Connect with us

Nasional

Kunjungi Jombang Jokowi Tidak Mau Bagikan Sepeda

photo credit: Jokowi/milik: @kangdede78 via - twitter

JOMBANG – Presiden Joko Widodo mengaku tak mau membagikan hadiah sepeda di Pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jatim, karena ada aturan KPU yang melarang hal itu.

“Enggak, biasanya kita memberi sepeda. Tapi karena ini tahun politik memberi sepeda tidak boleh. Tidak boleh oleh aturan KPU,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum di Peterongan Jombang, Jatim, Selasa (18/12/2018).

Saat itu, Presiden Jokowi memanggil dua orang untuk maju ke depan saat ia sedang menyampaikan pidatonya. Dua orang yang maju yakni santri di Darul ‘Ulum Gusti Muhammad Firdaus dan Prihartini.

Kepada Prihartini yang akrab disapa Mbak Tin, Presiden menanyakan tiga agama yang ada di Indonesia. “Agama Islam, Kristen, Buddha,” jawab Mbak Tin.

“Nggih, sampun. Maturnuwun. Jangan minta sepeda, kenapa nengok-nengok? Foto?” tanya Presiden.

Lalu ia pun memberikan kesempatan kepada Tin untuk berfoto bersama Presiden.

“Kalau boleh sudah saya kasih sepeda tadi. Jadi memang aturan itu harus kita jalankan. Jadi enggak boleh,” kata Presiden.

Kemudian Gusti yang berasal dari Banjarmasin dan sudah selama enam tahun “nyantri” di Darul ‘Ulum sejak SMP ditanya oleh Presiden empat nama suku dan nama tempat asalnya.

“Suku Dayak di Kalimantan. Suku Jawa di Pulau Jawa. Suku Banjar di Kalimantan. Suku Madura di Pulau Madura,” ucap Gusti.

Sama seperti Tin, Gusti pun mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengan Presiden.

Keduanya memanfaatkan momentum itu dengan sangat baik seakan tidak ingin kehilangan kesempatan langka tersebut.

Presiden menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang guna meresmikan Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy ari.

Agenda kerja Kepala Negara dilanjutkan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Mamba ul Ma arif Denanyar, Kabupaten Jombang. Di tempat ini rencananya Kepala Negara akan meluncurkan program Bank Wakaf Mikro.

Pada petang harinya, Presiden akan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, untuk bersilaturahim dengan para santri.

Selesai acara, Presiden akan menuju Surabaya untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya. [ria]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

TNI dan Polri Amankan Perayaan Tahun Baru di Sangihe Talaud

Published

on

ilustrasi

EDUPUBLIK – Aparat TNI dan polisi di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, secara bersama-sama berpatroli pengamanan perayaan Tahun Baru 2020.

“Kami bersama dengan anggota Polisi bersama-sama melaksanakan patroli pengamanan perayaan Tahun Baru di Kecamatan Kepulauan Tatoareng Sangihe,” kata anggota Koramil Tamako Kodim 1301/Sangihe, Sersan Kepala Napoleon Hiwowo, Selasa (31/12).

Menurut dia, pengamanan perayaan Tahun Baru dimulai sejak hari Selasa (31 Desember) sampai hari Rabu (1 Januari 2020).

“Hari Selasa, kami mulai melaksanakan patroli mengelilingi pemukiman penduduk di pulau Kahakitang dengan menggunakan sepeda motor,” kata dia.

Ia mengatakan, perayaan hari besar keagamaan, di antaranya Natal di Kecamatan Tatoareng, termasuk Pulau Kahakitang selalu berjalan aman dan lancar.

“Kami percaya situasi aman dan nyaman pada perayaan Tahun Baru terjadi di kabupaten Sangihe termasuk wilayah kecamatan Tatoareng kampung Kahakitang berkat dukungan semua masyarakat,” kata dia.

Hiwowo mengatakan, selain melaksanakan patroli keliling, dirinya bersama bintara polisi pembina keamanan dan ketertiban masyarakat setempat, Brigadir Polisi Rein Andris, juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar mengisi kegiatan malam Tahun Baru dengan kegiatan positif.

“Kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar merayakan Tahun Baru dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak,” kata dia.

Lebih lanjut, masyarakat juga diminta berhati-hati dalam menyalakan petasan serta kembang api agar tidak merugikan orang lain. [ant]

Continue Reading

Nasional

Puncak HKSN: 15.000 Porsi Makanan, Relawan Sosial Pecahkan Rekor Muri

Published

on

credit: Puncak HKSN/dok. ipung spn

EDUPUBLIK, KALSEL – Sebanyak 1.500 relawan sosial dari unsur Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pelopor Perdamaian, Karang Taruna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), SDM Program Keluarga Harapan (PKH) yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, JawaTimur, Jawa Barat, Banten, DIY ambil bagian dalam pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk memasak dan menyiapkan sebanyak 15.000 porsi besek dengan menu yang terdiri dari nasi putih, telur masak merah, ayam opor, ikan cakalang dan mi goreng.

“Selama mengikuti kegiatan HKSN ini saya merasakan kebersamaan diantara para relawan sosial, saya juga belajar menahan ego karena saya merasakan adanya rasa kekeluargaan diantara semua unsur relawan sosial. Bagi saya pribadi dapat hadir di kegiatan HKSN merupakan sebuah kehormatan terutama dapat ambil bagian dalam pemecahan rekor MURI ini,” ujar Saripah, salah satu relawan sosial dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Sementra itu, Kasubdit Perlindungan Korban Bencana Alam, Iyan Kusmadiana mengatakan bahwa kegiatan yang pertama dilaksanakan di Kalimantan Selatan dengan melibatkan ribuan peserta.

“Kegiatan ini dilakukan oleh semua unsur relawan sosial di Kalimantan Selatan dan merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Terdapat dua kolaborasi besar para relawan sosial yaitu Tagana Masuk Sekolah dengan sasaran sebanyak 95 ribu siswa dan kegiatan makanan siap saji dapur umum lapangan sebanyak 15 ribu porsi,” ujar Iyan Kusmadiana, Jumat (20/12).

Lebih lanjut Iyan menjelaskan bahwa, bukan hanya fokus pada jumlah, namun sinergitas semua pilar sosial dalam penanganan permasalahan sosial diharapakan penanganan masalah-masalah sosial kedepan, para relawan sosial dapat bersinergi.

“Sebagai contoh saat terjadi bencana kebakaran, banjir, longsor dan lainnya,  tidak hanya Tagana yang ada dilokasi, tapi semua potensi sosial saling membantu,” tambahnya.

Sementara perwakilan MURI, Ridho Al-Amin yang meninjau langsung kegiatan lomba tersebut menjelaskan terkait kriteria penilaian.

“MURI dalam memberikan penilaian memiliki kriteria diantaranya penilaian kecepatan dan ketepatan persiapan, higienitas dan sanitasi, rasa dan keamanan/keselamatan,” ujarnya.

Kegiatan diramaikan dengan bakti sosial, lomba foto Kesetiakawanan Sosial, lomba lintas batas Kesetiakawanan Sosial, HKSN Expo, Malam Refleksi Kesetiakawanan Sosial serta pada puncak peringatan diselenggarakan Lomba Dapur Umum Lapangan yang diikuti oleh seluruh relawan sosial bergerak yang hadir.

Rangkaian kegiatan tersebut dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) 2019 yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin tersebut berpusat di Area Kantor Sekretariat Daerah (Setda)  Provinsi Kalimantan Selatan pada 20 Desember 2019. [ipg]

kontributor: ipung surya

Continue Reading

Nasional

Pelabuhan Perikanan Eri Ambon Kini Punya Sistem Peringatan Dini Tsunami Terintegrasi

Published

on

credit: Kepala BNPB/dok

AMBON – Pemerintah pusat melalui empat Kementerian/Lembaga di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku meresmikan sistem peringatan dini tsunami, Stasiun Pasang Surut Pelabuhan Perikanan Eri, Teluk Ambon, Ambon, Rabu (11/12).

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, bentuk kolaborasi ini merupakan Perintah Presiden RI Joko Widodo yang ke-empat tentang sistem peringatan dini yang terintegrasi.

Dia mengatakan, pemerintah hadir di tengah masyarakat karena Indonesia masuk dalam kawasan rawan bencana.

“Oleh karena itu upaya peningkatan kapasitas masyarakat adalah hal yang sangat penting,” kata Doni.

Mantan Pangdam Pattimura itu mengatakan, bagaimanapun keselamatan masyarakat tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerahnya.

“Keselamatan masyarakat tidak lepas dari peran pemerintahan daerah sebagai pemangku kebijakan,” kata Doni. [azw]

Continue Reading

Terpopuler