Connect with us

Nasional

IMF-World Bank Meeting: Menko Luhut Tinjau Persiapan Pengamanan

photo credit: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan Saat Meninjau Persiapan Pengamanan IMF-World Bank meeting, Bali, (16/9)/dok. Istimewa

NUSA DUA, BALI – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan melakukan peninjauan langsung terkait pengamanan perhelatan tahunan  IMF-World Bank.

Di Kompleks Nusa Dua, Luhut sebagai Ketua Panitia Nasional, memberikan arahan kepada aparat dan personel yang terlibat dalam pengamanan.

Dia juga meninjau, Simulation Security yang dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Dia mengungkapkan, Asops TNI menyampaikan beberapa skenario pengamanan yang akan dilakukan oleh lebih dari 20 ribu personelnya serta lebih dari 5,800 personel kepolisian pada pertemuan yang akan berlangsung bulan Oktober mendatang.

Dia menyatakan, puas dengan simulasi persiapan yang dilakukan lewat Tactical Floor Game, ini.

“Saya pesan kepada kalian agar betul-betul melakukan tugasnya dengan disiplin, instruksi dari Pangkogab harus didengar dengan jelas oleh seluruh personel, alat komunikasi harus dipastikan bisa digunakan dengan baik, jangan lupa untuk selalu mengecek kesiapan alat komunikasi,” ujar Menko Luhut Pandjaitan, kepada peserta pertemuan, di Bali, (16/9).

Dia juga mengatakan, terkait pengamanan. “Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG. Koordinasi yang baik di lapangan harus selalu dijaga. Pengamanan harus ketat tapi diusahakan untuk tidak terkesan tegang,” kata Dia.

Pada pertemuan itu, Luhut menjelaskan bahwa inisiasi agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tersebut sudah dilakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2014, sehingga dilanjutkan dan dilaksanakan oleh pemerintah sekarang.

“Pertemuan ini akan dihadiri oleh peserta dari 189 negara, Anda bisa bayangkan berapa orang yang akan datang nanti. Kemarin panitia dari IMF-Bank Dunia menyatakan kepada kami bahwa ini adalah persiapan yang paling baik sepanjang sejarah pertemuan mereka yang telah dilakukan sejak tahun 1946,” ujarnya.

Kepada peserta rapat dan simulasi ia mengatakan penyelenggaraan pertemuan tahunan ini membawa banyak manfaat untuk bangsa ini. Di antaranya pembangunan infrastruktur dan pemasukan yang akan didapat dari bidang pariwisata.

“Pemerintah mengalokasikan dana sebesar 857 miliar rupiah, yang digunakan sekitar 566 miliar rupiah yang mana sekitar 100 miliar dari jumlah ini akan masuk kembali ke negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelasnya.

Dia mengatakan, dengan adanya pertemuan ini kita juga melakukan pembenahan infrastruktur seperti di Bandara di Bali ini kita perbaiki sehingga jumlah penumpang yang dapat ditampung bisa bertambah hingga 1,2 juta orang lebih banyak dari sebelumnya.

“Runway Bandara Banyuwangi setelah diperpanjang kini bisa didatangi oleh pesawat Boeing 737-800. Begitu juga dengan Bandara di Toba,” kata Dia, seraya memberikan contoh pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan.

World Economic Forum

Menko menceritakan perjalanannya saat mendampingi Presiden pada pertemuan World Economic Forum awal pekan ini di Hanoi.

Dia mengisahkan pada pertemuan dengan pendiri dan Ketua Eksekutif WEF, Klaus Schwab, menurutnya Mr. Schwab memuji kinerja pemerintah Indonesia yang tetap mampu mengendalikan perekonomiannya dalam situasi seperti ini.

Dia mengatakan Mr. Schwab tertarik untuk datang dan berinvestasi di Indonesia, seperti juga beberapa investor besar yang akan datang ke ajang pertemuan tersebut.

Dia menyebutkan, beberapa investor top dunia akan datang pada pertemuan tersebut begitu juga beberapa kepala negara, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Sekitar 2,500 pertemuan akan digelar di acara ini. Dengan ini kita berharap investasi bisa mengalir ke Indonesia,” sebutnya.

Command Center

Setelah melihat simulasi Menko Luhut meresmikan Command Center di area Nusa Dua, yang mengintergrasikan semua kegiatan monitoring dan kontrol dari para petugas gabungan. Center ini memantau lebih dari 600 CCTV yang tersebar di seluruh Bali.

“Command Center (CC) ini dibuat permanen supaya bisa dipakai untuk acara selanjutnya. Fungsinya untuk mengintegrasikan semua, terkendali jika ada hal-hal darurat atau tidak darurat bisa dikontrol di sini,” kata Luhut.

Dia mengatakan, CC juga mengintegrasikan semua frekuensi berbeda-beda serta terkoneksi dengan bandara.

Dia juga mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali di Denpasar.

Luhut menyatakan puas dengan kesiapan Pusdalops BPBD Bali dan berniat meniru hal yang sama dalam bentuk lebih kecil untuk beberapa daerah wisata lain.

“Saya pribadi kagum ternyata kita punya kelas sebaik ini. Kita ingin mengcopy seperti ini di wilayah seperti Mandalika, Banyuwangi, Manado, dan Danau Toba, sehingga wisatawan yang datang tidak ragu lagi. Mereka mengintegrasikan semua, ambulans, helikopter, kapal, rumah sakit dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, pengamanan Pertemuan IMF-Bank Dunia meliputi 12 Satgas yang terdiri dari Satgas Panwil 1 Bali, Satgas Evakuasi, Satgas Laut, Satgas Penerbangan, Satgas Komlek, Satgas Intel, Satgas Passus, Satgas Pam VVIP, Satgas Pam VIP, Satgas Hanud, Satgas Udara, dan Satgas Medis. [lp]

Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto