Connect with us

Peristiwa

Ditjen PAS Ajak Warga Binaan Main Opera Ainun

JAKARTA – Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, sangat antusias dengan adanya pengelaran Opera Ainun.

Dengan tampilnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), di pagelaran yang spektakuler itu. Harapannya semakin membuat mereka yakin meski ditempat terbatas kreativitas mereka tanpa batas dan patut diapreasiasi oleh masyarakat luar.

“Sebagai wujud implementasikan pembinaan kepribadiaan dan kemandirian terhadap Warga Binaan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memboyong untuk tampil dalam pegelaran seni menajubkan bertajuk “Opera Ainun” yang akan diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki (TIM),” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Utami, saat acara “Opera Ainun”, di The East Tower, Lantai 24, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).

Pagelaran tersebut, akan berlangsung selama dua hari mulai 15-16 Agustus 2018. Opera Ainun diangkat berdasarkan novel yang tertulis oleh Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie yang menggambarkan segala sesuatu tentang cinta dari seseorang bernama Rudy Habibie. Saya yakin dengan tampilnya WBP di pagelaran itu, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menonton pagelaran itu.

Lebih lanjut, Sri mengatakan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tangerang, Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Tangerang siap unjuk gigi dalam pagelaran tersebut.

“Tak ketinggalan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika Cipinang, serta Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Jakarta juga akan semarakkan pagelaran,” katanya.

Sementara itu, Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin mengatakan sebuah Yayasan yang mendampingi WBP agar dapat menjadi mandiri. Kolaborasi ini, melibatkan warga-warga binaan untuk turut berpartisipasi sebagai ansambel dalam pementasan Opera Ainun.

“Opera Ainun akan menggunakan beberapa karya warga binaan sebagai cendera mata Opera Ainun. Hal yang paling penting adalah mencegah mereka yang telah terehabilitasi kembali terjerumus. Sayangnya stigma masyarakat terhadap warga binaan membuat hal ini kerap terulang,” kata Evy.

Beliau juga menambahkan bahwa tentunya hanya mereka benar-benar sudah terehabilitasi, mau memperbaiki kesalahannya dan berkelakuan baik yang diberikan kesempatan untuk berpartisipasi. Opera Ainun akan melibatkan Purwacaraka sebagai pencipta lagu dan musik, Titien Wattimena sebagai penulis naskah, dan Ari Tulang sebagai sutradara sekakigus koreografer.

“Untuk pemain yaitu, nama Farhan Purnama sebagai sutradara Habibie dan Andrea Miranda sebagai Ainun. Yang tak kalah ditunggu-tunggu, dalam pagelaran ini kami juga ikut sertakan penampilan WBP,” ujarnya. [dade]

Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto