Connect with us

Edu Sport

Ini Harapan Peraih Emas Taekwondo Asian Games

JAKARTA – Peraih medali emas Asian Games 2018 dari cabang olahraga taekwondo Defia Rosmaniar berharap prestasinya bisa menginspirasi generasi muda untuk berbuat yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa Indonesia.

“Ayo terus berprestasi, tingkatkan jiwa patriotisme, jauhkan hal-hal negatif yang akan membuat kekacauan di negeri tercinta ini,” kata Defia dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Dara kelahiran Bogor, Jawa Barat, 25 Mei 1995 ini mengaku untuk meraih medali emas dalam Asian Games 2018 bukan hal mudah.

“Butuh perjuangan keras dan pengorbanan,” kata peraih medali emas taekwondo kelas poomsae putri perorangan ini.

Tidak hanya harus bisa mengalahkan lawan dari babak awal sampai final, perjuangannya juga sudah dilakukan sejak masa-masa persiapan, termasuk latihan teknik dan fisik 6,5 jam per hari di training camp Pelatnas Taekwondo Asian Games 2018 di Korea Selatan.

Saat sedang berlatih di Negeri Ginseng inilah Defia menerima kabar duka, ayah yang selalu mendukungnya menjadi atlet taekwondo meninggal dunia.

Meski hanya mendapatkan izin pulang tiga hari, mahasiswi semester lima Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Jakarta ini tidak larut dalam duka. Meninggalnya sang ayah justru memicunya berlatih lebih keras.

Disaksikan Presiden Joko Widodo dan juga ibu dan adik-adiknya di pinggir gelanggang, pada final, Minggu (19/8), Defia tampil sempurna saat mengalahkan atlet Iran Marjan Salahshouri. Medali emas pertama untuk Indonesia.

“Bangga banget, karena ini tidak sekedar bangga meraih prestasi, tapi juga bangga bisa memberikan hadiah terbaik bagi Bangsa Indonesia dan keluarga,” katanya. “Apalagi medali saya dikalungkan oleh Presiden Jokowi. Itu adalah penghargaan luar biasa bagi saya,” tambah Defia. [ant]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu Sport

Virus Corona Melanda Spanyol, 28 Skuad Vamos Indonesia Dipulangkan Ke Tanah Air

Published

on

credit: vamos indonesia

Antisipasi penyebaran Virus Corona, 28 Skuad Vamos Indonesia dipulangkan ke Indonesia dari Spanyol, menyusul diberlakukannya lockdown di seluruh wilayah itu.

Manajemen Vamos Indonesia bergerak cepat megantisipasinya dengan menarik pulang Skuad tersebut, dari tiga wilayah di Spanyol, antara lain, Palencia (Castilla de Leon), Palamos (Cataluna) dan Ceuta (Andalusia).

“Mereka saat ini tengah menempuh perjalanan udara kembali ke tanah air dan diharapkan tiba sore ini di Bandara Soekarno Hatta, dengan menggunakan dua maskapai, Emirates dan Qatar Airways,” ujar Founder Vamos Indonesia, Fanny Riawan dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (16/03).

Dia mengatakan, Vamos Indonesia sangat peduli dengan keselamatan serta kesehatan anak-anak Indonesia di Spanyol, sehingga cepat kami putuskan untuk segera memulangkan dan mengembalikan mereka ke tempat yang paling aman dan nyaman, yakni kembali kepada keluarganya masing-masing.

“Kami berkejaran dengan waktu. Karena sejak Sabtu kemarin, sejumlah maskapai penerbangan sudah tidak lagi melayani penumpang yang hendak keluar dari Spanyol. Namun Alhamdulillah, kami masih bisa mendapatkan maskapai untuk menerbangkan 28 anak Vamos Indonesia kembali ke tanah air,” kata Fanny.

Saat ini, di sejumlah akademi di Spanyol, sejumlah anak-anak mancanegara lain, juga telah mulai meninggalkan Spanyol menuju ke negara masing-masing. Mereka berharap penyebaran virus Corona ini bisa segera dihentikan sehingga kompetisi dan aktivitas olah raga bisa berjalan normal kembali.

Sementara itu, Revano Adhiendra, salah seorang Skuad Vamos Indonesia kelahiran 2003, mengaku senang sekaligus sedih meninggalkan akademi Palamos, tempatnya berlatih selama ini.

“Saat banyak warga Eropa, juga Spanyol saat ini terkena virus corona, aku senang karena akan segera berada di Indonesia bersama ayah bundaku,” kata Reva panggilan akrab Revano.

“Tapi juga ada rasa sedih karena meninggalkan pelatih, teman-teman serta tempat latihanku disana. Apalagi kita sudah latihan keras menghadapi turnamen MIC, eh ternyata dibatalkan. Mudah-mudahan kita bisa segera balik lagi ke Spanyol,” imbuhnya.

Kondisi ke-28 Skuad Vamos Indonesia Saat Ini Dalam Keadaan Sehat

Mereka sudah beberapa kali diukur suhu tubuhnya dan masih dalam kondisi normal, sekitar 36° Celcius. Demi mencegah masuknya virus dalam tubuh, anak-anak mengikuti anjuran kesehatan dari petugas medis Spanyol dengan menggunakan masker dan sarung tangan sejak dari tempat masing-masing hingga dalam pesawat.

Sesudah berada di Indonesia, tim Vamos Indonesia juga akan mematuhi anjuran agar tetap berada di rumah hingga dua minggu kedepan. Berbagai program latihan dan rencana tanding persahabatan sudah disiapkan sambil menunggu perkembangan kondisi di tanah air akibat penyebaran virus Corona.

Pemerintah Spanyol memberlakukan lockdown terhadap negara yang dihuni 47 juta orang penduduk itu mulai pukul 08.00 pagi Hari Senin (16/3/2020) ini. Langkah yang bertujuan untuk menghambat penyebaran virus corona yang sudah menjangkiti banyak orang itu akan berlaku hingga 15 hari ke depan. Langkah itu juga diambil karena Spanyol menjadi negara terdampak paling parah kedua di Eropa, setelah Italia.

Selama masa lockdown berlangsung, masyarakat dilarang meninggalkan rumah kecuali untuk membeli makanan, obat-obatan, pergi bekerja atau ke rumah sakit atau untuk keadaan darurat.

Minggu kemarin, saat anak-anak Vamos Indonesia menuju ke Bandara Barajas, Madrid, suasana di hampir seluruh kota Madrid, terlihat lengang. Namun di Barcelona, kota terbesar kedua di Spanyol, jalan-jalan yang menuju ke Bandara Barcelona El Prat, masih macet, dipenuhi kendaraan yang hendak meninggalkan kota tersebut.

Saat lockdown, semua bar, restoran, dan toko yang menjual apa pun kecuali makanan dan bahan pokok lainnya harus ditutup. Selain itu, kegiatan rekreasi dan olahraga juga harus ditangguhkan. Tempat hiburan umum seperti bioskop, teater, kolam renang dan lapangan olah raga juga ditutup.

Sebelumnya Badan Liga Spanyol telah menghentikan seluruh pertandingan Liga mulai dari LaLiga hingga ke divisi-divisi dibawahnya. Tak terkecuali turnamen MIC (Mediterranean International Cup) Football yang sedianya berlangsung 7-12 April di Costa Brava dan akan diikuti juga oleh tim Vamos Indonesia, turut dihentikan pelaksanaannya untuk tahun ini. [rk]

Continue Reading

Edu Sport

26 Skuad Vamos Indonesia akan berlaga di turnamen MIC April 2020 di Spanyol

Published

on

EDUPUBLIK – 26 Skuad Vamos Indonesia akan turut berlaga dan meramaikan turnamen MIC 2020 ini. Mereka akan tergabung dalam dua tim, BNI Vamos Indonesia (di kategori A1 – usia 19 tahun) dan Perfect Football (di kategori A2 – usia 18 tahun).

Hasil undian grup (drawing) yang semalam berlangsung (Jumat 6 Maret 2020 dini hari) di Barcelona Spanyol, menempatkan tim Vamos Indonesia berada satu grup dengan Atletico Madrid serta tim Perfect Football satu grup dengan AC Milan.

Founder Vamos Indonesia, Fanny Riawan menyebut hasil drawing ini menguntungkan tim BNI Vamos Indonesia karena mereka sudah pernah menghadapi Atletico Madrid dalam sparring dua minggu lalu yang berakhir imbang 2-2.

“Tentu saja kami berharap, tim BNI Vamos Indonesia akan bisa bermain maksimal dan menghasilkan kemenangan di setiap pertandingan. Tapi kami juga paham, lawan-lawan yang akan kami hadapi adalah tim-tim dengan nama besar yang sudah memiliki pengalaman serta track record yang bagus,” kata Fanny.

Berbekal pengalaman sebelumnya yang membawa tim Indonesia U14 memenangkan Gothia Cup tahun 2016 lalu di Swedia, Fanny menambahkan bahwa dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin

“Anak-anak Vamos Indonesia sudah menyiapkan diri menghadapi turnamen MIC ini. Mereka, baik yang berada di kota Palencia dan Palamos, senantiasa berlatih keras seminggu sekali sebagai sebuah tim Vamos Indonesia disela-sela kesibukan membela klubnya masing-masing,” imbuh Fanny.

Dia mengatakan, MIC (Mediterranean International Cup) Football adalah turnamen sepak bola usia muda yang tahun ini telah berusia 20 tahun. MIC digelar di daerah Costa Brava, Spanyol dan diikuti sejumlah klub utama dunia.

Turnamen ini punya satu tujuan, memberikan kesempatan kepada pesepak bola muda dari seluruh dunia untuk bertanding melawan tim dan pemain internasional terbaik.

Setiap Libur Paskah (awal April), ribuan pesepak bola muda dari seluruh dunia memenuhi Costa Brava dengan mimpi menjadi juara dan menunjukkan kepiawaiannya.

Digelar hanya 5 hari, ratusan pertandingan dimainkan di lapangan yang berlokasi di seluruh area Costa Brava, Catalunya Spanyol. Turnamen MIC ini sebelumnya telah melahirkan banyak bintang sepak bola, seperti Messi, Rashford, Coutinho, Neymar, dan Piqué. Inilah turnamen yang senantiasa menjadi ajang pertemuan bintang-bintang sepak bola masa depan.

Skuad BNI Vamos Indonesia akan dikomandoi oleh pelatih Jonatan Jesus Navarro Suarez atau akrab disapa Joni, yang juga adalah pelatih kepala tim Villamuriel (Divisi Lima Liga Spanyol).

Sedangkan tim Perfect Football akan dipegang oleh Edward Xuxu yang pernah menjadi pelatih tim Manchester United kategori pemuda.

Selain 9 anak Indonesia, tim Perfect Football ini juga akan diisi oleh anak-anak Spanyol dan beberapa negara lainnya, seperti India dan Amerika.

Turnamen MIC 2020 ini akan digelar mulai 7 sampai 12 April di wilayah Costa Brava Spanyol. Dan rencananya akan disiarkan langsung melalui live streaming channel Youtube Vamos Indonesia.

Akan Ada 9 Kategori Mulai Usia 12 tahun Hingga Yang Tertinggi Usia 19 tahun

Untuk kategori usia 19 tahun, selain Atletico Madrid, juga diikuti oleh tim besar lain seperti Real Madrid CF, Parma Calcio 1913, Kas Eupen, Sevilla FC, FC Porto Dragon Force dan B1 Soccer.

Sedangkan di kategori usia 18 tahun, selain tim AC Milan, juga diikuti oleh tim Villareal CF, UE LLagostera, Busan Ipark FC, Athletic Club, US Cazeres, dan FC Porto Dragon Force.

Disaat ada keraguan atas merebaknya wabah Corona, pelaksana turnamen MIC, mengatakan tetap akan menggelar turnamen MIC sesuai jadwal.

Untuk tahun ini, turnamen MIC digelar yang kali kedua puluh dan diikuti tidak kurang dari 300 tim terbaik seluruh dunia, seperti Liverpool, Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Manchester City, Manchester United, Paris Saint Germain, Tottenham Hotspur, FC Porto, PSV Eindhoven dan banyak lagi lainnya. [rk]

Continue Reading

Edu Sport

Emral Abus Jadi Pelatih Bali United Di Liga Champions Asia

Published

on

credit: Emral Abus/dok. facebook

EDUPUBLIK – Bali United menunjuk Emral Abus sebagai pelatih kepala untuk sementara waktu saat tim berjuluk Serdadu Tridatu ini melakoni babak Playoff Liga Champions Asia melawan Tampines Rovers, Selasa.

Alasan ditunjuknya Emral, karena Stefano Cugura “Teco” terkendala lisensi untuk kompetisi AFC. Dalam kompetisi bergengsi se-Asia ini, pelatih minimal wajib memiliki lisensi A AFC.

“Ya, untuk kompetisi Asian Champions League tahun ini, Coach Emral Abus akan menjabat sebagai pelatih kepala Bali United. Ada sedikit persoalan dari lisensi kepelatihan Coach Teco yang membuat secara administrasi tidak bisa didaftarkan sebagai pelatih kepala,” ujar CEO Bali United, Yabes Tanuri, dilansir dalam laman resmi klub, Senin (13/1).

“Jadi kami putuskan untuk memasukkan dan mendaftarkan Coach Emral Abus sebagai pelatih kepala,” ujar dia menambahkan.

Meski Emral akan menjadi pelatih, bukan berarti Teco sudah tidak memiliki peran di Bali United. Ia tetap bertanggung jawab atas semua masalah teknis di lapangan.

Sementara bagi Emral, menangani klub untuk turnamen Asia bukanlah hal baru. Ia pernah merasakannya bersama Persib Bandung pada tahun 2015, karena saat itu lisensi Djadjang Nurdjaman tidak memenuhi syarat.

“Coach Emral Abus sendiri sudah bergabung dengan skuad Bali United di Singapura hari Minggu kemarin. Walaupun begitu secara teknis tim tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Coach Teco,” kata dia.

“Kami rasa juga secara teknis permainan tidak akan mengganggu persiapan yang sudah dilakukan Coach Teco selama ini,” ujarnya menambahkan.

Untuk bisa lolos ke fase grup LCA, Bali wajib mengalahkan Tampines di Stadion Jalan Besar. Setelahnya mereka akan bertemu Melbourne Victory dan salah satu wakil Jepang, apabila menang atas klub Australia itu. [ant]

Continue Reading

Terpopuler