Connect with us

Edu Health

Pemuda FCTC dukung Pemerintah Naikan Cukai Rokok

juru bicara pemuda FCTC/dok. azwar

Edupublik.com, Jakarta – Rencana Pemerintah untuk memperhitungkan kenaikan cukai rokok di 2018 dinilai patut didukung. Selain disebut bisa meningkatkan pemasukan negara, kenaikan cukai rokok juga akan berimbas pada naiknya harga rokok.

“Kami menilai kenaikan cukai rokok, bisa mengurangi tendensi masyarakat untuk membeli rokok, khususnya generasi muda yang mewakili seperempat populasi Indonesia dan berperan penting dalam pembangunan nasional,” ujar Juru Bicara Gerakan Muda FCTC Marginda SJD, di Jakarta, (15/9/2017).

Marginda menuturkan, dengan terlalu murahnya harga rokok, membuat anak muda mudah mengakses rokok dan kemudian tercekik adiksinya.

“Menurut Susenas di 2010, perokok usia muda berumur 10-14 tahun bertambah sejumlah 3,96 juta atau 10.869 perokok baru tiap harinya. Di tahun yang sama, Riskesdas menemukan bahwa perokok muda berusia 15-19 tahun terus meningkat 3 kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun,” katanya.

Situasi mengkhawatirkan ini, ungkap Marginda, menggambarkan betapa terancamnya agenda pembangunan nasional Indonesia yang generasi mudanya dikepung rokok.

“Bonus demografi Indonesia di tahun 2045 pun hanya akan menjadi beban demografi bila generasi muda bangsa sakit-sakitan karena rokok,” ungkapnya.

Ia berharap, cukai rokok juga harus dipahami sesuai esensi dasarnya sebagai instrumen pengendalian, bukan semata-mata pendapatan negara.

Marginda mengatakan, menggantungkan masa depan generasi muda dan pembangunan nasional kepada produk berbahaya seperti rokok tentu bertentangan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ingin dicapai Indonesia tahun 2030.

“Maka sudah sepatutnya cukai rokok dinaikkan demi melindungi generasi muda Indonesia, serta menerapkan aspek keberlanjutan dalam pembangunan nasional Indonesia,” katanya. [azr]

Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto