Connect with us

Nasional

Komunikasi Resmi Wajib Gunakan Bahasa Indonesia

credit: Presiden Joko Widodo/facebook

JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia pada 30 September 2019, dimana Perpres ini mewajibkan Bahasa Indonesia digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta.

“Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta,” demikian bunyi Pasal 28 Perpres 63/2019 yang dilansir dari setneg.go.id, (8/10).

Komunikasi resmi sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, merupakan komunikasi antarpegawai, antarlembaga, serta antara lembaga dan masyarakat yang terkait dengan tugas dan fungsi lembaga pemerintah dan swasta, yang dilakukan secara lisan dan/atau tertulis, dan dapat menggunakan media elektronik.

“Komunikasi resmi dengan lembaga internasional atau lembaga negara asing di lingkungan kerja pemerintah dan swasta dapat menggunakan penerjemah untuk membantu kelancaran komunikasi,” bunyi Pasal 29 Perpres ini.

Perpres ini juga menyebutkan, Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam laporan setiap lembaga atau perseorangan kepada instansi pemerintahan.

Lembaga sebagaimana dimaksud terdiri atas lembaga pemerintah dan lembaga nonpemerintah. Adapun laporan sebagaimana dimaksud berupa: a. laporan pengelolaan kegiatan; b. laporan pelaksanaan tugas kedinasan; c. laporan kegiatan masyarakat; d. laporan pengaduan masyarakat; dan/atau e. laporan lain.

Bahasa Indonesia, menurut Perpres ini, juga wajib digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah di Indonesia, berupa: a. disertasi; b. tesis; c. skripsi; d. laporan tugas akhir; e. laporan penelitian; f. makalah; g. buku teks; h. buku referensi; i. prosiding; j. risalah forum ilmiah; k. jurnal ilmiah; dan/atau l. karya ilmiah lain.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 44 Perpres 63/2019 ini, yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 30 September 2019. [aryo]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

TNI dan Polri Amankan Perayaan Tahun Baru di Sangihe Talaud

Published

on

ilustrasi

EDUPUBLIK – Aparat TNI dan polisi di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, secara bersama-sama berpatroli pengamanan perayaan Tahun Baru 2020.

“Kami bersama dengan anggota Polisi bersama-sama melaksanakan patroli pengamanan perayaan Tahun Baru di Kecamatan Kepulauan Tatoareng Sangihe,” kata anggota Koramil Tamako Kodim 1301/Sangihe, Sersan Kepala Napoleon Hiwowo, Selasa (31/12).

Menurut dia, pengamanan perayaan Tahun Baru dimulai sejak hari Selasa (31 Desember) sampai hari Rabu (1 Januari 2020).

“Hari Selasa, kami mulai melaksanakan patroli mengelilingi pemukiman penduduk di pulau Kahakitang dengan menggunakan sepeda motor,” kata dia.

Ia mengatakan, perayaan hari besar keagamaan, di antaranya Natal di Kecamatan Tatoareng, termasuk Pulau Kahakitang selalu berjalan aman dan lancar.

“Kami percaya situasi aman dan nyaman pada perayaan Tahun Baru terjadi di kabupaten Sangihe termasuk wilayah kecamatan Tatoareng kampung Kahakitang berkat dukungan semua masyarakat,” kata dia.

Hiwowo mengatakan, selain melaksanakan patroli keliling, dirinya bersama bintara polisi pembina keamanan dan ketertiban masyarakat setempat, Brigadir Polisi Rein Andris, juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar mengisi kegiatan malam Tahun Baru dengan kegiatan positif.

“Kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar merayakan Tahun Baru dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak,” kata dia.

Lebih lanjut, masyarakat juga diminta berhati-hati dalam menyalakan petasan serta kembang api agar tidak merugikan orang lain. [ant]

Continue Reading

Nasional

Puncak HKSN: 15.000 Porsi Makanan, Relawan Sosial Pecahkan Rekor Muri

Published

on

credit: Puncak HKSN/dok. ipung spn

EDUPUBLIK, KALSEL – Sebanyak 1.500 relawan sosial dari unsur Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pelopor Perdamaian, Karang Taruna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), SDM Program Keluarga Harapan (PKH) yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, JawaTimur, Jawa Barat, Banten, DIY ambil bagian dalam pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk memasak dan menyiapkan sebanyak 15.000 porsi besek dengan menu yang terdiri dari nasi putih, telur masak merah, ayam opor, ikan cakalang dan mi goreng.

“Selama mengikuti kegiatan HKSN ini saya merasakan kebersamaan diantara para relawan sosial, saya juga belajar menahan ego karena saya merasakan adanya rasa kekeluargaan diantara semua unsur relawan sosial. Bagi saya pribadi dapat hadir di kegiatan HKSN merupakan sebuah kehormatan terutama dapat ambil bagian dalam pemecahan rekor MURI ini,” ujar Saripah, salah satu relawan sosial dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Sementra itu, Kasubdit Perlindungan Korban Bencana Alam, Iyan Kusmadiana mengatakan bahwa kegiatan yang pertama dilaksanakan di Kalimantan Selatan dengan melibatkan ribuan peserta.

“Kegiatan ini dilakukan oleh semua unsur relawan sosial di Kalimantan Selatan dan merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Terdapat dua kolaborasi besar para relawan sosial yaitu Tagana Masuk Sekolah dengan sasaran sebanyak 95 ribu siswa dan kegiatan makanan siap saji dapur umum lapangan sebanyak 15 ribu porsi,” ujar Iyan Kusmadiana, Jumat (20/12).

Lebih lanjut Iyan menjelaskan bahwa, bukan hanya fokus pada jumlah, namun sinergitas semua pilar sosial dalam penanganan permasalahan sosial diharapakan penanganan masalah-masalah sosial kedepan, para relawan sosial dapat bersinergi.

“Sebagai contoh saat terjadi bencana kebakaran, banjir, longsor dan lainnya,  tidak hanya Tagana yang ada dilokasi, tapi semua potensi sosial saling membantu,” tambahnya.

Sementara perwakilan MURI, Ridho Al-Amin yang meninjau langsung kegiatan lomba tersebut menjelaskan terkait kriteria penilaian.

“MURI dalam memberikan penilaian memiliki kriteria diantaranya penilaian kecepatan dan ketepatan persiapan, higienitas dan sanitasi, rasa dan keamanan/keselamatan,” ujarnya.

Kegiatan diramaikan dengan bakti sosial, lomba foto Kesetiakawanan Sosial, lomba lintas batas Kesetiakawanan Sosial, HKSN Expo, Malam Refleksi Kesetiakawanan Sosial serta pada puncak peringatan diselenggarakan Lomba Dapur Umum Lapangan yang diikuti oleh seluruh relawan sosial bergerak yang hadir.

Rangkaian kegiatan tersebut dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) 2019 yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin tersebut berpusat di Area Kantor Sekretariat Daerah (Setda)  Provinsi Kalimantan Selatan pada 20 Desember 2019. [ipg]

kontributor: ipung surya

Continue Reading

Nasional

Pelabuhan Perikanan Eri Ambon Kini Punya Sistem Peringatan Dini Tsunami Terintegrasi

Published

on

credit: Kepala BNPB/dok

AMBON – Pemerintah pusat melalui empat Kementerian/Lembaga di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku meresmikan sistem peringatan dini tsunami, Stasiun Pasang Surut Pelabuhan Perikanan Eri, Teluk Ambon, Ambon, Rabu (11/12).

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, bentuk kolaborasi ini merupakan Perintah Presiden RI Joko Widodo yang ke-empat tentang sistem peringatan dini yang terintegrasi.

Dia mengatakan, pemerintah hadir di tengah masyarakat karena Indonesia masuk dalam kawasan rawan bencana.

“Oleh karena itu upaya peningkatan kapasitas masyarakat adalah hal yang sangat penting,” kata Doni.

Mantan Pangdam Pattimura itu mengatakan, bagaimanapun keselamatan masyarakat tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerahnya.

“Keselamatan masyarakat tidak lepas dari peran pemerintahan daerah sebagai pemangku kebijakan,” kata Doni. [azw]

Continue Reading

Terpopuler