Connect with us

Jakarta

Jakarta Macet, Anies ke Balai Kota Naik Motor dan Pakai Celana Training

photo credit: gubernur DKI Anies Baswedan/heronesia via: twitter

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini tiba di Balai Kota dengan menaiki sepeda motor. Anies yang tiba Balai Kota, Jumat (20/10/2017) pukul 07.48 WIB itu juga mengenakan baju olahraga.

Anies yang biasanya memakai pakaian dinas harian, kali ini mengenakan celana training dan kaos bewarna hitam. Tak hanya itu, dia juga meggunakan sepatu kets saat tiba di Balai Kota.

Dia mengatakan alasanya menggunakan motor ke Balai Kota karena macetnya jalanan Ibukota.

“Macet sekali tadi ditempat saya Lebak Bulus itu termasuk tempat proyek pembangunan Antasari-Fatmawati dan MRT bersamaan. Jadi memang entah kenapa pagi ini macet sekali biasanya saya pindah naik motor,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Setibaya Anies di Balai Kota, para warga yang tengah melapor di posko pengaduan masyarakat di Balai Kota langsung menyambutnya.

photo credit: Gubernur DKI Anies Baswedan menerima pengaduan warga di balaikota/@aniesbaswedan via: twitter

Salah satu pengadu bernama Marjoni yang merupakan pedagang di Blok F Pasar Tanah Abang. Dia mengeluhkan soal pengelolaan PD Pasar Jaya kepada Anies. Mendengar keluhan tersebut, Anies pun menerima laporan tersebut.

“Kami disuruh paksa membayar Rp 70 juta oleh PD Pasar Jaya. Kalau nggak mau bayar (ruko) harus dijual. Ini kontrak SHPTU-nya, Pak,” kata Marjoni. [riski]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta

Massa Demo Balaikota Saling Adu Mulut, ‘We Love Anies’ vs ‘Anies Sengsarakan Rakyat’

Published

on

credit: Massa Demo Anies/dok. capture via instagram

EDUPUBLIK, JAKARTA – Aksi mengenai banjir Jakarta yang melibatkan dua kubu yaitu kelompok pro Bang Japar dengan kelompok kontra yaitu Aliansi Jakarta Bergerak sempat mengalami cek cok adu mulut pada saat kelompok kontra melakukan kegiatan longmarch menuju Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Berdasarkan pantauan awak media pada, selasa (14/1) pukul 14.17 WIB, para peserta Jakarta Bergerak mulai berjalan ke arah Patung Kuda sambil menyanyikan lagu bernada negatif kepada Pemimpin DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sekitar tiga kali kelompok itu bernyanyi sambil membawa payung serta menggunakan topi bertuliskan “Anies Sengsarakan Rakyat”, massa dari kubu pro- Anies berteriak dari depan Balai Kota meski dihalangi barikade polisi.

“Kalau ga suka pindah provinsi aja,” ujar salah satu massa pro-Anies sambil memegang spanduk bertuliskan We Love Anies.

Meski demikian peserta yang tergabung dalam Jakarta Bergerak itu tetap berjalan sambil menyanyikan lagu mereka dengan pengamanan dari pihak kepolisian di sisi kanan dan kiri mereka.

Terlihat juga beberapa massa pendukung Anies melemparkan botol air namun para peserta Jakarta Bergerak tetap berjalan menuju spot Patung Kuda yang dekat juga dengan Monas.

Polisi juga menghentikan laju kendaraan selama long march berlangsung agar para peserta kontra Anies dapat sampai tanpa gangguan.

Massa yang “Jakarta Bergerak” akhirnya sampai di titik depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha pada pukul 14.30 WIB dan beberapa peserta segera mencari tempat berteduh karena cuaca panas terik.

Terkait pemindahan lokasi orasi, salah satu orator Jakarta Bergerak Dewi Tanjung mengatakan hal itu sudah dikoordinasikan dengan petugas keamanan.

“Memang titik kumpul di Balai Kota lalu pihak kepolisian berkoordinasi dengan kami biar ga jadi benturan, kita ngikutin arahan mereka. Karena mereka (pendukung Anies) adalah sodara kita kita. Jadi kita tetap menghargai mereka mau ibadah,” kata Dewi Tanjung. [seno/ant]

Continue Reading

Jakarta

659 Personel Polisi Kawal Demo Anies

Published

on

credit: Massa Demo Anies/capture via instagram

EDUPUBLIK, JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menyiapkan 659 personel untuk mengawal rencana aksi unjuk rasa depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Personel tersebut merupakan gabungan Polda Metro Jaya dengan Polres Metro Jakarta Pusat.

“Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat juga melaksanakan apel kekuatan, sekitar 659 personel yang kita turunkan di depan Balai Kota,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (14/1).

Rencananya siang ini ada dua elemen yang akan menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, yakni massa pro Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan massa kontra Anies.

“Sesuai pemberitahuan ada dua. Satu yang mendukung kegiatan yang dilakukan gubernur, satu lagi memberikan masukan,” sambungnya.
Berdasar selebaran yang disebarkan oleh kedua kubu, rencana demo akan dilakukan bersamaan yakni sekira pukul 14.00 WIB-17.00 WIB.

Meski diperkirakan akan menyebabkan arus lalu lintas tersendat, pihak kepolisian belum melakukan penutupan jalan dan melakukan pengalihan arus lalu lintas. Yusri menyebut pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kita situasional saja melihat di lapangan, kalau perlu ditutup, tutup dua-duanya kalau massanya banyak,” pungkasnya. [ria/ant]

Continue Reading

Jakarta

Anies Mengaku Tengah Mengaudit Pompa-pompa yang Rusak

Published

on

credit: Gubernur DKI Anies Baswedan

EDUPUBLIK, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah mendapat laporan dari anak buahnya soal sejumlah pompa stasioner yang terendam banjir dan tengah melakukan audit pompa yang rusak.

“Nanti saya tunjukkan datanya karena kami lakukan audit kok terhadap pompa-pompa yang kemarin sempat tidak berfungsi akibat tenggelam,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, (9/1).

Pompa-pompa tersebut tenggelam, kata Anies, karena saat banjir di Jakarta pada 1 Januari 2020 tersebut, pompa berfungsi mengambil air dari satu sungai yang dipindahkan ke sungai yang letaknya lebih tinggi.

“Memang unik, pompa ambil dari satu sungai dipindah ke sungai lain yang letaknya lebih tinggi. Tapi air sudah mengalir dulu dari sungai yang lebih tinggi itu. Tapi air lebih dulu merendam pompa sebelum selesai membuang ke sungai. Kondisi seperti itu yang kami perbaiki semuanya,” ucap Anies.

Namun demikian, Anies menyebut tidak ada upaya untuk memindahkan pompa stasioner.

“Enggak dipindahkan pompanya, kemarin itu karena permukaan air itu terlalu tinggi, jadi tempat yang harusnya disedot, justru yang disedot ke kirim air,” ucapnya.

Sebelumnya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebut ada 10 titik pompa yang terendam air saat banjir melanda ibu kota pada Rabu (1/1) lalu. Namun demikian, air yang melanda rumah pompa tersebut kini sudah surut dan pompa dalam pemeliharaan petugas teknisi.

“Rumah pompa yang terendam itu ada sekitar 10 lokasi dan tersebar di berbagai wilayah. Termasuk di Teluk Gong Penjaringan; Semanan Kalideres dan Kampung Pulo Jatinegara,” ujar kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf di Balai Kota Jakarta, Senin (6/1).

Dalam kesempatan itu, Juaini tidak bisa memastikan jumlah unit pompa yang terendam banjir karena dalam rumah pompa jumlah unitnya bervariasi antara dua hingga empat unit pompa. [rzy/ant]

Continue Reading

Terpopuler