuturkan, bisa jadi publik melihat Kiai Said sebagai seorang ulama yang mengayomi, dekat dengan semua kalangan, dan tokoh pemersatu.

“Karakter ini dibutuhkan dalam masa-masa krusial tahun politik yang sarat politik identitas dan sektarianisme,” tuturnya.

Kiai Said, lanjutnya, mempunyai pandangan dan sikap konsisten dalam merawat persaudaraan dan kerukunan lintas identitas, dan ini merupakan sosok yang tepat.

Dia menjelaskan, sejauh ini Kiai Said tetap fokus menjalankan amanah umat sebagai Ketua Umum PBNU.

“Sebagai ulama, hari-hari beliau diisi dengan mengaji, ceramah dan menuangkan pandangan-pandangan Islam damai melalui tulisan,” katanya.

Soal nama-nama cawapres, katanya, itu wewenangnya Pak Jokowi.

“itu prerogatif beliau. Konsensus atau kompromi partai pengusung juga berpengaruh. Kita tegak lurus membantu umat saja,” tandasnya. [dade]

Continue Reading

Politik

Pilpres 2019, Jokowi Harus Gandeng Tokoh Islam

Published

on

photo credit: Jokowi/dok. biro pers kepresidenan

EDUPUBLIK.COM, JOMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid mengatakan Joko Widodo (Jokowi) harus menggandeng tokoh Islam dalam Pemilihan Presiden 2019.

“Saya kira begitu. Kalau bukan dari Islam pemilih Pak Jokowi bisa jauh berkurang,” kata Gus Sholah, sapaan akrab adik kandung Gus Dur itu di Jombang, (17/3/2018).

Menurut rektor Universitas Hasyim Asyari itu, Jokowi bisa memilih tokoh Islam dari kalangan partai politik maupun nonparpol.

“Banyak pilihan. Dari parpol misalnya Rommy (ketua umum PPP M Romahurmuziy), ia calon yang baik. Dari luar parpol misalnya Pak Mahfud MD, juga calon yang baik,” katanya.

Menurut mantan ketua PBNU itu, pemilihan calon wakil presiden yang tepat akan turut menentukan kemenangan pasangan capres-cawapres mendatang karena capresnya hampir pasti hanya dua, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Calon ketiga sulit untuk diwujudkan. Jadi tinggal siapa yang jadi pendamping dua calon itu. Masih ada waktu beberapa bulan untuk menentukan,” katanya.

Mantan wakil ketua Komnas HAM itu pun tak setuju seandainya Pilpres 2019 hanya diikuti satu calon.

“Calon tunggal kurang bagus bagi demokrasi,” kata cawapres pada Pilpres 2004 berpasangan dengan Wiranto itu.

Sementara itu, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy mengatakan partainya terus berkomunikasi dengan partai-partai yang berkomitmen mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 untuk memberikan cawapres terbaik sesuai kebutuhan Jokowi.

“Kami PPP berfokus pada apa-apa yang dibutuhkan presiden ke depan karena tugas wakil itu mendampingi presiden,” katanya. [ant]

Continue Reading

Politik

Ada Sinyal Demokrat Merapat Dukung Jokowi

Published

on

photo credit: Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Jokowi, (6/3)/source - via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memastikan kedatangan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) bermuatan politik.

Kedatangan AHY tersebut dinilai Qodari bisa saja memberikan sinyal bahwa partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini merapat ke Jokowi untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 mendatang.

“Tergantung indikator apa yang dipakai. Kalau indikatornya pernyataan-pernyataan AHY, menurut saya sinyal itu cukup kuat,” ujar Qodari di Gedung ICMI, Jakarta Pusat, (7/3/2018).

Pernyataan AHY tersebut, lanjut Qodari adalah saat menyebut elektabilitas Jokowi merupakan presiden yang elektabilitasnya paling tinggi.

“Artinya mengaku, ‘oke bos anda hebat, siap bergabung’. Dua, salam dari Pak SBY, lanjutkan kepemimpinan, itu kan artinya didukung,” ucapnya.

Selain itu juga, Qodari meyakini pertemuan pada Selasa 6 Maret 2018 kemarin bukanlah mendadak begitu saja.

“Dan saya yakin bahwa sebelum ketemu pun Pak Jokowi sudah tau apa yang akan disampaikan. Enggak mungkin di politik itu cuma ketemu tiba-tiba ketemu, itu cuma formalitasnya saja,” kata dia.

Bisa saja, menurut Qodari, informasi kedatangan AHY tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

“Proses informasi sudah dilalui, lewat Pak Sekjen, lewat Mensesneg misalnya, ‘pak, Pak AHY mau ketemu’. ‘Apa agendanya?’ ‘Akan menyampaikan dukungannya pak tapi dukungannya pak hanya kepada bapak, kepada media belum disampaikan, ingin terima bapak, gimana pak? Bersedia enggak, berkenan enggak?,” tuturnya.

“Ya mendukung saya ya tapi enggak terbuka, ya boleh deh boleh boleh. Atau mungkin gini ya nanti janji akan ada deklarasi terbuka 3 bulan dari sekarang,” tutup Qodari. [rizky]

Continue Reading

Politik

AHY: Demokrat Harus Berkoalisi di Pemilu 2019

Published

on

photo credit: Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), usai bertemu dengan Jokowi, (6/3)/source - via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengaku bahwa partainya harus berkoalisi pada pemilu 2019.

“Ya dalam politik segala sesuatunya mungkin dan walaupun hari ini partai Demokrat belum memiliki satu sikap khusus terkait siapa yang akan diusung, tapi saya yakini pada akhirnya Demokrat akan menentukan sikapnya akan bersama-sama dengan parpol lainnya karena berdasarkan aturan ‘presidential treshold’ (PT) 20 persen maka Demokrat tidak bisa sendirian,” kata Agus di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Agus pada hari ini menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan undangan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor pada 10-11 Maret 2018.

“Demokrat hari ini memegang tiket 10 persen lebih sedikit berdasarkan hasil Pemilu tahun 2014 lalu, karena itu koalisi merupakan sebuah keniscayaan, tetapi kapan dengan siapa tentu akan terus dipertimbangkan dan dihitung segala sesuatunya. Saya tidak dalam kapasitas untuk membicarakan itu pada hari ini kepada Pak Jokowi, yang jelas dalam politik itu semuanya cair, semuanya mungkin dan terus kita lakukan komunikasi yang baik dengan semua pihak,” jelas Agus.

Rapimnas pada 10-11 Maret 2018 ini menurut Agus juga ditujukan untuk melakukan konsolidasi seluruh kader demokrat dengan tema besar “Demokrat Siap”.

“Ini menunjukkan kesiapan psikis maupun kesiapan fisik di lapangan bahwa kader-kader demokrat siap untuk berjuang dan juga menjadi peserta serta mensukseskan Pemilu 2019. Harapan kami Demokrat dapat sukses di tahun 2019, mendapatkan suara yang signifikan, meningkat dari 2014 lalu dan bisa mengantarkan calon-calon wakil rakyat kita berada di Senayan maupun DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten kota,” tambah Agus.

Sedangkan mengenai nama calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) bisa juga akan dideklarasikan pada rapimnas nanti.

“Saya tidak mengatasnamakan ketua umum di sini, Pak SBY, yang jelas rapimnas kali ini benar-benar kita ingin sekali lagi mengkonsolidasikan semangat perjuangan dari seluruh kader di tanah air. Sekali lagi terlalu dini untuk bisa ditentukan hari ini walau orang mengatakan tidak terlalu dini karena waktunya tinggal empat bulan lagi sebelum menyerahkan semua persyaratan capres dan cawapres 2019 mendatang itu,” tutur Agus.

Terkait kemungkinan ia membentuk poros ketiga sebagai pilihan alternatif antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Agus juga mengaku bahwa ia ikut mencermati perkembangan isu tersebut.

“Saya juga mengikuti ada berbagai percakapan di warung-warung kopi, termasuk oleh para pengamat bahwa apakah menjadi sebuah alternatif ketika hadir poros ketiga. Tetapi sekali lagi cairnya dinamisnya politik Indonesia hari ini menyulitkan kita untuk menentukan secara konklusif hari ini terhadap sesuatu yang masih mungkin terjadi empat bulan ke depan. Kalau ditanya mungkin tidak mungkin selalu ada kemungkinan,” tukas Agus.

Politik pun, menurut Agus adalah suatu kompromi dan konsensus sejumlah partai politik sehingga ia akan terus melakukan kalkulasi.

“Boleh-boleh saja dan saya juga mengamini mensyukuri kalau ada semangat dari kader Demokrat, menyerukan sebuah semangat bahwa AHY baik untuk bisa menjadi alternatif ke depan. Tetapi saya mengatakan itulah logika politik ada PT 20 persen yang harus dipatuhi sehingga jangan sampai ada ‘miss-match’ antara semangat dan logika politik,” tambah Agus. [rizky]

Continue Reading

Politik

AHY Temui Jokowi, Ini Respons PDIP

Published

on

photo credit: AHY-Jokowi/foto source: via twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi Istana Kepresidenan menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

PDIP sebagai salah satu partai yang mengusung kembali Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2018 mendatang menyambut baik pertemuan tersebut.

“Ya bagus bagus, Pak Jokowi kan merangkul seluruh tokoh melalui dialog dan inilah kepemimpinan gotong royong,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

Menurutnya, kepemimpinan yang gotong royong itu tidak mengenal sekat-sekat pemisah, termasuk dengan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

“Gotong royong itu tidak mengenal sekat-sekar pemisah. Pemimpin gotong royong itu pemimpin yang menyatukan, bukan pemimpin yang membelah,” tegas Hasto.

Sebelumnya, putra sulung SBY tersebut menemui Jokowi di Istana Kepresidenan. Usai pertemuan tertutup yang berlangsung satu jam ini, AHY mengatakan maksud dan tujuannya menemui Jokowi.

Ia mengatakan partainya bermaksud mengundang Jokowi dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

“Kami berharap kehadiran beliau di tengah-tengah seluruh kader dalam Rapimnas, beliau (presiden) Insyaallah hadir pada 10 ‎Maret yang akan datang,” kata AHY. [rzy]

Continue Reading

Politik

Maman Cawabup KBB no 1, Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat Desa Tanjung Jaya

Published

on

EDUPUBLIK, Kab Bandung Barat – Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor urut 1 bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dikediaman salah satu tokoh masyarakat Ustad Ajab di Kampung Sukatengah Desa Tanjung Jaya Kecamatan Cihampelas, Sabtu (03/03/2018)

Maman S Sunjaya merupakan Calon Wakil Bupati KBB yang diusung PDIP, PPP, dan PKB siap untuk mengabdikan dirinya di tanah Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu Maman dalam silahturahminya meminta dukungan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama,  tokoh pemuda dan Maman mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya untuk menjadi calon wakil Bupati KBB. Dan jika dirinya dipercaya masyarakat untuk memimpin KBB dirinya akan menjalankan tugas yang sebenar-benarnya.

Maman mengaku bahwa dirinya sudah cukup lama mengenal Elin (Cabup) yang akan didampinginya kelak dirinya menjadi Wakil Bupati KBB periode 2018-2023.

“ Oleh karena itu kami memohon doa dan dukungan masyarakat desa Tanjung Jaya Kecamatan Cihampelas,” ujar Maman.

Maman menjelaskan, dengan hadirnya kelek, dirinya hanya ingin membangun KBB kearah yang lebih baik lagi dan akan lebih mengedepankan program yang dianggap urgent seperti menekan angka kemiskinan, perbaikan pelayanan kesehatan, pendidikan, termaksuk di pariwisata.

“Dan seandainya saya dipercaya untuk menjadi Wakil Bupati Insya Allah saya akan berbuat yang lebih baik lagi”, katanya.

photo credit: Maman bersama tokoh masyarakat dan warga desa Tanjung Jaya / dok. Ist

Ustad Ajab, tokoh masyarakat
Desa Tanjung Jaya beserta warga lainnya mengaprisiasi niat baik pasangan EMAS (Elin – Maman) untuk memajukan Kabupaten Bandung Barat ini.

Ustad Ajab dan warga berharap dengan niat baik ini dapat diijabah oleh Allah sehingga kedepan mendapat kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.[SA]

Continue Reading

Politik

Maman Cawabup No.1 Bersilaturahmi Dengan Warga Citatah Bandung Barat

Published

on

EDUPUBLIK, Bandung Barat – Di acara pertemuan warga, Maman S Sunjaya Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Pengurus Ranting PDIP Desa Citatah Bersilaturahmi Dengan masyarakat di Kampung Bulan Bulan Desa Citatah Kecamatan Cipatat, Jumat (02/03/2018)

Meskipun warga sudah lama menunggu kedatangaan mantan sekertaris daerah (sekda) KBB ini, warga masyarakat masih sangat antusias atas kedatangannya di sambut dengan teriakan kegirangan dan sorak soray.

photo credit: Maman bersama warga dan pengurus ranting PDIP citatah / dok. Ist

Pada saat di gelar pertemuan silaturahmi itu, leni salah satu kader menyampaikan keluhan tentang insentif bagi kader posyandu dan perhatiannya terhadap bangunan madrasah yg belum tuntas.

Maman menyambut aspirasi dan mengatakan “bahwa untuk insentif bagi para kader posyandu akan lebih diperhatikan dan untuk bangunan madrasah bisa saja mengajukan proposal kepada pemerintah, dan nanti oleh team akan di bantu”, ujarnya.

Setelah lama berbincang bincang dalam acara itu para warga begitu kegirangan tatkala Maman mengajak photo bersama, dan sekaligus Maman memohon doa restu dan dukungannya untuk pemenangan pilkada nanti.[SA]

Continue Reading

Politik

Sepakat, DPW dan DPD Jabar Partai Berkarya Usung Tommy Soeharto Menjadi Ketua Umum

Published

on

EDUPUBLIK, Bandung –  Mereaksi keputusan KPU di Jakarta pada pertengahan Februari 2018 (18/2) yang menempatkan Partai Berkarya menyandang nomor urut7 dari 13 partai lama dan baru lainnya, dalam kaitan  sebagai peserta Pemilu 2019. Pada Jumat, 2 Maret 2018 fungsionaris DPW Partai Berkarya Jawa Barat, menggelar rapat konsolidasi dan koordinasi. Hadir dalam rapat ini selain fungsionaris DPW juga para Ketua DPD Partai Berkarya se Jawa Barat. Para Ketua DPD ini datang dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

“Keputusan penting hari ini, sepakat mengusulkan Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (HMP) atau Tommy Soeharto pada Rapimnas yang akan digelar pada minggu ke-1 atau ke-2 Maret 2018, diangkat menjadi Ketua Umum,” kata Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat Eka Santosa  di Sekertariat Partai Jl. PHH Mustofa Komplek Surapati Core K-7 Bandung.

Menurut Pendi, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Bekasi menghadapi dinamika menjelang Pemilu 2019, sosok HMP amatlah diperlukan sebagai pengikat sekaligus dipecaya memiliki magnet kuat di masyarakat.

M Ridwan, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Bogor seusai rapat ini bersama rekannya, Ridwan Mubarak, Sekretaris DPD Partai Berkarya Kabupaten Cianjur, sepakat akan apa yang diutarakan Eka Santosa.

”Dalam rapat kami tadi tidak sedikit pun keraguan pada figur Tommy Soeharto. Kehadirannya masih dirindukan di negeri ini. Terbukti setiap saat kami di daerah merasa kewalahan menerima banyak kalangan bergabung ke partai kami,” papar Ridwan dengan rona wajah optimis. [HS]

Continue Reading

EduOto

Eduoto2 minggu lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto4 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto4 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto5 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto1 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler