Connect with us
data-ad-client="ca-pub-5380071771854709" data-ad-slot="4198541131" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">

International

Kebakaran Hutan Australia, Industri Pariwisata Rugi 690 Juta Dolar AS

credit: Kebakaran Hutan Australia/dok. facebook (queemella pang)

EDUPUBLIK, CANBERRA – Krisis kebakaran hutan di Australia membuat industri pariwisata negara tersebut mengalami kerugian sebesar 1 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp9.434) atau setara 690,7 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp13.706).

Menurut data dari Dewan Industri Pariwisata Australia (Australian Tourism Industry Council), hampir 100 persen pemesanan di beberapa area yang terdampak langsung oleh kebakaran hutan telah dibatalkan.

Lebih dari 60 persen pemesanan di sejumlah kota regional yang sampai saat ini belum tersentuh oleh kobaran api juga dibatalkan.

Beberapa operator pariwisata di Canberra, yang belum terancam oleh kebakaran tetapi telah diselimuti asap, melaporkan tingkat pembatalan sebesar 20 persen.

Sebagian besar pembatalan itu dilakukan oleh warga Australia yang memilih tinggal di rumah, sementara para wisatawan internasional sejauh ini menjaga rencana mereka.

Namun demikian, para pakar industri memperingatkan bahwa reputasi Australia sebagai destinasi di mata wisatawan internasional akan terdampak oleh cakupan kebakaran hutan itu.

Menteri Pariwisata Australia Simon Birmingham, yang dijadwalkan bertemu dengan para anggota senior industri pariwisata pada Kamis (16/1), mengatakan kepada surat kabar Sydney Morning Herald bahwa pemerintah “siap” membantu pemulihan industri tersebut.

“Kami akan terus memberikan informasi terbaru kepada industri pariwisata mengenai apa yang kami lakukan untuk mengoreksi kesalahan informasi yang beredar di luar sana tentang cakupan geografis kebakaran hutan itu, serta aktivitas yang ditargetkan dan masih berlanjut guna memastikan dunia tahu bahwa Australia masih terbuka untuk bisnis dan kami ingin para wisatawan datang berkunjung,” ujarnya.

“Kami juga akan mengatakan kepada industri pariwisata bahwa pemerintah siap membantu industri itu, bukan hanya untuk membangun kembali infrastruktur di lokasi yang membutuhkannya tetapi juga terus mempromosikan pengalaman wisata luar biasa yang masih ditawarkan di seantero Australia, baik di area-area yang tidak terdampak maupun terdampak kebakaran bila nantinya keadaan sudah cukup aman untuk kembali menerima wisatawan,” Simon menandaskan. [xin]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

International

Trump Akui Joe Biden Presiden AS

Published

on

photo credit: Presiden AS Terpilih Joe Biden/via: twitter

EDUPUBLIK – Dengan ancaman pemakzulan untuk kedua kalinya yang semakin meningkat, Presiden Donald Trump mengakui, pada Kamis (7/1) bahwa Joe Biden akan menjadi Presiden Amerika Serikat selanjutnya, sehari setelah para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol AS dalam serangan yang mengejutkan terhadap demokrasi AS saat Kongres sedang mengesahkan kemenangan Biden.

Trump, yang pada Kamis pagi masih terus membuat klaim palsu bahwa pemilihan presiden itu telah dicuri darinya, mengatakan bahwa fokusnya kini untuk memastikan transisi yang lancar ke administrasi Biden dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis malam waktu setempat. Biden, presiden terpilih dari partai Demokrat, dijadwalkan untuk dilantik pada 20 Januari.

Presiden itu mengecam kericuhan yang pecah pada Rabu, mengatakan bahwa para perusuh telah mencemarkan kursi demokrasi Amerika.”Melayani sebagai Presiden anda telah menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya,” kata Trump yang merupakan presiden dari partai Republik. “Dan untuk seluruh pendukung saya yang hebat, saya tahu anda kecewa, namun saya juga ingin anda tahu bahwa perjalanan hebat kita baru saja dimulai.”

Pernyataan itu merupakan pembalikan tajam bagi Trump, yang menghadapi seruan-seruan untuk pengunduran atau pengusiran dirinya dari kursi kepresidenan usai penyerangan yang terjadi pada Rabu. Selama berbulan-bulan Trump bersikeras dirinya telah menang dalam pemilihan 3 November lalu akibat terjadinya kecurangan yang luas, meski tak ada bukti atas pernyataannya itu.

Desakannya pada hari Rabu kepada ribuan pendukungnya untuk berjalan ke Gedung Capitol untuk memprotes hasil pemilihan memicu kumpulan massa yang menerabas barisan petugas kepolisian dan menginvasi Capitol, memaksa para anggota Kongres untuk bersembunyi demi keselamatan masing-masing.

Para perwakilan dari partai Demokrat di Kongres, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi dan pimpinan partai Demokrat di Senat Chuck Schumer, menyerukan kepada kabinet Trump dan Wapres Mike Pence untuk menggunakan Konstitusi AS untuk mencopot Trump atas “hasutan pemberontakan”.

Amandemen ke-25 dalam Konstitusi AS memperbolehkan jumlah mayoritas dari Kabinet untuk mencopot seorang presiden dari kekuasaan apabila dia tidak dapat melaksanakan tugasnya.

Namun seorang penasihat Pence mengatakan sang Wapres, yang harus menjadi pemimpin upaya semacam itu, menolak untuk menggunakan amendemen tersebut untuk mengusir Trump dari Gedung Putih.

Apabila Pence gagal untuk mengambil langkah, Pelosi memberikan sinyal bahwa dia akan mengumpulkan kembali anggota DPR untuk menginisiasikan proses pemakzulan terhadap Trump atas perannya dalam kericuhan pada Rabu, yang mengakibatkan kematian lima orang, termasuk seorang petugas kepolisian Capitol, yang kematiannya dikonfirmasi oleh anggota DPR Dean Phillips melalui Twitter.

Segelintir wakil rakyat dari partai Republik juga menyerukan pencopotan Trump. Laman editorial Wall Street Journal, yang dianggap sebagai suara terdepan dari pihak Republik, menyerukan pengunduran diri Trump pada Kamis malam.

Sejumlah anggota pemerintahan Trump, termasuk Menteri Transportasi Elaine Chao, yang juga merupakan istri Pimpinan Mayoritas Senat Mitch McConnell, mengundurkan diri sebagai sikap simbolis terhadap kekerasan itu. [rzy/ant]

Continue Reading

International

PM Singapura Menerima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19

Published

on

photo credit: Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong/via: twitter

EDUPUBLIK – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 pada Jumat (8/1).

Kabar itu diperlihatkan melalui unggahan video Facebok, yang menunjukkan pria berusia 68 tahun itu disuntik di bagian lengan di salah satu rumah sakit setempat.

Singapura sejauh ini hanya merestui vaksin COVID-19 produksi Pfizer-BioNTech, tetapi pemerintah juga mengamankan dosis cukup untuk 5,7 juta populasi mereka termasuk dari produsen lainnya seperti Moderna dan Sinovac.

“Kami divaksinasi lebih awal untuk memperlihatkan kepada warga Singapura bahwa kami yakin vaksin tersebut aman dan ampuh,” kata Lee, menambahkan dirinya ditemani oleh pejabat kesehatan senior, Kenneth Mark, yang juga divaksinasi.

Negara kota itu meluncurkan program vaksinasi pertamanya pada akhir Desember, akan tetapi Lee mengatakan vaksinasi yang lebih luas untuk para petugas medis dari lembaga publik akan dimulai pada Jumat dan disusul oleh kaum lansia bulan berikutnya. [ant/reuters]

Continue Reading

International

CEO Alibaba Hilang Misterius

Published

on

credit: @jackmafoundation/via: twitter

EDUPUBLIK – Pendiri Grup Alibaba, Jack Ma, tidak tampil di depan umum sejak dua bulan terakhir, setelah dia mengkritik pemerintah China dalam pidatonya.

Dikutip dari Reuters, Rabu, (6/1), Jack Ma mengkritik sistem regulator China saat berbicara di sebuah forum di Shanghai, pada Oktober tahun lalu.

The Financial Times, dikutip dari Reuters, menuliskan Ma tidak tampil dalam acara “Africa’s Business Heroes” pada November lalu. Jack Ma menjadi salah seorang juri dalam acara tersebut.

Juru bicara Alibaba menyatakan sang miliuner tidak bisa hadir pada acara tersebut karena masalah jadwal yang berbarengan dengan kegiatan lain.

Regulator China sejak Oktober lalu mengkritisi bisnis dimiliki Jack Ma, termasuk diantaranya mengadakan penyelidikan antimonopoli terhadap Alibaba.

Sementara Ant Group, anak perusahaan Alibaba dalam bidang teknologi finansial, terpaksa menunda rencana melantai di bursa saham.

Ketua BDA China, perusahaan konsultan teknologi, Duncan Clark, berpendapat Jack Ma kemungkinan mengikuti saran untuk tidak tampil di depan umum terlebih dulu.

“Ini situasi yang cukup unik, berkaitan dengan Ant dan hal-hal sensitif seputar regulasi keuangan,” kata Clark.

Absennya Jack Ma di depan publik sempat menjadi pembicaraan utama di media sosial. [rzy/ant]

Continue Reading

Terpopuler