Connect with us

Kampus

Rektor Unhas Berbagi Pengalaman Kepemimpinan Perempuan Dalam Bidang Pendidikan di AS

photo credit: peserta International Women in Higher Education Summit’ pada tanggal 4-8 Juni 2018/dok. rektor unhas

University of California, Riverside, bekerja sama dengan California State University, San Bernardino, Los Angeles, menyelenggarakan ‘International Women in Higher Education Summit’ pada tanggal 4-8 Juni 2018.

Acara yang berlangsung di kampus UC Riverside dan CSUSB Yasuda Center, diikuti oleh 20 perempuan dari dunia akademik yang menjabat sebagai pimpinan universitas, baik Rektor maupun Wakil Rektor.

Para peserta berasal dari negara berkembang dan negara-negara yang sedang bertransisi pasca konflik, di Asia, Afrika dan Timur Tengah.

Pertemuan tingkat tinggi (summit) ini bertujuan untuk berbagai kapasitas dan pengalaman para perempuan dalam mengelola universitas.

Pertemuan juga turut membahas bagaimana perempuan sebagai pemimpin di perguruan tinggi bisa berperan optimal menjadi mediator atau menjadi penjaga perdamaian di negara masing-masing.

Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu, turut berbagi pengalaman bagaimana dirinya memimpin universitas terbesar di Kawasan Timur Indonesia, yang memiliki 32 ribu mahasiswa, dan hampir 4.000 dosen dan pegawai.

Hadirnya Dwia diforum ini adalah berkat undangan dari University of California.  Dengan dukungan dari Ford Foundation melalui program “Women and University Leadership in Post-conflict and Transitional Societies”, University of California melakukan riset dan menemukan Dwia sebagai perempuan yang menduduki jabatan tertinggi di salah satu kampus terbesar di Indonesia.

Dwia memiliki kepakaran dalam bidang Sosiologi dengan konsentrasi Resolusi Konflik dianggap merupakan sosok yang dapat membagikan banyak informasi dan pengalaman kepada peserta lain.

Beberapa nasa sumber lain pada forum ini adalah tokoh penting gerakan perempuan di Amerika Serikat.

Misalnya, Ambassador Melanne Verveer, Direktur Institute for Women, Peace, and Security.  Juga ada Dr. Kathleen Keuhnast, Direktur Gender, Policy and Strategy, United States Institute of Peace.

Membangun Kemitraan dan WCU

Selain tema utama tersebut, pada forum ini juga dilakukan workshop untuk memperoleh strategi-strategi bagi peningkatan status dan ranking perguruan tinggi dalam kerangka World Class University (WCU).

Melalui pertemuan ini dapat terbangun networking antara perempuan yang menjadi pemimpin di perguruan tinggi dari berbagai negara, dimana hal ini dapat bermanfaat untuk hubungan jangka panjang sebagai mitra dalam mencari solusi bagi persoalan-persoalan yang dihadapi, baik di tingkat universitas maupun di tingkat bangsa dan negara masing-masing.

Dwia mengatakan bahwa nilai penting lain yang menjadi konteks pertemuan kali ini adalah latar belakang peserta yang berasal dari negara-negara pasca konflik.

“Latar belakang ini menginspirasi kami untuk kerjasama program aksi dalam menjaga keharmonisan dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan masyrakat global menjadi salah satu tujuan,” kata Dwia.

Dwia mengatakan, Dia secara khusus menyoroti isu radikalisme dan gerakan ekstrimisme yang kini sedang menjadi perhatian di Indonesia.

“Ini adalah tantangan bagi Indonesia bagaimana menjaga kedaulatan dan persatuan,” kata Dwia.

Unhas saat ini semakin gencar melakukan perluasan kemitraaan dengan berbagai perguruan tinggi kelas dunia.

Tujuannya agar semakin banyak kelas kerjasama  internasional yang dibangun sehingga mahasiswa kelas internasional bisa kuliah 1 atau 2 semester di universitas mitra internasional.

Selain mengembangkan kolaborasi riset internasional, ataupun menarik minat mhaswa asing kuliah di Unhas.

Pertemuan selama 5 hari dilakukan di salah satu kampus University of California, yakni Riverside, yang terletak sekitar 90 km dari Los Angeles, Amerika Serikat.

University of California yang telah berusia 150 tahun memiliki 10 kampus selain Riverside, antara lain Los Angeles (UCLA), Irvine, Barkeley, San Diego dan lain-lain.

Dalam satu kesempatan, Dwia sempat bertemu dr. Taruna Ikrar Ph.D, salah seorang alumni Unhas yang dikenal sebagai peneliti dan ahli stemcell dan kini tercatat sebagai peneliti di University California Irvine.

Berikut nama-nama peserta yang hadir,

Peserta Internasional:

– Dwia Aries Tina Pulubuhu from Hasanuddin University in Indonesia;

– Rohina Amiri from USAID Project in Afghanistan;

– Diah Ariani Arimbi from Airlangga University in Indonesia;

– Suzanne Azar from Lebanese University in Lebanon;

– Kefah Barham from An-Najah National University in Palestine;

– SiSi Hla Bu from Pathein University in Myanmar;

– Stephanie Gilbert from The University of Newcastle/Fulbright Fellow in Australia;

– Catherine A. Odora Hoppers from the University of South Africa;

– Maria Lucero Soler Lopez from ECCI Universidad in Colombia;

– Salma Nazar Khan from Fatima Jinnah Women University in Pakistan;

– Omar Kyaw from the University of Yangon in Myanmar;

– Drusilla Makworo from Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology in Kenya;

– Koleka Mlisana from the University of KwaZulu-Natal – National Health Laboratory Services in South Africa;

– Mafalda Mussengue from Universidade Eduardo Mondlane in Mozambique;

– Marlene Najjar from Lebanese University in Lebanon;

– Margaret Oloko from Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology in Kenya;

– Sarwet Rasul from Fatima Jinnah Women University in Pakistan;

– Aye Aye Tun from Bago University in Myanmar; and

– Fredah Wanza from Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology in Kenya.

Peserta domestik Amerika Serikat:

– Felecia Garrett from the University of California, Riverside;

– Heidi Hardt from the University of California, Irvine;

– Suzanne Hickey from the University of California, Riverside;

– Kathleen Kuehnast from the United States Institute of Peace;

– Shelby Lewis Bu from Clark Atlanta University;

– Beverly Lindsay from the University of California, Riverside;

– Yolanda Moses from the University of California, Riverside;

– Linda Perkins from Claremont Graduate University; and

– Melanne Verveer from Georgetown Institute for Women, Peace and Security. [myk]

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kampus

Jokowi ‘Groundbreaking’ Kampus UIII

Published

on

EDUPUBLIK.COM, DEPOK – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), di Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, (5/6).

Universitas yang dibangun di atas 3 nilai dasar; nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta keindonesiaan. Pembangunannya sebelumnya telah dimatangkan pemerintah dalam kurun waktu dua tahun belakangan.

“Rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia yang ini sudah dimatangkan dan direncanakan selama dua tahun,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi mengatakan, kendala awal yang dialami dalam pematangan rencana pembangunan tersebut ialah mengenai persoalan lahan.

“Semula kita menginginkan universitas tersebut berdiri di atas lahan seluas seribu hektare. Namun, urung terlaksana karena ketiadaan lahan seluas itu,” kata Jokowi.

Namun, lanjutnya, ternyata mendapatkan lahan 142 hektare. “Memang jauh dari seribu, tetapi setelah melihat di lapangan tadi, saya juga kaget. Ternyata 142 hektare itu sebuah lahan yang sangat luas. Alhamdulillah,” ujarnya.

Jokowi juga memuji desain bangunan dan tata ruang wilayah universitas yang disebutnya futuristik dan menggambarkan kemajuan.

“Saya harap agar Indonesia benar-benar menjadi pusat penelitian peradaban Islam. Sudah sewajarnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah nanti tempatnya,” kata Jokowi.

“Kita berharap ide-ide yang ada ini dapat mempercepat hadirnya kesejahteraan umat, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan ide-ide yang mewujudkan Indonesia sebagai negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandas Presiden. [dade]

Continue Reading

Kampus

110.946 siswa dinyatakan lulus SNMPTN 2018

Jumlah siswa yang diterima per provinsi yang diterima adalah Jawa Timur (14.518), Jawa Barat (11.519), Jawa Tengah (9.204), Sumatera Utara (8.079), Aceh (5.282), Sulawesi Selatan (5.168), Sumatera Barat (4.545), DKI Jakarta (4.025), Sulawesi Tenggara (3.734), dan Riau.

Published

on

By

foto credit: @kemeristekdikti via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – 110.946 siswa dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di 85 kampus negeri.

“Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia pusat dari jumlah pendaftar yang mencapai 586.155 siswa,” ujar Ketua Panitia Pusat SNMPTN, Prof Ravik Karsidi, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, (17/4/2018).

Dari jumlah yang dinyatakan lulus PTN itu, 28.069 siswa di antaranya adalah peserta Bidikmisi.

Jumlah siswa yang diterima per provinsi yang diterima adalah Jawa Timur (14.518), Jawa Barat (11.519), Jawa Tengah (9.204), Sumatera Utara (8.079), Aceh (5.282), Sulawesi Selatan (5.168), Sumatera Barat (4.545), DKI Jakarta (4.025), Sulawesi Tenggara (3.734), dan Riau.

Sementara 10 besar PTN yang menerima siswa terbanyak dari jalur ini adalah Universitas Brawijaya (3.341), Universitas Haluoleo (3.046), Universitas Diponegoro (2.929), Universitas Pendidikan Indonesia (2.563), Universitas Negeri Padang (2.476), Universitas Hasanuddin (2.466), Universitas Tadulako (2.374), Institut Teknologi Bandung (2.359), Universitas Negeri Malang (2.356), dan Universitas Jember (2.325).

“Untuk pengumuman akan dilakukan pada hari ini pukul 17.00 WIB,” sambung Ravik.

SNMPTN adalah jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur nilai rapor.

Siswa yang ingin melihat hasil bisa masuk melalui laman pengumuman.snmptn.ac.id kemudian memasukkan nomor pendaftaran atau Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) pada kolom yang telah disediakan. Selanjutnya masukkan tanggal lahir. Baru kemudian klik tombol “lihat hasil seleksi”. [ant]

Continue Reading

Kampus

Meneliti Memerlukan Sarana dan Prasarana yang Mumpuni

Published

on

Dosen UPI Ade Gafar Abdullah/dok. JS

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Publikasi ilmiah Indonesia mencapai peringkat ke-2 di ASEAN. Sayangnya, peningkatan tersebut tidak dibarengi dengan jumlah sitasinya atau kutipan yang justru menurun.

“Hal ini dikatakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu (11/4), namun permasalahannya jumlah publikasinya meningkat drastis, tapi sitasinya menurun,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya kuantitas publikasi ilmiah internasional Indonesia harus berbanding lurus dengan kualitasnya.

“Kualitas dari jurnal-jurnal yang ada di Indonesia harus didorong terus agar makin baik,” tambah Nasir.

Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Ade Gafar Abdullah melalui akun facebook pribadinya, sangat mengapresiasi capaian ini, Dia menganggap ini adalah energi potensial untuk mulai mengarahkan dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk mulai memikirkan kualitas, meskipun masih banyak papers dalam bentuk proceedings namun memiliki kualitas sangat bagus,” tulisnya, Jumat (13/4/2018).

Ia menuturkan beberapa fakta bahwa tren publikasi ilmiah Indonesia mulai melesat tahun 2015, setelah para pengelola Pascasarjana di seluruh nusantara tunduk kepada aturan Kemristekdikti bahwa syarat untuk lulus S2/S3 harus publikasi internasional bahkan diikuti beberapa program S1.

“Beberapa pengelola masih mentolerir boleh publikasi dalam bentuk proceedings asalkan terindeks Scopus, maka berbondong-bondonglah para mahasiswa memburu event international conference dengan janji proceedingsnya terindeks Scopus,” sebut Ade.

Disamping itu, hibah riset Kemristekdikti pun menuntut luaran publikasi internasional minimal proceedings terindeks Scopus dan dikontrak tahun terakhir wajib publish di journal internasional bereputasi (meskipun janji peneliti jarang terpenuhi), maka para peneliti yang mendapat hibah di tahun pertama banyak yang mengejar luaran berupa proceedings.

“Sebelum tahun 2015 gerakan publikasi internasional hanya gencar dilakukan oleh dosen-dosen di PTN ternama saja,” katanya.

Saat ini muncul gerakan berjamaah dari seluruh elemen, PTS, Politeknik, PTAIS, Poltekes dan lain-lain. Semua mengejar skor SINTA supaya memiliki Scopus ID, sehingga cara cepat untuk memperolehnya adalah dengan mengikuti konferensi dengan proceedings terindeks Scopus.

“Hampir sebagian besar perolehan publikasi PT di Indonesia, jika diamati di Scopus memang dominan bersumber dari publikasi proceedings terutama bersumber dari AIP, IOP, IEEE, Matec, ASL, dan publisher lainnya,” ucap Dosen Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Rata-rata sumbangsihnya adalah dari para mahasiswa Master dan Doktoral yang secara otomatis menggaet pembimbingnya sebagai co-authors.

“Ini juga perlu diapresiasi, karena capaian ini mulai menyadarkan kita, bahwa karya ilmiah kita baru sampai level ini, karena ketika ingin naik level maka memerlukan sarana dan prasarana yang mumpuni,” tambahnya.

Jadi, jangan bandingkan kualitas publikasi kita dengan universitas luar seperti NTU ataupun NUS Singapura, bahkan dengan UKM Malayasia pun kita masih minder.

“Ade juga meminta agar ini menjadi momentum yang tepat untuk menyadarkan para pengambil kebijakan, bahwa karya yang baik perlu dukungan sarana dan prasarana yang mumpuni, jangan sampai bertahun-tahun kita berlangganan sci-hub, mau juga dong tanpa takut dosa unduh papers langsung melalui Springer atau Elsevier dan bereksperimen pakai alat canggih di laboratorium sendiri dan tidak ngikut ke negeri tetangga,” tandasnya.

Bahkan postingan ini banya dibanjiri oleh komentar-komentar positif dari kolega-kolega dosen dan peneliti, sebut saja Darmawan Napitulu, ia mengatakan sebaiknya membangun budaya untuk menulis hasil penelitian ke dalam publikasi. Prosiding internasional hanya sebuah instrumen untuk mendiseminasikan karya indonesia ke manca negara.

“Tidak ada yang salah, asalkan melalui proses review yang jelas, faktanya banyak di daerah (luar jawa) belum memahami tentang perbedaan prosiding dengan jurnal, jadi lebih baik budaya menulis dulu dikembangkan lalu budaya mutu berikutnya dan ini hanyalah masalah waktu dan proses,” tulis Darmawan.

Sementara itu, Firman Bagja Juangsa melalui akunnya mengatakan, tidak ada yang salah dengan proceeding, malah bagus sebagai langkah awal untuk meningkatkan kebiasaan menulis.

“Submit ke jurnal memang hal lain yang memang harus dilakukan sambil meningkatkan kualitas penelitian,” imbuhnya.

Senada dengan Darmawan Napitupulu dan Firman Bagja Juangsa, akun Robbi Zhuge Rahim juga menanggapi, bahwa dari tahun 2015 peningkatan publikasi sangat meningkat, bahkan drastis dan memang di dominasi dari Proceeding.

“Peningkatan ini adalah positif, bahkan terkait pro dan kontra nya (seperti 605 author Scopus) bukannya Dikti ingin menggalakkan publikasi salah satunya dengan kolaborasi,karena salah satu jalan publikasi tercepat adalah dari Proceeding,” tandas Robbi. [js]

Continue Reading

Kampus

STIMLOG Berhasil Meluluskan 70 Persen Predikat Cumlaude

Published

on

EDUPUBLIK, Bandung – Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG) menggelar wisuda pertamanya Tahun Akademik 2017/2018 berlangsung di Auditorium Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI), Jl. Sariasih No.54 Sarijadi, Bandung, Kamis lalu (22/2/2018), dengan meluluskan 70 persen mahasiswa berpredikat Cumloude.

STIMLOG merupakan sekolah pertama di Indonesia yang fokus pada keilmuan Bidang Logistik dan Supply Chain Management. Hal tersebut tercermin dalam lulusannya dari 31 mahasiswa terdiri dari 15 mahasiswa program studi (Prodi) S1 Manajemen Transportasi dan 16 mahasiswa Program Studi (prodi) S1 Manajemen Logistik.

STIMLOG didirikan pada tanggal 22 Juli 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan indonesia dengan SK Nomor 275/E/O/2013 yang oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kedua prodi tersebut mendapatkan Akreditasi “B” dan dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Ketua STIMLOG, Nurlaela Kumala Dewi, ST.MT dan Ketua Prodi Manajemen Logistik, Ir. Afferdhy Ariffien, MT. saat memberi ucapan selamat kepada wisudawan.

Ketua STIMLOG, Nurlaela Kumala Dewi ST.MT menyampaikan sambutannya dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana 2018 dan Dies Natalis ke 4 mengatakan, puji sukur atas terlaksananya Wisuda ke I STIMLOG dan mengucapkan selamat atas keberhasilan 31 Sarjana Logistik pertama di Indonesia yang terdiri dari 15 Sarjana Logistik (S.Log) dari Prodi  Manajemen Transportasi dan 16 Sarjana Logistik (S.Log) dari prodi manajemen Logistik dan sudah terserap 20 % pada perusahaan sebelum wisuda.

Dalam pesannya kepada wisudawan, Nurlaela mengatakan,”Setelah diwisuda, paling tidak ada tiga pilihan bagi wisudawan. Pertama mencari kerja dan bekerja, dengan mengamalkan ilmu didunia kerja dan masyarakat berstatuskan sarjana lulusan pertama di Indonesia dengan gelar S.Log yang siap merancang dan meniti karier. Kedua, membuka lapangan kerja sendiri atau menciptakan lapangan kerja sebagai enterpreneurship yang kreatif dan yang Ketiga, melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dengan menunjukkan bahwa alumni STIMLOG adalah orang-orang yang cerdas dan mampu bersaing, berkontribusi terhadap pembangunan  bangsa Indonesia,” jelasnya.

Diantara 31 wisudawan, mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi studinya sebagai wisudawan terbaik dan mendapatkan predikat Cumlaude atau Lulus Dengan Pujian yakni Lela Fitriyani Ayu Lestari dari Prodi Manajemen Logistik, IPK 3,88 dengan masa studi 4 tahun. Sedangkan dari Prodi Manajemen Transportasi diraih oleh Asyhadita Ridhawati Ermahri dengan IPK 3,86.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TPBPI Haryanto menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan mahasiswa STIMLOG dan bepesan, “Dalam lingkungan global, lulusan STIMLOG harus mampu menyiapkan diri menjadi sumber daya yang tangguh, kompetitif dan mampu beradaptasi bukan hanya oleh lingkungan lokal, regional tapi juga dalam lingkungan yang global dalam pencarian kerja dan mengembangkan jiwa kewirausahaan atau enterpreneurship.

Sebagai wisudawan lulusan terbaik, Lela Fitriyani Ayu Lestari asal Cirebon mengatakan, ”Saat masuk di STIMLOG begitu banyak kendala dalam  menyesuaikan proses belajar, karena kampusnya masih baru dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki jurusan logistik dan transportasi. Banyak yang belum tahu tentang STIMLOG, tapi dengan kurikulum yang spesial dan sarana penunjang perkuliahan berupa laboratorium, perpustakaan dan akses internet membuat lambat laun dan makin tahun banyak perusahaan yang tertarik dengan STIMLOG, karena dipastikan akan menghasilkan lulusan yang ahli dibidangnya,” Lela Fitriyani Ayu Lestari.

Lela menambahkan, semoga kedepan STIMLOG semakin maju dan terus mencetak lulusan terbaik untuk membantu kegiatan logistik di Indonesia dan menjadi Sekolah Tinggi yang terkenal hingga kancah internasional.

“Untuk adik kelas yang masih menempuh pendidikan di STIMLOG, teruslah belajar dengan disiplin dan semangat yang tinggi. Harumkan almamater kita, tetap kompak dan jaga silahturahmi kita untuk membuktikan ke dunia luar bahwa kita sanggup bersaing dan berkompetisi,” pungkas Lela.

Salah satu wisudawan yang sudah bekerja sebelum wisuda yakni mojang yang berasal dari Sumedang, Syifa Putri Maharani mengatakan,” Syukur alhamdulilah, perjuangan panjang dan kerja keras serta dukungan orang tua Syifa dapat menyelesaikan studi di STIMLOG memperoleh gelar S.Log pertama di Indonesia. Perasaan haru dan bangga sebagai mahasiswa angkatan pertama atau pelopor dalam melewati banyak hal baik suka maupun duka dalam melalui tahapan proses belajar yang terus berkembang. Semoga Syifa dapat amanah mengemban tugas alumni STIMLOG diantaranya menjunjung tinggi nama almamater dan mengamalkan ilmu pengetahuan bagi masyarakat”.

STIMLOG sebagai penyelenggara pendidikan dan pengajaran akan selalu terus mengembangkan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni dalam lingkup logistik dan manajemen transportasi sesuai dengan visi dan misinya, yakni menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berprestasi untuk menghasilkan lulusan yang bermutu tinggi sesuai kebutuhan perubahan global dan tantangan lokal. (SA).

Continue Reading

Kampus

IKA Unpad Akan Menggelar Mimpi Pada Hajatan Politik

Published

on

EDUPUBLIK, Bandung – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjajaran (Unpad) akan kembali menggelar program MIMPI (Mimbar Pemimpin Indonesia) dalam Menghadapi hajatan politik pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.Hadir dengan tema ‘Ngaruwat Kandidat Keur Ngarawat Jawa Barat’, yang bermakna membersihkan diri para kandidat agar dapat merawat dan memelihara Jawa Barat agar menuju cita-cita rakyat dan para leluhurnya. MIMPI adalah sebuah Talkshow interaktif memberikan ruang secara luas kepada kandidat Paslon yang tengah bertarung dalam kontestasi menjadi pemimpin Jawa Barat. “Dalam talkshow interaktif nanti, pasangan kandidat akan diberi ruang secara luas untuk mensosialisasikan diri ke berbagai kalangan, khususnya kalangan intelektual kampus, dimana kalangan ini memiliki variabel pengaruh bagi publik lain,” ujar Ketua Panitia MIMPI, Iman Kadarisman saat menggelar konferensi pers di Gedung Alumni Unpad, Jl. Singaperbangsa Bandung, Rabu (28/2/2018).

Secara teknis, lanjut Imam, MIMPI akan menampilkan Pasangan Calon baik secara simultan maupun terpisah untuk digali lebih detail dan mendalam mengenai konsep yang dibawakan Paslon. “Harapan kami, melalui MIMPI ini para kandidat dapat memaparkan konsep dan pemikiran utamanya baik dalam bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, pertahanan keamanan dan lainnya,” harap Imam.

“MIMPI (Mimbar Pemimpin Indonesia) merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Alumni dalam perhelatan pesta demokrasi di Indonesia, khususnya Pilkada yang akan dilaksanakan serentak di Jawa Barat pada bulan Juni mendatang,” imbuh Imam.

Dalam acara konferensi pers, menghadirkan beberapa pakar sebagai narasumber, yakni Dr. Acep Iwan Saidi S.S., M.Hum sebagai budayawan dan pakar semiotika, Dr. Yusa Djuyandi Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Global. Dalam kesempatan itu, Dr. Acep Iwan Saidi mengatakan bahwa Calon Gubernur Jawa Barat sejatinya harus bisa memahami bahwa Jawa Barat memiliki potensi terbesar di Indonesia dalam berbagai bidang, terutama kekayaan pada tiga aspek diantaranya, Sumber Daya Manusia, Budaya dan Sumber Daya alam.

photo credit : IKA Unpad Akan Menggelar Mimpi (Mimbar Pemimpin Indonesia) / dok. Akbar

Aspek Sumber Daya Manusia, menurutnya, sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar, pemimpin kedepan diharapkan mampu mengembangkan kepemimpinan yang memiliki daya tawar ke pemerintahan pusat dalam segala bidang politik, ekonomi, budaya dan hal lain. Mampu mengembangkan budaya berprestasi pada warganya dalam segala bidang, mampu melakukan kaderisasi kepemimpinan lokal, nasional, bahkan global yang kredibel.

“hal lainnya, mampu menahan penduduk desa, untuk terus berada di desa, dengan cara memberikan fasilitas bagi kehidupan sejahtera bagi mereka, hiji desa hiji leuit duit, hiji kampung hiji bumbung,” ungkap Doktor yang ahli bidang ilmu Desain dan Budaya Visual.

Untuk aspek Kebudayaan, kata Acep, pemimpin mendatang dapat memahami kebudayaan dalam arti bukan sekedar  kebudayaan yang tangible (kebendaan), tapi juga intangible; bukan sekedar tradisi, tapi juga modernitas dan kontemporeritas bukan hiburan, tapi juga pemikiran dan spiritualitas bagaimana cagub dapat memahami kreativitas warga, bukan sekedar memotivasi dan mendompleng tapi juga menciptakan institusi-institusi untuk terbentuknya kreativitas itu (lembaga produksi, distribusi, kritik, eksibisi, riset, dst). “Bagaimana Cagub dapat memahami kebudayaan untuk membangun karakter, khususnya karakter kepemimpinannya maupun warganya bagaimana cagub dapat memahami kepemimpinan berbasis kebudayaan dan kearifan lokal, yakni kepemimpinan yang memiliki identitas yang membedakan dirinya dari gubernur di daerah lain,” jelas Acep.

Sementara, masih lanjut Acep menjelaskan, dari aspek sumber daya alam, sejauh mana Calon Gubernur dapat mengeksplorasi alam Jabar yang kaya, mulai lingkar terluar hingga  terdalam, bagaimana wisata alam pantai di berbagai sudut lingkar luar dipahami, dikembangkan, dan dibangun terutama untuk warga di lingkar terdekat. “Sejauhmana Calon Gubernur memiliki keberpihakan kepada warga jawa barat dalam kepemilikan tanah dan bagaimana Cagub bisa membuat rasio perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah, berapa jengkal penduduk harus memiliki tanah, harus ada wajib memiliki kekayaan di samping menjadi wajib pajak, kalau DKI punya program rumah tanpa DP, untuk di Jabar, bisakah petani buruh memiliki lahan pertanian tanpa DP?, misalnya,” jelas Doktor yang telah menyelesaikan berbagai riset dan kajian, salah satunya Techno-Aesthetic sebuah kajian mengenai teknologi dan pengaruhnya terhadap wujud dan cara berekspresi (2013).

“Jangan sampai segala kekayaan yang dimiliki Jawa Barat, berbalik menjadi ancaman keamanan jika tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah,” pungkas Acep.

Ditempat yang sama, Dr. Yusa Djuyandi mengingatkan, potensi ancaman keamanan  tak hanya datang dari luar berupa ancaman fisik, seperti konflik dan militer, tetapi ancaman non fisik berupa ketersediaan pangan lebih mengancam, karena dampaknya tak hanya skala regional tapi juga mempengaruhi stabilitas nasional. “untuk itu diperlukan sinergitas yang komperhensif antara pemerintahan daerah dengan pemerintah pusat demi menjaga stabilitas,”pungkasnya. (Cuy/SA)

Continue Reading

Kampus

Era Revolusi Industri 4.0: Ini Pesan Menaker untuk Mahasiswa

Published

on

photo credit: Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, di Bandung (13/2) - dok: istimewa

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengajak mahasiswa untuk membangun karakter pekerja keras selama menjalani masa perkuliahan.

Hal ini dibutuhkan agar nantinya saat memasuki dunia kerja, mahasiswa sebagai pencari kerja akan dihadapkan dengan iklim kompetisi pasar kerja yang sangat ketat.

“Mahasiswa harus bersiap memasuki persaingan pasar kerja yang semakin ketat. Apalagi harus menghadapi perkembangan dunia teknologi digital di era Revolusi Industri 4.0 saat ini,” ujar Hanif saat memberikan kuliah umum di Unpad, Bandung, Selasa (13/2/2018).

Dia mengatakan, perubahan dalam revolusi industri akan selalu terjadi. Oleh karena itu, kita harus memiliki kemauan yang kuat untuk bertahan dan menyesuaikan dengan perubahan.

“Keterampilan pada suatu zaman akan tidak relevan di zaman yang lain. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, untuk memenangkan persaingan di era yang semakin ketat, mahasiswa harus tampil di atas standar.

“Jangan jadi orang yang biasa saja, kita harus tampil di atas standar. Kalau tampil di atas standar pasti akan menang,” imbuhnya.

Kemampuan di bidang bahasa, komputer, dan leadership, katanya, adalah kemampuan yang harus dimiliki saat ini.

“Kita sudah memasuki era dimana segala sesuatu sudah dikomputerisasi. Selain itu, pada era globalisasi seperti saat ini, penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam dunia kerja,” kata Hanif.

Dia mengungkapkan, Sumber Daya Manusia (SDM) ada beberapa hal yang harus diperhatikan secara serius, yakni mengenai kualitas, kuantitas, dan perluasannya.

“SDM Indonesia harus memiliki kualitas yang unggul supaya bisa bersaing, apalagi sekarang sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana pesaing tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi dari luar negeri juga,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, jumlah SDM yang unggul juga harus diperbanyak di berbagai sektor. Dan satu hal yang tidak kalah penting adalah harus merata, mengingat wilayah Indonesia sangat luas.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik, Universitas Padjajaran (Unpad), Keri Lestari mengatakan, saat ini kita sudah melakukan beberapa inovasi, salah satunya adalah di bidang kurikulum.

“Kurikulum Unpad sudah diubah menjadi kurikulum berbasis kompetensi. Alumni akan diberikan sertifikat kompetensi pendamping ijasah yang kedepannya diharapkan sertifikat ini akan diakui di seluruh dunia,” kata Keri. [azr]

Continue Reading

Kampus

Konferensi Internasional Sains dan Teknologi Digelar Oktober Mendatang di Samarinda, KO2PI Ikut Berpartisipasi

Published

on

photo credit: Kampus Politeknik Negeri Samarinda/js

EDUPUBLIK.COM, SAMARINDA – Direktur Politeknik Negeri Samarinda mengatakan akan menyelenggarakan International Conference on Advanced Science, Technology and Its Applications (ICASTIA) di Novotel Hotel Balikpapan pada 1-2 Oktober 2018.

“Konferensi ini bertujuan untuk mengikuti perkembangan dan inovasi pada bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologinya, sehingga kami mengambil tema Green Technology in Industry 4.0,” ujar Direktur Politeknik Negeri Samarinda Ibayasid, di Samarinda, Minggu (11/2/2018).

Konferensi Internasional ini, katanya, terlaksana atas kerjasama Politeknik Negeri Samarinda dengan beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Malang, Universiti Malaysia Sabah dan Komunitas Kolaborasi Publikasi Indonesia (KO2PI) dengan Keynote Speaker AN Afandi Phd dari Universitas Negeri Malang dan Anusua Ghosh Phd dari University of South Australia (UniSA School of Electrical and Information Engineering).

“Panitia sudah membuka pendaftaran peserta dan batas akhir pengiriman makalah pada tanggal 1 Mei 2018 nanti, diharapkan para Dosen/Akademisi dan Peneliti bisa mengirimkan papernya ke Panitia,” kata Ibayasid.

Topik Konferensi Internasional ini, lanjutnya, dibagi ke dalam tiga area bidang penelitian, yaitu Sain, Teknologi dan Teknik, paper yang dipresentasikan akan diterbitkan pada Prosiding yang terindeks Scopus dan telah memenuhi persyaratan editorial.

“Sedangkan makalah terbaik akan diterbitkan pada Jurnal terindeks Scopus, seperti International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology (ISSN:2088-5334, SCOPUS indexed) dan International Journal of Advances in Intelligent Informatics (ISSN:2442-6571, EBSCOHost Indexed),” katanya.

Ditambahkan Direktur, semua makalah harus ditulis dalam Bahasa Inggris, cakupan penelitian harus pada area ketiga bidang diatas, minimun 6 halaman dan maksimum 12 halaman dalam ukuran kertas A4.

“Format penulisan secara lengkap dapat dilihat diwebsite ICASTIA pada alamat http://icastia.org,” tandasnya. [js]

Continue Reading

Kampus

Peringkat Ke 15 se-Kopertis IV, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Patut Diperhitungkan

Published

on

photo credit: Gedung Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya UMTAS/janner s

EDUPUBLIK.COM, TASIKMALAYA – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) tahun ini mendapatkan pendanaan penelitian dari DRPM Kemenristekdikti sebanyak 25 Proposal yang kesemuanya akan didanai oleh Kemenristekdikti.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Mujiarto menuturkan dengan lolosnya proposal yang didanai oleh Kemenristekdikti ini merupakan awal yang baik bagi Perguruan Tinggi yang baru berusia dua tahun.

“Umtas juga tahun yang lalu mengikuti program penelitian dan pengabdian yang diselenggarakan DRPM Kemenristekdikti, namun tak sebanyak tahun ini yang lolos, tahun lalu hanya 14 proposal saja” ucap Mujiarto, di Tasikmalaya, (8/2/2018).

Ini merupakan prestasi yang baik, dengan begitu LPPM nantinya akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian masyarakat, tentunya dengan indikator luaran penelitian dan pengabdian masyarakat baik dalam Jurnal Nasional atau Internasional, Bahan Ajar, HAKI, Paten, dan luaran lainnya.

“Kita juga akan menggelar agenda rutin seperti Pembinaan, Pelatihan maupun Klinik Proposal,” imbuhnya.

Dari 25 proposal yang lolos, diantaranya 2 Proposal dengan skema Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (PKPT), 22 Proposal dengan skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), dan 1 Proposal Pengabdian kepada Masyarakat dengan begitu Umtas telah menunjukkan Prestasi dan Eksistensinya di kancah Nasional dengan bermodalkan niat dan semangat pantang menyerah.

Rektor Umtas Ahmad Qonit menuturkan sangat bangga dengan pencapaian LPPM Umtas di bawah kepemimpinan Mujiarto, sehingga menghantarkan Umtas peringkat ke-15 se Kopertis IV sebagai peraih Hibah penelitian Kemenristekdikti pendanaan 2018.

“Dengan begitu, Umtas bisa sejajar dengan PTS besar lainnya di wilayah Kopertis IV,” sebut Ahmad.

Prestasi LPPM UMTAS sudah saya sampaikan ke Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, supaya Umtas diperhitungkan dalam Riset baik di PTMA ataupun di Perguruan Tinggi di Indonesia.

“Ketua LPPM Umtas Mujiarto juga sudah kita undang sebagai Narasumber pada kegiatan Klinik Proposal Hibah Ristekdikti Pendanaan 2019 yang akan diselenggarakan di bulan Februari nanti di beberapa perguruan tinggi, diantaranya STT Muhammadiyah Cileungsi Bogor, STIA YPPT Tasikmalaya, STMIK Muhammadiyah Banten, dan STKIP Muhammadiyah Rappang Sulawesi Selatan,” sebut Rektor Umtas.

Untuk mencapai Visi dan Misi UMTAS, yaitu Unggul, Islami dan Terkemuka dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) pada Tahun 2035, Umtas akan terus bekerja keras untuk meningkatkan prestasi dosen dalam bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. [js]

Continue Reading

Kampus

Ketua STMIK Bandung Harap Wisudawan Terus Berinovasi, Kreatif dan Konsisten

Published

on

photo credit: sidang terbuka senat stmik bandung,(18/1)/dok. JS

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Sebanyak 83 Mahasiswa mengikuti sidang wisuda ke 27 STMIK Bandung dengan rincian 19 orang Jurusan Teknik Informatika, 64 orang Jurusan Sistem Informasi.

“Diharapkannya para wisudawan selalu berinovasi untuk menjadi lokomotif perubahan, hampir semua bisnis yang ada saat ini semuanya dimotori oleh kaum muda, hanya dengan inovasi, kreatifitas dan yang tak kalah penting adalah konsistensi,” ujar Ketua STMIK Bandung Abdurrahman, saat pembukaan sidang wisuda, di Bandung, Kamis (18/1/2018).

Para wisudawan, lanjutnya, mempunyai peluang yang besar di era disruption ini, karena di era disruption saat ini menempatkan inovasi dibidang IT yang dapat merubah mindset sistem yang telah lama dianut oleh manusia

“Dalam melakukan perubahan dan perbaikan kita perlu konsisten dan ini harus kita tanamkan bersama agar dapat sukses nantinya,” katanya.

Dia mengatakan, bukan jamannya lagi para wisudawan mencari pekerjaan, bukan jamannya para wisudawan membawa ijasah dan mendaftar pekerjaan ke JobsDB, JobStreet dan yang lainnya, karena sekarang ini adalah percepatan.

“dimana anda dituntut untuk berkreasi dan berkonstribusi kepada masyarakat, karya-karya nyata anda sedang ditunggu,” katanya.

Foto Bersama ketua stmik bandung dan wisudawan cum laude/dok. js

Dia juga mengucapkan selamat kepada salah satu wisudawan yang memperoleh Cum Laude dan lulusan terbaik pada Wisuda STMIK Bandung ke 27.

Abdurrahman juga mengungkapkan, turut berdukacita atas berpulangnya salah satu Guru Besar STMIK Bandung Prof Dr Suryadi Siregar DEA pada 15 Januari 2018 yang lalu.

“Beliau salah satu guru besar yang berdedikasi tinggi dan konsisten dalam mendidik, bagaimana beliau melakukan transfer of knowledge (berbagi ilmu pengetahuan), kita tentunya kehilangan atas kepergiaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan, Louis Frederick mengatakan, perkembangan yang dialami STMIK Bandung sejak berdirinya tahun 1992 hingga saat ini penuh dengan tantangan dan persaingan, namun semua dapat dilalui dan bersyukur bahwa STMIK Bandung kini telah memiliki gedung sendiri yang beralamat di Jalan Cikutra 113 Bandung.

“STMIK Bandung telah melakukan kerjasama beasiswa dan studi lanjut dengan beberapa Universitas yang ada di Taiwan, semoga nanti para wisudawan/i mau mendaftar untuk ikut melanjutkan studi S2,” katanya. [js]

Continue Reading

Kampus

Mahasiswa Indonesia Raih Best Delegate di Ajang Internasional

Published

on

photo credit: Mahasiswa Indonesia dari Universitas Gadjah Mada, Mhd. Ikram Alfansa dan Hasnabila Candrakanti, masing-masing meraih penghargaan sebagai Best Delegate di council UNHRC dan UNESCAP pada kompetisi Thammasat University Model United Nations 2018 yang berlangsung pada 12-14 Januari 2018 di United Nations Conference Centre, Bangkok, Thailand/dok. humas ugm

EDUPUBLIK.COM – Mahasiswa Indonesia dari Universitas Gadjah Mada, Mhd. Ikram Alfansa dan Hasnabila Candrakanti, masing-masing meraih penghargaan sebagai Best Delegate di council UNHRC dan UNESCAP pada kompetisi Thammasat University Model United Nations 2018 yang berlangsung pada 12-14 Januari 2018 di United Nations Conference Centre, Bangkok, Thailand.

Selain itu, William Help dari Universitas yang sama juga berhasil meraih penghargaan Best Position Paper dan Outstanding Delegate of UNESCAP dan Nisrina Husnul Khotimah, meraih Best Position Paper of ASEAN Historical Committee.

“Saya sangat antusias untuk mengikuti kompetisi ini, apalagi ini pertama kalinya saya berkompetisi di luar negeri dan syukur dianugerahi sebagai Best Delegate,” ujar  Ikram, Kamis (18/1).

Empat anggota UGM MUN Community ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Thammasat University Model United Nations 2018 merupakan edisi ke empat dari konferensi internasional yang diadakan oleh Thammasat University untuk memacu kemampuan diplomasi, negosiasi, dan public speaking para pesertanya.

Tahun ini, sejumlah peserta dari Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Rusia, Kamboja, dan Perancis turut ambil bagian dalam konferensi tersebut.

Setiap council terdiri dari 20-25 delegasi dari berbagai universitas di kawasan. Setelah melewati perdebatan dan lobi-lobi dalam tujuh sesi, akhirnya empat delegasi tersebut masing-masing berhasil membawa pulang penghargaan. [at]

Continue Reading

EduOto

Eduoto2 minggu lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto4 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto4 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto5 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto1 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto1 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler