Connect with us

Reportase

Reni Marlinawati: Indonesia Bukan Negara Islam, Namun Nilai-Nilai KeIslaman Harus Terus Ditegakkan

Edupublik, Jakarta – Sosok wanita muslimah, muda, enerjik dan penuh perhatian itulah gambaran yang melekat dari Reni Marlinawati, wanita kelahiran Sukabumi, tahun 1973 ini. Merupakan anggota DPR RI dari salah satu partai islam di Indonesia.

Dalam rilisnya,(15/10). Ia mengatakan bahwa kunci sesungguhnya dari segala aspek ada di dalam agama. Rasulullah Saw mengatakan: “Perempuan itu adalah tiang agama, kalau perempuan baik maka negara baik, kalau perempuan rusak, maka negara pun rusak. Perempuan adalah pendidik utama dan pertama bagi anaknya.”

Perempuan adalah penentu keberhasilan keluarga, bahkan perempuan pun adalah penentu maju mundurnya suatu bangsa. Setiap anak itu lahir dalam keadaan fitrah, tergantung pada kedua orang tuanya. Berbicara tentang perempuan, ada di ranah keluarga, karena kunci sukses itu ada di dalam keluarga.

“Basis pertahanan negara adalah keluarga. Sebagai warga negara Indonesia, bagaimana posisi kita? Di dalam UUD Pasal 31 ayat (3) bahwa untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Ungkap Reni Marlinawati.

Lebih lanjut, Ia mengatakan. Indonesia adalah sebuah negara yang berlandaskan keTuhanan, maka dari itu hal-hal yang dilakukan harus berdasarkan nilai-nilai agama. Fakta-fakta inkonsistensi negara melindungi warga negaranya: Hari ini, seolah-olah kita menjadi permisif. Hari ini bagaimana kekuasaan asing mengkooptasi negara Indonesia dengan alih-alih pendekatan budaya.

“Saat ini, yang tidak boleh kita lakukan adalah melakukan propaganda untuk sesuatu hal-hal yang menyimpang.¬†Saya ingin menegaskan, bahwa memang Indonesia bukan negara Islam, namun basis pertahanan utama adalah agama, jadi nilai-nilai keislaman harus terus ditegakkan.” Tutupnya.

Comodo SSL
1 Comment

1 Comment

  1. Yusuf Prawiranegara

    Selasa, 18 Oktober 2016 | 20:31 WIB at 20:31

    Luar biasa antusias pembaca….. inspiratif

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto