Connect with us

STAR UP

Menristekdikti Sebut Inggris Sumbang 2 Juta Poundsterling untuk StarUp di Indonesia

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir/courtesy of @kemristekdikti - via: twitter

EDUPUBLIK.COM, Surabaya – Menteri Riset Tekonologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyebutkan bahwa Inggris telah menyumbangkan 2 juta poundsterling guna mengembangkan bisnis “startup” atau pebisnis pemula di Indonesia yang dianggap memiliki potensi besar.

“Negara Inggris sendiri telah menyatakan juga dan akhirnya Indonesia mendapatkan bantuan sebesar dua juta poundsterling untuk mengembangkan bisnis di Indonesia melalui startup company ini,” Ujar Menristekdikti, di Surabaya, (19/10/2017).

Ia menyebut salah satu daerah yang mempunyai potensi besar di bidang bisnis “startup” adalah Jawa Timur.

Namun, meski memiliki potensi besar, “stratup” di Indonesia masih kalah dibanding dengan Singapura yang kini mencapai 7 persen, Malaysia 5,5 persen, dan Thailand 4,5 persen.

“Kalau kita lihat perkembangan usaha itu kita baru 1,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dan yang berbasis teknologi itu masih belum mencapai satu persennya. Jadi di Indonesia itu masih berbasis lingkungan, belum berbasis teknologi,” tuturnya.

Ia memastikan di dalam “startup” tahun ini semuanya berbasis riset. Sebab, perkembangan startup terutama perusahaan pemula berbasis teknologi di Indonesia sudah mulai ada pertumbuhan yang cukup baik.

“Dulu yang tidak mendapatkan perhatian serius, sekarang pemerintah mulai memperhatikannya secara serius. Karena pertumbuhannya cukup signifikan,” ujarnya.

Pameran yang melibatkan 458 peserta dari seluruh Indonesia ini, lanjut Nasir, menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.

Dari tahun 2015 yang hanya 52 startup, tahun 2016 (521 startup), dan tahun ini dari yang ditarget 400 justru mencapai 458 startup dari seluruh Indonesia.

“Ini adalah pertumbuhan yang luar biasa. Oleh karena itu UMKM itu adalah berbasis pada teknologi. Bukan berbasis pada perkembangan yang biasa itu. Karena dengan perkembangan berbasis teknologi ini akan menjadi nilai tambah bagi pengusaha itu sendiri,” tuturnya.

Pameran ini sendiri diikuti dari peserta yang terdiri dari delapan bidang fokus yakni pangan, energi, transportasi, material baju, bahan baku, Hankam, TIK, Kesehatan obat yang merupakan binaan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti tahun 2017. [ant]

EDUPUBLIK - MENCERDASKAN BANGSA

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler