Connect with us

Kampus

Presiden Osaka Jepang Berikan Kuliah Umum Pertama di UIN SGD

photo credit: Presiden Osaka in The World Jepang, Masami Nakahashi memberikan Kuliah Umum di UIN Bandung/dok

BANDUNG – Untuk kali pertama, Presiden Osaka in The World Jepang, Masami Nakahashi, memberikan Kuliah Umum “Apa Penting OIW dan Harapan Masa Depan” di depan 170 mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung yang digelar di Aula Pascasarjana, Jl. Cimencrang samping Mapolda Jabar, Kamis (26/09/2019).

Nakahashi menjelaskan ini kuliah pertama diselenggarakan di UIN SGD Bandung, “Ini kuliah umum pertama yang dilakukan di luar UPI. Selama ini kerjasama dengan UPI yang telah berjalan 30 tahun, sejak tahun 1990. Juga pada tahun ini tepat 30 tahun Osaka,” paparnya.

Diawali dengan mengundang grup kesenian Laras Rumingkang UPI ke Osaka Jepang tahun 1992, OIW membantu UPI dalam rangka merintis kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan perusahaan di Jepang.

Dalam perjalanannya melahirkan program OBIP dan JBIP di daerah Kansai, membantu menyukseskan pembentukan Jurusan Sosiologi FPIPS UPI, bahkan pernah diundang oleh UPI untuk memberikan kuliah Umum di FPIPS dan di FPBS.

Menurutnya, program utama OIW itu memperkenalkan budaya tradisional negara luar ke Jepang atau budaya tradisional Jepang ke luar negeri. Budaya merupakan akar kehidupan. Dengan budaya, seseorang bisa memaknai hidupnya, orang lain, dan lingkungan. Dengan budaya pula akan timbul tolerasi, saling menyayangi, hidup berdampingan, tanpa ada kekerasan, konflik, dan peperangan.

“Sampai saat ini sudah ada 28 negara yang diundang ke Jepang untuk memperkenalkan seni dan budaya masing masing. Karena dengan mengenal, memahami, setiap budaya kita akan saling menghormati satu sama lain, sehingga melahirkan kehidupan yang bahagia dan damai,” jelasnya.

Untuk acara Culture Summit yang digelar pada tanggal 28 Juli 2019, dihadiri dari berbagai delegasi, Turki, Irlandia, Bulgaria, Italia, India, Kamboja, Polandia, Srilangka, Korea, Rusia, Nepal, Georgia, Swiss, Uzsbekistan, Meksiko, Thailand, Mongol, Peru, Vietnam, Brazil, Malaysia, Pilipina, Argentina, Ukraina, Kenya, dan Firlandia dan Indonesia yang diwakili Prof. Didi Sukyadi, M.A. Ph.D dan Ahmad Dahidi dari UPI.

“Sedangkan dalam acara 25 tahun OIW, Culture Summit 2014 dilakukan deklarasi perdamaian. Kenapa Bandung yang dipilih karena Bandung merupakan Mekahnya Kota Perdamaian. Inti dari deklarasi di Bandung yang diikuti oleh 25 negara peserta dari Asia Afrika untuk menjadikan hidup bahagia dan damai. Untuk itu, OIW terus berkomitmen dalam membangun perdamaian dunia melalui pendidikan,” tandasnya.

Acara kuliah umum bersama Nakahashi ini dibuka oleh Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, didampingi Dekan FTK, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed. yang dialih bahasakan oleh Ahmad Dahidi, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Dalam kesempatan yang sama, Rektor sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kuliah umum bersama Nakahashi ini untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di lingkungan UIN SGD Bandung.

“Hari ini kita kedatangan guru besar sosiologi, berusia 72 tahun, masih sehat, ceria, senyum. Berbeda dengan kita yang setelah pensiun, sering sakit-sakitan, stroke karena kita tidak aktif di gerakan sosial dan malah sering marah-marah,” tegasnya.

Osaka In The World (OIW) merupakan salah satu organisasi nonprofit di bidang sosial kependidikan yang berpusat di Jepang dan tersebar di 28 negara. “Mudah-mudahan dengan adanya kuliah umum dari Prof. Nakahashi kita bisa mendapatkan pencerahan, wawasan, ilmu pengetahuan tentang pendidikan, sehingga dapat melahirkan guru-guru terbaik dan membangun sekolah terbaik,” ujarnya.

Dekan FTK, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed, menambahkan setelah acara kuliah umum ini pihak OIW melalui presidennya mengundang civitas akademika UIN SGD Bandung pada bulan April 2020 untuk saling belajar tentang pendidikan di Osaka.

“Ada 7 orang dari UIN yang diundang ke Osaka. Kita ketahui, pendidikan di Osaka itu terbaik mulai dari SD, SMP. Saya berharap dengan kuliah umum dan kunjungan nanti dapat memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan sistem pendidikan karakter khusunya untuk kalangan SD, SMP,” pungkasnya. [haj]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kampus

Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Raih Juara I Infografis Nasional 

Published

on

photo credit: Cut Shabrina Dzati Amani/dok

EDUPUBLIK, BANDUNG – Cut Shabrina Dzati Amani, mahasiswi Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih juara I infografis pada perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020 bertajuk “Mahasiswa Menulis Tafsir, Gali Potensi dan Daya Pikir Kritis” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir (HIMA IQTAF), Institut PTIQ Jakarta dari tanggal 2-18 Mei 2020.

Perempuan kelahiran Bandung pada tanggal 28 Februari 2001 ini menjelaskan cabang perlombaan pada Festival IQTAF Nasional 2020 terdiri dari dua kategori: untuk lomba nasional antar-mahasiswa seluruh Indonesia terdapat lomba menulis Artikel Ilmiah Tafsir dan lomba membuat Infografis Tafsir. Sedangkan untuk lomba internal antar-mahasiswa PTIQ terdapat lomba karya tulis non-Ilmiah.

“Alhamdulillah berkat dukungan, dorongan, arahan dan bimbingan dari semua pihak, dengan izin dan kuasa Allah saya dapat meraih juara 1 untuk kategori infografis dengan tema agama dan isu-isu kesehatan,” ujar Cut Shabrina Dzati Amani, dalam keterangannya, Di Bandung, Selasa (19/5).

Dia mengatakan, ini merupakan prestasi perdananya di dunia perkuliahan. Sederet prestasi lainnya didapat saat Ia duduk dibangku di SMA.

“Alhamdulillah, waktu SMA pernah meraih  Juara 3 lomba foto Sawala Ecovillage 2017 dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Juara 2 Videografi Fisika UPI, dan juara 1 Videografi dalam acara CROWN Unpad,” katanya.

Dengan meraih juara I infografis ini Dia berharap prestasi saat ini menjadi awal Dia berkecimpung di perlombaan bidang kealquranan dan tafsir atau pun bidang lainnya di dunia perkuliahan.

“Dan semoga kedepannya bisa lebih baik lagi, Aamiin,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin, Wahyudin Darmalaksana, sangat mengapresiasi segala prestasi mahasiswa di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Kami bangga atas berbagai prestasi yang diraih mahasiswa. Kami mendorong agar mahasiswa termotivasi mencapai berbagai prestasi, baik internal maupun eksternal,” kata Wahyudin.

Prestasi internal meliputi rangking, produk capaian perkuliahan, dan lulus tepat waktu. Prestasi eksternal mencakup aktivitas, kreatifitas, inovasi, dan pengembangan yang menopang penguatan akademik.

“Menjadi juara merupakan kebanggaan untuk semua. Kebanggaan mahasiswa yang bersangkutan, orang tua, himpunan mahasiswa, jurusan, fakultas, dan universitas. Kami ucapkan selamat serta memberikan penghargaan kepada Cut Shabrina Dzati Amani atas prestasi yang telah diraih sebagai Juara I Infografis dalam Perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020,” tandasnya.

Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, H. Ah. Fathonih mengucapkan Selamat untuk ananda Cut Shabrina Dzati Amani, mahasiswa jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Bandung atas prestasinya meraih juara 1 infografis dalam perlombaan Festival IQTAF Nasional 2020.

“Tentunya saya atas nama Wakil Rektor 3 ikut bangga, atas raihan prestasi prestisius di tengah aktivitas kemahasiswaan hari ini sedang menurun karena wabah Covid-19 yang mengharuskan mahasiswa berada di rumah,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Kampus

Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Bersama Bahas Borang Indikator Kinerja Utama

Published

on

credit: Fakultas Ushuluddin UIN Bandung/dok. humas

EDUPUBLIK, BANDUNG – Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memastikan terlaksananya tata kelola yang baik merupakan komitmen bersama.

“Membahas borang indikator kinerja utama akreditasi nasional merupakan upaya mewujudkan tata kelola yang baik,” ujar Dekan FU UIN SGD Bandung Wahyudin Darmalaksana, dalam keterangannya, (8/1).

Lebih lanjut, Dia mengatakan, tata kelola hendaknya dilandasi kebijakan. Borang indikator kinerja utama akreditasi nasional menjadi kebijakan untuk dibahas secara detail, integral, komprehensif, dan tuntas.

“Kami menyusun sistematika berdasarkan matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS. Hal ini kami tuangkan ke dalam borang indikator kinerja utama untuk target akreditasi A. Berikut kami sampaikan sasaran strategis, jenis-jenis indikator kinerja utama, baseline, dan target pencapaian 2020-2023,” katanya.

Saat ini FU UIN BDG, mencanangkan kode 68 untuk diusung bersama. Adapun kode 68 ini adalah butir akreditasi program studi dalam matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS.

Hasil agenda ini direkomendasikan untuk dibahas bersama seluruh dosen dan stakeholders di agenda mendatang pada Rapat Kerja FU UIN SGD Bandung 2020. [has]

Continue Reading

Kampus

Menag Minta Kajian Keislaman Dihidupkan Kembali Di Kampus

Published

on

credit: Menteri Agama Fachrul Razi/dok. UIN SGD

EDUPUBLIK, BANDUNG – Menteri Agama (Menag) meminta civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk memikirkan inovasi yang dapat menghidupkan kembali kajian keislaman di kampus.

Karena kajian keislaman di kampus islam berkempang pesat pada tahun 80-an. Sayang, tradisi keilmuan tersebut kini dirasakan mulai meredup.

“Saya meminta kepada semua pejabat terkait untuk turut memikirkan inovasi-inovasi yang perlu dilakukan, agar PTKIN tidak hanya menyuburkan ilmu-ilmu umum, namun menghidupkan kajian strategis ilmu-ilmu keislaman sebagai korps keilmuan yang strategis,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi, di UIN Bandung, Jumat (20/12).

Lebih lanjut, Menag sangat mengapresi jumlah pendaftar PTKIN yang terus meningkat. Untuk jalur UM-PTKIN misalnya, sejak dibuka kali pertama pada 2010, pendaftar meningkat dari hanya 8.845 menjadi 157.039. Pendaftar SPAN tahun 2017, sebanyak 82.005 siswa. Jumlah pendaftar naik lagi di tahun 2018 dan 2019.

Namun, lanjutnya, ada fakta yang kurang baik, karena minat mahasiswa pada bidang kajian keislaman terus menurun.

“Islamic Studies peminatnya rendah. Ini menjadi keprihatian bersama, karena PTKIN awalnya dibangun sebagai wadah kajian ilmu keislaman,” ujarnya.

Kini PTKIN terus berkembang dan banyak diminati masyarakat. Menag berharap agar sivitas akademika PTKIN memikirkan agar kejian keislaman tidak pudar. “Ini juga concern saya,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, melemahnya rumpun ilmu keislaman di PTKIN, karena kebanyakan mahasiswa yang ingin melanjutkan ke UIN, umumnya lemah dalam ilmu keislamannya.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama kampus IAIN yang berniat menjadi UIN,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Terpopuler