Connect with us

International

Kofi Annan Meninggal Dunia

photo credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Kofi Annan untuk membahas sejumlah langkah untuk membantu penyelesaian krisis kemanusiaan Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu bertempat, di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali (8/12/2016)/dok. istimewa

BERN – SWISS – Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian Kofi Annan telah meninggal dunia dalam usia 80 tahun.

Annan, berkewarganegaraan Ghana, wafat di rumah sakit di Bern, Swiss, pada Sabtu, (18/8) dini hari.

Yayasan Kofi Annan, di Jenewa, mengumumkan atas wafatnya Annan setelah ia menderita sakit singkat.

Yayasan mengatakan, Ia didampingi pada hari-hari terakhirnya oleh istri keduanya Nane, serta anak-anaknya Ama, Kojo dan Nina.

Mendiang menjadi Sekjen PBB di New York selama dua periode sejak 1997 hingga 2006 dan pensiun di Jenewa,  setelah kemudian Dia tinggal di sebuah desa di Swiss.

“Dalam banyak hal, Kofi Annan merupakan PBB. Ia menapaki karirnya hingga memimpin organisasi itu ke milenium baru dengan martabat dan tekad yang tak tertandingi,” ujar Sekjen PBB Antonio Guterres, seperti dikutip Reuters.

Dalam banyak hal, sebagai kepala perdamaian PBB, Annan pernah dikritik karena kegagalan badan dunia itu untuk menghentikan genosida di Rwanda tahun 1990an.

Sebagai pimpinan PBB dia dikaitkan dengan usaha-usaha perdamaian untuk menyatukan kembali pulau Siprus yang terpecah. Ia mengajukan sebuah cetak biru reunifikasi bagi Siprus yang ditolak dalam sebuah referendum orang-orang Siprus Yunani tahun 2004.

“PBB dapat diperbaiki, tidak sempurna tapi kalau tidak ada, Anda harus menciptakannya,” kata dia dalam wawancara Hard Talk BBC untuk hari ulang tahunnya yang ke-80 April lalu, direkam di Geneva Graduate Institute tempat dia telah belajar.

“Saya orang yang sangat optimistis, saya dilahirkan sebagai optimistis dan akan tetap optimistis,” katanya.

Sementara itu, Komisaris PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra`ad al-Hussein, menghormati Annan sebagai “contoh terbaik kemanusiaan, lambang kesopanan dan kasih sayang manusia.”

Zeid, yang telah mengeritik kekuatan-kekuatan utama dan negara-negara lain selama periode empat tahun bertugas yang berakhir akhir bulan ini, mengatakan bahwa kapanpun dia merasakan “terisolasi dan secara politik sendirian”, dia akan pergi untuk berjalan jauh dengan Annan di Jenewa.

“Ketika saya memberitahu dia saat bagaimana tiap orang menggerutu tentang saya, dia lihat saya seperti seorang ayah melihat anaknya dan berkata tegas,” katanya.

“Kamu bekerja dengan benar, biarkan saja mereka menggerutu,” tutupnya, sambil kemudian Dia menyeringai. [ant]

Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto