Connect with us

Edu Citizen

Pesawat Wings Air Mendarat Perdana di Bandara Tanjung Harapan

Edupublik.com, Tanjung Selor – untuk pertama kalinya pesawat jenis ATR-72, yaitu pesawat Wings Air ATR72-600 (Lion Group) mendarat di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor.

Rencananya, pesawat ini nantinya akan melayani rute penerbangan dari Balikpapan – Tanjung Selor PP tiap hari.

Kepada edupublik pilot wings Air menuturkan, pendaratan perdana tersebut sebagai uji coba, pada Selasa (8/8/2017) sekitar pukul 13.00 Wita tadi berjalan mulus.

Pemerintah Daerah terus berupaya memperbesar bandara di ibukota provinsi Kalimantan Utara ini. Setelah perpanjangan runway dan pemotongan bukit ini, secara bertahap pengembangan bandara akan terus dilakukan. [nr]

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu Citizen

Karyawan PT MTI Menanam Benih Mangrove Di Hutan Ekowisata PIK

Published

on

photo credit: karyawan PT Multi Terminal Indonesia menanam benih mangrove di Hutan Ekowisata Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, (9/5)/dok. dade

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Keberadaan Hutan Mangrove di daerah Jakarta khususnya di pesisir utara tentunya sangat di perlukan bagi Masyarakat sekitar.

Selain Melindungi garis pantai yang rentan dari hempasan gelombang, akar mangrove dapat menahan tanah juga dapat mencegah erosi pantai.

Sejalan dengan hal tersebut PT Multi Terminal Indonesia (MTI) melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang lingkungan melakukan penanaman benih mangrove di Ekowisata Pantai Indah Kapuk (PIK), sebagai kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan.

Direktur Keuangan dan SDM PT MTI Miftahul Huda yang menghadiri kegiatan itu disambut baik oleh Kepala Bidang Kehutanan Provinsi DKI Jakarta Jaja Suarja yang turut mendampingi kegiatan Penanaman Mangrove.

“Kegiatan Penanaman benih mangrove ini merupakan bagian dari program CSR Perusahaan, dengan melakukan penanaman Mangrove diharapkan memiliki dampak yang baik bagi lingkungan kita,” kata Miftahul, di Jakarta, (9/5/2018).

Dia mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, kita tahu hutan mangrove mempunyai banyak sekali manfaat bagi ekosistem tidak hanya sebagai penahan abrasi air laut, tetapi juga tempat tinggal hewan dan tumbuhan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Bidang Kehutanan Provinsi DKI Jakarta yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, hal ini merupakan kontribusi perusahaan terhadap kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sehat khususnya di daerah Jakarta,” katanya.

Pada kesempatan itu Kepala Bidang Kehutanan Provinsi DKI Jakarta Jaja Suarja menyampaikan Luas hutan mangrove PIK ini sekitar 337 hektar cukup luas jika dilihat dari letak geografis Jakarta utara, tetapi jika dilihat luas keseluruhan DKI Jakarta masih sangat kecil, baru sekitar 0,04 persen untuk ukuran Ruang Terbuka Hijau (RTH). DKI Jakarta saat ini memiliki RTH 11 persen.

“Masih jauh dari target untuk kualifikasi persyaratan kota sehat yaitu RTHnyamencapai 30 persen. Tentunya dengan keberadaan hutan Mangrove sebagai Ruang Terbuka ini sangat di perlukan oleh masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, banyak masyarakat maupun instansi yang berkunjung ke kawasan ekowisata PIK ini untuk melakukan beberapa kegiatan.

“Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih kepada PT MTI yang peduli terhadap lingkungan khususnya keberadaan hutan mangrove ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Miftahul mengungkapkan, Multi Terminal Indonesia menanaman sebanyak 200 benih mangrove yang dilakukan oleh pekerja MTI.

“Dengan penanaman ini Perusahaan berharap dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan ekositem dan ikut serta dalam melestarikan alam,” ungkapnya. [dade]

Continue Reading

Edu Citizen

Perangi Rokok, Pemuda Labuan Batu Punya Cara Unik Ajarkan Anak-anak Melawan Monster Nikotin

Published

on

Wahyu Harahap warrior FCTC mementaskan Wayang FCTC di kab Labuhan Batu

EDUPUBLIK.COM, LABUAN BATU – Warrior FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) asal kabupaten Labuhan Batu, Wahyu Harahap, punya cara unik mengedukasi bahaya rokok kepada anak muda di kotanya.

Ia menyelipkan pesan edukasi lewat pentas wayang yang berlangsung, pada Selasa, (1/5/2018), di Aula Desa Afd. III Janji, Kecamatan Bilah Barat, Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Wahyu tidak sendirian. Ia mementaskan wayang bersama komunitas Forum Anak Daerah Labuhan Batu. Tanpa canggung, Wahyu yang masih duduk di bangku kelas 12 SMA Negeri 3 Rantau Utara memainkan wayang sambil berkisah.

Ia menceritakan tentang dua anak sekolah yang sedang berjalan pulang dari sekolah. Tiba-tiba di jalan muncullah monster yang mengganggu mereka.

“Halo anak-anak aku Niko alias Nikotin. Kalian capek kan pulang sekolah. Aku akan memberi kalian tiket gratis nonton konser music,” kata monster nikotin. Kedua anak itu menolak tawaran dari monster nikotin.

Namun Niko alias monster nikotin tidak tinggal diam. Ia terus merayu anak sekolah.

“Bagaimana kalau aku kasih kalian beasiswa, hayo mau kan. Jadi nanti kalian engga usah mikir biaya kuliah lagi..hohoho..” kata si monster. Mendengar kata beasiswa anak-anak sekolah pun tergiur. “Kami mau Niko, kami mau beasiswa dari kamu!” seru mereka.

Anak-anak ingin ikut mencoba memegang Wayang usai pementasan Wayang FCTC Warrior

Tiba-tiba…udara dipenuhi asap. Kepungan asap menjadikan kedua anak sekolah sesak dan terbatuk-batuk. “Tolong..tolong,” seru sang anak. Untunglah kemudian datang anak muda pejuang anti rokok yang menyelamatkan mereka dari monster nikotin.

Wahyu mementaskan wayang tersebut dengan bersemangat. Anak-anak dan remaja yang menonton pementasan wayang pun ikut larut dalam cerita Wahyu.

“Ini memang bentuk edukasi tentang bahaya rokok yang kami kemas dalam suasana fun dan ceria,” kata Wahyu.

“Model ini kami lakukan agar edukasi bahaya merokok mudah dimengerti anak-anak,” tambahnya.

Meskipun cerita yang disampaikan sederhana, namun menurut Wahyu pesan yang disampaikan lewat Wayang FCTC warior ini sarat makna.

“Kami mengajak anak muda sadar bahwa mereka selama ini menjadi target pemasaran industri rokok. Anak muda diiming-iming konser musik gratis, nonton pertandingan olahraga gratis, dapat beasiswa, tanpa mereka sadari kalau mereka dibiayai industri rokok,” kata Wahyu.

Warrior FCTC berfoto bersama anak-anak seusai pementasan Wayang FCTC di kab Labuhan Batu

Dia mengungkapkan, industri rokok secara sengaja menargetkan anak sebagai calon konsumen mereka di masa depan.

“Ini sangat berbahaya. Karena dikhawatirkan di mata anak-anak rokok adalah produk normal. Padahal rokok mengandung 4000 zat berbahaya, salah satunya nikotin, yang sangat berbahaya dan merusak kesehatan,” ungkap peraih Juara 1 OLimpiade Sains Nasional Geografi SMA tingkat Kabupaten Labuhanbatu pada 2016 ini.

Labuhan Batu, lanjut Wahyu, merupakan salah satu Kabupaten terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Jumlah penduduk usia di bawah 18 tahun di Labuhan Batu berjumlah lebih dari 45 persen.

“Mereka sangat rentan dipengaruhi untuk mencoba merokok melalui iklan rokok yang tersebar di jalan-jalan di wilayah kabupaten Labuhan Batu ini,” ujarnya.

Sebagai pegiat Forum Anak, Dia mengatakan, banyak mendengar keluhan dari orang tua yang anaknya merokok. Mereka mengeluhkan banyaknya iklan rokok yang tersebar sampai ke warung dan tokok dekat rumah dan sekolah.

“Promosi rokok yang gencar menjadikan anak tergoda untuk merokok,” kata Finalis Sehari Jadi Menteri Ketenagakerjaan tahun 2016 ini.

Ibu Tuti Noprida dari Dinas PPPA Labuhan Batu ikut memberi edukasi kepada anak-anak

Karena itu di acara pementasan wayang itu, Dia dan Forum Anak Labuhan Batu mensosialisasikan Kampanye “Anak Pelopor Anti Rokok” dan menjelaskan FCTC sebagai konvensi pengendalian tembakau global yang mengatur perlindungan anak dari dampak tembakau.

Bersama mereka juga hadir Ibu Tuti Noprida dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) Kabupaten Labuhan Batu yang selama ini mendampingi Forum Anak dalam berkegiatan. Tuti juga ikut berbaur bersama anak-anak menonton pementasan wayang. [iko]

Continue Reading

Edu Citizen

590 Reklame Iklan Rokok Di Bersihkan Pemkot Banjarmasin, Ini Kata Lentera Anak

Published

on

photo credit: Dukung Kota Layak Anak Pemkot Banjarmasin Bersihkan Reklame Iklan Rokok/dok. Lentera Anak

EDUPUBLIK.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sangat serius mewujudkan Banjarmasin Kota Layak Anak tanpa iklan promosi dan sponsor rokok.

Keseriusan ditunjukkan dengan penertiban sejumlah reklame rokok di wilayah kota Banjarmasin oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin sejak tanggal 21 April 2018.

Reklame rokok yang ditertibkan mencakup baliho dan billboard yang terpasang di jalan protokol dan jalan lingkungan, serta spanduk rokok yang bertebaran di depan warung dan toko.

Satpol PP menurunkan spanduk-spanduk rokok dan menutupi baliho atau billboard rokok dengan kain putih. Menurut Iwan Fitriady, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kota Banjarmasin, Pemkot menargetkan bisa membersihkan 590 titik spanduk dan reklame di 45 titik jalan di seluruh wilayah Banjarmasin.

Pembersihan akan dilakukan secara bertahap oleh Satpol PP Banjarmasin. Iwan menambahkan, langkah cepat Pemko Banjarmasin membersihkan reklame rokok didorong temuan hasil monitoring iklan, promosi dan sponsor rokok di 10 kota yang dirilis Lentera Anak Januari lalu.

Monitoring yang dilakukan 170 anak anggota Forum Anak pada periode Mei-Juni 2017 menemukan 2.868 iklan, promosi dan sponsor rokok di 10 kota/kabupaten, yakni Banjarmasin, Batu, Bekasi, Tangerang Selatan, Kupang, Lampung, Mataram, Pasaman Barat, Pekanbaru, dan Semarang.

Ke-170 anggota Forum Anak menemukan iklan promosi dan sponsor rokok selama mereka berkegiatan di luar dan di ruang publik.

“Dari 10 kota yang dimonitor, Banjarmasin menempati peringkat kedua terbanyak iklan rokok yaitu 590 iklan rokok,” kata Iwan.

photo credit: Dukung Kota Layak Anak Pemkot Banjarmasin Bersihkan Reklame Iklan Rokok/dok. Lentera Anak

Padahal Banjarmasin sudah memiliki Peraturan Walikota (Perwali) No 23 tahun 2016 tetang larangan iklan rokok di jalan protokol dan kawasan pendidikan. Pembersihan iklan rokok di jalan protokol seharusnya dapat dilakukan berdasarkan Perwali tersebut.

Namun dalam prakteknya, perlu koordinasi antara Satpol PP dengan SKPD terkait, sebagai penguat pelaksanaan penertiban iklan rokok ini.

Karena itu, ketika Januari lalu Lentera Anak merilis hasil monitoring Forum Anak (FA), khususnya FA Banjarmasin tentang temuan 590 reklame rokok di kota berjuluk Seribu Sungai ini, mendorong Pemko Banjarmasin memperkuat penertiban iklan rokok.

“Bahkan saya mendapat kabar bahwa Perwali akan direvisi untuk mengakomodir beberapa kendala di lapangan sehingga memperkuat penertiban iklan rokok di kota Banjarmasin,” tambah Iwan.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, komitmen Pemko Banjarmasin untuk membersihkan iklan rokok bertujuan untuk melindungi anak dari paparan iklan rokok.

“Sudah ada beberapa studi membuktikan bahwa iklan, promosi dan sponsor rokok mempengaruhi anak dan remaja untuk mencoba konsumsi rokok. Diantaranya, Studi Uhamka dan Komnas PA 2007 menyebutkan 48% remaja berpendapat iklan rokok mempengaruhi untuk mulai merokok. Dan Studi Surgeon General tahun 2009 menyimpulkan iklan rokok mendorong perokok meningkatkan konsumsinya dan mendorong anak mencoba merokok,” jelasnya.

Iwan menambahkan, penertiban iklan rokok menjadi sangat penting untuk menekan pertumbuhan perokok pemula di Banjarmasin.

“Iklan rokok berpotensi mendorong anak merokok. Sehingga pelarangan iklan rokok harus secara tegas dilakukan Pemko Banjarmasin untuk melindungi anak-anak di kota kami dari target pemasaran industri rokok. Sekaligus, sebagai dukungan untuk mewujudkan Banjarmasin Kota Layak Anak,” tegas Iwan.

Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak, sangat mengapresiasi langkah nyata Pemko Banjarmasin menertibkan iklan rokok untuk melindungi anak dari target pemasaran industri rokok.

“Anak Indonesia sejak usia belia sudah menjadi target industri rokok karena mereka mendapat paparan iklan, promosi dan sponsor rokok. Industri rokok secara sengaja  menempatkan iklan, promosi dan sponsor rokok di jalan menuju sekolah, pusat perbelanjaan, taman, tempat wisata, tempat ibadah, olahraga dan lainnya dimana anak-anak berkegiatan, sehingga mereka terpapar. Kondisi ini menjadikan anak sangat rentan menjadi perokok pemula,” kata Lisda.

Tidak heran, tambah Lisda, jumlah perokok anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan hampir 16,4 juta perokok mulai merokok sebelum usia 19.

photo credit: Dukung Kota Layak Anak Pemkot Banjarmasin Bersihkan Reklame Iklan Rokok/dok. Lentera Anak

Kecenderungan mulai merokok kian bergeser ke usia lebih muda, yaitu kelompok usia 10-14 tahun, dimana hanya dalam waktu kurang dari 20 tahun, trennya meningkat 2 kali lipat.

Karena itu Lentera Anak sangat mendukung komitmen Pemko Banjarmasin mewujudkan KLA tanpa iklan, promosi dan sponsor rokok.

“Untuk menjadi Kota Layak Anak, salah satu indikator yang harus dipenuhi adalah indikator klaster III tentang Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, yaitu adanya Kawasan Tanpa Rokok dan tidak boleh ada iklan, promosi dan sponsor rokok.

Sehingga, kami mendorong Pemko Banjarmasin membuat regulasi yang lebih kuat terkait pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok ini, untuk melindungi anak dari segala hal yang buruk.

Anak adalah asset bangsa ini. Tugas kita bersama menjadikan anak Indonesia sehat, agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif dan produktif,” tegas Lisda.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Banjarmasin, Muhammad Fahmy Rheza, mengaku sangat senang dengan komitmen Pemko membersihkan iklan rokok untuk melindungi anak.

“Kami sangat senang, karena penertiban iklan rokok ini menjadi bukti bahwa pemerintah kota Banjarmasin sangat peduli terhadap masa depan generasi muda,” tegas Rheza.

Rheza bersama Forum Anak Banjarmasin pada Mei-Juni 2017 melakukan monitoring di seluruh wilayah kotanya.

“Kami menemukan sebanyak 590 iklan, promosi dan sponsor rokok, terdiri dari 57% iklan, 42% promosi dan 1% sponsor, dalam berbagai bentuk media promosi seperti spanduk, billboard, neonbox, stiker dan poster,” kata Rheza.

Yang menyedihkan, ke-590 iklan, promosi dan sponsor rokok itu bertebaran di hampir semua tempat anak muda berkegiatan, seperti di jalan dekat sekolah, minimarket, mall, taman bermain, dan tempat berolahraga,” kata Rheza.

Forum Anak Banjarmasin Maret lalu juga mementaskan wayang FCTC untuk mendukung Banjarmasin Kota Layak Anak (KLA).

“Target menjadi KLA masih terganjal keberadaan iklan rokok yang bertebaran di kota ini. Namun, sikap tegas Pemko dengan menertibkan iklan rokok sejak 21 April lalu, telah menjadi bukti keseriusan Banjarmasin untuk menjadi Kota Layak Anak,” tegas Rheza. [azr]

Continue Reading

Edu Citizen

Tanah Diserobot, Warga Komplek Billy Moon Jakarta Timur Datangi Kantor Ombudsman RI

Published

on

Warga komplek Billy Moon Jakarta Timur Datangi Ombudsman RI

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Tanah diserobot, puluhan warga jalan Kelapa Kuning V RT 016/RW 07, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Komplek Billy Moon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, mendatangi Kantor Ombudsman RI di Jakarta pada, Rabu, 18 April 2018.

Dengan didampingi Tim Kantor Advokat Ori Rahman & Partners selaku kuasa hukum warga, kedatangan 65 kepala keluarga (KK) yang dipimpin Ketua RT 16/RW 07 dan Tim Kuasa Hukum 6 orang diterima langsung oleh Rio Saputro, Bagian Penerima Laporan Kantor Ombudsman RI.

“Hasil pertemuan ini segera kita tindak lanjuti setelah berkas perkara sudah lengkap, kemudian akan dirapatkan kembali bersama pimpinan Ombudsman,” kata Rio Saputro kepada Edupublik.com, usai pertemuan, di Jakarta.

Seperti diketahui, di Komplek Billy Moon Pondok Kelapa tersebut terdapat fasilitas umum area/ruang terbuka hijau (H.2) berupa taman seluas kurang lebih 800 M2.

Fasilitas umum tersebut telah diserahkan oleh pengembang perumahan (PT. Pelangi Buana Utama-red) kepada Pemerintah Daerah dan diperuntukkan untuk kawasan area/ruang terbuka hijau (H.2), dibuktikan dengan sertifikat dan bukti-bukti lainnya.

Fasilitas tersebut telah ada puluhan tahun dan dirawat baik oleh warga secara swadaya dengan cara memagari area hijau, merawat rumput, menanam bunga dan pohon-pohon, membuat fasilitas bermain anak-anak, memasang lampu taman, dan sebagainya.

Area/ruang terbuka hijau (H.2) ini juga sering digunakan warga untuk berolahraga, tempat bermain anak, berkumpulnya antar warga, melakukan kegiatan hari kebesaran seperti perayaan HUT Kemerdekaan RI dan juga kegiatan lain.

Namun, tanpa diduga, sekitar bulan Juli 2017, ada pihak yang memasang plang dan menyatakan area tersebut milik pribadi yang kemudian melakukan penebangan dan pengrusakan pohon-pohon, bunga, tempat bermain anak, fasilitas umum lainnya yang telah dibangun warga selama ini, serta telah dilakukan pembangunan di area hijau tersebut.

Atas perbuatan yang telah dilakukan oleh pihak-pihak (Oknum) tersebut, warga merasa sangat dirugikan karena tidak dapat menikmati haknya lagi sebagai area/ruang terbuka hijau (H.2) yang telah dinikmati puluhan tahun.

Warga sendiri telah melapor ke Pemprov DKI dan telah dilakukan penyegelan bangunan oleh Sudin Citata Pemprov DKI. Namun, segel tersebut sama sekali tidak dihiraukan, bahkan segel tersebut ditutup dan pembangunan tetap dilanjutkan.

Untuk diketahui, bahwa penyegelan tersebut terdapat beberapa peraturan yang harus ditaati: a. Perda No. Tahun 2014; b. Perda No. 7 Tahun 2010; c. Pergub No 128 Tahun 2012; d. Dapat dipidana Pasal 232 ayat 1 KUHP yang berbunyi …. Barang siapa dengan sengaja memutus, membuang atau merusak penyegelan suatu benda oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

Atas peristiwa ini, Kuasa Hukum yang terdiri: Ori Rahman SH; H. Ade Irwan Anugrah, SH; Dr. Niru Anita Sinaga, SH, MH; Saminoto, SH, MH; dan Robert Cyrus Hasudungan Sitorus, SH menghimbau dan sangat berharap agar para pihak yang terkait dapat dipanggil dan dimediasi.

Tim kuasa hukum juga meminta agar instansi-instansi yang terkait dapat melaksanakan fungsinya untuk menghentikan pembangunan di kawasan area hijau (H.2) di Komplek Billy Moon tersebut.

Selain itu, tim kuasa hukum menghimbau untuk mengembalikan lahan hijau tersebut seperti semula sebagai tempat warga untuk berolahraga, tempat bermain anak, berkumpul antar warga, melakukan kegiatan hari kebesaran seperti perayaan Kemerdekaan RI dan juga kegiatan lainnya. [azr]

Continue Reading

Jakarta

Gubernur Anies Ancam Tutup 36 Diskotek

Published

on

ilustrasi

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, Pemprov DKI siap menutup tempat hiburan malam yang terbukti menjadi tempat peredaran narkoba. Hal ini terkait penyataan Kepala BNN Komjen Budi Waseso mendapatkan daftar nama 36 diskotek diduga menjadi tempat peredaran narkoba.

“Begitu ada pelanggaran atas perda kita akan langsung beri sanksi. Bila sanksinya adalah penutupan kita langsung laksanakan,” kata Anies di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018).

Anies menyebut, pihaknya tidak takut pendapatan dari pajak akan berkurang bila ada penutupan diskotek besar-besaran

“Bagi kita sama sekali gak ada hambatan, jangan pernah merasa bahwa penutupan itu menurunkan pendapatan, tidak. Kenapa? karena kita punya sumber (pendapatan) lain, jadi kami tidak khawatir soal itu,” katanya

Mantan Mendikbud itu berencana menemui Budi Waseso untuk membahas temuan BNN itu. Ia kembali menegaskan bahwa DKI siap memberantas total narkoba di Ibukota.

“Kita akan siap untuk bertindak tegas, kita perlu ketemu untuk menyocokkan. Kita tahu bukti yang selama ini digunakan sumbernya banyak, bukan hanya dari internal, apalagi dari BNN, kita siap berantas total habis,” ujarnya

Sebelumnya, Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, pihaknya sudah mendeteksi dugaan praktik peredaran narkoba di tempat hiburan malam di Jakarta. Ada 36 diskotek yang menjadi target operasi BNN pada malam tahun baru nanti.

“Diskotek mana yang 36 itu rahasia. Saya akan lakukan tindakan pada saat nanti menjelang tahun baru,” kata Kepala BNN, Budi Waseso atau Buwas, di Gedung 745 Teknik Sanitasi Angkasa Pura II Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 28 Desember 2017.

Menurut Buwas, jumlah tersebut bukan asal sebut. Kecurigaan itu berasal dari data intelijen BNN yang menyusup ke 81 diskotek di Jakarta dan melakukan undercover buy. [rizky]

Continue Reading

EduOto

Eduoto1 bulan lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto5 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto5 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto6 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto2 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler