Connect with us

Edutekno

Game PS4 Dapat Dimainkan Di Ponsel Android Dengan Wireless Controller

ILUSTRASI

EDUPUBLIK – Kabar gembira datang dari perusahaan elektronik Sony yang mengumumkan bahwa perangkat lunak PlayStation 4 versi 7.00 bakal tersedia dalam pekan ini, bahkan bisa diunduh di Google Play.

Pembaruan perangkat lunak PS4 itu utamanya mencakup fungsionalitas baru untuk fitur sistem utama, termasuk fitur Party dan Remote Play.

Fitur Party baru ini, menurut Direktur Senior di Sony, Sid Shuman, jumlah pengguna Party telah ditingkatkan dari semula hanya delapan orang, sekarang bisa 16 pemain.

“Dalam fitur Party, Anda akan mengalami konektivitas jaringan dan kualitas audio yang lebih baik,” kata direktur yang menangani SIE Content Communication itu dalam pernyataan di blog resmi PlayStation, dikutip Selasa.

Dengan demikian pengguna fitur Party tidak akan mengalami masalah konektivitas saat menghubungkan dengan pengguna lain yang sebelumnya dikeluhkan.

Fitur Party sekarang juga bisa mentranskripsi obrolan dari suara ke teks. Namun, fitur baru itu baru tersedia untuk pengguna di AS dan kemungkinan akan diperluas untuk pengguna di negara-negara lain.

Bagi mereka yang ingin melakukan streaming game PS4 tertentu pada perangkat seluler, Remote Play sekarang dapat digunakan pada smartphone dan tablet yang menjalankan Android 5.0 atau lebih tinggi.

Cukup unduh Aplikasi Remote Play PS4 dari Google Play Store untuk menggunakan fitur ini.

Sementara itu, untuk pengguna iPhone atau iPad, Remote Play App telah diperbarui sehingga mereka sekarang dapat menampilkan pengontrol setiap saat dan mengunci orientasi layar.

Selain itu, pemain akan dapat menggunakan pengontrol nirkabel DualShock 4 mereka melalui Bluetooth untuk Remote Play di Android, iPhone, iPad, dan Mac.

Untuk bisa melakukan itu, pengguna hanya perlu memperbarui sistem ke Android 10, iOS 13, iPadOS 13 atau MacOS Catalina yang dirilis bulan ini. [ria]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edutekno

2020 Platform E-commerce Bakulikan.com Hadir Dengan Wajah Baru Lebih Friendly dan Aman

Published

on

EDUPUBLIK – Inisiator/Founder platform e-commerce/marketplace dengan Brand lokal mengatakan, e-commerce Bakulikan akan hadir dengan sentuhan baru yang lebih friendly dan aman.

Dia juga mengatakan, hadirnya platform tersebut, sebagai bagian dari transformasi Digitalisasi di Sektor Kelautan dan Perikanan untuk memudahkan para Nelayan, pembudidaya, petambak dan pelaku usaha dalam melakukan transaksi secara aman dan efektif efisien sesuai kebutuhan Pasar.

“Platform Bakulikan.com kedepan menjadi base data yang terintegrasi secara komprehensif di sektor Kelautan dan Perikanan di Indonesia,” ujar Inisiator M Yusuf, dalam rilisnya, di Jakarta, Rabu (6/5).

Saat ini, lanjutnya, data nelayan Indonesia yang terdiri dari nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam dan pelaku usaha seperti KUB, UMKM, Koperasi, Koorporasi Per Januari 2020, ada sekitar 1,8 Juta orang lebih

Sehingga, kata Dia, perlu ada Transformasi untuk memperbaiki tata kelola dan tata niaga dari hulu hingga hilir masalah kelautan dan perikanan tersebut.

“Insya Allah Saya bersama Tim Bakulikan Indonesia melakukan Pembaharuan Sistem Website/mendevelop ulang platform e-Commerce Bakulikan.com sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Tahun 2020 ini, platform e-commerce/marketplace bakulikan.com akan fokus pada sistem managemen transaksi a.l:
1. Ikan segar
2. Produk Olahan KP
3. Klinik UMKM (branding produk, packing produk, edukasi UMKM).

“Semoga platform e-commerce/marketplace bakulikan.com menjadi terdepan dan terpercya sebagai salah satu e-commerce/marketplace di Indonesia,” tutupnya. [my]

Continue Reading

Edutekno

TikTok Perbarui Aplikasi Melawan Hoaks

Published

on

tiktok

EDUPUBLIK – Aplikasi video TikTok memperbarui kebijakannya untuk memerangi hoaks atau informasi yang menyesatkan sehingga bisa membahayakan para pengguna mereka maupun publik.

“Kami menghapus misinformasi yang bisa membahayakan kesehatan seseorang atau keamanan publik secara luas. Kami juga menghapus konten yang didistribusikan kampanye disinformasi,” kata TikTok, dikutip dari Reuters.

Kebijakan TikTok mengenai “konten menyesatkan” semula hanya untuk mengatasi scam atau penipuan, pengguna dilarang menggunakan identitas palsu atau menyiarkan informasi palsu untuk mencari keuntungan.

Juru bicara TikTok mencontohkan aturan baru mereka ini akan berlaku untuk konten yang mengandung teori konspirasi seperti Pizzagate, cerita tentang eksploitasi anak yang melibatkan restoran pizza milik keluarga Clinton di Washington.

Cerita ini viral di media sosial pada 2016 lalu. Data dari Sensor Tower menunjukkan TikTok dan Douyin, TikTok versi China, telah diunduh sebanyak 1,5 miliar, dan 680 juta unduhan diantaranya terjadi sepanjang 2019.

Amerika Serikat beberapa lalu mengkhawatirkan aplikasi mengancam keamanan nasional mereka, berkaitan dengan pengelolaan data aplikasi tersebut.

TikTok, yang berasal dari China, ditinjau ulang oleh militer dan komite investasi asing AS.TikTok menyatakan data pengguna AS disimpan di luar China. [ant]

Continue Reading

Edutekno

Instagram Ingatkan Pengguna Soal Unggahan Menyinggung

Published

on

credit: grafik gambar instagram/via: facebook

EDUPUBLIK – Instagram menghadirkan fitur baru untuk mencegah pengguna mengunggah pesan yang bisa dianggap menyinggung pengguna lain.

Beberapa bulan lalu, Instagram meluncurkan alat yang memberi tahu pengguna ketika komentar mereka dianggap tidak sopan sebelum diunggah, fitur baru ini memperluas penggunaan alat tersebut.

Dikutip dari Phone Arena, Rabu, (18/12) Instagram menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi teks yang berpotensi menyinggung.

Lebih lanjut, Instagram mengatakan, mereka yang menulis pesan menyinggung akan menerima pemberitahuan, yang langsung muncul di layar, bahwa caption foto atau video yang mereka tulis mirip dengan yang dilaporkan sebagai bullying.

Instagram akan memungkinkan pengguna mengedit pesan sebelum diunggah jika pesan tersebut ditandai sebagai pesan yang berpotensi menyinggung pengguna lain.

Fitur baru ini dimaksudkan untuk mengedukasi pengguna Instagram dan mencegah mereka melanggar aturan jejaring sosial tersebut, yang dapat berpotensi kehilangan akun mereka.

Menurut Instagram, fitur baru caption-warning tersebut akan diluncurkan di negara-negara tertentu, kemudian meluas ke seluruh dunia dalam beberapa bulan mendatang. [ant]

Continue Reading

Terpopuler