Connect with us

Edu Health

PT Rekadaya Elektrika dan Octo Touch Foundation Kenalkan Metode HTHT untuk ABK

photo credit: PT Rekadaya Elektrika dan Octo Touch Foundation

EDUSUMBARBUKIT TINGGI – PT Rekadaya Elektrika (RE) bekerja sama dengan Octo Touch Foundation menggelar pelatihan dan workshop How To Handle Them (HTHT) yang merupakan metode teknik penyembuhan dan seni mempengaruhi otak dengan sentuhan, bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini merupakan program corporate social responsibility (CSR-red) PT Rekadaya Elektrika agar para anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan dapat hidup mandiri saat ini maupun di masa depan,” ujar Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika, Harjono, di Bukitinggi, (23/9/2018).

PT Rekadaya Elektrika, lanjutnya, memberikan perhatian penuh kepada para ABK yang notabene adalah generasi penerus bangsa yang saat ini di Tanah Air jumlahnya telah mencapai lebih dari 1,6 juta jiwa.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang Anak Berkebutuhan Khusus dan penyandang disabilitas, sehingga menjadikan mereka tidak mendapatkan perlakuan yang pantas dan sesuai dari lingkungannya,” katanya.

Dia menambahkan, ABK dan penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang dan bahagia seperti anak-anak lainnya.

Karena itu, lanjutnya, PT. RE bersinergi dengan Yayasan Octo Touch, menggelar pelatihan khusus untuk para pendamping ABK, seperti para orang tua, guru, terapis, perawat, hingga para suster dan asisten rumah tangga, untuk mendapatkan ilmu dan tips menangani ABK dari founder sekaligus trainer Yayasan Octo Touch, Octorina Basushanti.

Dia mengatakan, pelatihan dan workshop ini menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Ibu. Karena itu, pelatihan akan digelar di 11 kota di Indonesia dalam rentang waktu Juli-Desember 2018.

Dia mengungkapkan, pelatihan tersebut telah dimulai di kota Surabaya bersamaan dengan peringatan HAN tanggal 23 Juli, serta berlanjut ke kota Semarang dan Pekanbaru. Sementara pelatihan akan berakhir di kota Jakarta, pada perayaan Hari Ibu tanggal 22 Desember mendatang.

“Pelatihan yang saat ini berlangsung di kota Bukittinggi (pada 23 dan 24 September), mendapat atensi cukup besar dari masyarakat. Peserta pelatihan mencapai 200 peserta, yang tidak hanya datang dari kota Bukittinggi, tetapi juga dari wilayah sekitarnya, seperti Padang, Payakumbuh, dan Jambi,” katanya.

Sementara itu, founder HTHT Octorina Basushanti menjelaskan, metode dan teknik penyembuhan dengan sentuhan (HTHT), untuk meningkatkan kemampuan otak untuk menaikan produksi neurotransmitter, sehingga memberikan dampak pada kemampuan tubuh mengembalikan fungsi organ vital baik untuk gejala fisik maupun psikologis.

Dia memaparkan, ada empat hormon yang dibutuhkan untuk mengendalikan motorik seseorang yaitu adrenalin, dhopamin, serotonin dan endhorpine. Dapat merangsang dan menstimulasi otak untuk memproduksi keempat hormon tersebut dan membantu tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

“Metode tersebut dapat digunakan langsung oleh keluarga dan pendamping ABK serta disabilitas untuk penyembuhan, dimana metode ini menitikberatkan pada sentuhan tangan, mata, suara dan cinta,” bebernya.

“Metode ini ditemukannya sejak 2004. Ia mulai mempublikasikan metode ini pada 2009, dan kemudian menyosialisasikan kembali secara intensif pada 2017,” pungkasnya. [azr]

Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto