Connect with us

EduSyiar

Jokowi Berdiskusi dengan Gus Sholah di Ruang Tempat Bertafakur KH. Hasyim Asy’ari

Jokowi dan Gus Solah / @paltiwest via - twitter

JOMBANG – Presiden Joko Widodo bertemu dan berdiskusi empat mata dengan Gus Sholah di ruang bersejarah, yaitu di kamar tempat KH Hasyim Asy’ari dahulu bertafakur dan shalat malam di Ndalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng,Jombang, Jawa Timur.

Pertemuan itu dilakukan pada kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018).

Pertemuan ini terjadi usai Presiden Joko Widodo meresmikan Museum Islam Indonesia yang ada di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang lokasinya berdekatan dengan Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh oleh KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), demikian keterangan yang diterima.

Putra Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Gus Irfan Wahid, mengakui ayahnya merestui relawan yang tergabung dalam Barisan Gus Sholah (Baguss) mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Namun, ia menegaskan bahwa Gus Sholah tak berpolitik praktis.

“Sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng, Gus Sholah tidak dalam posisi berpolitik praktis, tetapi beliau mendorong saya untuk memimpin perjuangan dan merestuinya,” kata Gus Irfan. [ria]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduSyiar

Muslim Indonesia Di Inggris Gelar Kegiatan Sambut Reuni Akbar 212

Published

on

ILUSTRASI

LONDON – Komunitas muslim Indonesia di Inggris menyelenggarakan kegiatan silaturahim menyambut Reuni Akbar 212 bertemakan “Hijrah” selain meningkatkan ukhuwah di antara warga Indonesia di Inggris, sekaligus mendukung Reuni Akbar 212 meskipun berada jauh dari Indonesia.

Tim panitia Kuspuji Dewi, Minggu, (2/12), mengatakan acara Silaturahim Menyambut Reuni 212 Di London dihadiri sekitar 60 warga Indonesia diadakan di Osmani Centre, London, Sabtu (1/1/2018).

Kuspuji Dewi mengatakan acara dihadiri warga Indonesia yang berdatangan dari berbagai penjuru Inggris, ada yang tinggal jalan kaki hingga di Midhurst-West Sussex, sekitar 60 mil dari London.

Acara dibuka dengan nyanyian nasyid dan rebana dari Pengajian Annisa London pimpinan Ibu Fadhilah, kemudian diisi dengan ceramah oleh Dr. Ir. Abdul Basith MSc. melalui video call yang mengingatkan latar belakang Aksi Bela Islam yang terjadi pada 2 Desember tahun 2016.

Ia juga menjelaskan pentingnya kebersamaan di antara umat Islam, khususnya menghadapi keadaan di Indonesia saat ini. Sesuai dengan tema “Hijrah”, ia mengajak warga Indonesia untuk berhijrah menjadi umat yang bersatu dan mampu menegakkan agama Islam di tengah-tengah berbagai ujian dan perusakan moral di Indonesia.

Setelah Sholat Dzuhur berjamaah, peserta menikmati makan siang dengan saling berbagi berbagai lauk- pauk yang dibawa masing-masing. Acara kemudian dilanjutkan dengan bincang-bincang dengan Mbak Hanum Rais melalui video call yang menceritakan pengalaman dan suka duka dalam berhijrah dan berpesan bahwa hidayah itu harus diupayakan, bukan ditunggu.

Setelah Sholat Ashar berjamaah, melalui video call langsung di tengah persiapan Reuni Akbar 212 di Monas, Neno Warisman memberikan gambaran tentang kegiatan yang sedang terjadi di lokasi. Para mujahid dan mujahidah mulai memenuhi Monas dan ini memberikan rasa haru bagi jemaah di London, karena ingin bergabung bersama di Monas.

Acara ditutup dengan doa bersama dan mengirimkan doa agar acara di Monas berlangsung penuh berkah, lancar, aman, dan bermanfaat, serta agar negara Indonesia selalu berada dalam lindungan Allah SWT, demikian Kuspuji Dewi. [ant/ria]

Continue Reading

EduSyiar

Ansor Ucapkan Selamat Sunanto Pimpin Pemuda Muhammadiyah

Published

on

photo credit: cak nanto/courtesy: @m_nurfatoni/via: twitter

JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat atas terpilihnya Sunanto sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah.

“Selamat atas terpilihnya sahabatku Sunanto sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. Semoga membawa perubahan yang lebih baik, sebagaimana janji yang dia ucapkan,” kata dia dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Yaqut optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Cak Nanto, sapaan akrab Sunanto, Pemuda Muhammadiyah akan semakin berkembang lebih besar dan humanis Ia juga optimistis kerja sama Pemuda Muhammadiyah dengan ormas pemuda lain menjadi lebih baik, terutama dengan GP Ansor.

“Sebagai pemuda asal Madura, Jawa Timur, Sunanto pasti sangat mengenal bagaimana cara menjaga tali silaturahmi dengan sesama anak bangsa, sesama pemeluk Islam, terutama cara bergaul dengan kader dan warga Nahdlatul Ulama,” kata Yaqut.

Ia juga mengutarakan sosok Cak Nanto yang ia kenal selama ini, yakni memiliki kepribadian yang juga suka bergaul dan bercanda.

“Jika Muhammadiyah selama ini terkenal dengan keseriusannya sehingga membuat mereka jarang melontarkan guyonan, Sunanto ini pengecualian. Setidaknya itu kesan yang saya dapat selama bergaul dengannya,” ungkapnya.

Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah pada 25-28 November 2018 di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menghasilkan ketua umum yang baru, Sunanto atau Cak Nanto, menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak. [aryo]

Continue Reading

EduSyiar

Cak Nanto Dukung Muhammadiyah Tetap Netral

Published

on

photo credit: cak nanto/courtesy: @m_nurfatoni/via: twitter

JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah terpilih, Sunanto alias Cak Nanto menyatakan akan mendukung langkah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir untuk menjaga netralitas organisasi ini menjelang pesta demokrasi 2019.

“Di tahun politik ini sesuai dengan amanah Ketua Umum Muhammadiyah Pak Haedar Nashir, semua kader harus menjaga khittah Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu harus menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik dan calon presiden,” kata Cak Nanto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Alumnus Pondok Pesantren Sobron, Jawa Tengah, ini terpilih menjadi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 lewat Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Rabu (28/11) malam.

Cak Nanto meraih suara terbanyak dengan raihan 590 dari total sebanyak 1.196 pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada 28 November atau agenda terakhir Muktamar Pemuda Muhammadiyah itu.

Sunanto pada kepengurusan PP Pemuda Muhammadiyah sebagai Ketua Bidang Hikmah dan Hubungan Antarlembaga Periode 2014-2018 itu, menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang telah habis masa jabatannya.

Cak Nanto berkeinginan untuk menjaga khittah dan marwah Persyarikatan Muhammadiyah.

Namun, perlu juga mengisi ruang politik dengan keadaban dan kebajikan sehingga tidak pernah berpangku tangan dan menunggu untuk berkemajuan.

Selain itu, sebagai Ketum PP Pemuda Muhammadiyah dirinya akan memperkokoh gerakan Pemuda Muhammadiyah di bawah tenda besar tauhid, ilmu, dan amal.

Bagi Cak Nanto, Pemuda Muhammadiyah akan terus bergerak memajukan bangsa. Kemajuan, dalam komitmen saya juga terletak pada kemajuan dan kesuksesan dalam berkepribadian,” ucap dia.

Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah dan kultural, sehingga tidak boleh menyeretnya kepada kepentingan politik pragmatis.

“Individu-Individu silakan, itu pilihan, tapi jangan bawa-bawa nama besar muhammadiyah,” tegasnya.

Cak Nanto, lahir di Sumenep, Jawa Timur, merupakan kader otentik persyarikatan yang tumbuh dan berkembang dari proses perkaderan Muhammadiyah. Ia dibesarkan di Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Sumenep.

Cak Nanto berjuang memupuk kapasitas dirinya dengan aktif bergiat di ortom; IPM, IMM, dan Pemuda Muhammadiyah. Sebelum terpilih menjadi ketua umum, Cak Nanto merupakan Ketua Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga Pemuda Muhammadiyah.

Dikalangan aktivis demokrasi, Cak Nanto sangat tersohor. Ia tokoh muda yang merawat demokrasi. Hari-hari Cak Nanto selain berdakwah di persyarikatan juga bekerja di dunia kepemiluan.

Selama 10 tahun, dirinya berkiprah dalam Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) hingga saat ini. [aryo]

Continue Reading

Terpopuler