Connect with us

EDUKASI

Kemendikbud: Lima Hari Sekolah Bukan Full Day School

Edupublik.com, Malang — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengelak jika lima hari sekolah merupakan full day school. Lima hari sekolah yang dimaksud dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017, bertujuan untuk menguatkan karakterpeserta didik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

“Lima hari sekolah bukan “full day school”. Itu istilah untuk jenis penyelenggaraan pendidikan di sekolah tertentu,” kata Ari Santoso, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, di Malang (30/6/2017).

Ari menegaskan, lima hari sekolah bukan berarti siswa harus belajar di dalam kelas terus menerus. Ada beragam aktivitas belajar yang dilakukan dengan bimbingan dan pembinaan guru. Beragam kegiatan yang dapat dilakukan misalnya, mengaji, pramuka, palang merah remaja.

Kegiatan lainnya yang terkait upaya mendukung pencapaian tujuan pendidikan, seperti belajar budaya bangsa di museum atau sanggar seni budaya juga menghadirkan mental sportif dengan olahraga. Diharapkan aktivitas belajar peserta didik tidak membosankan karena dilakukan secara tatap muka di kelas saja, namun dapat lebih menyenangkan karena melalui beragam metode belajar yang dikelola guru dan sekolah.

Sekolah lima hari, jelas Ari, hanya untuk sekolah yang siap sesuai dengan Permendikbud 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Tidak ada paksaan bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan pada tahun ajaran baru 2017/2018. “Sesuai dengan pasal 9, dapat dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Aturan tentang hari sekolah tersebut, merupakan hal teknis yang dapat dipilih satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketersediaan sumberdaya. Ari mengimbau agar masyarakat tidak terjebak pada perdebatan tentang lima hari atau enam hari, namun kembali pada semangat penguatan karakter melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Sudah ada sekolah-sekolah percontohan penerapan praktik baik PPK di berbagai wilayah di Indonesia yang melaksanakan kegiatan lima hari sekolah. Hari Sabtu dan Minggu bisa digunakan menjadi hari keluarga. Pertemuan anak dan orang tua menjadi lebih berkualitas,” tutur Ari.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menyampaikan, sesungguhnya penerapan kegiatan belajar mengajar delapan jam sehari telah dilakukan oleh sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 dengan benar.

“Fokus pembinaan karakter bukan semata pada mata pelajaran konvensional, tapi juga mencakup kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler inilah yang memang agak luas, cukup besar mulai hari krida, olah raga sekolah, termasuk kegiatan yang sifatnya kerja sama dengan lembaga pendidikan lainnya,” kata Hamid Muhammad ujarnya di diskusi media beberapa waktu lalu.

Selain kurikulum inti yang disampaikan melalui kegiatan intrakurikuler, pasal 6 Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dapat dilakukan di luar kelas. Adapun pelaksanaannya bukan tunggal/mandiri saja, namun juga dapat menggunakan metode kerja sama, antarsekolah maupun dengan lembaga-lembaga lain terkait.

Beragam aktivitas yang dapat dilakukan siswa dalam hari sekolah di antaranya kegiatan pengayaan mata pelajaran, pembimbingan seni dan budaya. Selain itu, pengembangan potensi, minat, bakat, serta kepribadian siswa juga dapat didorong melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Penerapan lima hari sekolah akan sangat beragam di setiap satuan pendidikan. Pengaturan jadwal serta teknis pelaksanaan menjadi kewenangan sekolah yang lebih mengetahui situasi dan kondisi masing-masing. “Saat ini panduan pelaksanaan sedang disusun oleh tim dari Ditjen Dikdasmen dan Ditjen Pendidikan Agama Islam Kemenag,” tutur Ari Santoso. [sdk]

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EDUKASI

Soal Ujian Nasional yang Membutuhkan Daya Nalar Tinggi Perlu Dikenalkan ke peserta Didik

Published

on

By

ilustrasi/foto source: @thekopernik - via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan soal Ujian Nasional (UN) yang membutuhkan daya nalar tinggi perlu dikenalkan ke peserta didik.

“Soal-soal penalaran pada ujian nasional sebetulnya hanya sekitar 10 persen dari total semuanya. Ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyesuaikan secara bertahap standar kita dengan standar internasional, antara lain seperti standar Program for International Student Assessment (PISA),” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy, di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Pengenalan soal penalaran tersebut, lanjutnya, merupakan upaya untuk mengejar ketertingalan pencapaian kompetensi siswa Indonesia di tingkat internasional.

Selain itu juga, Muhadjir mengatakan, model soal penalaran merupakan salah satu tuntutan kompetensi dalam pembelajaran abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

“Dengan begitu, peserta didik diharapkan mampu menganalisa data, membuat perbandingan, membuat kesimpulan, menyelesaikan masalah, dan menerapkan pengetahuan pada konteks kehidupan nyata,” katanya.

Mendikbud juga menambahkan bahwa soal UN yang dikeluhkan siswa tersebut sudah sesuai dengan kisi-kisi yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dengan melibatkan guru, yang selanjutnya ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada bulan Agustus 2017, dan dimuat di laman http://bsnp-indonesia.org.

Kisi-kisi tersebut, kata Dia, telah disusun sesuai kompetensi dasar yang harus diajarkan oleh guru sebagaimana dijabarkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, dan dituangkan dalam buku mata pelajaran

“Kisi-kisi ini dibuat secara umum atau generik, tidak spesifik mengarah pada suatu bentuk soal tertentu. Tujuannya agar pembelajaran di sekolah-sekolah tidak terjebak pada proses latihan soal-soal UN,” katanya.

Dia mengatakan, guru wajib mengajarkan materi pembelajaran dengan mengedepankan pemahaman konsep dan penalaran, bukan sekedar latihan soal.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Totok Suprayitno mengatakan, soal-soal UN terdiri dari tiga level kognitif yaitu level satu (pengetahuan pemahaman) sekitar 30 persen, level dua (aplikasi) sekitar 60 persen, dan level tiga (penalaran) sekitar 10 persen.

“Soal-soal ditulis oleh guru dan ditelaah oleh para guru yang kompeten dan dosen dari beberapa perguruan tinggi,” katanya.

Hasil UN ini, lanjut Totok, akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

“Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” tandasnya. [ant]

Continue Reading

EDUKASI

Menristekdikti Pastikan Melalui Perpres Nomor 16/2018 Semua Orang Bisa Melakukan Penelitian

Published

on

foto credit: @kemenristekdikti (menteri ristekdikti mohamad nasir) via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memastikan melalui Perpres Nomor 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah maka semua orang bisa melakukan penelitian.

“Melalui Perpres ini, semua orang bisa melakukan penelitian. Jadi tidak hanya yang berada di organisasi saja tetapi juga perorangan,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir, di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia mengatakan, peraturan tersebut merupakan sebuah terobosan besar dalam sistem pengadaan barang atau jasa pemerintah, khususnya bagi dunia penelitian yang ada di lembaga penelitian.

“Salah satu terobosan penting dalam peraturan ini adalah agar pelaksanan penelitian yang selama ini selalu berbasis pada aktivitas saja, saat ini dan kedepannya dapat berorientasi pada hasilnya juga, sehingga riset tidak hanya selesai di situ saja,” katanya.

Nasir mengatakan, penelitian terkadang memerlukan waktu yang cukup panjang, bahkan hingga bertahun-tahun, maka jaminan keberlanjutan penelitian juga menjadi jaminan yang harus diberikan kepada peneliti.

“Selama ini tidak ada jaminan ketersediaan anggaran terutama untuk penelitian tahun jamak,” kata Nasir.

Maka, lanjutnya, dengan Perpres tersebut, secara tegas menyatakan bahwa penelitian dapat dilakukan dengan kontrak penelitian melebihi satu tahun anggaran.

Selain itu, Nasir juga menyampaikan pihaknya menyiapkan peraturan turunan dari peraturan presiden tersebut yakni peraturan menteri yang mengatur mengenai penelitian.

Sementata itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan bahwa Perpres tersebut merupakan produk regulasi yang sangat erat mendukung kelancaran riset.

“Dalam peraturan itu, ada aturan yang sangat fundamental dan mendukung perubahan pola pikir pelaksanaan penelitian,” katanya.

Dia mengatakan, dengan adanya peraturan baru ini diharapkan bisa meningkatkan relevansi dari produktivitas peneliti kita.

“Ada beberapa hal yang baru yaitu pelaksananya bisa individu atau LSM, pembinaan dengan pemerintah untuk riset mulai tahun dapat dilakukan lebih dari satu tahun dan penelitian yang berbasis hasil,” tandasnya. [ant]

Continue Reading

EDUKASI

Pentaskan Wayang, Forum Anak Medan dan Binjai Berkolaborasi Dukung Kota Layak Anak

Published

on

Forum Anak Medan dan Binjai Sumatera Utara

EDUPUBLIK.COM, BINJAI – Menyambut kedatangan wayang FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) atau traktat pengendalian tembakau global di Tanah Batak, Forum Anak Kota Medan dan Binjai, Sumatera Utara, berkolaborasi mementaskan wayang FCTC Warrior yang digelar di Lapangan Merdeka Binjai, Sumatera Utara, (14/4/2018).

“Melalui pentas wayang FCTC Warrior kami menyampaikan pesan tentang bahaya rokok dan pentingnya FCTC untuk perlindungan anak dari dampak rokok,” kata Chesa Syaqira, warrior FCTC kota Medan.

“Kami juga menyampaikan pesan dukungan anak muda kepada Walikota Medan dan Binjai, untuk mewujudkan Medan dan Binjai Kota Layak Anak tanpa asap rokok dan iklan rokok,” papar aktivis Forum Anak Kota Medan ini.

Chesa menjelaskan, media wayang dipilih untuk menyuarakan pesan yang edukatif dan menghibur tanpa kesan menggurui. “Memang disesuaikan dengan audiens kami yang mayoritas anak-anak. Supaya mereka lebih mudah memahami pesan tentang bahaya rokok karena disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan menarik,” ujarnya.

Forum Anak Kota Medan dan Binjai, tambah Chesa, cukup aktif menyuarakan pesan tentang bahaya rokok dan pentingnya FCTC karena kekhawatiran mereka terhadap jumlah perokok anak di Indonesia yang terus meningkat.

Chesa mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 bahwa jumlah perokok di bawah usia 19 tahun mencapai 16,4 juta orang. Kecenderungan usia merokok kian bergeser ke umur yang lebih muda, dimana pada  kelompok usia 10-14 tahun, tren merokok meningkat 2 kali lipat hanya dalam jangka kurang dari 20 tahun.

Chesa, yang juga menjadi Fasilitator Forum Anak Nasional, menjelaskan pemerintah belum maksimal memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, akibat konsumsi rokok. “Buktinya, hingga saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum mengaksesi FCTC. Padahal FCTC bertujuan melindungi generasi sekarang dan mendatang dari kerusakan kesehatan, lingkungan dan ekonomi karena konsumsi tembakau dan paparan asap rokok,” tegas Pembaharu Muda kota Medan ini.

Dukungan Kota Layak Anak

Selain menyuarakan pesan mendorong Indonesia aksesi FCTC, Forum Anak Kota Medan dan Binjai juga mendeklarasikan dukungan Kota Layak Anak (KLA) tanpa asap rokok dan iklan rokok.

“Untuk mewujudkan Kota Medan dan Binjai Layak Anak harus dipenuhi sejumlah indikator. Salah satunya adalah indikator klaster kesehatan tentang ketersediaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok,” kata Chesa.

Mahasiswi Universitas Negeri Medan ini menjelaskan, kota Medan misalnya, sudah memiliki Perda KTR nomor 3 tahun 2014. “Tapi kami melihat pelaksanaan Perda KTR di Medan masih belum maksimal karena kami masih menemukan orang merokok di wilayah KTR,” ujarnya.

Karenanya, Chesa bersama Forum Anak Kota Medan mendukung Pemkot Medan untuk menegakkan Perda KTR dengan melakukan pengawasan, dan memberi sanksi tegas bagi mereka yang masih merokok di wilayah KTR.

Menuju Kabupaten Labuhan Batu

Kota Medan menjadi kota ketujuh belas yang didatangi Wayang FCTC dalam rangkaian “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota”. Sebelumnya Wayang FCTC sudah melalui kota Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Jember, Tabanan, Badung, Mataram, Sumbawa, Makassar, Banggai, Palu, Banjarmasin dan Banda Aceh.

Setelah Medan, Wayang FCTC Warrior akan diperjalankan kembali dalam rangkaian Petualangan 365 hari FCTC Warrior di 25 kota. Kabupaten  Labuhan Batu  sudah menunggu untuk menerima estafet kedelapan belas Wayang FCTC Warrior.

Ingin tahu aksi dan petualangan FCTC Warrior di kota berikutnya? Nantikan berita dari rangkaian Petualangan FCTC Warrior di 25 Kota di Indonesia. [iko]

Continue Reading

EDUKASI

Talkshow lnteraktif “Bangga Menjadi Indonesia”

Published

on

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Generasi muda diajak untuk terus belajar, berpikir positif, kerja keras untuk meraih sukses, dan kaya .

Ajakan itu di paparkan Giring Ganesha, artis, politisi muda ,musisi, dan juga founder kincir.com dalam Talk show interaktif bertajug “Bangga menjadi Indonesia”, di Emerald Tower Bandung, Jumat (29/12/2017)

Giring mengatakan Untuk menjadi sukses dan kaya harus melalui proses dan fokus pada satu hal untuk mencapai hal yang lainnya, agar kita bangga menjadi Indonesia.

“Sukses itu ada dengan bagaimana cara berpikir kita dan juga kerja keras, namun cara berpikir juga harus dari hal yang positif jika itu dilakukan maka pasti semuanya akan berjalan positif , di sertai doa, kerja keras juga berpikir positif”katanya.

Lanjut Giring,”Klo hal tersebut kita lakukan maka kesuksesan dapat diraih dab kita bisa kaya, dan kaya itu berkah, kita bisa menolong orang lain yang kesusahan”.

photo credit: Giring Ganesha pada Talkshow interaktif Bangga menjadi Indonesia / dok. Akbar

Masih kata Giring,” Oleh karena itu bagi kaum muda jangan juga berpikir cepat sukses, karena itu semua melalui proses, karena sesuatu yang instan itu kadang membuat kita bahaya, semuanya harus melalui proses dan kerja keras, oleh karena itu tugas kita harus menjelaskan pada kaum muda bahwa kalo mau sukses kita harus kerja keras, kalo kita tanya pada orang orang sukses pasti jawaban mereka kerja keras,
Inilah yang harus ditanam pada cara berfikir kita semua, maka itu jangan takut untuk sukses, jangan takut menjadi kaya”, ujarnya

Talk show Interaktif yang membawa pencerahan ini dihadiri ratusan kaum muda juga mahasiswa se Bandung raya, juga di isi oleh narasumber seperti Yasser M.S founder mataharikecil Indonesia, dan Rahadian Dinar, entrepreneur muda, Co-founder Budaya Anti Narkotika Nasional (BUANA) dengan pembawa acara Kamal Nuryadin.[SA]

Continue Reading

EDUKASI

Pelatihan Kewirausahaan, Petani Kopi Jabar Belajar Mengenal Cita Rasa Kopi

Published

on

Edupublik.com – pelatihan kewirausahaan kopi di hari kedua yang diikuti oleh  petani kopi Jabar di Preanger Point Bandung, Sabtu, 14 Oktober 2017, antara lain mereka belajar mengenai pengenalan uji mutu dan cita rasa kopi serta pengembangan kelembagaan sumber pembiayaan dan pola perdagangan kopi.

Petani kopi yang mengikuti pelatihan kewirausahaan ini, sangat antusias saat mereka belajar mengenai pengenalan uji mutu dan cita rasa kopi. “Saya dapat ilmu baru tentang menilai cita rasa kopi, bagaimana menggiling kopi, menyeduhnya, hingga mencicip kopi,” kata Dedi Priyadi, 38 tahun, petani kopi, asal Sukajaya Lembang, saat mengikuti pelatihan di  Preanger Point, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Menurut Dedi, pelatihan yang baru pertama kali diikuti ini, sangat bermanfaat sekali karena dia jadi mengetahui bagaimana cara menanam kopi dengan baik, mengolah hasil panen dengan benar, dan menyeduh kopi. “Ya, tentang cita rasa kopi dan ilmu barista sedikitnya bisa saya kuasai, setelah saya ikut pelatihan ini,” ujar Dedi senang.

Adi Taroepratjeka, Q Graider kopi Indonesia mengatakan, belajar mengenal cita rasa kopi, bagus dilakukan secara kelompok, agar terjadi diskusi, dan tentunya harus  ada pengajarnya untuk mengarahkan bagaimana memberi nilai pada kopi.

photo credit: pelatihan kewirausahaan kopi / dok. Akbar

Menurut Adi, kopi berkualitas adalah kopi yang ditanam dengan baik, pengolahan pasca panen dengan baik, dan biji kopi yang disortir secara baik. “Kalau petani kita kan,  kopi yang sudah disortir dijual, yang sudah patah-patah dan disapu, itu yang diminum, jadi bagaimana bisa mengetahui kopi yang memiliki cita rasa bagus, kalau yang diminum kopi yang cacat,” kata Direktur 5758 Coffee Lab, yang disambut  gelak tawa para petani kopi.

Adi menyatakan,  sudah saatnya petani kopi Indonesia dapat mengetahui  cita  rasa kopi dengan baik, agar mereka dapat dengan mudah berkomunikasi dengan siapapun, meski bahasanya berbeda. Caranya, kami bagikan lembar pecatatan kopi, lalu mereka diajari bagaimana mencium aroma biji kopi, mencium aroma kopi yang sudah digiling, dan mencium aroma kopi yang sudah diseduh, serta bagaimana cara menyeduh kopi.

Saat mereka mencium aroma kopi, hingga mencicip kopi, cita rasa yang mereka rasakan ditulis di lembar pencatatan cita rasa. Melalui lembar pendaftaran kopi, kita menyamakan persepsi tentang nilai 7 untuk kopi seperti apa, nilai 7,5 seperti apa. “Sehingga mereka bisa berkomunikasi tentang kopi dengan hanya menggunakan lembar pencatatan kopi,” kata Adi.

photo credit: pelatihan kewirausahaan kopi / dok. Akbar

Adi mengatakan, kalau ada kopi dicampur jagung, beras, kedelai, beras ketan hitam, itu awalnya terjadi karena petani hanya menjual hasil panen yang bagus. Sisanya, kopi cacat atau pecah digiling, supaya banyak, mereka campur jagung, beras, atau kedelai. “Dicampur nggak papa, da nggak ketahuan, tapi ketika petani tidak pernah minum kopi hasil sortiran yang bagus, mereka tidak akan pernah tahu cita rasa kopi enak,” kata Adi. Para petani pun tertawa mendengar cerita Adi.

Menurut Adi, tidak ada yang salah mencampur kopi dengan komoditas lain. “Di Lombok, mereka minum  kopi dengan kayu manis, kelapa sangria untuk menambah cita rasa, tapi yang dipakainya adalah kopi terbaiknya. Jangan dibiasakan minum kopi cacat, tapi coba minum kopi yang bagus,” kata Adi.

Cara menyeduh kopi, dijelaskan Adi, jangan menyeduh dengan air mendidih, tapi gunakan air  panas  85 – 95 derajat. “Setelah diseduh dengan air panas, biarkan 4 menit, lalu ambil ampasnya, cium lagi aromanya, pasti aromanya berubah, dibandingkan dengan aroma kopi yang baru diseduh, ” ujar dia.

Pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi ini digelar oleh Kementerian LHK bekerja sama dengan SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia). Pesertanya adalah 50 petani kopi yang tergabung dalam LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) di Jabar.

Ketua LMDH Lereoy Matita mengatakan,  kita sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Petani dapat wawasan baru tentang kewiraushaan kopi.

“Ini awal kerja sama yang baik untuk meneruskan tradisi pelatihan kewirausahaan kopi secara berkesinambungan. Petani kopi membutuhkan wawasan tentang cara menanam kopi yang baik, mengolah hasil panen, dan memprosesnya menjadi powder, sampai tata niaga kopi,” kata dia.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadi Daryanto menyatakan terima kasih kepada para petani kopi yang sudah sangat antusias mengikuti kegiatan kewirausahaan ini.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, mereka sudah menjadi bagian dari petani agro forestry, tahu menanam kopi yang benar, mengolahnya, dan sekaligus mengetahui tata niaga kopi serta industri kopi, secara umum. Mereka bisa mengetahui kualitas kopi yang bagus dan mengenal cita rasa kopi dengan baik. Kegiatan ini tidak boleh selesai sampai disini, tapi harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Hadi. (SA)

 

Continue Reading

EDUKASI

Kementrian Lingkungan Hidup Menggelar Pelatihan Kewirausahaan Petani Kopi

Published

on

Edupublik.Com – Menumbuhkan Kewirausahaan di Kalangan Petani Kopi, itulah tema pelatihan kewirausahaan yang di ikuti Puluhan petani kopi dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Preanger Point Coffee Shop  Jl. Trunojoyo No.58, Citarum, Bandung, Jumat – Sabtu, 13-14 Oktober 2017.

Materi pelatihan yang akan di sampaikan antara lain akan belajar agroforestry, yakni menanam yang tidak merusak hutan, pengenalan berbagai menu olahan kopi, pengenalan uji mutu dan cita rasa kopi, meracik kopi, sampai membangun desa wisata kopi.

Hadir pada kegiatan tersebut, diantaranya Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Hadi Daryanto, Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Hargyanto, Ketua LMDH Jawa Barat, Roy Matileta, Pembina SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia), Setra Yuhana, petani kopi Pangalengan, Wildan.

Petani yang tergabung dalam LMDH adalah mereka yang tinggal di sekitar lahan Perhutani adalah para petani yang tergabung dalam LMDH dan menanam kopi diantara pohon keras milik Perhutani. “Selama ini mereka belum mendapat fasilitas dari Negara, maka kami buat pelatihan agar taraf hidup petani kopi meningkat. Sayang kalau mereka jadi petani gurem terus, harus ada peningkatan menjadi wirausaha kopi,” kata Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadi Daryanto, pada saat konferensi pers di Preanger Point Jl Trunojoyo, Kota Bandung, Jumat (13/10/2017).

Photo credit: (ki-ka)Pembina SCAI, Setra Yuhana, Ketua LMDH Jawa Barat, Roy Matileta, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Hadi Daryanto, Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Hargyono, LMDH Jawa Barat, wawan / dok. Akbar

Menurut Hadi, mengapa kopi?, akar pohon kopi menghujam ke tanah sedalam lebih dari 3 meter sehingga dapat mencegah erosi. Selain itu pohon kopi menyerap CO2 dan menghasilkan O2, sehingga baik untuk menjaga keseimbangan lingkungan. “Kopi saat sedang booming dan bahkan sudah menjadi gaya hidup. Banyak orang kota yang suka nongkrong di kedai kopi Ini peluang bagi petani kopi untuk naik kelas, tidak hanya jual kopi, tapi juga jual cangkir kopi di area ekowisata yang juga sedang booming,” katanya.

Hadi mengatakan, agar terampil meracik kopi, para petani akan dilatih menjadi barista professional. “Jika di kampung, barista mengolah kopinya alami, belum terstandar, maka untuk naik kelas menjadi entrepreneur kita latih cara meracik kopi sesuai karakteristik kopi,” ucapnya.

photo credit: Pembina SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia), Setra Yuhana / dok. Akbar

Untuk menggelar program ini, KLHK menggandeng SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia). SCAI merupakan jaringan global “Specialty Coffee Association” yang concern padapendidikan terkait pasar global terkait kopispecialty, memiliki standarisasi dan sertifikasi, mengatasi persoalan mata rantai pasokan, menjadi wadah jaringan kerja dari para pelaku industri serta, meningkatkan kesadaran hukum dalam kegiatan usaha kopi specialty.

“Kami berkolaborasi dengan SCAI karena mereka punya jaringan, pasar, dan keahlian melatih orang menjadi wirausaha. Kita kerja sama, sesuai dengan arahan Pak Presdien, Kerja bersama, ketika saya butuh untuk penguatan kapasitas petani, kebetulan ada lembaga seperti SCAI, maka saya ajak untuk kerja sama,” kata Hadi.

“Pulang dari kegiatan ini kita akan membuat tata niaga yang sederhana, supaya orang tidak ragu-ragu untuk kopi hutan,” jelas Hadi. Hal tersebut melihat visibility pasar internasional kopi.

Kepala Sub Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat KLHK Sri Wahyuni menambahkan, pihaknya akan memberikan sertifikat kepada para peserta kepada barista pemula. “Dengan keahlian baru yang dimilikinya sebagai barista, mereka dapat mengembangkanskill-nya di desa mereka dengan bersama-sama membangun desa wisata kopi, misalnya,” ujar Sri.

Sedangkan Direktur Bina Usaha Perkebunan Sosial dan Hutan Adat KLHK, Hargyono, pihaknya akan mengedepankan konsep yang baik dari hulu dan hilir, “Ada desain, dan ini lintas sektoral,” ucap Hargyono.(SA)

Continue Reading

EDUKASI

Jokowi Minta Pelajar Indonesia Rajin Belajar, Beribadah, dan Berolahraga

Published

on

photo credit: @KSPgoid/via: twitter - Presiden Jokowi

EDUPUBLIK.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar pelajar Indonesia harus rajin belajar. Selain itu, dia juga meminta agar para pelajar rajin berolahraga dan beribadah.

“Selain belajar, anak-anak juga harus rajin beribadah. Rajin sembahyang, supaya anak-anak sehat, harus rajin olahraga,” kata Jokowi saat menghadiri acara Penyuluhan Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan kepada siswa-siswi SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta di Hall C1 JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa para pelajar saling menghormati dan menghargai meskipun berbeda agama dan suku.

“Anak-anak saya titip ke anak-anak semuanya agar di antara kita, anak-anak dengan teman-teman saling menghargai dan menghormati. Meskipun berbeda suku, beda agama,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dia menegaskan pelajar di Indonesia menghindari tindakan perundungan (bullying) atau kekerasan. Pasalnya, apapun alasannya, kata Jokowi sikap bullying tidak boleh dilakukan.

“Hindari kekerasan. Ingat kekerasan apapun akan memberikan pengalaman buruk pada temen-teman kita. Maka stop bullying,” pungkas Jokowi.

Terakhir, dia meminta agar pelajar tetap waspada terhadap bahaya narkoba yang mengintai. Ia mengatakan narkoba dapat merusak masa depan dan kesehatan.

“Anak-anak muda ini kan harus mengerti bahaya narkoba agar terhindar dari bahaya narkoba maka kita harus waspada. Narkoba bahaya bagi kesehatan dan bisa merusak,” tandas Jokowi. [rzy]

Continue Reading

EDUKASI

7 Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis Email

Published

on

ilustrasi/foto source: twitter

EDUPUBLIK.COM – Pernahkah kamu ditegur oleh atasan karena mengirim email dengan tata cara yang dianggap kurang sesuai? Komunikasi via email memiliki standar etika sendiri, di mana banyak hal kecil yang perlu kamu perhatikan. Ada baiknya kamu mengetahui etika menulis email agar tidak mendapatkan teguran lagi atau penolakan. Berikut ini adalah do’s and dont’s dalam menulis email;

1. Pastikan To dan Subject Telah diisi dengan Benar

Sepele namun sering lupa untuk diperhatikan. Pastikan kamu telah memasukkan semuanya dengan tepat. Kamu harus tahu siapa saja lawan bicara kamu dan kemana emaik ditembuskan. Selain itu subjek juga harus diisi untuk mengetahui topik apa yang akan dibahas agar pembicaraan tidak keluar dari koridor subjek.

ilustrasi / foto source: twitter

2. CC dan BCC Digunakan dengan Fungsi Berbeda

Lebih dari to dan subject, di dalam surel ada pilihan CC (Carbon Copy) dan BCC (Blind Carbon Copy). Sesuai dengan kepanjangan dari dua singkatan tersebut, tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang sama seperti yang dikirimkan kepada orang-orang yang dituju (To). Namun, perbedaan dari dua hal tersebut ada di BCC, dimana kamu bisa mengirimkan pesan yang sama kepada orang-orang yang informasinya tidak perlu diketahui oleh orang-orang lain yang ada di dalam email tersebut.

3. Perhatikan Tata Bahasa dan Tanda Baca

Walaupun kamu sudah menggunakan bahasa yang sopan, jika tidak diiringi dengan penggunaan tanda baca dan tata bahasa yang baik, maka penerima surel bisa sulit untuk memahami maksud dari pesan kamu. Luangkan waktu sebentar setelah menulis untuk memeriksa penggunaan tata bahasa dan tanda baca untuk meminimalisir kemungkinan kesalahpahaman.

ilustrasi / foto source: twitter

4. Kalimat Pembuka dan Penutup

Kamu bisa membuat email dengan isi yang singkat dan langsung kepada poin utama. Tetapi kamu jangan lupakan kalimat pembuka dan penutup. Tanpa kalimat pembuka dan penutup, kamu terlihat kasar dan tidak menunjukkan sikap yang bersahabat,

5. Jangan Unggah Lampiran Terlalu Besar

Lampiran yang terlalu besar akan lama diunduh oleh penerima email. Jika terlalu besar, sering sulit dibaca oleh komputer penerima, maka bisa saja penerima tidak mau membuka lampiran yang kamu kirimkan. Pastikan lampiran yang kamu kirimkan mudah dibaca atau dilihat dan tidak berukuran terlalu besar.

6. Cantumkan Informasi Kontak Anda

Terkadang penerima emaik tertarik dengan apa yang kamu bicarakan, namun tidak bisa melanjutkan pembicaraan melalui email. Maka dari itu, informasi kontak kamu yang lain seperti nomor telepon atau jejaring sosial kamu menjadi penting, agar penerima bisa menghubungi kamu melalui jaringan yang lain.

ilustrasi / foto source: twitter

7. Cek Folder Junk

Terkadang sistem mengirimkan email ke dalam folder junk atau folder sampah. Jika kamu menunggu email penting yang tak kunjung datang, bisa dicoba untuk mengecek bagian junk atau spam. Beberapa email masuk kedalam spam bukan karena kesengajaan.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan betapa pentingnya gaya kamu mengirimkan surel. Coba cek lagi pengaturan surel kamu, apakah kamu sudah mencantumkan informasi diri kamu yang lain bagian akhir email. [EF]

Continue Reading

EDUKASI

Siswa SD dan SMP Dilarang Menonton Film Penghianatan G 30 S PKI

Published

on

photo credit: tempo english/via: twitter

Edupublik.com, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan apresiasi terhadap Mendikbud RI, Muhajir Effendy atas pernyataannya melarang siswa SD dan SMP menonton film Penghianatan G 30 S PKI, dengan alasan batasan usia dalam film tersebut dan banyaknya adegan sadis dan kekerasan di dalam film tersebut, sehingga tak patut disaksikan anak-anak usia SD dan SMP.

Batasan usia film Penghianatan G 30 S PKI juga sudah dilakukan oleh badan sensor film sebagaimana dikemukakan oleh Ketuanya, Ahmad Yani Basuki, yaitu 13 tahun ke atas. Namun, KPAI sepakat dengan Mendikbud RI, meski batasan usianya 13 tahun keatas, namun sebaiknya film ini hanya bisa disaksikan oleh siswa SMA/SMK, karena sudah lebih matang dalam menyaksikan adegan kekerasan dan dapat memahami diksi-diksi yang muncul dalam film tersebut. Di SMA/SMK pun sebaiknya ada pendampingan dengan para guru sebagai fasilitator.

Kekerasan dalam segala bentuk, baik di film, di games, di sekolah, di rumah, dan lain sebagainya, tentu saja harus dicegah dan ditangani, oleh karena itu salah satu upaya pencegahan kekerasan adalah melindungi anak-anak dari berbagai tayangan yang mengandung unsur kekerasan, sadistis dan pornografi.

“Apalagi Kami membaca berita di media bahwa di salah satu lokasi nobar di Jakarta Timur, ada fakta anak-anak berteriak bunuh bunuh saat menyaksikan film tersebut. Ini yang kami kira menjadi kekhawatiran kita bersama,  termasuk Mendikbud RI yang sedang gencar melakukan penguatan pendidikan karakter,” ujar Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti, di Jakarta, (28/9/2017).

KPAI sesuai mandat Undang-Undang Perlindungan Anak memiliki kewenangan pengawasan, tetapi tidak memiliki kewenangan melarang pemutaran film Penghianatan G 30 S PKI di sekolah.

“Namun, Kemdikbud RI memiliki kewenangan tersebut, bahkan juga kewenangan memberikan sanksi kepada pihak sekolah yang melanggar. Kami mendukung,” kata Retno. [ria]

Continue Reading

EDUKASI

Grand Launching HELIC Tingkatkan SDM Hotel Indonesia

Published

on

photo credit: Grand Launching HELIC, diisi dengan Talkshow / dok. Elly

Edupublik.com – Grand Launching Hotel Executive Learning Centre (Helic) juga diisi dengan Talkshow dengan thema “Kompetensi adalah Mantra untuk Memenangkan Persaingan”,pada hari, Sabtu (23/9/2017), bertempat di Ciremai Building 6th floor Kampus STP NHI Jl. Dr. Setiabudi, Kota Bandung.

Banyak bermunculan Hotel bintang di berbagai Kota di Indonesia menimbulkan masalah tersendiri , diantaranya masih minim SDM (sumber daya manusia) di bidang General Manager (GM).

Terbentuknya lembaga Helic yang digagas oleh PT NHI (Nusantara Hospitality Insani) ini berfokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang kuat dan profesional untuk posisi General Manager (GM), Executives dan Departement Head di bidang usaha perhotelan di Indonesia melalui sebuah program training.

Ada dua program yang ditawarkan oleh Helic, yakni CHM (Certified Hotel Manager) dan EDP (Executive Development Program).

Di program CHM, subjects yang diberikan diantaranya GM & Function, Asset Management, Risk Management, Operational Excellence (Rooms), Operational Excellence (F&B), Financial Management, Maintenance Management, e-Commerce Digital Marketing, Marketing Strategy, Revenue & Distribution, Strategic Thinking & Decision Making, HR Compliance, HR Leadership dan Hospitality Law.

Sedangkan di program EDP berfokus pada Room Division Management, F&B Management, HR Management serta Sales and Marketing.

Pada program training ini, peserta nantinya diharapkan dapat menjawab isu-isu terkait dengan manajerial hotel.

Helic dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Learning Resources dari IMI (International Management Institute) Switzerland, WILEY, AHLEI, Routledge dan Pearson.

Acara peluncuran Helic ini dimeriahkan dengan gelaran talkshow bertemakan Kompetensi adalah Mantra untuk Memenangkan Persaingan yang menghadirkan pembicara antara lain Rachmat Solahuddin (IMI Luzern-Switzerland), Mr George Ubbelohde (ICBET Hong Kong), Anang Sutono (STP NHI), I Gede Putu Laksaguna (LEPPI) Herman Muchtar (PHRI), dan Violetta Simatupang sebagai moderator.

Sekaligus dalam rangkaian acara tersebut ditandatangani MoU antara HELIC dan ICBET serta IHGMA Parahyangan, serta Bank Mandiri.

Hotel Executive Learning Centre Siapkan SDM Standar Internasional

Presiden Direktur PT NHI, Rully Zulkarnain saat wawancaranya dengan awak media di sela acara talkshow menjelaskan bahwa gagasan dibentuknya lembaga Helic ini berawal dari keinginan untuk sharing pengalaman para senior di bidang perhotelan kepada generasi dibawahnya yang bergerak di bidang hotel.

photo credit: Rully Zulkarnain / dok. Elly

“Pada statistik tahun 2005-an, banyak sekali hotel-hotel kecil berdiri di Indonesia. Disitu, banyak juga yang tadinya menjabat di level departement head dan langsung dipromosikan menjadi GM. Sehingga dari proses itu kualitas service-nya tidak sebaik yang diharapkan. Para senior atau alumni NHI kemudian mencoba untuk membuat semacam wadah yang sekarang kita sebut Helic, centre untuk mendidik GM agar mereka bisa cepat memahami bagaimana mereka me-manage hotel dengan lebih baik. Dan ini akan difasilitasi oleh para senior yang telah memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun,” terang Rully.

Ditambahkan oleh Rully, “Biasanya di hotel-hotel internasional, promosi jabatannya ke GM berdasarkan pada pengalaman dan kompetensi yang dinilai oleh para operator itu sendiri. Saat ini kita sedang melakukan sertifikasi yang kedepannya akan kita ajukan kepada Kemenpar RI. Insya Allah, untuk menjadi GM itu harus melewati proses sertifikasi, saat ini sih belum. Tetapi idealnya kedepan harus ada sertifikasi, kita ciptakan program Hotel Administration, Certified Hotel Manager dan Certified Hotel Executive, dan itu dikeluarkan oleh lembaga semodel Helic ini ataupun yang lainnya,” bebernya.

Rully mengharapkan dengan program yang telah disusun, bisa membuka wawasan bagaimana sertifikasi para GM atau dept. head itu penting untuk bekerja maksimal guna memajukan pariwisata Indonesia kedepannya. Terlebih dengan hadirnya MEA (Masyarakat EkonomiAsean), tenaga kerja asing bisa bekerja di Indonesia. Misalnya seorang waiter asal Malaysia bisa bekerja di hotel Indonesia, begitupun sebaliknya. “Jadi alangkah baiknya jika para pegawai dan GM bisa ter-certified dengan baik sehingga waktu mereka melamar bekerja ke luar negeri, sertifikasi itu bisa dijadikan referensi yang diakui,” pungkas Rully.

Program Helic melibatkan fasilitator berpengalaman, seperti Anang Sutono, Martino Tanor, Dina Sandri Fani, Violetta Simatupang, Susanto Sukarto, Wishnu Handoko, Herry Defrizal, Wientor Rah Mada, Tommy Saroso, Christy Megawati, Julius Slamet, Ade Noerwenda, Nila Krisnawati, Agus Badrudin, Eduard Rudolf Pangkerego dan Hana Hoed.

PT NHI sendiri dikelola oleh Rully Zulkarnain sebagai Presdir, dibantu empat orang direktur, yakni Bambang Katjaswara, Reza Sunardi, Anti Roesfian dan Irmansjah Madewa.

Batch pertama Helic rencananya akan mulai digulirkan pada tanggal 9 Oktober di Kota Bandung.(St/SA)

 

Continue Reading

EduOto

Eduoto2 minggu lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto4 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto4 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto5 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto1 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler