Connect with us

Edu Bisnis

Mudik Gratis: Program CSR PT. JICT Berangkatkan 2300 Orang Pemudik

photo credit: Calon Pemudik CSR Jakarta International Container Terminal, (7/6)/dok

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Wakil Direktur Utama PT. Jakarta International Container Terminal (PT. JICT) mengatakan sebagai bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR), Perusahaannya mengambil bagian pada program Mudik Gratis Lebaran 1439H/2018 yang dilaksanakan bersama-sama dengan IPC Group dengan layanan Pulang-Pergi (PP).

“Tahun ini Perusahaan memberangkatkan lebih dari 2300 orang calon pemudik dengan menggunakan armada bus sebanyak 40 unit. Rute yang dilayani adalah Jakarta-Solo, Surabaya dan Malang,” ujar Wakil Direktur Utama PT. JICT, Riza Erivan, saat acara Program Mudik Gratis 2018, di Lapangan Terminal Petikemas JICT 2, Jalan Raya Pelabuhan Priok, Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018).

Dia mengatakan, pemberangkatan Program Mudik Gratis tahun ini dilaksanakan pada Hari Kamis 7 Juni 2018 Pukul 08:00 WIB dari Pelabuhan Tanjung Priok dan kembali lagi ke Jakarta dari rute tujuan pada hari Senin 18 Juni 2018.

Program mudik gratis ini, kata Riza, adalah yang ke 6 kalinya sejak dicanangkan oleh IPC Group pada tahun 2013 silam.

Riza menuturkan, dalam kesempatan berbeda (Kamis 7 Juni 2018) Ramadhan adalah bulan yang mulia, saat yang tepat untuk terus perduli dan berbagi.

“Program ini juga menyalurkan 400 paket bingkisan lebaran dan THR (Tunjangan Hari Raya) kepada Yatim Piatu dan Dhuafa’ di lingkungan Kecamatan Koja, Tanjung Priok dan sekitarnya,” kata Riza.

Selain itu, lanjutnya, program ini juga memberikan bantuan fasilitas ibadah untuk 50 tempat ibadah (Musholla dan Masjid) yang ada di wilayah Tanjung Priok, Koja dan Cilincing.

Riza mengatakan, semua program CSR merupakan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan yang turut membesarkan JICT.

JICT sebagai operator terminal petikemas terbesar di Indonesia, katanya, terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Priok sebagai Transhipment Port.

“Beberapa kali, kapal berukuran besar telah sandar di dermaga JICT. Baru-baru ini adalah kapal CMA CGM Tage kapasitas 10 ribu TEU’s yang melayani rute langsung (direct call) rute JICT-Los Angeles, Amerika Serikat pada 15 Mei 2018 yang secara simbolis pelepasan ekspor dilakukan oleh Presiden Joko Widodo,” tandasnya. [dade]

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu Bisnis

MTI: Tahun 2018 Perseroan Targetkan Pendapatan Usaha Naik 19,19 persen

Published

on

ilustrasi/foto source: via twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Direktur Operasional PT. Multi Terminal Indonesia (MTI) Supardjo mengatakan tahun 2018 perseroan menargetkan kinerja keuangan antara lain pendapatan usaha naik 19,19 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp522, 62 miliar.

“Laba usaha di harapkan naik 61,02 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 66,35 miliar, namun Biaya Operasional-Pendapatan Operasoonal (BOPO) atau biaya operasional berhubungan dengan pendapatan operasional di harapkan turun 88 persen dari tahun sebelumnya,” kata Direktur Operasi PT. Multi Terminal Indonesia (MTI), Supardjo, di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Untuk kinerja operasional warehouse & lapangan, lanjutnya, diharapkan naik menjadi Rp212,49 miliar ( 37,01 persen) dari tahun sebelumnya, Freight Forwading diharapkan naik menjadi Rp104,26 miliar (6,65 persen) dari tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, untuk usaha alat-alat fasilitas pelabuhan diharapkan naik menjadi Rp 63,86 miliar (12,80 persen) dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk pengelolaan Transportasi dan Multi Kargo diharapkan tumbuh menjadi Rp38,90 miliar (569,64 persen) dari tahun sebelumnya.

“Dalam 3 tahun ini MTI bertransformasi dari pengelola terminal menjadi perusahaan logistik tentunya banyak menghadapi kesulitan. Karena bisnis logistik menghadapi kompetitor begitu banyak dengan cakupan sangat luas,” katanya.

“Suka tidak suka kita harus mengubah perilaku bisnis. Pola mindset kita yang tadinya pekerja sekarang harus menjadi pebisnis yang bisa melayani customer dengan baik dan kreatif dalam melihat peluang pasar,” tambahnya menandaskan. [dade]

Continue Reading

Edu Bisnis

Karyawan Minta Direksi Garuda Berbenah  

Published

on

Sekber Karyawan Garuda Indonesi

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang tergabung dalam Serikat Bersama (SEKBER) Garuda Indonesia menyatakan akan melakukan mogok massal dan menonaktifkan seluruh rute penerbangan.

Hal itu akan dilakukan jika manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tidak segera berbenah. Karena saat ini jumlah direksi PT Garuda berjumlah delapan orang.

“Padahal jika mengacu penerbangan sipil RI atau Civil Aviation Safety Regulation idealnya hanya enam direksi, dan bukan delapan direksi seperti saat ini,” ujar Corporate Affair Asosiasi Pilot Garuda (APG), Capt. Eric Ferdinand, saat acara Konferensi Pers tentang kondisi PT. Garuda Indonesia (Persero) dan Rencana Mogok Kerja, di Pulau Dua Restaurant, Komplek Taman Ria Senayan, Jl. Jend Gatot Subroto, Jakarta Pusat, (2/5/2018).

Dia mengatakan, Direksi yang dimaksud ialah Direktur Cargo dan Direktur Marketing dan Teknologi (IT).

Jabatan direktur kargo, lanjutnya, sangat tidak diperlukan, Garuda Indonesia tidak memiliki pesawat khusus kargo. Sejak tahun 2016 kinerja direktorat kargo tidak meningkat dan hanya ada peningkatan biaya organisasi.

“Direktur Marketing dan IT pun dianggap gagal dalam membuat strategi penjualan produk. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penurunan rata-rata harga jual tiket dari tahun 2016 ke 2017 sebesar 3,17 persen,” katanya.

Saat ini, kata Eric, banyak kebijakan perusahaan bertentangan dengan Perjanjian kerja Bersama (PKB).Kebijakan menimbulkan perselisihan dalami hubungan industrial.

Dia menuturkan, mereka (Manajemen,Red) tidak pernah mengajak berunding serikat pekerja, sehingga berdampak pada penurunan safety (keselamatan penerbangan, Red).

“Serikat karyawan meminta kepada pemerintah untuk segera merestrukturasi jumlah Direksi PT Garuda dari yang sebelumnya berjumlah delapan orang menjadi enam orang dengan berpedoman pada peraturan penerbangan sipil,” tandasnya. [dade]

Continue Reading

Edu Bisnis

Perizinan Terpadu Berdampak Pada Peningkatan Daya Saing Industri Migas

Published

on

kilang

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Birokrasi yang panjang dan cenderung menghambat investasi masih menjadi keluhan bagi dunia usaha.

Kendati pemerintah sudah meluncurkan 17 paket kebijakan ekonomi, namun hal tersebut belum menyentuh industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

Sektor yang mempengaruhi puluhan industri penunjang dan industri pengguna lainnya tersebut masih dipusingkan dengan birokrasi dan regulasi untuk melakukan kegiatan operasionalnya.

Padahal, kepastian peraturan dan kebijakan pemerintah yang berdaya saing merupakan hal yang sangat penting bagi investor hulu migas untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Kepala Divisi Formalitas Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Didik Sasono Setyadi, ​saat ditemui di Jakarta, Kamis (19/4), mengakui perlunya penyederhanaan perizinan untuk menarik investasi migas demi meningkatkan geliat eksplorasi dan produksi migas.

“Investasi di sektor migas membutuhkan modal cukup besar dan investor akan sangat detil memperhitungkan nilai keekonomian proyek. Kepastian durasi pengurusan perizinan dan sinkronisasi aturan sangat berpengaruh terhadap penghitungan nilai keekonomian proyek. Penyederhanaan perizinan menjadi krusial terutama di saat kondisi harga minyak dunia mulai kembali menanjak seperti sekarang ini, dan konsumsi bahan bakar minyak nasional juga terus meningkat,” ujarnya.

Ditambahkan, dia berharap implementasi Peraturan Presiden No. 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, khususnya penerapan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submission/OSS) dapat berjalan cepat dan serentak.

Saat ini banyak perizinan di tingkat nasional yang sudah diserahkan pada sistem Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan dibuat secara online.

Selain itu, beberapa peraturan yang dianggap tidak diperlukan juga telah dihapuskan atau digabung dengan peraturan lainnya. Hanya saja, penyederhanaan hingga pemangkasan perizinan di sektor hulu migas tersebut masih terbatas pada instansi tertentu, yaitu dalam lingkup Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Padahal, perizinan yang terkait pada hulu migas sangat banyak melibatkan kementerian/lembaga pemerintah lainnya, bahkan hingga pemerintah daerah.

“Keberadaan PTSP ini akan maksimal jika semua urusan administratif dari Kementerian/Lembaga diserahkan kepada PTSP, dan yang bersifat teknis dipegang otoritas kemeterian/lembaga yang berwenang. Hal itu akan lebih memangkas waktu pengurusan sehingga dapat membantu investor memproyeksi kegiatan operasional mereka secara lebih tepat,” paparnya.

Perizinan merupakan salah satu tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya, bila tak ingin krisis energi melanda Indonesia.

Tanpa adanya eksplorasi baru dan angka produksi migas yang relatif terus menurun, dikhawatirkan cadangan migas nasional akan segera habis.

Perijinan dan ketidakpastian aturan merupakan salah satu penyebab berkurangnya kegiatan ekplorasi migas saat ini. Mulai dari tahap awal pada masa survei dan eksplorasi hingga pasca produksi, setiap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus mengurus ratusan jenis perizinan dari berbagai instansi pemerintah, baik dilevel pusat hingga daerah.

Sebagai catatan, ratusan perizinan yang harus diurus oleh KKKS tersebut tersebar di 18 instansi dan lembaga pemerintahan.

Didik mencontohkan, eksplorasi di kawasan hutan harus diawali dengan pengurusan izin pinjam pakai. Untuk mendapatkan izin ini, harus ada dulu izin lingkungan yang didahului oleh analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Setelah AMDAL digenggam, lanjutnya, kontraktor harus mendapatkan rekomendasi gubernur dan bupati atau wali kota, untuk bisa melanjutkan pengurusan izin berikutnya.

“Alhasil waktu mengurus izin menjadi tidak jelas karena banyak instansi yang harus ditemui. Bila kami kalkulasi, lama pengurusan bisa mencapai waktu 6 bulan, 1 tahun, bahkan ada yang 2 tahun baru bisa (berlanjut) diproses di kementerian terkait,” ungkap Didik.

Dia berharap, adanya Perpres 91 Tahun 2017 dapat mewujudkan proses perizinan yang lebih terpadu, mudah, dan transparan mulai dari tingkat Pemerintah Pusat hingga daerah.

Sehingga hal tersebut pada akhirnya dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkaninvestasinya di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sektor hulu migas Indonesia di tataran global. [jsu]

Continue Reading

Edu Bisnis

IPA Convex 2018: Perlunya Peningkatan Daya Saing Industri Migas Nasional

Published

on

press conference IPA Convex 2018

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini.

Hal tersebut salah satunya yang mendorong Indonesian Petroleum Association (IPA) mengusung tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” dalam penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 (“IPA Convex 2018) yang akan digelar, di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 2-4 Mei 2018.

“Tema Convex tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi sektor hulu migas Indonesia yang ada sekarang, yaitu ketatnya persaingan investasi migas secara global,” ungkap Presiden IPA Ronald Gunawan dalam sambutannya saat konferensi pers jelang pelaksanaan IPA Convex 2018 yang digelar di Lobby Lounge Bimasena, The Dharmawangsa Hotel Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Lebih lanjut, dia memaparkan, pada IPA Convex 2018 akan terdapat tiga sesi Plenary dan satu sesi Special, yang akan menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri.

Di mulai dari sesi pertama pada hari pertama, berjudul “Mapping Global Oil and Gas Investment Competitiveness”.

Kemudian, sesi kedua di pagi hari mengambil topik berjudul “How Countries Maintain and
Improve Their Global Oil and Gas Investment Competitiveness”, dan siang harinya, yaitu sesi ketiga berjudul “Aligning Policies to Achieve Indonesia’s Energy Plan”.

Terakhir, di hari ketiga pagi harinya terdapat sesi special yang mengambil judul “Improving Indonesia’s Gas Business from Upstream to Downstream”.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia atau Chairperson IPA Convex 2018, Novie Hernawati, mengungkapkan adanya optimisme terhadap peningkatan daya saing industri hulu migas Indonesia untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, serta berdaya saing.

“Pada acara IPA Convex tahun ini, kami berupaya mencerminkan upaya yang dilakukan industri untuk menghadapi tantangan yang ada demi meningkatkan daya saing migas Indonesia di level global, salah satunya dengan menerapkan beragam inovasi dan teknologi dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang ada,” jelasnya.

Khusus mengenai teknologi dan inovasi, papar Novie, pada IPA Convex kali ini akan terdapat sesi yang membahas mengenai teknologi, atau disebut technology session. Adapun empat topik mengenai teknologi tersebut yaitu: 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, dan 4) Technology for Decommissioning.

Sementara untuk menggambarkan adanya efek berganda (multiplier effect) dari industri migas, lanjutnya, akan terdapat dialog antara para tokoh masyarakat dari daerah penghasil migas yang merasakan dampak positif dari keberadaan industri migas dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada acara pembukaan IPA Convex 2018.

Untuk itu, menurut Novie, Panitia IPA Convex 2018 sangat berharap Presiden Joko Widodo dapat hadir dan berdialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, serta sekaligus membuka secara resmi IPA Convex 2018, Rabu (2/5).

Kehadiran Presiden Joko Widodo diyakini dapat mempertegas komitmen Pemerintah Indonesia sebagai salah satu seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia. [Jas]

Continue Reading

Edu Bisnis

Naget Sang Pisang Kini Hadir di Kota Bandung

Published

on

EDUPUBLIK, Bandung – Putra dari Presiden RI Joko Widodo yang juga Pengusaha serba bisa Kaesang Pangarep membuka usaha Naget Pisang di kota Bandung yang dinamakan “Sang Pisang”.

Hal ini terungkap saat Grand Opening Gerai Naget Pisang, “Sang Pisang,” Minggu, (18/2/2018), di Mall Braga Citywalk jalan Braga Bandung, turut hadir partner bisnis Kaesang Pangarep sekaligus Owner Gerai Naget Pisang “Sang Pisang” untuk wilayah Bandung Marshal Chandra.

“Saya rencananya akan membuka Gerai Naget Pisang “Sang Pisang” di seluruh Indonesia,” kata Pemilik Kaesang Pangarep yang juga putera Presiden RI Joko Widodo, “Cita-cita saya memang menjadi pengusaha serba bisa,” ujarnya.

Kaesang Pangarep yang datang dengan kaos oblong berwarna biru tidak segan-segan melayani secara langsung puluhan pembeli Naget Pisang “Sang Pisang” di Mall Braga Citywalk Bandung.

“Pisang saya datangkan dari distributor Lampung karena di sana harga pisang murah,” ungkap Kaesang Pangarep, “Biasanya untuk gerai di Jakarta bisa menghabiskan pisang sebanyak satu ton,” ujarnya.

Lebih lanjut Kaesang Pangarep mengakui dirinya masih berkuliah di Singapura jurusan Marketing, “Untuk usaha Naget Pisang “Sang Pisang” tidak ada bantuan sama sekali dari kakak saya Gibran, namun ada kolaborasi antara usaha Markobar milik Gibran dengan Sang Pisang, yaitu sharing” ungkapnya, “Dapat dilihat logo Sang Pisang merupakan maskot Markobar,” ujarnya.

“Saya ingin memajukan makanan lokal lewat Sang Pisang,” ungkap Kaesang Pangarep, “Insha Allah Sang Pisang akan Go International, karena Sang Pisang sudah ada yang menawarkan untuk masuk ke negara Singapura, Malaysia, dan Filipina,” ujarnya, “Namun karena Sang Pisang baru bulka dua bulan dan masih ada kesulitan ijin usaha, maka Sang Pisang fokus dulu di Indonesia,” ungkapnya.

photo credit: Kaesang Pangarep saat gunting pita Grand Opening Gerai Naget Pisang, “Sang Pisang,”/ dok. Akbar

Kaesang Pangarep mengungkapkan, Sang Pisang buka ketika dirinya pulang ke Indonesia, “Jadi teman-teman kuliah saya di Singapura belum mencoba Sang Pisang,” ujarnya, “Sang Pisang sendiri telah ada sejak November 2017 tepatnya di ITC Cempaka Mas Jakarta,” ungkapnya.

Kaesang Pangarep menjelaskan, untuk pengantaran, Sang Pisang sudah bekerjasama dengan Grab, dan untuk pembayaran bekerjasama dengan PayTren, “Kita ke depannya ingin membuka Sang Pisang dengan konsep Cafe seperti di Makassar, namun konsep awal Sang Pisang memang Take Away, karena lebih mudah dan lebih cepat,” tegasnya.

“Semua menu Sang Pisang di setiap kota sama, hanya setiap tempat punya favorit rasa yang berbeda-beda, seperti pelanggan di Jakarta yang tidak suka rasa Bluberry karena katanya rasanya seperti sabun colek, tetapi di Makassar rasa Bluberry paling favorit, jadi pelanggan tiap daerah memang unik-unik,” ungkap Kaesang Pangarep.

Mengenai persaingan, Kaesang Pangarep mengungkapkan, di kota Bandung antusiasme besar, namun persaingannya berat seperti di Jakarta, sedangkan di Makassar persaingan usaha belum terlalu berat, “Tapi saya optimis menjalankan Sang Pisang, karena saya melihat banyak kesempatan, dan saya senang dapat membantu banyak orang,” tegasnya.

“Sang Pisang merupakan bisnis terbaru saya yang keempat selain bisnis pakaian,” kata Kaesang Pangarep, “Mengapa saya senang membuka usaha, karena saya senang dapat membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran, bahkan di Sang Pisang pekerjanya sudah mencapai ratusan,” ujarnya.

“Mau ada pisang atau tidak ada pisang di tiap daerah, saya akan tetap buka Sang Pisang,” tegas Kaesang Pangarep, “Karena harapan saya dapat membuka lapangan kerja sebanyak mungkin,dan bisa bayar uang kuliah saya biar saya bisa lulus, karena bapak saya tidak membiayai kuliah saya,” ungkapnya.

Mengenai resep Sang Pisang, Kaesang Pangarep mengakui resepnya bukan dari dirinya, “Resep dari Partner saya,” ungkapnya, “Ke depan saya akan ada usaha lain, dan saya sudah dapat resep untuk membuka sebuah usaha baru, mungkin dua bulan lagi akan saya buka usaha tersebut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, partner bisnis Kaesang Pangarep sekaligus Owner Gerai Naget Pisang “Sang Pisang” untuk wilayah Bandung Marshal Chandra mengatakan, dirinya senang dapat bekerjasama dan menjadi partner bisnis Kaesang Pangarep, “Saya memang ingin bisnis kuliner, sayalah yang mengajukan kerjasama, dan akhirnya terpilih,” ungkapnya.

“Saya terpilih mungkin karena kesiapan modal dan pengalaman bisnis, sebelumnya saya usaha hasil bumi, baru sekarang saya bisnis kuliner,” ungkap Marshal Chandra, “Perasaan saya senang karena dapat menyisihkan 400 orang yang mendaftar menjadi partner Sang Pisang,” ujarnya.

“Resep Sang Pisang dari tim Kaesang, kita hanya kelola dari bahan baku sampai jadi,” ungkap Marshal Chandra, “Mengapa Sang Pisang membuka gerai di Braga CityWalk, karena tempat ini berada di tengah kota Bandung, dan ke depannya, Sang Pisang akan buka di mall lainnya, sepert di Cimahi, Jatos, dan PVJ,” ujarnya.

“Gerai Sang Pisang di Bandung merupakan gerai ke-enam, dan merupakan yang pertama di kota Bandung,” ungkap Marshal Chandra, “Kami menargetkan setiap hari terjual 500 box,” tegasnya.

“Rasa Sang Pisang ada banyak, harganya pun cukup terjangkau hanya 20 ribu rupiah, dan tinggal menambah 5 ribu rupiah untuk topping, sedangkan isinya 10 buah,” ungkap Marshal Chandra.

“Sang Pisang menjadi unik karena rasanya, dan proses pembuatannya memang sulit, sehingga susah ditiru, selain itu ada faktor Kaesang Pangarep,” pungkas Marshal Chandra. (Brh/SA)

Continue Reading

Edu Bisnis

Layanan Armada Berbasis Aplikasi Kini Hadir di BHS Bandung

Published

on

photo credit: Grab dan Primkopau Bandung

EDUPUBLIK, Bandung – Platform pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile di Asia Tenggara Grab menyatakan resmi beroperasi di Bandara Internasional Husein Sastranegara (BHS), Bandung.

“Para penumpang kini dapat melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi titik penjemputan resmi Grab dan langsung memesan layanan transportasi aman dan nyaman lewat GrabCar yang tersedia di BHS,” ujar Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, melalui pesan tertulisnya, di Bandung, Senin (5/2/2018).

Dia melanjutkan, Grab berkomitmen melakukan ekspansi bisnis serta meningkatkan kualitas dalam berbagai Iayanannya, kerja sama ini tentunya dapat memberikan kemudahan bagi para penumpang.

“Kami menyadari visi pemerintah kota Bandung untuk menjadikan Bandung sebagai smart city dimana kemudahan akses berbagai jenis transportasi dapat terintegrasi dan dinikmati oleh masyarakatnya,” kata Ridzki.

Dia mengatakan, kehadiran Grab secara resmi di bandara Husein Sastranegara merupakan kerjasama antara Grab dengan PRIMKOPAU.

“Semoga dengan kerja sama ini dapat mendukung visi dari pemkot bandung tersebut dalam menyediakan kemudahan akses transportasi di Bandung dan sekitarnya,” katanya.

Dia mengungkapkan, Grabcar tersebar di 8 negara di Asia Tenggara dengan jumlah unduhan aplikasi Grab sebanyak 77 juta, kami berharap dapat mendukung usaha pemerintah kota Bandung di tahun ini untuk menyamai target 7 juta wisatawan di tahun 2017 dengan kemudahan akses transportasi darat di Bandung.

Sementara itu, Danlanud Husein Sastranegara Kolonel M. Iman Handoyo, mengatakan, melalui kerja sama strategis dengan Grab ini kami berharap dapat membuka lebih banyak akses kepada pelanggan dan masyarakat Bandung kepada jenis transportasi lainnya sebagai bagian dari usaha kami untuk memberikan yang terbaik bagi para pengguna bandara.

Kami akan terus bekerja iebih keras untuk menopang sistem transportasi yang ada di bandara dan semoga dapat menjadi contoh yang baik bagi kehadiran layanan pemesanan transportasi berbasis online di lokasi-lokasi fasilitas umum di Indonesia.

Selain itu kami juga memperlengkapi para mitra pengendara dengan pengetahuan lanjut mengenai berkendara aman, sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh PRIMKOPAU dan Grab.

PRIMKOPAU sangat terbantu dengan adanya Grab sebagai armada berbasis aplikasi online di bandara yang membuat nilai plus dari para pelanggan.

Di bandara ini penumpang dapat menikmati fitur GrabNow yang akan mempermudah pemesanan GrabCar. Penumpang cukup dengan mengunjungi titik penjemputan Grab yang terletak di terminal kedatangan dan petugas grab akan membantu pemesanan instan bersama dengan petugas yang membantu memindahkan barang bawaan penumpang.

Penumpang tentunya akan mendapatkan tarif GrabCar sesuai aplikasi yang sudah disetujui di awal dan memberikan kepastian harga yang terjangkau. Amada GrabCar resmi di Bandara lnternasional Husein Sastranegara dapat dengan mudah dikenali dengan stiker khusus PRIMKOPAU di jendela belakang mobil. [rls/SA]

Continue Reading

Edu Bisnis

Harapan dan Pencapaian 28 Tahun Perum Perikanan Indonesia, Target Pendapatan 1 Triliun

Published

on

photo credit: perum perikanan indonesia/dade

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Perum Perikanan Indonesia (Perindo) baru saja merayakan hari jadinya yang ke-28 pada 20 Januari 2018 lalu. Sejumlah harapan diutarakan, seperti perusahaan yang diharapkan semakin berkembang dan senantiasa berinovasi menghadapi tantangan zaman.

“Kalau ibarat orang, usia 28 tahun ialah usia pemuda yang gagah dan siap melesat, namun upaya mengembangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut bukan sekadar wacana belaka,” ujar Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda, dalam keterangannya, (30/1/2018).

Pada tahun ini saja, lanjutnya, perusahaan mematok target tinggi pendapatnya hingga sekitar Rp1 triliun. Padahal pendapatan Perindo pada 2017 hanya mencapai sekitar Rp602 miliar, dan 2016 Rp223 miliar, sejumlah strategi telah disusun guna mewujudkan ambisi perusahaan yang belum lama dipimpinnya tersebut.

“Kita tambah volume, salah satunya menambah unit perdagangan yang kita ingin mengoptimalkan potensi yang sudah ada tanpa berjudi, dengan meningkatkan kapasitasnya. Pada 2018, Perindo bakal menambah jumlah unit perdagangan menjadi 22 dari sebelumnya 18,” katanya.

Risyanto mengatakan, impor produk perikanan yang tidak dijual di dalam negeri juga ditingkatkan dari 3 ribu ton menjadi 10 ribu ton, namun di samping itu, jumlah kapal milik perusahaan akan turut ditambah dari 17 menjadi 77 kapal yaitu kapal ini nantinya disewakan ke nelayan. Tambak yang dipunyai juga bakal diperluas, dari 110 hektare menjadi 150 hektare.

“Perindo pun menargetkan mengoperasikan empat unit pengolahan ikan (UPI) guna meningkatkan produk olahan untuk diekspor dan layanan utilitas seperti penyediaan air, listrik, jaringan juga akan ditambah,” kata Risyanto.

Risyanto mengungkapkan, akan meningkatkan ekspor ikan siap konsumsi kita ke Amerika Serikat dari 3-5 kontainer tiap bulan, menjadi 10 kontainer.

Dari sini saja, lanjutnya, nilai perdagangannya bisa USD 1 juta, perusahaan pun bakal meningkatkan kerja sama dengan koperasi-koperasi yang ada di Kementerian dan tujuannya untuk memasarkan produk Perindo secara retail atau eceran, sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar. Perusahaan juga memaksimalkan penjualan produknya secara online.

“Nilai dari produk juga dinaikkan, misalnya dari hanya menjual ikan biasa, menjadi melego nugget ikan yang siap olah dan konsumsi. Adapun total, Perum Perindo membutuhkan tambahan modal kerja Rp250 milliar dan dana investasi senilai Rp284,9 miliar guna mewujudkan ambisinya di 2018,” ungkapnya.

Dia mengatakan, rencananya dana tersebut bakal dikumpulkan melalui modal perusahaan, Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman. Untuk akses permodalan kita enggak kesulitan karena didukung bank-bank pemerintah.

“Kita juga sudah terbitkan surat utang senilai Rp 200 miliar. Yang ingin kita sampaikan bahwa, perusahaan ini semakin tumbuh dan berkembang secara siginifikan,” kata Risyanto. [dade]

Continue Reading

Edu Bisnis

Dirut IPC: Paska Gempa Bumi Banten Layanan Operasional Berjalan Lancar

Published

on

photo credit: Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Layanan operasional yang mencakup arus kapal dan barang di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC berjalan lancar paska gempa bumi 6.1 SR yang berpusat di Barat Daya Banten siang hari ini yang dirasakan sebagian besar wilayah barat Pulau Jawa.

IPC memiliki empat Cabang Pelabuhan yang memiliki wilayah operasi di Pulau Jawa, yakni Pelabuhan Ciwandan Banten, Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa, Cabang Pelabuhan Tanjung Priok dan Cabang Pelabuhan Cirebon, setelah gempa bumi tersebut dipastikan seluruh aktivitas bongkar muat di Pelabuhan berjalan dengan baik.

“Merujuk pada bencana alam yang terjadi pada (23/1), IPC tetap mengutamakan seluruh keamanan dan keselamatan seluruh pekerja baik operasional maupun non-operasional dengan mengacu kepada aturan berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). IPC juga memastikan seluruh pelayanan jasa kepelabuhanan tetap berjalan lancar,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, Rabu (24/1), di Jakarta.

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia mempunyai visi untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan.

“IPC memiliki dua belas cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan,” ujarnya. [dade]

Continue Reading

Edu Bisnis

Pelindo II Gandeng Pemprov Lampung Bangun Tol Laut

Published

on

photo credit: pelindo 2 dan pemprov lampung kerjasama bangun tol laut, (17/1)/dok. dade

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam pengembangan Pelabuhan Panjang guna meningkatkan perekonomian daerah.

Sebagai upaya tersebut dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara IPC dengan Pemprov Lampung,  tentang Rencana Kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya dan Gubernur Lampung M, Ridho Ficardo.

“Kerjasama dengan jangka waktu tiga tahun kedepan ini ditujukan untuk bersinergi bersama melihat peluang-peluang yang ada serta membangun kerjasama mendukung program Nawacita dalam mewujudkan Tol Laut guna mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah,” ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya, di Kantor Pelindo II Jakarta, (17/1/2018).

Beberapa hal, lanjutnya, akan dilakukan antara lain adalah pemindahan pelayanan kapal Pelra (Pelayaran Rakyat) yang semula di Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Sembalang, reaktivasi jalur rel kereta api ke Pelabuhan Panjang, Pembangunan Dry Port Batu Bara di Kabupaten Way Kanan, serta pemanfaatan jalan dan lahan milik Pemprov.

Dia mengatakan, secara konsisten IPC berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek secara bertahap yang menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders.

“Sinergi antara IPC dan Pemprov Lampung ini adalah untuk menjembatani inovasi dan upaya peningkatan pelayanan bagi pelaku bisnis dan masyarakat di Indonesia,” katanya.

Elvyn mengatakan, kerjasama tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran dan meningkatkan geliat perekonomian Provinsi Lampung. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia mempunyai visi untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan.

“IPC memiliki 12 cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan,” tandas Elvyn. [dade]

Continue Reading

Edu Bisnis

Pandangan Iwan Sunito Perihal Kondisi Persaingan Pengembang Lokal Dan Global

Published

on

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Pandangan Iwan Sunito Group CEO dan Komisaris Crown perihal kondisi persaingan yang terjadi antara perusahaan pengembang lokal dengan para pemain global di pasar properti Australia disampaikan dalam bentuk wawancara terkini (8/1/2018).

kondisi yang dihadapi oleh para pengembang lokal Australia dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan pengembang global saat ini dapat diartikan seperti David vs Goliath.

“Perlu kita akui saat ini pasar properti Australia khususnya di Sydney mendapatkan serbuan dari perusahaan properti global yang memiliki kemampuan modal yang fantastis,” kata Iwan Sunito di awal wawancara, “Perusahaan pengembang lokal saat ini menghadapi masalah dengan keterbatasan sumber dana pada umumnya yaitu dari sektor perbankan,” ujarnya.

“Sementara perusahaan global yang masuk ke pasar memiliki modal yang jauh lebih besar, ditambah dengan harga tanah yang semakin melambung, meskipun kemampuan daya beli pasar masih kuat,” ungkap Iwan Sunito.

“Sebagai contoh, harga lahan di kawasan Green Square yang dahulu senilai Rp.500 milyar, sekarang menjadi sekitar 1 hingga 1,5 triliun rupiah jika dibandingkan dengan 3 atau 4 tahun yang lalu,” kata Iwan Sunito.

“Sementara pada saat yang bersamaan, perbankan semakin memperkecil pinjaman kepada perusahaan pengembang lokal,yang biasanya mereka memberikan pinjaman sebesar  2 hingga 3 triliun rupiah untuk 1 kali pinjaman, saat ini hanya sekitar 1 triliun rupiah,” ungkap Iwan Sunito.

Lebih lanjut Iwan Sunito mengatakan, yang terjadi adalah nilai skala proyek semakin membesar, sementara jumlah dana yang bisa didapatkan semakin mengecil, “Di satu sisi dapat dimengerti pihak perbankan menjadi lebih berhati-hati, namun di sisi lain kondisi ini meningkatkan kompleksitas yang terjadi dimana harga tanah semakin melambung selama proses perijinan berjalan, sementara para pengembang lokal harus mencari pinjaman ke dua atau tiga bank untuk memenuhi kebutuhan pendanaan mereka,” tegas Iwan Sunito.

“Hal inilah yang mengakibatkan Supply hunian di Sydney tidak bisa memenuhi jumlah permintaan yang ada, dikarenakan banyak sekali pengembang skala menengah ke bawah yang kesulitan mendapatkan pendanaan,” kata Iwan Sunito, “Sementara hal ini tidak berpengaruh kepada perusahaan pengembang global yang memiliki akses pendanaan dari luar Australia,” ujarnya.

“Seperti halnya Crown Group yang juga memiliki akses kepada institusi pendaaan global, sehingga kami tidak tergantung kepada institusi pendanaan lokal,” kata Iwan Sunito, “Kondisi yang dihadapi oleh para pengembang lokal dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan pengembang global saat ini dapat diartikan seperti David vs Goliath,” tegasnya.

“Alasan mereka masuk ke pasar properti Australia lebih dikarenakan pertumbuhan dalam negeri mereka yang sudah terbatas,” ungkap Iwan Sunito, “Mereka memiliki level berbeda dengan perusahaan pengembang lokal Australia, dimana mereka memiliki sumber dana dan sumber daya yang lebih besar,” ujarnya.

Iwan Sunito mengatakan, situasi seperti ini membuat segala sesuatunya semakin kompleks karena kita mengalami kondisi persaingan yang tidak seimbang, “Pertanyaannya, bagaimana caranya untuk bisa berkompetisi dengan para raksasa tersebut,” ujarnya, “Seperti halnya David dan Goliath, it’s not the big that would beat the small, it’s the fast that would beat the slow,” ujarnya.

“Kita harus lebih gesit, lebih merespon pasar, dan lebih mengerti pasar, karena bagaimanapun para pengembang lokal yang lebih mengerti pasar jika dibandingkan dengan para pemain global tersebut,” tegas Iwan Sunito, “Memang mereka memiliki dana yang tidak terbatas, namun mereka tidak memiliki pemahaman yang mendalam terhadap pasar lokal, mereka juga lebih lambat dalam memubuat keputusan, meskipun di satu sisi mereka memiliki kemampuan untuk mendorong harga secara signifikan,” ungkapnya, “Kalau kita tidak gesit dan cepat, akan sulit untuk bersaing dengan mereka,” tegasnya.

“Sementara untuk Crown Group, kami memposisikan diri sebagai The Best of The Best di pasar,” kata Iwan Sunito, “Saya kira kesuksesan peluncuran produk kami dalam tiga tahun terakhir telah membuktikan kualitas perusahaan kami,” tegasnya, “Saya melihat, kesuksesan tersebut bisa diraih dikarenakan kekuatan dari Brand kami dan loyalitas konsumen kami, serta kualitas bangunan yang kami kerjakan selama ini,” ujarnya, “Sesuatu yang saya kira belum dimiliki oleh para pemain global tersebut di pasar Australia,” tegasnya.

“Terakhir, saya rasa pemerintah harus berperan aktif dalam membuat regulasi yang mendukung perusahaan lokal dibandingkan berbagai macam pembatasan,” tegas Iwan Sunito, “I don’t really believe in a lot of red tapes, I think we need a lot of more red carpets,” ujarnya.

“Bagaimanapun jika ada pembatasan, they always find a way to go somewhere through the back door,” kata Iwan Sunito, “Seperti halnya yang kita lihat saat ini, dengan banyaknya pembatasan yang diterapkan contohnya, dalam hal pembiayaan dan penjualan hunian ke orang asing, dimana hal ini sangat berdampak kepada perusahaan pengembang lokal,” tegasnya.

“Adalah hal yang baik jika kita mampu mendorong semakin banyak pengembang, baik asing maupun lokal, untuk bermain di pasar properti Australia, dan tentu saja kita harus Welcome dengan kehadiran para pemain global tersebut, namun jangan dilupakan dukungan yang diberikan pemerintah terhadap perusahaan lokal,” kata Iwan Sunito, “Daripada terus mengkhawatirkan pasar sedang Slowing Down, yang pada kenyataannya pasar tidak mengalami perlambatan dan terus mengalami peningkatan,” tegasnya.

“Memang bukan pertumbuhan dua digit, melainkan satu digit, namun menurut saya ini adalah hal yang sehat, karena menunjukan betapa pasar terus bertumbuh dari tahun ke tahun,” ungkap Iwan. [rls/SA]

Continue Reading

EduOto

Eduoto2 minggu lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto4 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto4 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto5 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto1 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler