Connect with us
data-ad-client="ca-pub-5380071771854709" data-ad-slot="4198541131" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">

Edu Citizen

KA Buatan Indonesia Makin Digandrungi dengan Solidnya Industri Manufaktur

EDUPUBLIK – Kereta Api buatan anak bangsa makin diminati berbagai negara, meski kondisi global dihadapkan dengan merebaknya virus covid 19 yang sangat berdampak pada sektor ekonomi setiap negara.

Pada kondisi saat ini, PT Industri Kereta Api (PT INKA) masih mendapatkan kontrak kerja dengan Negara Kongo bekerjasama dengan beberapa perusahaan BUMN terkait.

Dalam proses lelang terbukapun PT INKA mengalahkan perusahaan kereta asal Cina, dan menggarap pengadaan kereta Bangladesh dan Filipina.

Hal itu membuktikan kalau Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain dalam persaingan di dunia industri manufaktur.

Kereta Api buatan Indonesia makin menjadi primadona dan lebih dapat bersaing dengan perusahaan kereta luar negeri kalau industri manufaktur kita lebih solid pastinya. Hal ini menjadi sorotan berbagai pihak diantaranya Posraya Indonesia selaku Relawan Jokowi.

“Industri Kereta api kita bisa lebih bersaing dengan negara-negara lain, karena Industri manufaktur di Indonesia sudah makin maju SDM kita juga hebat-hebat, tinggal dibangun sinergi yang lebih baik. Kalau Industri manufaktur bisa solid seperti keinginan Presiden, indonesia bisa makin disegani dalam sektor ini,” Ucap Dian Sumarwan, Sekjen Posraya Indonesia, di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (29/1).

Solidnya industri manufaktur adalah salah satu keinginan Presiden Jokowi yang dapat direalisasikan andaikan didukung berbagai pihak. Dan itu yang membuat Posraya Indonesia mengajak berbagai lembaga terkait untuk dapat kerja bersama membuatnya menjadi nyata.

“Kita punya Presiden yang ingin bangsa kita maju, ayo kita dukung bersama untuk mewujudkannya, bukan cuma kereta api yang akan digandrungi hasil produksinya, asalkan Industri manufaktur bisa solid dan didukung kebijakan lembaga-lembaga terkait,” lanjut Dian

“Jangan sampai salah dalam mengambil langkah, karena tujuan kita membangun Indonesia, itu yang harus kita ingat. Semoga industri manufaktur menjadi klaster yang bisa saling mengisi kekurangan satu sama lainnya dan membawa Indonesia semakin besar dan disegani,” tutup Dian. [ds]

EDUPUBLIK- BERITA TERBARU INDONESIA, DUNIA DAN PENDIDIKAN

Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta

Lurah dan Camat Di Jakarta Diminta Pantau Curah Hujan

Published

on

photo credit: Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi/via: FB hms jakpus

EDUPUBLIK – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi meminta para lurah dan camat di wilayah itu untuk memantau dan mengaktifkan pengukur curah hujan mengingat intensitas hujan semakin tinggi di Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Selain mengaktifkan pengukur curah hujan, lurah dan camat harus mencatat intensitas curah hujan saat hujan turun.

“Ini harus diorganisir. Semua pengukur hujan diaktifkan dan dicatat berapa hasilnya. Dibuat form khusus untuk mencatat hasilnya,” kata Irwandi dalam rapat pimpinan Penanganan Banjir dan Kampung Siaga di Kantor Pemkot Jakarta Pusat, Rabu (27/1).

Irwandi juga mengatakan para lurah dan camat bertanggung jawab tidak hanya mencatat tapi juga melaporkannya setiap minggu kepada Pemkot Jakarta Pusat. Selanjutnya dikoordinasikan ke tingkat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Harus dilaporkan setiap minggu. Nanti kita akan merekap itu dan dilaporkan kepada Pak Gubernur, ” kata Irwandi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Oktober 2020 meminta agar lurah dan camat di DKI Jakarta menyediakan pengukur curah hujan.

Alat ukur curah hujan itu berfungsi selain untuk mengetahui volume air hujan yang turun, juga dapat menjadi peringatan dini adanya banjir.

“Alat ukur itu dapat menjadi tolak ukur volume air hujan yang berintensitas tinggi. Supaya tahu betul volume air hujan yang turun sehingga bisa memprediksi,” kata Anies di Kantor Kecamatan Pancoran pada Kamis (22/10/2020). [ant]

Continue Reading

Jakarta

Warga Jakarta Waspadai Cuaca Buruk Di Tiga Wilayah

Published

on

ilustrasi

EDUPUBLIK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan disertai kilat dan angin kencang di tiga wilayah Jakarta, Selasa.

“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat antara siang dan sore hari,” demikian pernyataan peringatan dini yang dilansir dari laman bmkg.go.id

Situasi cuaca pada siang hingga sore hari di Jakarta sebagian akan diguyur hujan berskala ringan di antaranya di Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, sementara wilayah lainnya diperkirakan berawan.

Beranjak pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan. Sedangkan hujan ringan berlangsung pada dini hari di Kepulauan Seribu serta Jakarta Utara.

BMKG melaporkan rata-rata suhu udara di di wilayah Jakarta berkisar antara 23 hingga 31 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 80 hingga 100 persen.

BMKG juga memperkirakan cuaca di wilayah Kota Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat, akan terjadi hujan pada siang hari berskala sedang.

Situasi hujan di wilayah Bogor dapat mempengaruhi debit Bendung Katulampa yang melintas melalui Kali Ciliwung menuju Jakarta, sementara hujan di Depok berkontribusi pada peningkatan debit di hulu Kali Sunter. [rzy/ant]

Continue Reading

Jakarta

BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Lebat Warga Diminta Waspada

Published

on

ilustrasi

EDUPUBLIK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca pada Rabu dini hari yang berpotensi hujan sedang dan lebat di wilayah Jabodetabek.

“Peringatan dini cuaca Jabodetabek pada Rabu pukul 00.35 WIB berpotensi terjadi hujan sedang-Lebat,” tulis BMKG dalam lamannya yang dipantau di Jakarta, (20/1) dini hari.

Daerah yang berpotensi hujan pada saat ini adalah Jakarta Barat (Tambora, Grogol Petamburan, Taman Sari, Cengkareng, Kebon Jeruk, Kalideres, Pal Merah, Kembangan); Jakarta Pusat (Sawah Besar, Kemayoran, Gambir, Senen, Cempaka Putih, Menteng, Tanah Abang, Johar Baru).

Kemudian Jakarta Utara (Tanjung Priok, Penjaringan, Pademangan); Jakarta Selatan (Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Jagakarsa, Pesanggrahan); serta Jakarta Timur (Jatinegara, Matraman, Kramat Jati, Pasar Rebo, Makassar).

Selain wilayah DKI Jakarta, wilayah lain yang berpotensi hujan adalah Tangerang, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

Potensi hujan sedang dan lebat juga diperkirakan akan meluas ke wilayah lainnya.

Hingga saat ini menurut pantauan awak media, untuk wilayah Kota Bekasi seperti Jatiasih, Jatisampurna turun hujan dengan intensitas lebat. [ant]

Continue Reading

Terpopuler