Connect with us
data-ad-client="ca-pub-5380071771854709" data-ad-slot="4198541131" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">

International

Gubernur California Cari Dana Atasi Krisis Tunawisma

credit: Gubernur California Gavin Newsom /dok. twitter

EDUPUBLIK, LOS ANGELES – Gubernur California memulai “tur tunawisma” selama sepekan pada Senin untuk mengumpulkan dana sebesar  750 juta dolar AS (sekitar Rp 10,5 triliun) untuk mengatasi semakin banyaknya orang yang hidup di jalanan, dimulai dari sebuah komunitas pedesaan untuk menunjukkan masalah yang banyak ditemui kota besar di San Francisco dan Los Angeles.

Gubernur dari Partai Demokrat, Gavin Newsom pekan lalu meminta anggota parlemen negara bagian untuk mengumpulkan dana tersebut sebagai bagian dari anggaran 2020-2021 dan berencana untuk mengajukan petisi kepada pemerintah federal untuk mendapatkan uang tambahan membantu program Medicaid California, layanan bagi para tunawisma.

“Tunawisma bukan hanya masalah di kota-kota kami, itu juga masalah pinggiran kota dan masalah pedesaan. Tidak ada warga California yang bisa mengatakan bahwa tunawisma adalah masalah orang lain,” ujar Newsom.

Lebih lanjut, Dia mengatakan hal itu, dalam memulai tur di Grass Valley, sebuah kota berpenduduk sekitar 12.000 di pegunungan Sierra Nevada di timur laut Sacramento.

“Setiap sudut negara kita memiliki terlalu banyak orang yang hidup di jalanan. Dan krisis ini menekankan sumber daya publik, dari ruang gawat darurat hingga penjara hingga departemen pekerjaan umum. Dibutuhkan tingkat kemitraan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara pemerintah daerah, negara bagian, dan pemerintah federal,” kata Newsom dalam pernyataan.

Diperkirakan 130.000 orang kehilangan tempat tinggal di suatu tempat di California pada hari tertentu, lebih dari negara bagian lain, menurut Departemen Perumahan dan Pengembangan Perkotaan AS (HUD). California, rumah bagi sekitar 39,6 juta orang, adalah negara bagian terpadat di Amerika Serikat.

Newsom dan pejabat California lainnya sempat berkonflik dengan Presiden AS Donald Trump atas masalah ini, dengan Trump menyalahkan para pemimpin negara bagian dan lokal karena gagal menyelesaikan masalah.

Pada kunjungan ke San Francisco dan Los Angeles pada bulan September, Trump mengatakan kondisi di jalan-jalan mereka termasuk sampah, kotoran, dan jarum suntik yang ditinggalkan oleh para tunawisma merusak keindahan mereka.

Pada bulan yang sama Sekretaris HUD Ben Carson menolak permintaan uang federal yang lebih banyak.

Walikota Los Angeles Eric Garcetti secara resmi meminta administrasi Trump untuk bantuan federal pada Senin dalam sebuah surat yang mengindikasikan kedua pihak telah melakukan negosiasi yang produktif mengenai masalah tersebut.

Newsom, yang pekan lalu menyerukan untuk mendirikan rumah dan tenda darurat milik negara, bergabung dengan pembuat undang-undang negara bagian dan lokal dalam kunjungan ke dua tempat penampungan tunawisma di Grass Valley, Senin.

Tur gubernur bagian pertama juga akan membawanya ke Los Angeles County, daerah Teluk San Francisco dan Central Valley. [reuters]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

International

Trump Akui Joe Biden Presiden AS

Published

on

photo credit: Presiden AS Terpilih Joe Biden/via: twitter

EDUPUBLIK – Dengan ancaman pemakzulan untuk kedua kalinya yang semakin meningkat, Presiden Donald Trump mengakui, pada Kamis (7/1) bahwa Joe Biden akan menjadi Presiden Amerika Serikat selanjutnya, sehari setelah para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol AS dalam serangan yang mengejutkan terhadap demokrasi AS saat Kongres sedang mengesahkan kemenangan Biden.

Trump, yang pada Kamis pagi masih terus membuat klaim palsu bahwa pemilihan presiden itu telah dicuri darinya, mengatakan bahwa fokusnya kini untuk memastikan transisi yang lancar ke administrasi Biden dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis malam waktu setempat. Biden, presiden terpilih dari partai Demokrat, dijadwalkan untuk dilantik pada 20 Januari.

Presiden itu mengecam kericuhan yang pecah pada Rabu, mengatakan bahwa para perusuh telah mencemarkan kursi demokrasi Amerika.”Melayani sebagai Presiden anda telah menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya,” kata Trump yang merupakan presiden dari partai Republik. “Dan untuk seluruh pendukung saya yang hebat, saya tahu anda kecewa, namun saya juga ingin anda tahu bahwa perjalanan hebat kita baru saja dimulai.”

Pernyataan itu merupakan pembalikan tajam bagi Trump, yang menghadapi seruan-seruan untuk pengunduran atau pengusiran dirinya dari kursi kepresidenan usai penyerangan yang terjadi pada Rabu. Selama berbulan-bulan Trump bersikeras dirinya telah menang dalam pemilihan 3 November lalu akibat terjadinya kecurangan yang luas, meski tak ada bukti atas pernyataannya itu.

Desakannya pada hari Rabu kepada ribuan pendukungnya untuk berjalan ke Gedung Capitol untuk memprotes hasil pemilihan memicu kumpulan massa yang menerabas barisan petugas kepolisian dan menginvasi Capitol, memaksa para anggota Kongres untuk bersembunyi demi keselamatan masing-masing.

Para perwakilan dari partai Demokrat di Kongres, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi dan pimpinan partai Demokrat di Senat Chuck Schumer, menyerukan kepada kabinet Trump dan Wapres Mike Pence untuk menggunakan Konstitusi AS untuk mencopot Trump atas “hasutan pemberontakan”.

Amandemen ke-25 dalam Konstitusi AS memperbolehkan jumlah mayoritas dari Kabinet untuk mencopot seorang presiden dari kekuasaan apabila dia tidak dapat melaksanakan tugasnya.

Namun seorang penasihat Pence mengatakan sang Wapres, yang harus menjadi pemimpin upaya semacam itu, menolak untuk menggunakan amendemen tersebut untuk mengusir Trump dari Gedung Putih.

Apabila Pence gagal untuk mengambil langkah, Pelosi memberikan sinyal bahwa dia akan mengumpulkan kembali anggota DPR untuk menginisiasikan proses pemakzulan terhadap Trump atas perannya dalam kericuhan pada Rabu, yang mengakibatkan kematian lima orang, termasuk seorang petugas kepolisian Capitol, yang kematiannya dikonfirmasi oleh anggota DPR Dean Phillips melalui Twitter.

Segelintir wakil rakyat dari partai Republik juga menyerukan pencopotan Trump. Laman editorial Wall Street Journal, yang dianggap sebagai suara terdepan dari pihak Republik, menyerukan pengunduran diri Trump pada Kamis malam.

Sejumlah anggota pemerintahan Trump, termasuk Menteri Transportasi Elaine Chao, yang juga merupakan istri Pimpinan Mayoritas Senat Mitch McConnell, mengundurkan diri sebagai sikap simbolis terhadap kekerasan itu. [rzy/ant]

Continue Reading

International

PM Singapura Menerima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19

Published

on

photo credit: Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong/via: twitter

EDUPUBLIK – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 pada Jumat (8/1).

Kabar itu diperlihatkan melalui unggahan video Facebok, yang menunjukkan pria berusia 68 tahun itu disuntik di bagian lengan di salah satu rumah sakit setempat.

Singapura sejauh ini hanya merestui vaksin COVID-19 produksi Pfizer-BioNTech, tetapi pemerintah juga mengamankan dosis cukup untuk 5,7 juta populasi mereka termasuk dari produsen lainnya seperti Moderna dan Sinovac.

“Kami divaksinasi lebih awal untuk memperlihatkan kepada warga Singapura bahwa kami yakin vaksin tersebut aman dan ampuh,” kata Lee, menambahkan dirinya ditemani oleh pejabat kesehatan senior, Kenneth Mark, yang juga divaksinasi.

Negara kota itu meluncurkan program vaksinasi pertamanya pada akhir Desember, akan tetapi Lee mengatakan vaksinasi yang lebih luas untuk para petugas medis dari lembaga publik akan dimulai pada Jumat dan disusul oleh kaum lansia bulan berikutnya. [ant/reuters]

Continue Reading

International

CEO Alibaba Hilang Misterius

Published

on

credit: @jackmafoundation/via: twitter

EDUPUBLIK – Pendiri Grup Alibaba, Jack Ma, tidak tampil di depan umum sejak dua bulan terakhir, setelah dia mengkritik pemerintah China dalam pidatonya.

Dikutip dari Reuters, Rabu, (6/1), Jack Ma mengkritik sistem regulator China saat berbicara di sebuah forum di Shanghai, pada Oktober tahun lalu.

The Financial Times, dikutip dari Reuters, menuliskan Ma tidak tampil dalam acara “Africa’s Business Heroes” pada November lalu. Jack Ma menjadi salah seorang juri dalam acara tersebut.

Juru bicara Alibaba menyatakan sang miliuner tidak bisa hadir pada acara tersebut karena masalah jadwal yang berbarengan dengan kegiatan lain.

Regulator China sejak Oktober lalu mengkritisi bisnis dimiliki Jack Ma, termasuk diantaranya mengadakan penyelidikan antimonopoli terhadap Alibaba.

Sementara Ant Group, anak perusahaan Alibaba dalam bidang teknologi finansial, terpaksa menunda rencana melantai di bursa saham.

Ketua BDA China, perusahaan konsultan teknologi, Duncan Clark, berpendapat Jack Ma kemungkinan mengikuti saran untuk tidak tampil di depan umum terlebih dulu.

“Ini situasi yang cukup unik, berkaitan dengan Ant dan hal-hal sensitif seputar regulasi keuangan,” kata Clark.

Absennya Jack Ma di depan publik sempat menjadi pembicaraan utama di media sosial. [rzy/ant]

Continue Reading

Terpopuler