Connect with us

Kampus

Rektor UIN SGD Lantik 1.428 Wisudawan

credit: UIN SGD Bandung/dok

BANDUNG – Rektor UIN SGD Bandung, Prof Mahmud melantik 1.428 lulusan pada Wisuda ke-76 yang berasal dari Fakultas Ushuluddin 183 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 343 orang, Fakultas Syari’ah dan Hukum 157 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 211 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 148 orang, Fakultas Psikologi 42 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 137 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 207 orang.

“Terima kasih kepada kedua orang tua, para dosen dan civitas akademika UIN SGD Bandung yang telah berhasil menghantarkan anak didiknya meraih gelar sarjana,” ujar Rektor UIN Bandung Prof Mahmud, Saat Melantik Wisudawan, di Bandung, (6/10).

Dia mengucapkan terima kasih kepada Dekan Ushuluddin atas diwisudanya satu lulusan yang Hafiz Quran 30 Juz, Muhammad Anis Fuadi, jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Juga kepada Prof Anton Athoillah yang berhasil mengantarkan anaknya meraih IPK tertinggi, Bening Fathima Rabbaniya A. “Mudah-mudahan menjadi kader yang dapat membanggakan orang tua dan kampus tercinta,” tegasnya.

Menurutnya, untuk meraih kesuksesan itu diperlukan ikhtiar lahir-batin dengan menghormati kepada kedua orang tua dan berbakti kepada guru, dosen.

“Ibarat roda dalam kendaraan, antara ban di roda depan dan belakang harus sejalan, beriringan, sehingga keduanya sama-sama berhasil sampai ketempat tujuan,” katanya.

Untuk itu, Dia menitipkan kedua potensi yang mengedepankan ikhtiar lahir-batin itu tidak bisa dipisahkan, seperti halnya ban kendaraan, satu kempes tidak bisa berjalan dengan lancar, mulus sampai tujuan.

“Jadi keduanya harus beriringan, sejalan dalam meraih kesuksesan,” tandasnya. [haj]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kampus

Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Bersama Bahas Borang Indikator Kinerja Utama

Published

on

credit: Fakultas Ushuluddin UIN Bandung/dok. humas

EDUPUBLIK, BANDUNG – Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memastikan terlaksananya tata kelola yang baik merupakan komitmen bersama.

“Membahas borang indikator kinerja utama akreditasi nasional merupakan upaya mewujudkan tata kelola yang baik,” ujar Dekan FU UIN SGD Bandung Wahyudin Darmalaksana, dalam keterangannya, (8/1).

Lebih lanjut, Dia mengatakan, tata kelola hendaknya dilandasi kebijakan. Borang indikator kinerja utama akreditasi nasional menjadi kebijakan untuk dibahas secara detail, integral, komprehensif, dan tuntas.

“Kami menyusun sistematika berdasarkan matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS. Hal ini kami tuangkan ke dalam borang indikator kinerja utama untuk target akreditasi A. Berikut kami sampaikan sasaran strategis, jenis-jenis indikator kinerja utama, baseline, dan target pencapaian 2020-2023,” katanya.

Saat ini FU UIN BDG, mencanangkan kode 68 untuk diusung bersama. Adapun kode 68 ini adalah butir akreditasi program studi dalam matriks penilaian laporan evaluasi diri dan LKPS.

Hasil agenda ini direkomendasikan untuk dibahas bersama seluruh dosen dan stakeholders di agenda mendatang pada Rapat Kerja FU UIN SGD Bandung 2020. [has]

Continue Reading

Kampus

Menag Minta Kajian Keislaman Dihidupkan Kembali Di Kampus

Published

on

credit: Menteri Agama Fachrul Razi/dok. UIN SGD

EDUPUBLIK, BANDUNG – Menteri Agama (Menag) meminta civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk memikirkan inovasi yang dapat menghidupkan kembali kajian keislaman di kampus.

Karena kajian keislaman di kampus islam berkempang pesat pada tahun 80-an. Sayang, tradisi keilmuan tersebut kini dirasakan mulai meredup.

“Saya meminta kepada semua pejabat terkait untuk turut memikirkan inovasi-inovasi yang perlu dilakukan, agar PTKIN tidak hanya menyuburkan ilmu-ilmu umum, namun menghidupkan kajian strategis ilmu-ilmu keislaman sebagai korps keilmuan yang strategis,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi, di UIN Bandung, Jumat (20/12).

Lebih lanjut, Menag sangat mengapresi jumlah pendaftar PTKIN yang terus meningkat. Untuk jalur UM-PTKIN misalnya, sejak dibuka kali pertama pada 2010, pendaftar meningkat dari hanya 8.845 menjadi 157.039. Pendaftar SPAN tahun 2017, sebanyak 82.005 siswa. Jumlah pendaftar naik lagi di tahun 2018 dan 2019.

Namun, lanjutnya, ada fakta yang kurang baik, karena minat mahasiswa pada bidang kajian keislaman terus menurun.

“Islamic Studies peminatnya rendah. Ini menjadi keprihatian bersama, karena PTKIN awalnya dibangun sebagai wadah kajian ilmu keislaman,” ujarnya.

Kini PTKIN terus berkembang dan banyak diminati masyarakat. Menag berharap agar sivitas akademika PTKIN memikirkan agar kejian keislaman tidak pudar. “Ini juga concern saya,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, melemahnya rumpun ilmu keislaman di PTKIN, karena kebanyakan mahasiswa yang ingin melanjutkan ke UIN, umumnya lemah dalam ilmu keislamannya.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama kampus IAIN yang berniat menjadi UIN,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Kampus

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Terima Penghargaan Bupati Bandung

Published

on

credit: Rektor UIN Bandung Terima Penghargaan Bupati Bandung/dok. haj

KABUPATEN BANDUNG – Rektor UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menerima penghargaan Bupati Bandung dalam perhelatan Jambore Lingkungan II Tahun 2019 untuk kategori Sinergi Kolaborasi Program Konservasi Pengembangan Wisata Halal.

Selain itu, Bupati Bandung juga memberikan puluhan penghargaan lainnya kepada masyarakat yang berperan aktif dalam peningkatan kualitas lingkungan.

Kegiatan jambore ini selain sebagai ajang apresiasi dan juga media silaturahmi bagi para penggiat lingkungan di Kabupaten Bandung.

“Kami berharap, momen ini bisa dijadikan sebagai ajang kampanye, edukasi, serta sharing dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan,” ujar Bupati Bandung Dadang M Naser di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), Kab. Bandung, (16/12).

Sementara itu, Rektor UIN Bandung, didampingi Muhammad Hasanuddin. Ketua Jurusan Ekonomi Syari’ah sangat mengapresiasi ikhtiar Bupati Kabupaten Bandung dalam peningkatan kualitas lingkungan.

“Alhamdulillah, saya atas nama Rektor UIN SGD Bandung mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung yang telah memberikan dukungan bagi dosen kami yang telah menginisiasi Desa Ecowisata Halal di kawasan Indragiri, Kecamatan Rancabali,” ujar Rektor UIN Bandung, dalam keterangannya, Selasa (17/12).

lebih lanjut, Menurutnya, desa ecowisata halal adalah bagian dari inovasi pemberdayaan masyarakat pedesaan berbasis lingkungan dan wisata yang dipadupadankan dengan budaya lokal (local wisdom) dan nilai-nilai religiousitas.

Ia berharap ini bisa menjadi labolatorium inklusif bagi warga kampus yang memberdayakan.          

Dia mengatakan, Inisiator desa ecowisata halal ini dilakukan oleh Muhammad Hasanuddin bersama Sofian Al Hakim dan didukung dosen senior Atang Abd Hakim.

Desa ecowisata halal, lanjutnya merupakan bagian dari episode riset yang dilakukan terkait Manajemen Hotel Syariah pada 2016, riset Pariwisata Halal di Nusa Tenggara Barat dan Aceh pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 riset wisata halal di Singapura dan Malaysia.

Transformasi hasil riset baru dilakukan setelah menemukan berbagai poblematik pada saat membimbing Kuliah Kerja Nyata KKN mahasiswa UIN SGD Bandung ke wilayah Indragiri, Rancabali pada 2018.

“Sejak itulah para inisiator memunculkan ide, gagasan, lalu menyusun konsep Desa Ecowisata Halal,” pungkasnya. [haj]

Continue Reading

Terpopuler