Connect with us

EduJabar

Jurnalis Dorong Percepatan Sungai Citarum Bersih

EDUPUBLIK, Bandung –  “Saya hanya mau sungai Citarum hari ini dan seterusnya bersih abadi. Tak sudi program Citarum Harum gagal seperti yang sudah-sudah,” demikian pernyataan cukup keras Tio jurnalis Media Suara Nasional yang tergabung pada grup Jurnalis Citarum Harum (JCH). Hari itu (12/2/2018) Tio bersama puluhan anggota JCH lainnya, berkumpul di Hotel Dafam  Rio  di Jl. L.L.R.E Martadinata Bandung.

Pangkal kisah JCH berkumpul tak lain:”Perlu cara pandang dan tindakan yang sama. Di antara para jurnalis, sejak program pembersihan sungai Citarum dikomandoi Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo di lapangan sejak akhir 2017, ini harus dikawal secara benar,” papar Martika Edison pengelola Tabloid Indonesia, yang dalam pertemuan ini bertindak selaku salah satu inisiator.

Lontaran Martika Edison seketika diamini jurnalis senior Adi Raksanagara: ”Menginspirasi percepatan program ini, sejatinya bisa kita lakukan pendalaman dan penyajian yang lebih tepat sasaran. Salah satunya, kearifan lokal warga di bantaran sungai kita gali lagi. Banyak legenda atau dongeng sarat nilai di sekitar Citarum, terlupakan. Ini dikemas dengan nuansa kekinian.”

Sementara itu jurnalis senior lainnya Isur Suryana dari Radar TV, didampingi Syahadat Akbar jurnalis yang juga aktivis di Gerakan Hejo, bersepakat, berharap pola pendekatan Pangdam III Siliwangi lebih interaktif dengan awak media. “Sesekali adakan konpers yang lebih touchable. Kami kan kerapkukurusakan di lapangan, banyak temuan dan ini harus kita bicarakan lebih rinci ,” tambah Isur sambil mempermainkan kamera video yang tak pernah lepas dari genggamannya –“Kalau bisamah JCH bikin talk showbersama Pangdam. Banyak hal yang ingin kami klarifikasi ke Pak Doni Monardo.”

Pembahasan pertemuan JCH ini, sempat menyasar pada isu aktual revitalisasi sungai Citarum sepanjang hampir 300 km, yang melintasi 12 kota kabupaten di Jabar, dan kini dikenal sebagai one of the dirties river in the world. “Bung Stanley Teguh dari SorotIndonesia.com menyoroti temuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sejumlah pabrik. Ironinya, pabrik yang IPAL nya benar malah diperkarakan. Sementara banyak pabrik yang IPAL nya tak memenuhi syarat, justru dibiarkan,” ucap Martika Edison menirukan tuturan Stanley.

Topik pembahasan utama, masih menurut Martika Edison yang selama ini bolak-balik ke bantaran sungai Citaum dan kantornya di daerah Sukajadi kota Bandung, “Intinya, revitalisasi Citarum ini harus lancar, kalau bisa dipercepat. Di lapangan, antusiasme warga sangat besar, sayang bila gagal. Revitalisasi ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya, yang ini harus abadi,” ujarnya yang juga menjelaskan, JCH akan melakukan sejumlah program pelibatan warga bantaran Citarum dengan aneka lomba.

Topik bahasan lainnya, peserta rapat JCH mengapresiasi pernyataan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Agung Budi Maryoto. Diketahui Agung telah mempertaruhkan jabatannya, dan siap dipindahtugaskan bila penegakan hukum  terhadap pembuang limbah sungai Citarum, gagal. “Dalam 12 tahun terakhir, sudah sekitar Rp. 35 T habis percuma. Yang sekarang ini revitalisasi oleh Pangdam lll Siliwangi, Pemprov Jabar, Kepolisian, dan pihak terkait lainnya harus terpadu dan berdaya guna. Jangan seperti yang sudah-sudah,” jelas jurnalis Farida yang kerap turun siang malam ke lapangan.

Last but not least dalam reportase ini, terdekat jurnalis Ellyda diakhir pertemuan mengusulkan dalam waktu dekat perlu digelar kegiatan menggambar bersama antar anak-anak usia SD hingga SMA. Tujuannya, demi mendekatkan dan menjaga revitalisasi sungai Citarum untuk kalangan generasi penerus. “Sungai yang sudah bersih, jangan lagi dikotori,” kata jurnalis Ajat sambil menggenggam kertas berisi data dari lapangan.

Satu hal cukup menarik Martika Edison di akhir pertemuan ini sempat melontarkan ide genial:”Bagaimana kalau suatu waktu kita bikin rekor dunia. Di sepanjang bantaran sungai dipenuhi warga Jabar, setidaknya ada dua juta orang dengan aneka aktivistasnya, bersetujukah semua?”

Tak pelak sejumlah ide bernas dalam rapat ini, disepakai dengan suara bulat. Kabar terakhir, jurnalis Ellyda beberapa hari (15/2/2018) setelah pertemuan ini, telah merintis idenya bersama pihak tertentu. “Besok kami akan rapat dengan rekan jurnalis lainnya, untuk menggambar bersama itu,” pungkasnya yang diketahui bersuamikan seniman pematung di kota Bandung. [HS]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduJabar

Korban Longsor Bogor Dapat Jaminan Hidup Senilai 3,7 Miliar oleh Kemensos

Published

on

credit: Humas Dit. PSKBA

BOGOR – Sebanyak 4.188 Kepala Keluarga (KK) atau 12.403 Jiwa korban tanah longsor di Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan jaminan hidup senilai Rp3.720.900.000,- dari Kementerian Sosial RI.

“Jaminan Hidup ini dibagikan sebesar Rp 10 ribu perjiwa perhari selama 1 bulan,” ujar Direktur Perlindungan Sosial Perlindungan Korban Bencana Alam Kemensos RI, Safii Nasution, dalam keterangannya, Sabtu (27/06).

Mereka yang mendapat bantuan, lanjut Safii, tersebar di 4 kecamatan yaitu kecamatan Nanggung sebanyak 933 KK atau 3.170 Jiwa. Kecamatan cigudeg sebanyak 536 KK atau 2.051 Jiwa.

“kecamatan Sukajaya sebanyak 2.704 KK atau 7.106 Jiwa dan kecamatan Jasingan sebanyak 15 KK atau 76 Jiwa,” paparnya

Selain itu, Safii mengatakan, Kemensos juga telah menyerahkan santunan kepada korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada awal tahun yaitu sebesar 240 juta rupiah kepada 16 orang ahli waris.

“Setelah dilakukan verifikasi kami temukan 16 orang yang ahli waris yang berhak menerima santunan dari pemerintah,” katanya.

Sebelumnya pada masa tanggap darurat pasca terjadinya bencana, Kemensos RI juga telah menyerahkan bantuan logistik tanggap senilai Rp1.230.000.000 dan bantuan sembako sebanyak 6.000 Paket senilai Rp1.200.000.000.

“Pada masa tanggap darurat kami telah menyerahkan total bantuan sebesar Rp. 2.670.000.000 yang terdiri dari bantuan bantuan logistik, santunan kematian, dan bantuan sembako. Jika ditotal semua dengan bantuan jaminan hidup maka total bantuan kepada Kabupaten Bogor senilai Rp.6.390.900.000,” imbuhnya.

Seperti diberitakan peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Januari 2020 yang lalu akibatkan hujan yang berintensitas tinggi pada 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.

Pasca kejadian tersebut Kemensos RI telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan sosial dengab pengerahan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) untuk melakukan aktivitas penanganan darurat bencana dan pelayanan dapur umum serta layanan dukungan psikososial. [zl]

penulis: zae

Continue Reading

EduJabar

Malam Tahun Baru ‘Car Free Night’ Di Jalur Puncak

Published

on

Ilustrasi

EDUPUBLIK, BOGOR – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Kepolisian agar pemberlakuan “Car Free Night” (CFN) atau penutupan Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada malam Tahun Baru 2020 disosialisasikan dengan baik.

“Kita harus memastikan selain memang sosialisasi bagus, mulai hari ini memang tidak ada pergerakan (kendaraan) yang berarti,” ujarnya usai meninjau arus Jalur Puncak di Pos Polisi Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (30/12).

Menurut dia, sosialisasi CFN perlu dibarengi dengan sosialisasi jalur-jalur alternatif yang bisa dilalui pengendara selama Jalur Puncak ditutup untuk semua jenis kendaraan karena berlaku CFN.

“Kapolres menyediakan akses-akses di berbagai jalan alternatif tadi, itu juga harus menjadi perhatian sehingga tidak jadi satu kemacetan. Kami apresiasi kepada apa yang dilakukan Bupati, Kapolres, Pertamina, Tim Kesehatan, dan Kakorlantas juga ‘support’,” kata Budi.

Ia menyambut positif niat Kepolisian memberlakukan CFN di Jalur Puncak pada malam tahun baru. Jika tidak berlaku CFN Jalur Puncak akan semrawut dengan kendaraan di malam pergantian tahun.

“Di satu tempat seperti hiburan di Puncak kalau lalu lintas itu tetap ada akan ‘crowded’ karena ada pergerakan manusia dan mobil,” tuturnya.

Jalur Puncak Ditutup

Selama malam tahun baru 2020, jalur Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan ditutup dari semua jenis kendaraan karena diberlakukan CFN.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri mengatakan bahwa CFN akan diberlakukan semalaman atau mulai pukul 18.00 WIB hari Selasa, 31 Desember 2019 hingga pukul 06.00 WIB hari Rabu, 1 Januari 2020.

“Jadi untuk ‘Car Free Night’ kita melakukan pembatasan. Pembatasannya sendiri betul kepada (kendaraan) roda empat dan roda dua, namun kita lebih fokuskan kepada roda empat,” kata Fadli. [ant]

Continue Reading

EduJabar

2020 Jawa Barat Gratiskan SPP SLTA

Published

on

ILUSTRASI

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memastikan biaya sumbangan pembinaan pendidikan atau SPP gratis untuk peserta didik tingkat SMA dan sederajat di provinsi itu akan dimulai tahun ajaran baru Juli 2020.

“Kabar baiknya, alhamdulillah RAPBD Tahun Anggaran 2020 sudah diketok palu tinggal dievaluasi Kemendagri. Berita besarnya ialah alhamdulillah bisa dimulai SPP gratis untuk SMA sederajat,” kata Gubernur Emil di Gedung Sate Bandung, Kamis (28/11).

Gubernur mengatakan anggaran yang dialokasikan untuk SPP ialah mencapai Rp1,4 triliun dan kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk SMA sederajat negeri saja namun juga untuk siswa yang tak lolos PPDB untuk difasilitasi menuntut ilmu di sekolah swasta.

“Bagi siswa tidak mampu dan tidak lolos PPDB atau siswa SMA swasta ada bantuan juga membuat mereka bisa terbaru sekolah swasta. Untuk MA bantuannya sama rapi disalurkan lewat Kanwil Kemenag Jabar,” kata dia.

Dia mengatakan anggaran ini berasal dari penghematan sejumlah pos anggaran seperti bansos atau hibah hingga perjalanan dinas.

“Jadi ini kan hasil menghemat hibah Bansos. Dulu hibah bansos banyak sekali, sekarang kita cukupkan, efisienkan, sehingga bisa menemukan ruang Rp1,4 triliun per tahun untuk menggratiskan SPP,” kata dia.

“Seluruh pos diefisiensikan, yang paling besar mengencangkan ikat pinggang dihibah bansos. SPJ perjalanan dinas sampai Rp150 miliar kita kurangi untuk PNS supaya keberpihakan layanan dasar di Jabar bisa hadir,” kata dia. [rzy/ant]

Continue Reading

Terpopuler