Connect with us

Politik

Dua Kepala Suku Desak DKPP Berhentikan Komisioner KPU Kabupaten Puncak

Kepala Suku Umum Wilayah Adat Mepago, Yopi Murib, yang terdapat pada delapan kabupaten di Provinsi Papua, saat jumpa pers, di Jakarta, (16/5)/dok: dade

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Dua kepala suku di Kabupaten Puncak meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan tiga komisoner KPU, terkait dugaan pelanggaran etik.

“Kami datang, kepala-kepala suku ini datang menuntut (keputusan terhadap komisioner) KPU ini, kita minta DKPP memberhentikan tiga komisioner KPU Kabupaten Puncak yakni Erianus Kiwak, Aten Mom dan Menase Wandik,” ujar Kepala Suku Umum Wilayah Adat Mepago, Yopi Murib, yang terdapat pada delapan kabupaten di Provinsi Papua, saat jumpa pers, di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dia mengatakan, alasannya, ketiga orang itu dinilai sebagai penyebab kekisruhan, melalui keputusan calon tunggal dalam Pilkada Kabupaten Puncak.

“Sama lagi sekarang lagi tiga komisioner KPU (Kabupaten Puncak) ini, sama lagi melahirkan masalah seperti ini, meloloskan orang yang ijazah palsu. Bilang calon tunggal. Di Puncak itu tidak ada calon tunggal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yopi mengklaim, terdapat setidaknya tiga calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Puncak. Pada hari pendaftaran, sempat ada tiga kandidat mendaftar sebagai calon kepala daerah, satu dari jalur independen dan sisanya partai politik.

“Hasil keputusan KPU hanya satu pasangan yang dinyatakan lolos sebagai calon. Karenanya, Kita dan kepala suku lain turut mendesak KPU Republik Indonesia, untuk menetapkan dua kandidat yang tersingkir, sehingga Pilkada Kabupaten Puncak berlangsung lebih dari satu calon kepala daerah,” katanya.

Yopi, menjelaskan selalu Kabupaten Puncak itu yang selalu konflik, gara-gara pilkada, gara-gara rekomendasi dualisme ini.

“(Dulu gara-gara Pilkada) bunuh orang satu hari menghilangkan (nyawa) 57 orang, hal yang sama lagi mau terjadi lagi (di Pilkada sekarang),” katanya.

Di samping itu, dia meminta, Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Puncak, diminta mendiskualifikasi pasangan yang lolos yakni Willem Wandik-Alus UK Murib. “Sebab pasangan itu dinilai bermasalah secara administrasi,” katanya.

Dia mengungkapkan, pihak DKPP sendiri melalui Kepala Biro Administrasi DKPP, Bernard Dermawan Sutrisno, berjanji akan membuat keputusan dalam pekan ini.

“Tak soal mau masuk dua kandidat, tiga kandidat. Demi keamanan, bahwa yang lolos tiga calon, kasih lolos. Kami bisa bicara ini demi untuk daerah, demi kabupaten itu, demi untuk bangsa,” tandasnya. [dade]

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto