Connect with us

MataPublik

Hujan Deras Guyur Jakarta Jelang Pergantian Tahun

photo credit: akun @tmcpoldametro/via: twitter

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Pohon-pohon akses Jalan Pangeran Diponegoro dari arah Jalan Proklamasi. Pengendara yang hendak ke arah Stasiun Cikini maupun ke arah Taman Suropati harus mengambil jalan alternatif. Dahan-dahan pohon yang patah juga terpantau di Jalan Rasuna Said Jakarta Selatan.

Akun media sosial Twitter TMC Polda Metro Jaya juga menginfokan adanya papan nama yang roboh akibat angin kencang di Jalan Pramuka. Robohnya papan nama juga menutup akses jalur lambat Jalan Pramuka.

Penanganan pohon tumbang dan robohnya papan nama dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran dan dibantu oleh warga setempat.

Selain itu, berdasarkan info dari akun Twitter Info Commuter Line pohon tumbang juga terjadi di Stasiun Sudirman yang mengakibatkan perjalanan KRL relasi Bogor-Kampung Bandan-Jatinegara hanya sampai Stasiun Manggarai.

Perjalanan KRL tersebut akan terganggu dan masih menunggu proses evakuasi pohon tumbang selesai. [rizky]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta

Ini Biaya Renovasi Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta

Published

on

photo credit: rumah dinas gubernur DKI/istimewa

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Berbagai persiapan dilakukan Pemprov DKI untuk untuk memperbaiki rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang berada di Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat.

Salah satunya adalah pengadaan elevator (lift) rumdin yang diketahui hanya memiliki 2 lantai, yakni lantai dasar dan lantai 1.

Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Presetio Edi Marsudi, anggaran Rp 750 juta untuk lift itu tidak ada saat pembahasan rapat Badan Anggaran (Banggar). Namun nyatanya anggaran tersebut muncul tiba-tiba dan masuk di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Pengadaan lift dilakukan dengan skema pengadaan langsung tanpa lelang. “Mungkn dia pakai dana operasional dia, kan operasional gubernur dia besar. Kalau  pakai APBD, biarkan BPK yang lihat. Saya saat pimpin Banggar itu barang (lift) enggak ada,” kata Pras di Gedung DPRD DKI, Rabu (24/1/2018).

Prasetio mengatakan akan menanyakan dari mana asal anggaran tersebut pada rapat Banggar. “Pengawasan nanti terlihat. Pas dia eksekusi anggarn dari mana. Nanti akan saya tanyakan di dalam rapat Banggar,” katanya

Berdasarkan informasi yang diterima, anggaran pengadaan lift Rp 750 juta Rumdin Gubernur DKI masuk dalam pos anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Pemprov DKI (DCKTR DKI) tahun 2018.

Sebab berdasarkan Perpres 54/2010, pengadaan barang di atas Rp 200 juta harus dilakukan melalui lelang di di Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov DKI (BPPBJ DKI). [ria]

Continue Reading

MataPublik

Soal Gaya Rambut, Pasha Ungu Akhirnya Minta Maaf

Published

on

photo credit: walikota palu pasha/foto source: via twitter

EDUPUBLIK.COM, Palu – Sigit Purnomo Syamsudin Said atau akrab disapa Pasha Ungu akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait gaya rambutnya yang menuai kontroversi. Melalui Halaman Fanpage Najwa Shihab Pasha ungu menyampaikan permohonan maaf itu.

Dari unggahan bertanggal 22 Januari 2018, pukul 23:49 Wita itu Najwa Shihab menulis, ‘Teman-teman, berikut pesan Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo yang dititipkan ke Narasi terkait ramainya pemberitaan soal gaya rambut saat tampil di acara Tompi & Glenn’.

Sementara dalam unggahan Najwa Shihab itu terlihat foto yang telah dibubuhi tulisan dari sang wakil walikota, Pasha.

“Terimakasih atas perhatian saudara-saudaraku, rekan-rekan, masyarakat di seluruh indonesia terkait rambut saya yang terlihat dan dianggap ‘nyeleneh’ serta kurang tepat sebagai kepala daerah dalam acara Tompi & Glenn.

Prinsipnya saya sangat menerima masukan dan kritik yang ditujukan kesaya. Namun tanpa bermaksud membela diri dan melakukan pembenaran secara subyektif perlu saya informasikan bahwa yang mengikat saya dalam melaksanakan tugas jabatan selaku kepala daerah ada dua hal:

(1) aturan (2) etika secara aturan , tidak ada poin-poin tertentu yang mengatur bagaimana tatanan rambut seorang kepala daerah. Secara etika, saya tidak merasa melanggar etika, karena daya merasa tampil dengan rapi,” tulis Pasha.

Pasha  juga menjelaskan dalam tulisan itu bahwa acara yang dihadirinya itu penampilannya menyesuaikan dengan tema acara.

“Tagline acaranya adalah ‘musisi yang menjadi pejabat, atau kepala daerah’, sebenarnya kesan itu (saya ikat rambut) sengaja saya tampilkan agar terlihat rapi,” tulisnya.

Wakil walikota Palu itu juga menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara itu untuk membuktikan bahwa Musisi/anak band juga bisa berkontribusi di dunia politik dengan menjadi kepala daerah.

“Menjadi pejabat dengan tujuan membangun daerah masing-masing,” ungkap Pasha.

Di akhir tulisan foto itu Pasha menyampaikan rasa terimakasih karena sudah mengomentari serta mengkritiknya.

“InsyaAllah saya jadi pribadi yang lebih baik lagi. Salam Hormat, Sigit Purnomo Sait/Pasha-Wakil Walikota Palu,” tutup pasha dalam tulisannya.

Tidak hanya smpai disitu, warganet pun kembali memberikan respon terkait unggahan klarifikasi wakil walikota Palu itu.

“Rambut bagian dari penampilan. Dari jaman sekolah, diajarin rapi, meski pake seragam tidak dan melanggar aturan, tp bukan berarti rambut juga tidak ada aturan, terlebih pejabat public, contoh bagi semua. Masak iya kudu diajarin dari disiplin anak SD” Tulis akun Sosial media bernama Fajarsari Adp.

Sementara akun facebook bernama Imanuel Marbun memberi komentar berbeda. “buatku ga ada masalah…selagi dia siap melayani masyarakat oke² aja.

karena akan lebih parah jika pejabat pakaian rapi dari ujung rambut hingga ujung kuku tapi ujung² nya korupsi. ambil positifnya aja, maaf jika pernyataan kita bersebrangan,” Tulis Imanuel. [ria]

Continue Reading

MataPublik

Mendagri Ingatkan Wakil Wali Kota Palu Pasha Soal Gaya Rambut

Published

on

photo credit: walikota palu pasha/foto source: via twitter

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan seluruh kepala daerah untuk berpakaian sewajarnya. Hal ini diutarakan setelah Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha ‘Ungu’ menjadi sorotan karena gaya skin fade dan dikuncir ke belakang.

“Ingat menjadi kepala daerah sudah siap harus menempatkan peran dan posisinya, apalagi setiap gerak dan langkahnya disorot orang,” kata Tjahjo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Tjahjo mengatakan dirinya sudah mempelajari detail aturan tentang penampilan kepala daerah. Menurutnya, dalam aturan itu jelas melarang kepala daerah laki-laki berambut gondrong.

“Tapi enggak ada, yang harus rambutnya cepak, karena pendek dikuncir, ya enggak ada aturannya,” ucap Tjahjo. “Sekarang tergantung pada masyarakat, bagaimana menilainya,” sambung dia.

Sebelumnya, gaya rambut Pasha Ungu menjadi sorotan masyarakat. Rambut Wakil Wali Kota Palu itu terlihat bergaya skin fade dan dikuncir ke belakang. Dalam kondisi itu, Pasha memakai seragam aparatur sipil negara (ASN).

Pasha acap menjadi sorotan usai dilantik sebagai Wakil Wali Kota Palu pada 17 Februari 2016 lalu. Saat awal menjabat, dia sempat menjadi omongan setelah tertangkap kamera sedang merokok di ruang publik dengan memakai pakaian dinas.

Gaya berbusananya juga pernah disorot. Dalam foto yang beredar, Pasha memadukan jas dan celana jeans plus ikat pinggang alarocker. Tak cuma itu, Pasha juga memasang aneka brevet di jasnya.

Beberapa brevet yang dipakai adalah pin Praja Wibawa yang biasa dipakai Satpol PP. Lalu ada brevet Scuba TNI AL dan lencana Pelopor Lantas. Pasha Ungu juga menyandang tongkat komando. [ria]

Continue Reading

Terpopuler