Connect with us

Jakarta

Ini Biaya Renovasi Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta

photo credit: rumah dinas gubernur DKI/istimewa

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Berbagai persiapan dilakukan Pemprov DKI untuk untuk memperbaiki rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang berada di Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat.

Salah satunya adalah pengadaan elevator (lift) rumdin yang diketahui hanya memiliki 2 lantai, yakni lantai dasar dan lantai 1.

Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Presetio Edi Marsudi, anggaran Rp 750 juta untuk lift itu tidak ada saat pembahasan rapat Badan Anggaran (Banggar). Namun nyatanya anggaran tersebut muncul tiba-tiba dan masuk di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Pengadaan lift dilakukan dengan skema pengadaan langsung tanpa lelang. “Mungkn dia pakai dana operasional dia, kan operasional gubernur dia besar. Kalau  pakai APBD, biarkan BPK yang lihat. Saya saat pimpin Banggar itu barang (lift) enggak ada,” kata Pras di Gedung DPRD DKI, Rabu (24/1/2018).

Prasetio mengatakan akan menanyakan dari mana asal anggaran tersebut pada rapat Banggar. “Pengawasan nanti terlihat. Pas dia eksekusi anggarn dari mana. Nanti akan saya tanyakan di dalam rapat Banggar,” katanya

Berdasarkan informasi yang diterima, anggaran pengadaan lift Rp 750 juta Rumdin Gubernur DKI masuk dalam pos anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Pemprov DKI (DCKTR DKI) tahun 2018.

Sebab berdasarkan Perpres 54/2010, pengadaan barang di atas Rp 200 juta harus dilakukan melalui lelang di di Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov DKI (BPPBJ DKI). [ria]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta

Massa Demo Balaikota Saling Adu Mulut, ‘We Love Anies’ vs ‘Anies Sengsarakan Rakyat’

Published

on

credit: Massa Demo Anies/dok. capture via instagram

EDUPUBLIK, JAKARTA – Aksi mengenai banjir Jakarta yang melibatkan dua kubu yaitu kelompok pro Bang Japar dengan kelompok kontra yaitu Aliansi Jakarta Bergerak sempat mengalami cek cok adu mulut pada saat kelompok kontra melakukan kegiatan longmarch menuju Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Berdasarkan pantauan awak media pada, selasa (14/1) pukul 14.17 WIB, para peserta Jakarta Bergerak mulai berjalan ke arah Patung Kuda sambil menyanyikan lagu bernada negatif kepada Pemimpin DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sekitar tiga kali kelompok itu bernyanyi sambil membawa payung serta menggunakan topi bertuliskan “Anies Sengsarakan Rakyat”, massa dari kubu pro- Anies berteriak dari depan Balai Kota meski dihalangi barikade polisi.

“Kalau ga suka pindah provinsi aja,” ujar salah satu massa pro-Anies sambil memegang spanduk bertuliskan We Love Anies.

Meski demikian peserta yang tergabung dalam Jakarta Bergerak itu tetap berjalan sambil menyanyikan lagu mereka dengan pengamanan dari pihak kepolisian di sisi kanan dan kiri mereka.

Terlihat juga beberapa massa pendukung Anies melemparkan botol air namun para peserta Jakarta Bergerak tetap berjalan menuju spot Patung Kuda yang dekat juga dengan Monas.

Polisi juga menghentikan laju kendaraan selama long march berlangsung agar para peserta kontra Anies dapat sampai tanpa gangguan.

Massa yang “Jakarta Bergerak” akhirnya sampai di titik depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha pada pukul 14.30 WIB dan beberapa peserta segera mencari tempat berteduh karena cuaca panas terik.

Terkait pemindahan lokasi orasi, salah satu orator Jakarta Bergerak Dewi Tanjung mengatakan hal itu sudah dikoordinasikan dengan petugas keamanan.

“Memang titik kumpul di Balai Kota lalu pihak kepolisian berkoordinasi dengan kami biar ga jadi benturan, kita ngikutin arahan mereka. Karena mereka (pendukung Anies) adalah sodara kita kita. Jadi kita tetap menghargai mereka mau ibadah,” kata Dewi Tanjung. [seno/ant]

Continue Reading

Jakarta

659 Personel Polisi Kawal Demo Anies

Published

on

credit: Massa Demo Anies/capture via instagram

EDUPUBLIK, JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menyiapkan 659 personel untuk mengawal rencana aksi unjuk rasa depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Personel tersebut merupakan gabungan Polda Metro Jaya dengan Polres Metro Jakarta Pusat.

“Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat juga melaksanakan apel kekuatan, sekitar 659 personel yang kita turunkan di depan Balai Kota,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (14/1).

Rencananya siang ini ada dua elemen yang akan menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, yakni massa pro Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan massa kontra Anies.

“Sesuai pemberitahuan ada dua. Satu yang mendukung kegiatan yang dilakukan gubernur, satu lagi memberikan masukan,” sambungnya.
Berdasar selebaran yang disebarkan oleh kedua kubu, rencana demo akan dilakukan bersamaan yakni sekira pukul 14.00 WIB-17.00 WIB.

Meski diperkirakan akan menyebabkan arus lalu lintas tersendat, pihak kepolisian belum melakukan penutupan jalan dan melakukan pengalihan arus lalu lintas. Yusri menyebut pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kita situasional saja melihat di lapangan, kalau perlu ditutup, tutup dua-duanya kalau massanya banyak,” pungkasnya. [ria/ant]

Continue Reading

Jakarta

Anies Mengaku Tengah Mengaudit Pompa-pompa yang Rusak

Published

on

credit: Gubernur DKI Anies Baswedan

EDUPUBLIK, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah mendapat laporan dari anak buahnya soal sejumlah pompa stasioner yang terendam banjir dan tengah melakukan audit pompa yang rusak.

“Nanti saya tunjukkan datanya karena kami lakukan audit kok terhadap pompa-pompa yang kemarin sempat tidak berfungsi akibat tenggelam,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, (9/1).

Pompa-pompa tersebut tenggelam, kata Anies, karena saat banjir di Jakarta pada 1 Januari 2020 tersebut, pompa berfungsi mengambil air dari satu sungai yang dipindahkan ke sungai yang letaknya lebih tinggi.

“Memang unik, pompa ambil dari satu sungai dipindah ke sungai lain yang letaknya lebih tinggi. Tapi air sudah mengalir dulu dari sungai yang lebih tinggi itu. Tapi air lebih dulu merendam pompa sebelum selesai membuang ke sungai. Kondisi seperti itu yang kami perbaiki semuanya,” ucap Anies.

Namun demikian, Anies menyebut tidak ada upaya untuk memindahkan pompa stasioner.

“Enggak dipindahkan pompanya, kemarin itu karena permukaan air itu terlalu tinggi, jadi tempat yang harusnya disedot, justru yang disedot ke kirim air,” ucapnya.

Sebelumnya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebut ada 10 titik pompa yang terendam air saat banjir melanda ibu kota pada Rabu (1/1) lalu. Namun demikian, air yang melanda rumah pompa tersebut kini sudah surut dan pompa dalam pemeliharaan petugas teknisi.

“Rumah pompa yang terendam itu ada sekitar 10 lokasi dan tersebar di berbagai wilayah. Termasuk di Teluk Gong Penjaringan; Semanan Kalideres dan Kampung Pulo Jatinegara,” ujar kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf di Balai Kota Jakarta, Senin (6/1).

Dalam kesempatan itu, Juaini tidak bisa memastikan jumlah unit pompa yang terendam banjir karena dalam rumah pompa jumlah unitnya bervariasi antara dua hingga empat unit pompa. [rzy/ant]

Continue Reading

Terpopuler