Connect with us

Ekonomi

Jasa Marga: Integrasi Tol JORR Berlaku Akhir September

ilustrasi/foto source: via twitter

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan bahwa integrasi Jakarta Outer Ring Road (JORR) akan mulai berlaku pada akhir September 2018, sementara sampai sekarang masih dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola ruas JORR lainnya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR),” kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru saat dikonfirmasi di Jakarta.

Heru juga menegaskan, berdasarkan pembahasan yang belakangan ini intens dilakukan antara Kementerian PUPR bersama dengan PT Jasa Marga dan para BUJT JORR lainnya, disepakati bahwa pemberlakuan integrasi JORR paling lambat akhir September 2018.

Meskipun demikian, tambah Heru, kepastian terhadap tanggal pemberlakuan akan ditetapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan jika telah memperoleh tanggal kepastian tersebut, segara akan disampaikan kepada masyarakat.

Rencana integrasi JORR ini memang mengalami beberapa kali penundaan.

Jika nanti diberlakukan,maka sistem pembayaran tol menjadi sistem terbuka yakni pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi pada gerbang tol masuk (on-ramp payment) alias jauh-dekat satu tarif.

Sebelumnya, pengguna dibebankan sistem transaksi tertutup sehingga pengguna tol harus melakukan dua hingga tiga transaksi untuk menggunakan tol JORR sepanjang 76 Km.

Tol JORR terdiri atas empat ruas tol dan dikelola oleh badan usaha jalan tol (BUJT) berbeda.

Konsekuensinya jika sudah integrasi, maka terjadi perubahan tarif, yakni tarifnya adalah tarif rata-rata ruas tol tersebut dikalikan dengan penggunaan rata-rata jalan tol tersebut.

Untuk pengguna tol JORR jarak jauh akan diuntungkan dari perubahan tarif tersebut dibandingkan dengan pengguna tol jarak dekat.

Tarif integrasi penggunaan tol JORR sepanjang 76 km yakni Rp15.000 untuk kendaraan golongan I, kendaraan golongan 2 dan 3 dikenakan tarif sama yakni Rp22.500, serta golongan 4 dan 5 juga membayar besaran tarif yang sama yakni Rp30.000.

Sebelum dilakukan integrasi, kendaraan dari Simpang Susun Penjaringan yang menuju Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok, golongan I membayar sebesar Rp34.000 sedangkan kendaraan golongan V sebesar Rp94.500.

Jadi, dengan pemberlakuan integrasi JORR, akan terdapat penurunan tarif tol yaitu tarif golongan I turun sebesar Rp19.000, sedangkan golongan V turun sebesar Rp64.500.

Namun untuk pengguna jalan tol ruas Ulujami-Pondok Aren dari Bintaro Viaduct menuju Bintaro tetap akan membayar tarif tol Ulujami-Pondok Aren sebesar Rp3.000 untuk golongan I.

Sedangkan ruas tol Ulujami-Pondok Aren yang menuju Ulujami dikenakan tarif Rp15.000, atau naik Rp 2.500 dari yang saat ini sebesar Rp12.500.

Integrasi transaksi tol JORR akan dilakukan mulai dari Seksi W1 (SS Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Ulujami-Pondok Aren.

Tujuan dilakukannya integrasi adalah meningkatkan pelayanan dan mendukung sistem logistik nasional agar lebih efisien dan berdaya saing.

Kebijakan integrasi transaksi tol juga sebagai tahapan menuju transaksi tol menerus atau multi “lane free flow (MLFF)” pada 2019. [rizky]

Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto