Connect with us

Edu Citizen

Setelah Diadvokasi Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Prameswari Lintang Warga Ratmakan Sayidan Dapat BST

photo credit: Prameswari Lintang Warga Ratmakan Sayidan Penerima BST/dok. Fokki

YOGYAKARTA – Anggota DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan telah mendapat aduan dari warga Ratmakan Ngupasan Gondomanan Kota Yogyakarta tentang adanya permasalahan penyaluran BST yang ada di wilayahnya.

“Kronologinya adalah bahwa seorang anak bernama Prameswari Lintang yang masih berstatus pelajar mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BSat) dari Kemensos yang disalurkan melalui Kantor Pos dan berlokasi di kantor kalurahan setempat. Tapi yang bersangkutan tidak bisa menerima haknya dengan alasan tidak punya KTP dan hanya punya KIA. Padahal sesuai UU, KIA adalah identitas kependudukan yang sah bagi anak anak dibawah usia 17 tahun,” ujar Anggota DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto, dalam Keterangannya, Di Yogyakarta, (31/7).

Fokki mengatakan, dari aduan tersebut selaku wakil rakyat, Dia segera meluncur ke Kelurahan Ngupasan dan bertemu dengan pengadu serta langsung melakukan klarifikasi kepada Kepala Kelurahan Ngupasan.

“Di tengah tengah proses klarifikasi ada satu staff kelurahan mengabarkan sudah ditunggu di Dinas Sosial Kota Yogyakarta,” kata Fokki.

Dia menjelaskan, dengan didampingi pengadu maka segera meluncur ke Dinas Sosial. Setelah melalui proses dialog akhirnya memang benar bahwa undangan yang bersangkutan ada di Dinas Sosial dengan alasan alamat tidak ditemukan dan ada laporan yang bersangkutan mampu.

“Alasan ini tidak dapat diterima karena alamat jelas dan si anak ada ditempat. Kalau persoalan mampu, ini subyektif karena faktanya anak ini diasuh pamannya karena ibunya menikah lagi dan tinggal bersama suaminya di luar kota,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, setelah ada proses dialog akhirnya undangan buat pengambilan BST diberikan kepada pamannya dan segera diproses sesuai ketentuan yang ada.

Akhirnya hari sabtu tanggal 31 Juli 2021, si anak yang bernama Prameswari Lintang di kantor pos telah menerima haknya yaitu menerima BST berupa uang tunai 600 ribu dan beras 10 kg.

“Dari peristiwa ini maka menjadi pembelajaran bagi Dinas Sosial Kota Yogyakarta dalam penyaluran BST bahwa berikanlah sesuai hak nya kepada rakyat jangan berkreasi, rakyat sudah susah jangan dipontang pantingkan lagi. Kalaupun ada revisi data seperti rekomendasi BPK dan KPK ya lakukan setelahnya bukan ketika dapat undangan lalu undangannya ditahan dengan berbagai alasan,” tutupnya. [bs]

Kontributor: Bambang S

Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta

‘Merdekakan’ Semasa Pandemi, ICPW-Polri Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Wartawan

Ini Makna Kemerdekaan Bagi ICPW-Polri

Published

on

photo credit: Ketua ICPW Bambang Suranto/dok. Istimewa

JAKARTA – Indonesia Civilian Police Watch (ICPW) bekerja sama dengan Polri memberikan bantuan paket sembako kepada para jurnalis. Bantuan sebanyak 1.000 paket ini disalurkan dalam rangka memperingati HUT ke-76 RI, serta guna meringankan beban para wartawan selama pandemi Covid-19 dan penanganannya.

“Tepat pada saat momentum  HUT RI hari ini, kami mencoba ‘memerdekakan hati’ rekan-rekan wartawan, dari terpaan badai ekonomi pandemi Covid yang menimpa semua lapisan masyarakat,” ujar Ketua Indonesia Civilian Police Watch (ICPW), Bambang Suranto, dalam keterangannya, Di Jakarta, Selasa (17/8).

“Sebab selain garda depan penanganan pandemi dalam hal publikasi informasi, kami sadar wartawan juga turut terdampak pandemi Covid,” imbuhnya.

Menurut Bambang, tak sedikit awak media yang turut terpapar virus corona. Bahkan hingga meninggal dunia. Kondisi ini disebut berdampak pula pada perekonomian mereka.

“Karenanya bantuan ini kami distribusikan. Bukan maksud merendahkan profesi wartawan, tapi ini bagian kepedulian kita bersama. Karena kita memahami di ‘belakang layar’ seorang wartawan seperti apa,” tuturnya.

“Jangan dilihat jumlahnya. Mohon dilihat  niat baik dan sense of crisis-nya,” sambung Bambang.

Untuk tahap awal, paket sembako disalurkan kepada wartawan yang sehari-hari melakukan peliputan di Mapolda Metro Jaya. Total sebanyak 160 paket dibagikan dalam kesempatan itu. Tahap selanjutnya, bantuan akan disebar di berbagai wilayah di Jabodetabek.

“Tetap jayalah para wartawan, pejuang informasi, walau suasana pagebluk melanda di hari jadi ke-76 tahun bangsa Indonesia,” jelas Bamsoer, sapaan Bambang Suranto.

Sementara, salah seorang jurnalis, Gomes menghaturkan terima kasih kepada ICPW dan Polri atas kepeduliannya.

“So pasti rasa terima kasih saya sampaikan kepada ICPW yang sudah membuktikan kepedulian kepada rekan-rekan jurnalis,” tandasnya. [bs]

Continue Reading

Edu Citizen

IDEAS: Sudahi Kelalaian Dalam Menjaga ‘Gerbang Negara’

Published

on

photo credit: Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS/dok. pribadi/via: web

JAKARTA – Lembaga riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mengingatkan pemerintah bahwa salah satu pelajaran terpenting dari serangan gelombang ke-2 adalah urgensi menjaga perbatasan dari pengunjung yang berasal dari episentrum wabah.

Pembatasan yang ketat bahkan menutup perbatasan dan melarang perjalanan dari luar wilayah menjadi keharusan untuk menjaga masuknya kembali virus.

“Virus varian delta yang merebak di India sejak Maret 2021 dan berpuncak pada Mei 2021, tidak membuat Indonesia menutup pintu perbatasan dari wisatawan India,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (13/8).

Yusuf menambahkan pada bulan Maret 2021, tercatat 603 wisatawan India masuk ke Indonesia. bulan April 2021, ketika banyak negara telah melarang masuknya warga India ke negara mereka, Indonesia justru menerima wisatawan India semakin banyak yaitu 880 orang.

“Bahkan pada bulan Mei 2021, puncak ledakan varian delta di India, Indonesia masih menerima kedatangan 296 wisatawan India. Tidak berkaca pada kasus masuknya virus Covid-19 pertama kali dari Wuhan pada 2020, pemerintah kembali mengulang kesalahan yang sama pada kasus serangan gelombang ke-2,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf gelombang ke-2 menjadi kisah kelabu yang membuka tabir gelap, yaitu betapa ringkihnya negeri ini melawan pandemi.

“Hanya di bulan Juli 2021 saja, terjadi 1,2 juta kasus positif dengan 35 ribu kematian. Sistem kesehatan nyaris lumpuh, rumah sakit penuh sesak hingga ke lorong dan parkiran, obat dan oksigen sulit didapat, tenaga kesehatan bertumbangan, hingga ambulans antri di pemakaman,” papar Yusuf.

IDEAS mencatat pada Juli 2021, rata-rata kasus aktif mencapai 450 ribu, tiga kali lipat dari puncak gelombang ke-1, dan rata-rata BOR (bed occupancy ratio) mencapai 73,8 persen. Angka kematian rata-rata diatas 1.100 kasus per hari.

Penularan yang tidak terkendali dan tumbangnya sistem kesehatan, membuat korban jiwa menjadi sangat besar. Angka kematian karena Covid-19 diduga kuat jauh lebih tinggi dari angka resmi. Hal ini terlihat dalam kasus DKI Jakarta, daerah dengan kualitas data pandemi terbaik.

“Di sepanjang Juli 2021, rata-rata positivity rate harian DKI Jakarta menembus 40 persen, jauh diatas ambang 5 persen yang mengindikasikan penularan yang tidak terkendali, dengan rata-rata BOR menembus 82 persen,” ucap Yusuf.

Diungkapkan pula oleh Yusuf bahwa Total kematian DKI Jakarta selama Juli 2021 berada di kisaran 3.700 kasus, namun di waktu yang sama pemakaman dengan protap Covid-19 menembus 8.500 kasus.

Duka lara akibat gelombang ke-2 ini nampak belum berakhir di Juli 2021. Di awal Agustus 2021, meski angka penularan telah menurun drastis sebagai hasil adopsi PPKM Darurat dan PPKM Level 4, namun angka kematian masih terus tinggi dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Dalam 3 pekan terakhir angka kematian harian konsisten berada diatas seribu kasus. Pada 16 Juli – 10 Agustus 2021, rata-rata angka kematian harian menembus 1.500 kasus,” ungkap Yusuf.

Angka resmi tersebut menurutnya masih konservatif mengingat angka pemakaman dengan protap Covid-19 jauh lebih tinggi, dan banyak kasus kematian Covid-19 di luar rumah sakit yang tidak terdeteksi.

“Alih-alih memperbaiki dan meningkatkan kualitas data kematian, agar dapat diperoleh peta “perang melawan virus” yang lebih sahih, pemerintah justru menghapus indikator kematian dalam penentuan intervensi non farmasi suatu daerah,” imbuh Yusuf.

Dengan tegas dia menyatakan bahwa jejak pandemi Indonesia adalah jejak hilangnya kesempatan untuk mencegah penyebaran virus dan hilangnya nyawa anak bangsa. Terlalu banyak waktu dan kesempatan yang terbuang, jangan lagi ada nyawa hilang sia-sia karena penyangkalan, kelalaian dan ketidakpekaan.

“Saatnya mengakhiri kebebalan ini. Dibutuhkan perubahan kebijakan yang drastis, secepatnya, untuk memutus transmisi virus, mencegah ledakan infeksi berikutnya dan menekan kematian, terutama di daerah pedesaan dan luar Jawa,” tutup Yusuf. [*]

Continue Reading

Edu Citizen

[DISKUSI ONLINE] Kaum Muda Membangun Partai Buruh

Published

on

photo credit: diskusi online/via: fb

Merupakan kebutuhan melakukan reorientasi gerakan kaum muda yang memilki sifat sektoral, berbasis isu, moralis menjadi gerakan politik yang memilki basis konflik secara struktural.

Alih-alih melakukan sporadis masuk kedalam partai elit yang sudah ada, kondisi material justru mendorong kesadaran kelompok kaum muda untuk membangun partai buruh sebagai kekuatan tandingan partai yang sudah ada.

Partai buruh yang diisi oleh buruh, petani, dan masyarakat yang memiliki posisi rentan. Melakukan kerja-kerja kongkrit dengan meluaskan perspektif dan ideologi.

Oleh sebab itu, Diskusi Online “Kaum Muda Membangun Partai Buruh” yang akan diselenggarakan, pada :

Hari, tanggal: Kamis, 12 Agustus 2021.
Pukul: 14.30 Wib.

Link Zoom: 873 9519 8076 (102519)

Pemantik:

  1. Dimas Pamungkas (Sekretaris Jenderal LMND-DN).
  2. Acul (Kordum Sekolah Critis).

Ruang diskusi terbuka untuk melihat bagaimana gagasan situasi berkembang. Link dibuka 15 menit sebelum pendiskusian dimulai.

Terima kasih.

sumber: facebook budi w

Continue Reading

Terpopuler