Connect with us

Kampus

Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Raih Juara I Infografis Nasional 

photo credit: Cut Shabrina Dzati Amani/dok

EDUPUBLIK, BANDUNG – Cut Shabrina Dzati Amani, mahasiswi Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih juara I infografis pada perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020 bertajuk “Mahasiswa Menulis Tafsir, Gali Potensi dan Daya Pikir Kritis” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir (HIMA IQTAF), Institut PTIQ Jakarta dari tanggal 2-18 Mei 2020.

Perempuan kelahiran Bandung pada tanggal 28 Februari 2001 ini menjelaskan cabang perlombaan pada Festival IQTAF Nasional 2020 terdiri dari dua kategori: untuk lomba nasional antar-mahasiswa seluruh Indonesia terdapat lomba menulis Artikel Ilmiah Tafsir dan lomba membuat Infografis Tafsir. Sedangkan untuk lomba internal antar-mahasiswa PTIQ terdapat lomba karya tulis non-Ilmiah.

“Alhamdulillah berkat dukungan, dorongan, arahan dan bimbingan dari semua pihak, dengan izin dan kuasa Allah saya dapat meraih juara 1 untuk kategori infografis dengan tema agama dan isu-isu kesehatan,” ujar Cut Shabrina Dzati Amani, dalam keterangannya, Di Bandung, Selasa (19/5).

Dia mengatakan, ini merupakan prestasi perdananya di dunia perkuliahan. Sederet prestasi lainnya didapat saat Ia duduk dibangku di SMA.

“Alhamdulillah, waktu SMA pernah meraih  Juara 3 lomba foto Sawala Ecovillage 2017 dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Juara 2 Videografi Fisika UPI, dan juara 1 Videografi dalam acara CROWN Unpad,” katanya.

Dengan meraih juara I infografis ini Dia berharap prestasi saat ini menjadi awal Dia berkecimpung di perlombaan bidang kealquranan dan tafsir atau pun bidang lainnya di dunia perkuliahan.

“Dan semoga kedepannya bisa lebih baik lagi, Aamiin,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin, Wahyudin Darmalaksana, sangat mengapresiasi segala prestasi mahasiswa di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Kami bangga atas berbagai prestasi yang diraih mahasiswa. Kami mendorong agar mahasiswa termotivasi mencapai berbagai prestasi, baik internal maupun eksternal,” kata Wahyudin.

Prestasi internal meliputi rangking, produk capaian perkuliahan, dan lulus tepat waktu. Prestasi eksternal mencakup aktivitas, kreatifitas, inovasi, dan pengembangan yang menopang penguatan akademik.

“Menjadi juara merupakan kebanggaan untuk semua. Kebanggaan mahasiswa yang bersangkutan, orang tua, himpunan mahasiswa, jurusan, fakultas, dan universitas. Kami ucapkan selamat serta memberikan penghargaan kepada Cut Shabrina Dzati Amani atas prestasi yang telah diraih sebagai Juara I Infografis dalam Perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020,” tandasnya.

Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, H. Ah. Fathonih mengucapkan Selamat untuk ananda Cut Shabrina Dzati Amani, mahasiswa jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Bandung atas prestasinya meraih juara 1 infografis dalam perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020.

“Tentunya saya atas nama Wakil Rektor 3 ikut bangga, atas raihan prestasi prestisius di tengah aktivitas kemahasiswaan hari ini sedang menurun karena wabah Covid-19 yang mengharuskan mahasiswa berada di rumah,” pungkasnya. [haj]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kampus

Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Bersama Bahas Borang Indikator Kinerja Utama

Published

on

credit: Fakultas Ushuluddin UIN Bandung/dok. humas

EDUPUBLIK, BANDUNG – Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memastikan terlaksananya tata kelola yang baik merupakan komitmen bersama.

“Membahas borang indikator kinerja utama akreditasi nasional merupakan upaya mewujudkan tata kelola yang baik,” ujar Dekan FU UIN SGD Bandung Wahyudin Darmalaksana, dalam keterangannya, (8/1).

Lebih lanjut, Dia mengatakan, tata kelola hendaknya dilandasi kebijakan. Borang indikator kinerja utama akreditasi nasional menjadi kebijakan untuk dibahas secara detail, integral, komprehensif, dan tuntas.

“Kami menyusun sistematika berdasarkan matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS. Hal ini kami tuangkan ke dalam borang indikator kinerja utama untuk target akreditasi A. Berikut kami sampaikan sasaran strategis, jenis-jenis indikator kinerja utama, baseline, dan target pencapaian 2020-2023,” katanya.

Saat ini FU UIN BDG, mencanangkan kode 68 untuk diusung bersama. Adapun kode 68 ini adalah butir akreditasi program studi dalam matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS.

Hasil agenda ini direkomendasikan untuk dibahas bersama seluruh dosen dan stakeholders di agenda mendatang pada Rapat Kerja FU UIN SGD Bandung 2020. [has]

Continue Reading

Kampus

Menag Minta Kajian Keislaman Dihidupkan Kembali Di Kampus

Published

on

credit: Menteri Agama Fachrul Razi/dok. UIN SGD

EDUPUBLIK, BANDUNG – Menteri Agama (Menag) meminta civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk memikirkan inovasi yang dapat menghidupkan kembali kajian keislaman di kampus.

Karena kajian keislaman di kampus islam berkempang pesat pada tahun 80-an. Sayang, tradisi keilmuan tersebut kini dirasakan mulai meredup.

“Saya meminta kepada semua pejabat terkait untuk turut memikirkan inovasi-inovasi yang perlu dilakukan, agar PTKIN tidak hanya menyuburkan ilmu-ilmu umum, namun menghidupkan kajian strategis ilmu-ilmu keislaman sebagai korps keilmuan yang strategis,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi, di UIN Bandung, Jumat (20/12).

Lebih lanjut, Menag sangat mengapresi jumlah pendaftar PTKIN yang terus meningkat. Untuk jalur UM-PTKIN misalnya, sejak dibuka kali pertama pada 2010, pendaftar meningkat dari hanya 8.845 menjadi 157.039. Pendaftar SPAN tahun 2017, sebanyak 82.005 siswa. Jumlah pendaftar naik lagi di tahun 2018 dan 2019.

Namun, lanjutnya, ada fakta yang kurang baik, karena minat mahasiswa pada bidang kajian keislaman terus menurun.

“Islamic Studies peminatnya rendah. Ini menjadi keprihatian bersama, karena PTKIN awalnya dibangun sebagai wadah kajian ilmu keislaman,” ujarnya.

Kini PTKIN terus berkembang dan banyak diminati masyarakat. Menag berharap agar sivitas akademika PTKIN memikirkan agar kejian keislaman tidak pudar. “Ini juga concern saya,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, melemahnya rumpun ilmu keislaman di PTKIN, karena kebanyakan mahasiswa yang ingin melanjutkan ke UIN, umumnya lemah dalam ilmu keislamannya.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama kampus IAIN yang berniat menjadi UIN,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Kampus

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Terima Penghargaan Bupati Bandung

Published

on

credit: Rektor UIN Bandung Terima Penghargaan Bupati Bandung/dok. haj

KABUPATEN BANDUNG – Rektor UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menerima penghargaan Bupati Bandung dalam perhelatan Jambore Lingkungan II Tahun 2019 untuk kategori Sinergi Kolaborasi Program Konservasi Pengembangan Wisata Halal.

Selain itu, Bupati Bandung juga memberikan puluhan penghargaan lainnya kepada masyarakat yang berperan aktif dalam peningkatan kualitas lingkungan.

Kegiatan jambore ini selain sebagai ajang apresiasi dan juga media silaturahmi bagi para penggiat lingkungan di Kabupaten Bandung.

“Kami berharap, momen ini bisa dijadikan sebagai ajang kampanye, edukasi, serta sharing dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan,” ujar Bupati Bandung Dadang M Naser di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), Kab. Bandung, (16/12).

Sementara itu, Rektor UIN Bandung, didampingi Muhammad Hasanuddin. Ketua Jurusan Ekonomi Syari’ah sangat mengapresiasi ikhtiar Bupati Kabupaten Bandung dalam peningkatan kualitas lingkungan.

“Alhamdulillah, saya atas nama Rektor UIN SGD Bandung mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung yang telah memberikan dukungan bagi dosen kami yang telah menginisiasi Desa Ecowisata Halal di kawasan Indragiri, Kecamatan Rancabali,” ujar Rektor UIN Bandung, dalam keterangannya, Selasa (17/12).

lebih lanjut, Menurutnya, desa ecowisata halal adalah bagian dari inovasi pemberdayaan masyarakat pedesaan berbasis lingkungan dan wisata yang dipadupadankan dengan budaya lokal (local wisdom) dan nilai-nilai religiousitas.

Ia berharap ini bisa menjadi labolatorium inklusif bagi warga kampus yang memberdayakan.          

Dia mengatakan, Inisiator desa ecowisata halal ini dilakukan oleh Muhammad Hasanuddin bersama Sofian Al Hakim dan didukung dosen senior Atang Abd Hakim.

Desa ecowisata halal, lanjutnya merupakan bagian dari episode riset yang dilakukan terkait Manajemen Hotel Syariah pada 2016, riset Pariwisata Halal di Nusa Tenggara Barat dan Aceh pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 riset wisata halal di Singapura dan Malaysia.

Transformasi hasil riset baru dilakukan setelah menemukan berbagai poblematik pada saat membimbing Kuliah Kerja Nyata KKN mahasiswa UIN SGD Bandung ke wilayah Indragiri, Rancabali pada 2018.

“Sejak itulah para inisiator memunculkan ide, gagasan, lalu menyusun konsep Desa Ecowisata Halal,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Terpopuler