Connect with us

NEWS

Jokowi Bertemu PM Singapura di Semarang

Edupublik.com – Mengawali kegiatan minggu ke-3 di bulan November, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah pada Senin, (14/11/2016).

Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Jokowi beserta rombongan lepas landas menuju Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia -1.

Setibanya di Bandar Udara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jokowi langsung menuju Wisma Perdamaian guna menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Republik Singapura Lee Hsien Loong dan istri, Ho Ching beserta rombongan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, kedua kepala negara akan melakukan sejumlah kegiatan. Di antaranya Indonesia – Singapura Leaders’ Retreat Tête á Tête. pertemuan bilateral serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Singapura.

Usai jamuan makan siang bersama, Jokowi dan PM Lee Hsien Loong beserta rombongan juga diagendakan melakukan peresmian pembukaan Kawasan Industri Kendal Park By The Bay yang berada di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

Di kawasan ini, Presiden dan PM Lee Hsien Loong diagendakan melakukan peninjauan sebelum kembali ke Semarang. Presiden dan Ibu Iriana direncanakan kembali ke Jakarta pada malam hari dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Semarang, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negar Pratikno, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (azr)

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

KPK Tidak Khawatir Banyak Terpidana Korupsi Ajukan PK

Published

on

photo credit: jubik kpk febri diansyah/ps: @iradiojakarta via: twitter
photo credit: jubir kpk febri diansyah/ps: @iradiojakarta via: twitter

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengkhawatirkan terkait banyaknya terpidana perkara korupsi yang mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

“Kami memang lihat ada gejala cukup banyak terpidana kasus korupsi ajukan PK, kami tidak khawatir sama sekali,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Febri mengatakan, KPK percaya hakim akan independen dan imparsial memproses sidang PK beberapa terpidana perkara korupsi tersebut.

“Itu hak terpidana tinggal kami simak bagaimana proses sidang dan kami percaya hakim akan independen dan imparsial untuk memproses hal tersebut. Nanti kita lihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa,” kata Febri.

Menurut dia, KPK yakin dengan konstruksi-konstruksi kasus tersebut karena memang sudah diuji dalam proses yang panjang.

“Diuji di Pengadilan Tingkat Pertama, itu pembuktiannya baik dari Jaksa ataupun dari pihak Penasihat Hukum kemudian diputus oleh Hakim, diuji lagi di tingkat banding kalau dia banding sampai berkekuatan hukum tetap,” tuturnya.

Pihaknya pun memandang proses tersebut sebagai suatu proses yang biasa saja dalam hukum acara ketika seseorang mengajukan PK.

“Meskipun banyak pertanyaan muncul kenapa tiba-tiba sekarang seolah-olah ada gejala banyak terpidana kasus korupsi ajukan PK tetapi kami hanya fokus pada proses hukumnya saja,” kata Febri.

Adapun beberapa terpidana perkara korupsi yang mengajukan PK antara lain mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng, mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. [ant]

Continue Reading

Nasional

Olimpiade Sains Nasional 2018 resmi dibuka, 1.433 Siswa Siap Berkompetisi

Published

on

photo credit: peserta OSN 2018 pekanbaru/dok. kemdikbud via: twitter

PEKANBARU – Setelah pada tahun lalu Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 digelar di Pekanbaru, Provinsi Riau, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali selenggarakan OSN ke-17 Tahun 2018 di Ranah Minang, Padang, Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad mengatakan sebanyak 1.433 siswa Indonesia dari berbagai jenjang siap berkompetisi dan berprestasi guna wujudkan generasi bangsa yang berintegritas, bekerja keras dan mandiri.

“Dengan OSN 2018 ini, Kemendikbud terus berupaya memeratakan dan meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui berbagai bentuk kegiatan pembinaan peserta didik dan ekstrakurikuler,” kata Hamid, Selasa (3/7), saat acara OSN 2018, di Gudeng Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), saat pers riliis, di Jakarta.

Selain sebagai pembinaan bakat dan potensi olah pikir dalam bidang sains, Hamid meyampaikan dalam sambutannya, OSN 2018 juga sebagai wujud pembinaan literasi sains yang paling konkret. Sesungguhnya OSN ini adalah ajang untuk melatih tumbuhnya karakter siswa yang jujur, pekerja keras, menghargai prestasi, tangguh, unggul dan cinta tanah air.

Lebih lanjut, Dia mengatakan,kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka membentuk karakter siswa yang mencintasi sains dan teknologi. “Di Indonesia ini ada sesuatu yang harus kita perhatikan, dari survei yang dilakukan oleh lembaga bahwa siswa Indonesia yang menyukai sains, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan matematika hanya 20 persen,” katanya.

Hamid, mengungkapkan bahwa ilmu bidang sains, metematika dan tenologi merupakan unsur yang dapat menopang kemajuan bangsa dan negara. Dan mereka yang unggul di bidang ini, itulah nanti yang akan menjadi negara besar dan memimpin dunia ini.

“OSN 2018 yang akan berlangsung mulai tanggal 2 s.d. 7 Juli 2018, secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno dengan ditandai pemukulan gadang tambua bersama Dirjen Dikdasmen dan jajarannya,” ungkap Hamid.

photo credit: gubernur sumatera barat irwan prayitno membuka OSN 2018/dok. istimewa

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan salahsatu pantunnya menjelaskan OSN 2018 yang digelar dapat memberikan motivasi kepada siswa di Provinsi Sumatera Barat dan seluruh Indonesia untuk meningkatkan kemampuan sehingga menjadi generasi bangsa yang berprestasi.

“Bak mandi kosong elok diisi. Air yang bersih untuk masak nasi. Ajang ini kami jadikan motivasi. Untuk siswa agar lebih berprestasi,” kata Irwan dengan berpantun.

Dia mengatakan, pada tahun 2018 ini, seluruh peserta yang terdiri dari 272 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD/MI), 396 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) dan 765 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) akan memperebutkan 70 medali emas, 140 medali perak dan 210 medali perunggu.

“Selain memperoleh medali, para juara I, II dan III akan mendapatkan uang pembinaan, penghargaan dan akan dinominasikan sebagai peserta untuk mengikuti ajang olimpiade sains tingkat internasional yang secara konsisten diikuti oleh siswa Indonesia hingga tahun ini,” kata Irwan.

Peserta OSN 2018 akan berkompetisi dalam sebelas bidang lomba yaitu matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Komputer, Kimia, Biologi, Fisika, Kebumian, Geografi, Astronomi, dan Ekonomi.

Selain melaksanakan ujian tertulis dan praktikum, para siswa juga akan melaksanakan rekreasi ke Kota Bukit Tinggi serta akan mendapatkan pendidikan karakter pada 6 Juli 2018 mendatang. [dade]

Continue Reading

International

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak Ditangkap

Published

on

photo credit: najib razak/foto milik: The Star/mohd sahar misni/source via twitter

KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, ditangkap di rumahnya, di Jalan Langgak Duta, Kuala Lumpur, Selasa, (3/7/2018).

Gugus Tugas 1MDB yang dibentuk pemerintah Malaysia membenarkan telah menangkap bekas perdana menteri Malaysia itu pada pukul 14.35 waktu setempat, terkait SRC International Sdn Bhd yang terkait skandal 1MDB.

Gugus Tugas 1 MDB terdiri dari Abdul Gani Patail, Abu Kassim Mohamed, Mohd Shukri Abdul, dan Abdul Hamid Bador.

“Najib akan disidang pada 4 Juli 2018 besok pada pukul 08.30 pagi di Mahkamah Kuala Lumpur,” katanya.

Menurut informasi Najib Razak saat ini ditahan di penjara Suruhanjaya Pemberantasan Rasuah Malaysia (SPRM) di Putrajaya, Institusi ini setara dengan KPK di Indonesia. [ant]

Continue Reading

NEWS

Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Menteri Luar Negeri Jepang

Published

on

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, di Istana Merdeka, Jakarta, Pada Senin (25/6/2018).

Kedatangan Taro Kono ke Indonesia ini dilakukan untuk melakukan dialog strategis dengan Menteri Luar Negeri RI. Tahun ini juga merupakan tahun khusus mengingat kedua negara merayakan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.

Dalam pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Jokowi mengawalinya dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Jepang atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Terima kasih atas dukungan Jepang terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Indonesia akan berusaha secara maksimal untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia,” kata Jokowi.

Mengenai hubungan bilateral kedua negara, Jokowi memandang bahwa Jepang merupakan mitra strategis bagi Indonesia. Dia berharap ke depannya kedua negara dapat saling meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

“Tahun ini kita memperingati 60 tahun hubungan bilateral peringatan ini harus dijadikan momentum baru penguatan kerja sama di berbagai bidang,” ujarnya.

Jokowi mengungkapkan, di bidang ekonomi, Jepang sendiri merupakan negara yang banyak menanamkan investasinya di Indonesia. Tahun 2017 lalu, tercatat bahwa Negeri Matahari Terbit itu telah menanamkan investasinya tidak kurang dari USD 5 miliar di Indonesia.

“Selama pemerintahan saya pembangunan infrastruktur dilakukan secara intensif. Saya senang Jepang menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ungkap Jokowi.

Selain infrastruktur, Dia berharap agar pemerintah Jepang juga dapat meningkatkan kerja sama untuk pengembangan perikanan terpadu terutama di pulau terluar Indonesia seperti di Sabang dan Morotai. Jepang juga diharapkan untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi manufaktur untuk pasar Asia.

“Saya juga berharap Jepang dalam meningkatkan kerja sama pengembangan produksi baterai lithium dan mobil listrik,” imbuhnya.

Dalam kaitannya dengan kerja sama di kawasan dan dunia internasional, Indonesia mengajak Jepang dan seluruh negara untuk menjaga penghormatan terhadap hukum internasional.

Di hadapan Taro Kono, Jokowi menyebut bahwa Indonesia menyambut baik perkembangan positif dari upaya perdamaian di semenanjung Korea. Kedua negara juga dapat terus melakukan komunikasi dalam pengembangan konsep Indo-Pasifik, yang inklusif, mengedepankan kerjasama, habit of dialogue dan mengutamakan penghormatan terhadap hukum internasional.

Lebih lanjut, Jokowi menyambut baik komitmen Jepang dalam membantu perjuangan rakyat Palestina. Jepang dan Indonesia sangat aktif dalam pemberian bantuan untuk Palestina melalui program CEAPAD (Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development). Pertemuan para menteri luar negeri anggota CEAPAD  yang ketiga akan dilakukan di Bangkok 26-27 Juni 2018, dimana Menteri Luar Negeri Jepang dan Menteri Luar Negeri RI akan hadir.

“Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk terus bersama dengan perjuangan rakyat Palestina,” katanya.

Mengakhiri pembicaraannya, Jokowi mengajak Jepang untuk memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan gelaran Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

“Saya mengharapkan Jepang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Asian Games yang akan dibuka 18 Agustus 2018,” tandasnya.

Dalam pertemuan kali ini, Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang Rachmat Gobel serta Dubes RI untuk Jepang Arifin Tasrif. [dade]

Continue Reading

Edu Tekno

Krisis Lahan Subur, BPPT Dorong Masyarakat Konsumsi Pangan Selain Beras

Published

on

photo credit: Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologin (TAB-BPPT) Soni Solistia Wirawan, saat acara "Ketahanan Pangan Dengan Rekayasa Teknologi Pangan Non Beras", di Jakarta, (6/6)/dok. dade

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) BPPT mengatakan dalam rangka mengatasi ketersediaan pangan pokok, sejak tahun 2015 mengembangkan beras non padi yang berasal dari sumber karbohidrat yang tersedia di negeri ini.

“Sumber karbohidrat yang dimaksud adalah sumber karbohidrat yang berasal dari bahan non padi seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, sorghum dan sagu,” ujar Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologin (TAB-BPPT) Soni Solistia Wirawan, saat acara “Ketahanan Pangan Dengan Rekayasa Teknologi Pangan Non Beras”, di Jakarta, (6/6/2018).

Dia mengatakan, segala upaya dan sumberdaya yang tersedia dikerahkan untuk menyediakan beras guna mencukupi kebutuhan pangan bangsa Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa lebih.

“Namun kita sadar untuk menyediakan beras 40 juta ton bukan perkara mudah, karena saat ini menghadapi beberapa keterbatasan seperti terbatasnya lahan subur, terbatasnya sumber air, rusaknya saluran air irigasi terbatasnya tenaga kerja petani, dan yang tidak kalah pentingnya adalah adanya perubahan iklim global yang berdampak terhadap penyediaan beras di negeri ini,” kata Dia.

Dia mengatakan, pangan karbohidrat non padi tersebut sebelumnya merupakan bahan pangan di daerah-daerah tertentu yang secara agroklimat tanaman padi kurang dapat tumbuh baik. Pangan karbohidrat non padi tersebut sering di sebut sebagai pangan lokal.

“Masyarakat daerah tertentu sudah terbiasa mengkomsumsi pangan lokal sebagai sumber karbohidratnya, namun keberadaan beras yang melalui program swasembada beras sangat berhasil menggeser keberadaan pangan lokal tersebut,” katanya.

Dia menuturkan, negara dan bangsa yang hanya menghandalkan pada satu bahan pokok saja akan mengalami goncangan politik maupun ekonomi manakala ketersediaan pasokan pangan pokoknya terganggu.

Penyediaan pangan pokok non padi, lanjutnya, menjadi salah satu solusi. Mengingat masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengkonsumsi nasi dari beras maka melalui rekayasa teknologi bahan pangan lokal tersebut dibuat menyerupai bulir padat.

“Dengan membentuk bulir seperti beras maka diharapkan ketersediaan beras non padi dapat diterima oleh konsumsi di negeri ini,” katanya.

Dia mengungkapkan, data yang diperoleh dari Outlook Pangan Karbohidrat menyebutkan bahwa pada tahun 2015 di Indonesia ini terdapat 7 Provinsi yang mengalami difisit neraca beras padi.

“Ketujuh Provinsi tersebut adalah Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Riau, Jambi, Bangka Belitung, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari ke 7 Provinsi tersebut defisit berasnya mencapai 1,4 juta ton,” tandasnya. [dade]

Continue Reading

EduOto

Eduoto1 bulan lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto5 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto5 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto6 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto2 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler