Connect with us

EduSyiar

Zakat Solusi Wujudkan Keadilan Sosial

ilustrasi/foto source: via twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal Profesor KH Nasaruddin Umar mengatakan zakat bisa menjadi solusi untuk mewujudkan keadilan sosial, terutama untuk membendung virus radikalisme dan terorisme.

“Zakat sangat penting dalam mengurangi kesenjangan sosial yang menjadi incaran penyebaran radikalisme dan terorisme,” ujar Nasaruddin dalam siaran pers di Jakarta, (10/6).

Menurut Nasaruddin, radikalisme dan terorisme tidak hanya dipicu faktor ideologi, tetapi juga faktor ekonomi, sosial, dan politik.

Sayangnya, lanjut Nasaruddin, jumlah penduduk miskin terlalu besar dibandingkan nilai zakat umat Islam di Indonesia sehingga kontribusinya masih sangat kecil.

Selain itu, sejauh ini belum dirancang pengeluaran zakat untuk berkontribusi dalam pencegahan terorisme, terutama untuk mendukung program deradikalisasi.

Mestinya lembaga atau badan penyalur zakat seperti Baznas dan Dompet Dhuafa bisa duduk bareng dengan pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), untuk mengarahkan zakat guna memperkecil ketimpangan antara si kaya dan si miskin, serta para mantan kombatan dan napi terorisme yang telah insyaf dan butuh pekerjaan untuk melanjutkan hidupnya.

“Itu penting agar mereka tidak berpikir lagi untuk kembali menjadi teroris,” kata rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta itu.

Oleh karena itu, ia mengimbau umat Islam agar lebih giat mengeluarkan zakat, infak, hibah, jariyah, dan wasiyah untuk membuat umat Islam yang kekurangan.

“Mestinya itu harus dikeluarkan satu paket dengan 27 pundi ekonomi Islam. Terlalu pelit kita sebagai umat Islam manakala pengeluarannya hanya zakat. Hanya 2,5 persen,” katanya.

Sebenarnya, kata Nasaruddin, hal itu bisa diatasi dengan kebijakan pemerintah. Namun, itu juga berat karena pajak yang diterima pemerintah saat ini peruntukannya masih belum memihak kepada rakyat kecil.

“Namun, dalam hal ini pemerintah tidak bisa disalahkan karena pendapatan pajak itu digunakan untuk membangun visi jangka panjang, membangun infrastruktur yang jumlahnya triliunan,” katanya. [ant]

Sudahkah Anda Menunaikan Zakat?

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduSyiar

Safari Ramadhan: Kahmi Buka Puasa Bersama dengan Masyarakat Pesisir Jakarta Utara

Published

on

photo credit: sambutan presidium kahmi yang juga wakil ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi, (4/6)/dok

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Majelis Nasional KAHMI bidang Kelautan Perikanan mengadakan Safari Ramadhan dan Buka Puasa Bersama dengan Perum Perikanan Indonesia serta masyarakat pesisir Jakarta Utara, Senin (4/6).

Kegiatan dengan mengambil Tema “Kepedulian Terhadap Sesama Membuat Ramadhan Lebih Bermakna” tersebut dihadiri wakil ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi yang juga Presidium Majelis Nasional Kahmi, kemudian ada juga Direktur Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda, serta Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir Jakarta Utara.

“Kepedulian ini tentunya merupakan wujud nyata dari misi Kahmi yang senantiasa beraktivitas untuk sosial keagamaan,” ujar Ketua Acara, Agus Suherman dalam keterangannya, di Jakarta, (5/6/2018).

Dia mengatakan, Kahmi senantiasa meningkatkan relasi sosial dari berbagai elemen masyarakat khususnya para pelaku disektor kelautan seperti Perum Perikanan Indonesia serta masyarat pesisir secara umum.

Kegiatan ini, lanjutnya, mengambil makna selain mempererat tali silaturrahim, tentunya saling memberi masukan terkait sektor kelautan dan perikanan yang bersifat regulatif, baik sektor usaha perikanan itu sendiri maupun manfaatnya bagi masyarakat pesisir saat ini.

“Untuk itu kita akan selalu hadir ditengah stakeholder perikanan untuk memberi solusi terkait dan berbagi permasalahan baik sifatnya regulatif terkhusus pada sektor usaha perikanan,” kata Agus.

“Koreksi program yang mendukung usaha perikanan serta kepeduliaan kepada masyarakat pesisir untuk dapat mengakses berbagai usaha perikanan sehingga kehidupan ekonomi masyarakat pesisir semakin meningkat melalui berbagai kemitraan dengan pelaku usaha dan unit usaha,” tambahnya.

Melalui Safari Ramadhan ini, Dia berharap perum perikanan Indonesia untuk dapat menjadi sektor usaha yang profesional dan mampu melayani masyarakat pesisir/nelayan secara prima.

“Dalam artian produk perikanan yang dikelola adalah produk yg sangat berkualitas,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat juga mendapat harga yang pantas serta jaminan pasar, yang pasti menjadi harapan masyarakat pesisir.

“Dengan safari ramadhan ini semoga tercipta ide, gagasan, yang sifatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat pesisir itu sendiri,” tandasnya. [myk]

Continue Reading

EduSyiar

Jokowi Salat Tarawih Pertama Di Masjid Istiqlal Jakarta

Published

on

photo credit: Jokowi Salat Tarawih Pertama Di Masjid Istiqlal Jakarta, (16/5)/@jokowi via twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan salat tarawih pada malam pertama bulan Ramadhan 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Jokowi tiba di ruang masjid lantai 2 pukul 18.50 WIB mengenakan baju koko putih, dan sarung berwarna cokelat.

Sesudah memasuki ruangan, Jokowi menunaikan salat sunnah tahiyatul masjid.

Khotib yang memberikan ceramah dalam salat tarawih tersebut yaitu Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar.

photo credit: ummat muslim salat tarawih perdana di masjid istiqlal jakarta,(16/5)/dok. Kementerian Agama RI via: twitter

Sementara, Al Hafiz Muhasyim bertindak selaku imam salat tarawih gelombang pertama. Selain itu, Ahmad Husni Ismail menjadi imam salat tarawih gelombang ke-2.

Dalam ceramahnya, khotib menyampaikan tentang pentingnya niat yang sungguh-sungguh dalam menjalani ibadah puasa.

Pejabat yang turut mendampingi Jokowi dalam ibadah itu antara lain Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko. [ant]

Continue Reading

EduSyiar

Amphuri Kukuhkan Kepengurusan DPD Sumbagut

Published

on

photo credit: Amphuri DPD Sumbagut

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Setelah sebelumnya Ketua Umum (Ketum) DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Joko Asmoro mengukuhkan kepengurusan DPD DKI Jakarta – Banten.

Sekarang giliran DPD AMPHURI Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dikukuhkan. Dengan dikukuhkannya kepengurusan DPD AMPHURI Sumbagut ini, maka ini menjadi DPD AMPHURI yang ke tujuh dan mencakup lima provinsi yakni DI Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Riau, Kepulauan Riau (Kepri), serta Sumatera Barat (Sumbar).

“Ini artinya AMPHURI satu-satunya asosiasi haji dan umah yang sudah memiliki DPD hampir seluruh wilayah Indonesia,” ujar Sekjen DPP AMPHURI Firman M Nur dalam sambutan acara Pelantikan/Pengukuhan Pengurus DPD AMPHURI Sumbagut Periode 1439H – 1441H di Hotel Santika, Medan akhir minggu lalu.

Menurut Firman, DPD ini merupakan kepanjangan tangan dari DPP untuk melakukan edukasi, pembinaan dan pengarahan kepada anggota di daerah agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah dan masyarakat calon jamaah.

“Meski baru berdiri, DPD AMPHURI Sumbagut ini sudah memiliki 25 anggota yang tersebar di lima provinsi tersebut. Dan ketua DPD AMPHURI Sumbagut jabat oleh Maulana Andi Surya,” ujar Firman seraya menyebut AMPHURI merupakan satu-satunya asosiasi haji dan umrah yang telah mengantongi sertifikat ISO 9001/2008.

Sebelumnya, kedatangan pengurus DPP AMPHURI di Medan, disambut langsung oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Dalam sambutan itu, Gubernur Tengku Erry sempat mengalungkan kain ulos kepada rombongan yang dipimpin Ketum AMPHURI Joko Asmoro sebelum berjalan masuk ke ruang VIP Bandara Kualanamu.

Ada pun, usai menerima rombongan DPP AMPHURI, Gubernur Tengku Erry menyatakan terima kasihnya kepada AMPHURI yang telah membentuk kepengurusan di daerahnya.

“Adanya Asosiasi ini kita harapkan bisa memberikan kepastian pelayanan kepada para jamaah umrah maupun haji khusus yang memang animonya saat ini cukup tinggi di Sumut,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, saat ini, sejumlah maskapai penerbangan telah membuka rute penerbangan langsung ke Arab Saudi guna melayani jamaah umrah dari Sumut.

“Saat ini penduduk Sumut mencapai 14 juta orang, dengan prosentase 80 persen diantaranya beragama Islam. Ini potensi besar untuk umrah dan haji,” katanya.

Dengan demikian, DPD AMPHURI Sumbagut telah melengkapi DPD lainnya yang telah lebih dulu ada yakni DPD AMPHURI DKI dan Banten, DPD AMPHURI Jawa Barat, DPD AMPHURI Jateng dan Yogyakarta, DPD Jatim, Bali dan NTT, DPD Sulawesi, Maluku dan Papua, serta DPD Sumbagsel yang meliputi Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung. [azwar]

Continue Reading

EduSyiar

PMPRI Maluku Road Show Syiar NKRI

Published

on

EDUPUBLIK.COM, Ambon – Pengurus dan jajaran Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (DPD PMPRI) Provinsi Maluku menggelar Road show Syi’ar NKRI (Negara Kesatuan Republik lndonesia).

Acara akan di mulai dari tanggal 22 Januari hingga 5 Februari 2018 di sejumlah kota dan kabupaten di Maluku, yang akan dilaksanakan Pengurus dan jajaran Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (DPD PMPRI) Provinsi Maluku.

Syi’ar NKRI ini diantaranya akan menyambangi Kota Ambon, Kota Piru (Kab. Seram Bagian Barat) Kota Masohi (Kab. Maluku Tengah), Kota Bula (Kab. Seram Bagian Timur) dan Kota Langgur (Kab. Maluku Tenggara).

“Program ini merupakan kegiatan perdana di tahun 2018 dan agenda kegiatan lanjutan Syi’ar NKRI yang sudah di awali pada tanggal 14 Agustus 2017 lalu,” kata Ketua DPD PMPRI Provinsi Maluku, Erpan Tella.

“Syi’ar NKRI DPD PMPRI Maluku yang pernah hadir mengejutkan di beberapa instansi pemerintah di Maluku ini dijadikan program rutin yang akan dilaksanakan setiap tahun yang telah ditetapkan pada Rapat Kerja Daerah akhir tahun 2017,” ungkap Erpan lebih lanjut.

Erpan Tella lebih jauh menerangkan bahwa Syi’ar NKRI tetap menjadi program rutin di Maluku didasarkan pada temuannya saat pelaksanaan aksi Syi’ar NKRI tahun 2017 kemarin, ada beberapa pejabat publik dan pegawai kantor di daerah ini yang tidak mengetahui empat konsensus dasar bernegara kita yakni Pancasia, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Pejabat publik dan para pegawai saja sudah tidak tahu poin-poin konsensus dasar bernegara, lantas bagaimana dengan memaknai esensinya, lalu kemudian dijalankan untuk kemakmuran masyarakat Maluku, ini bisa dibilang ajaib jika terlaksana.

Apakah hal tersebut adalah ouput dari sosialisasi empat pilar kebangsaan difokuskan di ruang-ruang seminar..? Lantas bagaimana dengan wawasan kebangsaan yang juga harus di ketahui oleh kalangan masyarakat kecil yang bersentuhan langsung dengan ragam kebhinekaan di Maluku,” cetus Erpan panjang lebar.

“Oleh sebab itu, sudah tentu menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai generasi Maluku yang cinta NKRI untuk menyegarkan kembali konsensus dasar bernegara ini,” ujar Erpan.

Kami berharap, kata Erpan, kegiatan Syi’ar NKRI yang akan dilakukan mulai tanggal 22 Januari 2018 ini bisa di dukung oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, agar kiranya peningkatan wawasan kebangsaan di bumi Para Raja-raja Maluku ini menjadi tanggung jawab kita bersama.

“Hasil kajian dari DPD PMPR Indonesia Provinsi Maluku, indikasi terjadinya Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), diantaranya tidaklah lain karena minimnya wawasan kebangsaan,” pungkas Erpan.

Diwawancara terpisah, Ketua DPP LSM PMPR Indonesia Rohimat yang akrab disapa dengan panggilan Joker didampingi Sekjen Fajar Budhi Wibowo menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Syi’ar NKRI yang dilaksanakan oleh jajarannya di DPD Maluku.

“Syi’ar NKRI merupakan salasatu program utama PMPR Indonesia yang sudah dilaksanakan di DPP. Sehingga kami sangat mendukung daerah yang melaksanakan sosialisasi konsensus nasional berupa 4 pilar kebangsaan untuk menumbuh kembangkan wawasan kebangsaan di masyarakat,” paparnya. [St/SA]

Continue Reading

EduSyiar

SPM Ungkap Keberhasilan Berangkatkan Duta Kemanusiaan Di tiga Negara Perbatasan Palestina

Published

on

photo credit: sahabat palestina memanggil/dok. Dade

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Sahabat Palestina Memanggil (SPM) berhasil memberangkatkan Duta Kemanusiaan pada 17 Desember-24 Desember 2017 ketiga Negara perbatasan Palestina, yakni Turki, Lebanon dan Suriah.

Sebanyak 15 orang yang terdiri dari musisi yakni Opick Tombo Ati dan Melly Goeslaw, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni Komunitas Tangan Di Atas (TDA), Lembaga Amil Zakat (LAZ) Zakat Sukses, SSC, dan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.

“Para Duta Kemanusiaan ini menyalurkan bantuan yang telah terkumpul dari penggalangan donasi melalui konser-konser kemanusiaan bertajuk Palestina selama hampir lima tahun dengan dipromotori oleh Qupro Indonesia. Dengan donasi sebesar USD 250,000, SPM membelikan bahan-bahan makanan (sembako), selimut, kasur, bantal, pemanas dan arang,” ujar Pembina Sahabat Palestina Memanggil (SPM), Amrozi M Rais, Rabu (3/1/2018) malam, saat acara konferensi pers, di Resto Al Jazeerah, Otista (Belakang Rumah Polonia), Jl. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

Sebelum para Duta Kemanusiaan berangkat ke Turki, di awali dengan berangkatnya lima orang sebagai tim advance pada Minggu (17/12), untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama para Duta Kemanusiaan menjalankan misinya. Tugas tim advance adalah mempersiapkan penginapan, transportasi, acara, dan penjemputan. Sahabat Palestina Memanggil (SPM) tidak sendiri dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini.

“Pihaknya bekerjasama dengan LSM setempat yaitu Hayat Yolu, selama menyalurkan bantuan tersebut, pada 18 Desember kami diajak oleh LSM rekanan kami ke sekolah penghafal Al-Quran khusus pengungsi Palestina, bernama Iqro, Istanbul bagian barat laut. Sekolah ini menampung anak-anak Palestina korban perang tahun 2008-2009, 2013 dan 2014,” ujarnya.

Jumlah siswa-siswinya mencapai 185 orang sempat menghibur dengan lagu-lagu religi di depan anak-anak pengungsi Palestina, saat pembagian hadiah bagi siswa-siswi yang paling banyak hafalannya dan berprestasi. Duta Kemanusiaan diajak ke tempat pengungsi Palestina yang berada di perbatasan Suriah-Turki, tepatnya di daerah Killis.

Sementara itu, kehadiran penyanyi religi Opic sangat membantu sekali khususnya pada salah satu kesempatan yang dimana ada kejadian religi Opic sangat membatu sekali khususnya pada salah satu kesempatan yang dimana ada kejadian yang menarik terkait kehadiran Opic. “Ada pengalaman menarik saat kami ke kamp ini,” ungkap Amrozi.

Pihak Hayat Yolu sudah berkali-kali menelepon LSM yang mengontol dan memantau kamp pengungsi Suriah dan Palestina, bernama AFAD, namun tidak direspon. Tapi ketika SPM dan Opick datang langsung ke AFAD, tanpa banyak kata mereka mengizinkan kami masuk ke kamp pengungsi. [dade]

Continue Reading

EduSyiar

Peradaban Islam Sekedar Dongeng atau Perlu Di rebut

Published

on

ilustrasi/foto source: @uyghurcause/via twitter

EDUPUBLIK.COM – Berbicara tentang peradaban sangat menarik (interestable), karena ia menjadi bagian dari kehidupan umat manusia yang signifikan. Sejarah manusia penuh dengan berbagai peradaban yang silih berganti, tergantung para penguasa dan para pemimpin dunia.

Peradaban islam adalah terjemahan dari kata Arab al – hadha- rah al – islamiyah. Kata arab ini juga sering di artikan dalam bahasa indonesia dengan kebudayaan islam “kebudayaan” dalam bahasa arab adalah al-tsaqafa, di indonesia, sebagai mana juga di arab dan barat.

Peradaban Islam yang dibangun oleh kebudayan materi (madaniah) yaitu hasil karya fisik yang disyariatkan maupun yang bersifat mubah, yaitu produk ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun kebudayaan inmateri (Tsaqafah) yaitu berupa pemikiran yang berfondasikan aqidah dan syariah islam yaitu aturan beribadah dengan sang pencipta, aturan pergaulan, ilmu ekonomi, pendidikan, aturan pemerintahan, kemiliteran, aturan hukum, hingga aturan berhubungan dengan luar negeri.

Peradaban yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw. adalah peradaban yang dibangun di atas pijakan pandangan dunia agama bukan materi. Islam lebih mengedepankan nilai-nilai ruhani dan kemanusiaan. Materi – termasuk teknologi – bukan tujuan utama tetapi hanya aksidental. Keberhasilan menurut Islam tidak diukur dengan perolehan materi yang banyak tetapi diukur dengan pendekatan diri kepada Allah dan memperbanyak bekal untuk hari akhir. Imam Ali as. di saat kepalanya ditebas oleh seorang Khawarij secara spontan berkata, “Demi Tuhan Ka’bah, aku telah berhasil !”.

Sampainya seseorang kepada Allah Swt dan berkhidmat kepada manusia adalah prestasi yang dituntut oleh Islam. Materi sebagai materi tidak mempunyai nilai apapun di mata Islam. Materi akan berarti jika dimaknai dengan tujuan-tujuan akhirat.

Jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia telah memeluk agama hindu dan budha disamping kepercayaan nenek moyang mereka yang menganut animisme dan dinamisme. Setelah Islam masuk ke Indonesia, Islam berpengaruh besar baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, maupun di bidang kebudayaan yang antara lain seperti di bawah ini.

Nabi Muhammad Saw. dengan peradaban yang berdasarkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan berhasil mengalahkan dua kekuatan yang kuat; Persia dan Romawi yang membangun peradaban dengan kekuatan materi. Meskipun pada perkembangan berikutnya para pemimpin Islam, khususnya khilafah Abbasiyyah, lebih concern pada pembangunan materi bukan pengembangan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Sejarah Islam di Indonesia tidak memunculkan “periodisasi keemasan” peradaban Islam dalam kurun waktu abad 16 sampai 18 M, karena periodisasi yang muncul adalah masa “prakolonialis”. Padahal pada masa ini tumbuh peradaban Islam yang setaraf dengan sejarah peradaban Islam di Timur Tengah masa Daulah Abassiyah. Bukti-bukti yang menunjukan lahirnya peradaban Islam di Indonesia adalah dengan munculnya para Ulama dan Intelektual Islam di seluruh penjuru Nusantara.

Mereka diantaranya: Syeikh Hamzah al-Fansuri (Sasterawan sufi agung), Syeikh Nuruddin ar-Raniri (Ulama ahli debat,tersohor di Aceh), Habib Husein al-Qadri (Penyebar Islam Kalimantan Barat), Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari (Pengarang Sabil al-Muhtadin), Syeikh Muhammad Nafis al-Banjari (Ulama sufi dunia Melayu), Syarif Abdur Rahman al-Qadri (Sultan pertama kerajaan Pontianak), Syeikh Abdul Rahman Minangkabau (Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah), Mufti Jamaluddin al-Banjari (Ahli undang-undang Kerajaan Banjar), Ahmad Khathib Sambas (Mursyid Tariqat Qadiriyah), Syeikh Nawawi al-Bantani (Digelar Imam Nawawi kedua), Muhammad Khalil al-Maduri (Guru ulama Jawa, Madura), Saiyid Utsman Betawi (Mufti paling masyhur), Tuanku Kisa-i al-Minankabawi lahirkan tokoh besar Hamka, Raja Muhammad Sa’id Cendekiawan Istana Riau, dan lain-lain.

Sayang sedikit sekali pengetahuan tentang mereka, padahal mereka telah memberikan andil besar dalam peradaban Islam di Indonesia dengan karya-karya kitab yang mereka tulis.

Tulisan tangan asli para ulama yang disebut manuskrip, merupakan bukti sejarah perkembangan Islam di kawasan ini. DR H Uka Tjandrasasmita, seorang Arkeolog Islam menyatakan; Di Aceh, pada abad 16–17 terdapat cukup banyak penulis manuskrip.

Misalnya, Hamzah Fansuri, yang dikenal sebagai tokoh sufi ternama pada masanya. Kemudian ada Syekh Nuruddin ar-Raniri alias Syeikh Nuruddin Muhammad ibnu ‘Ali ibnu Hasanji ibnu Muhammad Hamid ar-Raniri al-Quraisyi. Ia dikenal sebagai ulama yang juga bertugas menjadi Qadhi al-Malik al-Adil dan Mufti Muaddam di Kesultanan Aceh pada kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani abad 16.

Salah satu karyanya yang terkenal berjudul ”Bustanul Salatin.” Syeikh Abdul Rauf al-Singkili yang juga ditetapkan sebagai Mufti dan Qadhi Malik al-Adil di Kesultanan Aceh selama periode empat orang ratu, juga banyak menulis naskah-naskah keislaman.

Karya-karya mereka tidak hanya berkembang di Aceh, tapi juga berkembang seluruh Sumatera, Semenanjung Malaka sampai ke Thailand Selatan. Karya-karya mereka juga mempengaruhi pemikiran dan awal peradaban Islam di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, kepulauan Maluku, Buton hingga Papua. Sehingga di daerah itu juga terdapat peninggalan karya ulama Aceh ini.

Perkembangan selanjutnya, memunculkan karya keislaman di daerah lain seperti, Kitab Sabilal Muhtadin karya Syekh al Banjari di Banjarmasin. Di Palembang juga ada. Di Banten ada Syekh al Bantani yang juga menulis banyak manuskrip. Semua manuskrip ini menjadi rujukan umat dan penguasa saat itu.

Berbicara tentang peradaban Islam adalah sebuah  peradaban yang besar. Peradaban islam, sebuah pembahasan yang tak luput dari khazanah ilmu keislaman. Islam sebagai pembangunan dunia baru dengan pemikiran baru, cita-cita baru, kebudayaan serta peradaban baru. Tanpa dukungan peradaban Islam, tentu kemajuan tak sepesat yang kita lihat seperti sekarang ini. Islam mampu mengubah dari peradaban yang Jahiliyah menjadi peradaban yang begitu dibanggakan dalam kaca mata dunia.

Kaum muslim menghasilkan peradaban Islam yang kaya, mempromosikan perpaduan dan pertukaran agama dan kebudayaan. Ini merupakan sebuah kreativitas besar generasi baru pemikir dan ilmuan terpelajar muslim baru memberikan sumbangan penting dalam filsafat, kedokteran, astronomi, optik, seni dan arsitektur. Maka disaat itu, Eropa mengalami perkembangan diberbagai bidang dari Islam.

Namun, tinggalah kita membicarakan mengenai perubahan yang terjadi pada abad sekarang. Pola transmisi kebudayaan kembali berrbalik arah ketika orang Eropa bangkit dari masa kegelapan. Menyorot ke pusat-pusat pembelajaran muslim guna memperoleh kembali warisan mereka yang hilang. Ironisnya, hingga baru-baru ini, prestasi umat Islam tidak diakui dan sangat sedikit yang menyadari peran peradaban Islam serta sumbangangsih dalam pembangunan peradaban Barat.

Semoga Indonesia dapat merebut kembali masa keemasan peradaban islam, jaman now. Wallaahu ‘aalaam bishaawab. [dn]

Continue Reading

EduSyiar

Mantan Ketum GPII: Radikalisme dan Kelompok LGBT Ancaman Serius Generasi Bangsa

Published

on

photo credit: Mantan Ketum GPII Karman BM (batik) dalam sebuah diskusi/dok foto: toha

EDUPUBLIK.COM, Surabaya – Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengatakan wawasan kebangsaan perlu selalu disampaikan dan diinternalisasi oleh semua generasi muda, supaya anak anak muda memiliki cara pandang yang sama tentang persoalan ke indonesiaan.

“Ada dua masalah besar yang harus disikapi untuk menyelamatkan eksistensi bangsa dan negara dan bangsa di masa mendatang, yakni radikalisme dan LGBT,” ujar mantan Ketum GPII Karman BM, pada sebuah Diskusi, di Surabaya, Jumat (22/12/2017).

Terkait radikalisme, lanjutnya, terjadi pada semua penganut agama. Radikalisme yang berbentuk anarkisme merupakan ancaman serius bagi kesatuan bangsa dan eksistensi NKRI.

“Radikalisme harus disikapi serius agar tidak menjadi trend sikap di kalangan anak muda,” katanya.

Selain persoalan radikalisme, Dia mengatakan, masalah lain yang mengancam eksistensi NKRI adalah kelompok LGBT. Negara juga mesti melihat persoalan LGBT sebagai ancaman serius.

“Karena kelompok LGBT ini bentuk ancaman dalam bidang sosbud. Yang dapat mengancam generasi muda kita. Negara harus tegas, sebelum ‘ia’ menjadi penyakit di tengah masyarakat,” katanya.

Dia menuturkan, munculnya liberalisme dan teknologi yang membuat komunikasi antar manusia tanpa batas adalah negara menjadi faktor penting maraknya bahaya radikalisme dan LGBT serta budaya permisif lainnya.

“Kita harus serius mengantisipasi jika ingin menyelamatkan masa depan anak bangsa,” pungkasnya.

 

penulis: mansur

Editor: hidayat

Continue Reading

EduSyiar

GPII Dukung Perayaan Natal agar Berlangsung Damai

Published

on

photo credit: Aktivis GPII Nanang Qosim dalam sebuah diskusi dijakarta/foto: sidik

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mendukung perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman dan damai, di seluruh wilayah di Indonesia. Salah satu upaya itu dengan tetap menjaga komunikasi antar pemeluk agama.

“Setiap warga negara wajib menjaga ketentraman. Dan setiap warga negara berhak melaksanakan kegiatan ibadah agamanya dengan nyaman dan tenteram. Untuk itulah dibutuhkan komunikasi antar umat beragama,” ujar Aktivis GPII Nanang Qosim, disebuah diskusi publik, di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

“Saya dengan temen-temen yang Budha sering berkomunikasi,sering berdiskusi. Banyak kegiatan-kegiatan positif seperti jambore, diskusi bersama. Intinya komunikasi lah,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, terlebih lagi ketika menjelang akhir tahun, keberagaman itu kembali diuji antara umat Nasrani dan Muslim. Umumnya, masyarakat sering dibenturkan dengan perayaan Natal berikut atributnya.

“Biasanya yang berbusana muslim janganlah diberikan topi sinterklas. Ini disampaikan FPI kan. Nah, ini dianggap memecah belah persatuan, mau disweeping. Apanya yang mau disweeping?” papar Nanang.

photo credit: nanang qosim aktivis GPII dengan peserta diskusi

Bagi masyarakat yang sadar, informasi itu tentunya disikapi dengan baik. Orang yang akan melakukan sweeping itu harus mendapatkan ijin dari Polri. Lalu perusahaan seperti apa yang akan disweeping.

“Nah informasi inilah yang akhirnya menyebar di medsos-medsos. Mestinya, disampaikan juga bahwa apa yang disampaikan FPI ini adalah untuk me-warning saja,” katanya.

Sementara menyangkut adanya aktor intelektual di balik upaya memperkeruh situasi, menurut Nanang, juga harus didekati dan diajak berkomunikasi.Tujuannya agar semua bisa bergandengan tangan merawat toleransi.

“Seperti adanya kelompok-kelompok yang dianggap memecah belah, yang dianggap keras seperti Hizbut Tahrir, Front Pembela Islam atau Majelis Mujahidin, itu harus kenal,” katanya.

Sayangnya, Nanang tidak menyebutkan secara spesifik bentuk dukungan GPII selaku elemen pemuda untuk menjaga ketertiban perayaan Natal, hingga akhir diskusi. [sdk]

Continue Reading

EduSyiar

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Terkait Pemindahan Kantor Kedutaan Amerika Ke Jerussalem

Published

on

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Isi surat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 33/PER/I.0/J/2017 tentang pemindahan kantor kedutaan Amerika Serikat ke Jerussalem.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Sehubungan dengan pemindahan kantor kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Jerussalem,  Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan:

Pertama, menentang keras sikap dan alasan pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan kedutaan besar  dari Tel Aviv ke Jerusalem. Pemindahan tersebut menunjukkan dukungan  Pemerintah Amerika Serikat atas agresi dan penjajahan Pemerintahan Zionis Israel atas bangsa Palestina. Amerika Serikat telah melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) nomor 252 (1968), 267 (1969), 465, 476, 478 (1980), dan 2334 (2016). Pemindahan kedutaan besar ke Jerussalem telah merubah kedudukan Jerussalem sebagai Kota Suci Umat Islam, Kristen, dan Yahudi menjadi kawasan politik yang dikuasai Zionis Israel dan membatasi hak serta kesempatan kaum Muslim dan Kristen untuk beribadah dengan tenang di Palestina. Karena itu Amerika Serikat telah mendukung pelanggaran hak beragama dan hak azasi manusia yang dilakukan pemerintah Zionis Israel. Amerika Serikat telah mengambil langkah yang ceroboh yang berpotensi menimbulkan kekerasan dan ancaman keamanan dunia, serta konflik antar bangsa dan negara, terutama di Timur Tengah.

Kedua, mendesak kepada negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, agar menunjukkan sikap politik yang tegas dan  solidaritas yang tinggi dalam membela Palestina;  serta tidak menunjukkan sikap lemah terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Ketiga, mendukung sepenuhnya sikap Pemerintah Indonesia yang menentang kebijakan politik Amerika Serikat.  Pemerintah Indonesia hendaknya mengambil langkah aktif dan pro-aktif untuk menggalang solidaritas politik  internasional sebagaimana yang telah dilakukan melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan peran serta lobby melalui ASEAN, UniEropa, Gerakan Non Blok, dan lobby multilateral lainnya untuk mendukung usaha-usaha bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Palestina.

Dan keempat, menyerukan kepada umat Islam, Kristiani,  Yahudi, dan umat beragama yang lainnya baik di Indonesia maupun di mancanegara untuk melakukan usaha spiritual dan politik untuk membebaskan Jerussalem dari cengkeraman Zionis Israel yang didukung Amerika Serikat.

Continue Reading

EduSyiar

Din Syamsuddin Kunjungi KWI Lakukan Dialog Kerukunan Umat Beragama

Published

on

courtesy of @okezonenews - via: twitter

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Dialog, Kerjasama Antar-agama dan Peradaban Din Syamsuddin mengunjungi Kantor Waligereja Indonesia (KWI) di Menteng Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017). Kunjungan Din ini langsung disambut oleh Ketua Presidium KWI Ignatius Suharyo.

Din mengatakan kunjungan ke KWI merupakan satu bagian dari tugasnya sebagai utusan khusus Presiden Bidang Dialog, Kerjasama Antar-agama dan Peradaban.

Terlebih Jokowi telah memberikan amanat kepada Din untuk melakukan dialog dengan seluruh perwakilan umat beragama yang ada di Indonesia.

“Bapak Presiden menekankan dialog dimulai dari dalam negeri. Kita buktikan dulu di dalam negeri. Oleh karena itu, hari ini kami datang ke kantor KWI,” jelas dia.

Dengan melakukan dialog dengan seluruh unsur perwakilan agama yang ada di Indonesia, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berharap mendapatkan saran dan masukan dalam menjalankan tugasnya.

“Saya yakin umat Katolik dunia dan Indonesia ini punya peran penting sebagai stakeholder kehidupan umat beragama. Dimohon seterusnya tidak bosan memberikan pesan nasihat,” pungkas Din.

Sebelumnya, pada Senin 30 Oktober 2017, Din juga telah mengunjungi Kantor Perwakilan Gereja Indonesia (PGI) di Salemba Jakarta Pusat.

Tidak hanya PGI dan KWI, dia berjanji akan mengunjungi majelis-majelis agama lainnya untuk melakukan audiensi dan dialog. Haln tersebut, kata Din merupakan mandat dari Jokowi saat melantiknya pada Senin, 23 Oktober 2017.

“Secara relatif saya befikir kerukunan antar umat beragama di indonesia relatif baik tebangun sejak dulu terutama agama-agama di Indonesia mengembangkan wawasan sekaligus watak yang mengambil jalan tengah mungkin karena pengaruh budaya Indonesia,” ucap Din di Kantor PGI Jakarta Pusat, Senin 30 Oktober 2017. [ris]

Continue Reading

EduOto

Eduoto2 minggu lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto4 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto4 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto5 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto1 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler