Connect with us

EDUKASI

Soal Esai Pendek UN Ditambah, Begini Penjelasannya

Ilustrasi: ujian nasional

YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewacanakan penambahan soal jenis esai pendek selain soal pilihan ganda yang selama ini sudah digunakan dalam Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat.

“Jadi, pada pelaksanaan UN mendatang, peserta tidak hanya mengerjakan soal pilihan ganda, tetapi juga ada esai pendek,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy, di Yogyakarta, Sabtu (11/8/2018).

Dia mengatakan, bahwa soal High Order Thinking Skill (HOTS) yang sudah diterapkan pada UN 2018 akan tetap digunakan pada UN mendatang, bahkan kemungkinan dengan persentase yang lebih banyak.

“Selama ini, sudah sekitar 20 persen. Nanti akan ditingkatkan lagi,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Dia, soal jenis esai porsinya baru sekitar 10 persen dari total soal ujian sekolah. Sebagian besar soal masih soal pilihan ganda.

Dia mengatakan, soal pilihan ganda tidak akan membuat siswa atau peserta didik berpikir kreatif karena hanya menjawab soal dengan memilih satu dari beberapa jawaban yang sudah disediakan.

“Padahal, siswa harus dilatih untuk terus kreatif, berpikir out of the box agar bisa berkreasi lebih baik di masa yang akan datang. Sisi kreativitas seseorang ini sangat penting untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan di lingkungan sekitarnya,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, Pemerintah terus mengupayakan pengembangan pendidikan di berbagai bidang keterampilan yang berhubungan dengan sisi kreativitas masyarakat.

“Pendidikan keterampilan bidang kelautan atau kemaritiman, perhotelan dan pariwisata, pertanian serta industri kreatif, terus kita kembangkan dan upayakan,” tandasnya. [ant]

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EDUKASI

Soal Ujian Nasional yang Membutuhkan Daya Nalar Tinggi Perlu Dikenalkan ke peserta Didik

Published

on

By

ilustrasi/foto source: @thekopernik - via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan soal Ujian Nasional (UN) yang membutuhkan daya nalar tinggi perlu dikenalkan ke peserta didik.

“Soal-soal penalaran pada ujian nasional sebetulnya hanya sekitar 10 persen dari total semuanya. Ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyesuaikan secara bertahap standar kita dengan standar internasional, antara lain seperti standar Program for International Student Assessment (PISA),” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy, di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Pengenalan soal penalaran tersebut, lanjutnya, merupakan upaya untuk mengejar ketertingalan pencapaian kompetensi siswa Indonesia di tingkat internasional.

Selain itu juga, Muhadjir mengatakan, model soal penalaran merupakan salah satu tuntutan kompetensi dalam pembelajaran abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

“Dengan begitu, peserta didik diharapkan mampu menganalisa data, membuat perbandingan, membuat kesimpulan, menyelesaikan masalah, dan menerapkan pengetahuan pada konteks kehidupan nyata,” katanya.

Mendikbud juga menambahkan bahwa soal UN yang dikeluhkan siswa tersebut sudah sesuai dengan kisi-kisi yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dengan melibatkan guru, yang selanjutnya ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada bulan Agustus 2017, dan dimuat di laman http://bsnp-indonesia.org.

Kisi-kisi tersebut, kata Dia, telah disusun sesuai kompetensi dasar yang harus diajarkan oleh guru sebagaimana dijabarkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, dan dituangkan dalam buku mata pelajaran

“Kisi-kisi ini dibuat secara umum atau generik, tidak spesifik mengarah pada suatu bentuk soal tertentu. Tujuannya agar pembelajaran di sekolah-sekolah tidak terjebak pada proses latihan soal-soal UN,” katanya.

Dia mengatakan, guru wajib mengajarkan materi pembelajaran dengan mengedepankan pemahaman konsep dan penalaran, bukan sekedar latihan soal.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Totok Suprayitno mengatakan, soal-soal UN terdiri dari tiga level kognitif yaitu level satu (pengetahuan pemahaman) sekitar 30 persen, level dua (aplikasi) sekitar 60 persen, dan level tiga (penalaran) sekitar 10 persen.

“Soal-soal ditulis oleh guru dan ditelaah oleh para guru yang kompeten dan dosen dari beberapa perguruan tinggi,” katanya.

Hasil UN ini, lanjut Totok, akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

“Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” tandasnya. [ant]

Continue Reading

EDUKASI

Menristekdikti Pastikan Melalui Perpres Nomor 16/2018 Semua Orang Bisa Melakukan Penelitian

Published

on

foto credit: @kemenristekdikti (menteri ristekdikti mohamad nasir) via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memastikan melalui Perpres Nomor 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah maka semua orang bisa melakukan penelitian.

“Melalui Perpres ini, semua orang bisa melakukan penelitian. Jadi tidak hanya yang berada di organisasi saja tetapi juga perorangan,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir, di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia mengatakan, peraturan tersebut merupakan sebuah terobosan besar dalam sistem pengadaan barang atau jasa pemerintah, khususnya bagi dunia penelitian yang ada di lembaga penelitian.

“Salah satu terobosan penting dalam peraturan ini adalah agar pelaksanan penelitian yang selama ini selalu berbasis pada aktivitas saja, saat ini dan kedepannya dapat berorientasi pada hasilnya juga, sehingga riset tidak hanya selesai di situ saja,” katanya.

Nasir mengatakan, penelitian terkadang memerlukan waktu yang cukup panjang, bahkan hingga bertahun-tahun, maka jaminan keberlanjutan penelitian juga menjadi jaminan yang harus diberikan kepada peneliti.

“Selama ini tidak ada jaminan ketersediaan anggaran terutama untuk penelitian tahun jamak,” kata Nasir.

Maka, lanjutnya, dengan Perpres tersebut, secara tegas menyatakan bahwa penelitian dapat dilakukan dengan kontrak penelitian melebihi satu tahun anggaran.

Selain itu, Nasir juga menyampaikan pihaknya menyiapkan peraturan turunan dari peraturan presiden tersebut yakni peraturan menteri yang mengatur mengenai penelitian.

Sementata itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan bahwa Perpres tersebut merupakan produk regulasi yang sangat erat mendukung kelancaran riset.

“Dalam peraturan itu, ada aturan yang sangat fundamental dan mendukung perubahan pola pikir pelaksanaan penelitian,” katanya.

Dia mengatakan, dengan adanya peraturan baru ini diharapkan bisa meningkatkan relevansi dari produktivitas peneliti kita.

“Ada beberapa hal yang baru yaitu pelaksananya bisa individu atau LSM, pembinaan dengan pemerintah untuk riset mulai tahun dapat dilakukan lebih dari satu tahun dan penelitian yang berbasis hasil,” tandasnya. [ant]

Continue Reading

EDUKASI

Pentaskan Wayang, Forum Anak Medan dan Binjai Berkolaborasi Dukung Kota Layak Anak

Published

on

Forum Anak Medan dan Binjai Sumatera Utara

EDUPUBLIK.COM, BINJAI – Menyambut kedatangan wayang FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) atau traktat pengendalian tembakau global di Tanah Batak, Forum Anak Kota Medan dan Binjai, Sumatera Utara, berkolaborasi mementaskan wayang FCTC Warrior yang digelar di Lapangan Merdeka Binjai, Sumatera Utara, (14/4/2018).

“Melalui pentas wayang FCTC Warrior kami menyampaikan pesan tentang bahaya rokok dan pentingnya FCTC untuk perlindungan anak dari dampak rokok,” kata Chesa Syaqira, warrior FCTC kota Medan.

“Kami juga menyampaikan pesan dukungan anak muda kepada Walikota Medan dan Binjai, untuk mewujudkan Medan dan Binjai Kota Layak Anak tanpa asap rokok dan iklan rokok,” papar aktivis Forum Anak Kota Medan ini.

Chesa menjelaskan, media wayang dipilih untuk menyuarakan pesan yang edukatif dan menghibur tanpa kesan menggurui. “Memang disesuaikan dengan audiens kami yang mayoritas anak-anak. Supaya mereka lebih mudah memahami pesan tentang bahaya rokok karena disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan menarik,” ujarnya.

Forum Anak Kota Medan dan Binjai, tambah Chesa, cukup aktif menyuarakan pesan tentang bahaya rokok dan pentingnya FCTC karena kekhawatiran mereka terhadap jumlah perokok anak di Indonesia yang terus meningkat.

Chesa mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 bahwa jumlah perokok di bawah usia 19 tahun mencapai 16,4 juta orang. Kecenderungan usia merokok kian bergeser ke umur yang lebih muda, dimana pada  kelompok usia 10-14 tahun, tren merokok meningkat 2 kali lipat hanya dalam jangka kurang dari 20 tahun.

Chesa, yang juga menjadi Fasilitator Forum Anak Nasional, menjelaskan pemerintah belum maksimal memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, akibat konsumsi rokok. “Buktinya, hingga saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum mengaksesi FCTC. Padahal FCTC bertujuan melindungi generasi sekarang dan mendatang dari kerusakan kesehatan, lingkungan dan ekonomi karena konsumsi tembakau dan paparan asap rokok,” tegas Pembaharu Muda kota Medan ini.

Dukungan Kota Layak Anak

Selain menyuarakan pesan mendorong Indonesia aksesi FCTC, Forum Anak Kota Medan dan Binjai juga mendeklarasikan dukungan Kota Layak Anak (KLA) tanpa asap rokok dan iklan rokok.

“Untuk mewujudkan Kota Medan dan Binjai Layak Anak harus dipenuhi sejumlah indikator. Salah satunya adalah indikator klaster kesehatan tentang ketersediaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok,” kata Chesa.

Mahasiswi Universitas Negeri Medan ini menjelaskan, kota Medan misalnya, sudah memiliki Perda KTR nomor 3 tahun 2014. “Tapi kami melihat pelaksanaan Perda KTR di Medan masih belum maksimal karena kami masih menemukan orang merokok di wilayah KTR,” ujarnya.

Karenanya, Chesa bersama Forum Anak Kota Medan mendukung Pemkot Medan untuk menegakkan Perda KTR dengan melakukan pengawasan, dan memberi sanksi tegas bagi mereka yang masih merokok di wilayah KTR.

Menuju Kabupaten Labuhan Batu

Kota Medan menjadi kota ketujuh belas yang didatangi Wayang FCTC dalam rangkaian “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota”. Sebelumnya Wayang FCTC sudah melalui kota Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Jember, Tabanan, Badung, Mataram, Sumbawa, Makassar, Banggai, Palu, Banjarmasin dan Banda Aceh.

Setelah Medan, Wayang FCTC Warrior akan diperjalankan kembali dalam rangkaian Petualangan 365 hari FCTC Warrior di 25 kota. Kabupaten  Labuhan Batu  sudah menunggu untuk menerima estafet kedelapan belas Wayang FCTC Warrior.

Ingin tahu aksi dan petualangan FCTC Warrior di kota berikutnya? Nantikan berita dari rangkaian Petualangan FCTC Warrior di 25 Kota di Indonesia. [iko]

Continue Reading

EDUKASI

Talkshow lnteraktif “Bangga Menjadi Indonesia”

Published

on

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Generasi muda diajak untuk terus belajar, berpikir positif, kerja keras untuk meraih sukses, dan kaya .

Ajakan itu di paparkan Giring Ganesha, artis, politisi muda ,musisi, dan juga founder kincir.com dalam Talk show interaktif bertajug “Bangga menjadi Indonesia”, di Emerald Tower Bandung, Jumat (29/12/2017)

Giring mengatakan Untuk menjadi sukses dan kaya harus melalui proses dan fokus pada satu hal untuk mencapai hal yang lainnya, agar kita bangga menjadi Indonesia.

“Sukses itu ada dengan bagaimana cara berpikir kita dan juga kerja keras, namun cara berpikir juga harus dari hal yang positif jika itu dilakukan maka pasti semuanya akan berjalan positif , di sertai doa, kerja keras juga berpikir positif”katanya.

Lanjut Giring,”Klo hal tersebut kita lakukan maka kesuksesan dapat diraih dab kita bisa kaya, dan kaya itu berkah, kita bisa menolong orang lain yang kesusahan”.

photo credit: Giring Ganesha pada Talkshow interaktif Bangga menjadi Indonesia / dok. Akbar

Masih kata Giring,” Oleh karena itu bagi kaum muda jangan juga berpikir cepat sukses, karena itu semua melalui proses, karena sesuatu yang instan itu kadang membuat kita bahaya, semuanya harus melalui proses dan kerja keras, oleh karena itu tugas kita harus menjelaskan pada kaum muda bahwa kalo mau sukses kita harus kerja keras, kalo kita tanya pada orang orang sukses pasti jawaban mereka kerja keras,
Inilah yang harus ditanam pada cara berfikir kita semua, maka itu jangan takut untuk sukses, jangan takut menjadi kaya”, ujarnya

Talk show Interaktif yang membawa pencerahan ini dihadiri ratusan kaum muda juga mahasiswa se Bandung raya, juga di isi oleh narasumber seperti Yasser M.S founder mataharikecil Indonesia, dan Rahadian Dinar, entrepreneur muda, Co-founder Budaya Anti Narkotika Nasional (BUANA) dengan pembawa acara Kamal Nuryadin.[SA]

Continue Reading

EDUKASI

Pelatihan Kewirausahaan, Petani Kopi Jabar Belajar Mengenal Cita Rasa Kopi

Published

on

Edupublik.com – pelatihan kewirausahaan kopi di hari kedua yang diikuti oleh  petani kopi Jabar di Preanger Point Bandung, Sabtu, 14 Oktober 2017, antara lain mereka belajar mengenai pengenalan uji mutu dan cita rasa kopi serta pengembangan kelembagaan sumber pembiayaan dan pola perdagangan kopi.

Petani kopi yang mengikuti pelatihan kewirausahaan ini, sangat antusias saat mereka belajar mengenai pengenalan uji mutu dan cita rasa kopi. “Saya dapat ilmu baru tentang menilai cita rasa kopi, bagaimana menggiling kopi, menyeduhnya, hingga mencicip kopi,” kata Dedi Priyadi, 38 tahun, petani kopi, asal Sukajaya Lembang, saat mengikuti pelatihan di  Preanger Point, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Menurut Dedi, pelatihan yang baru pertama kali diikuti ini, sangat bermanfaat sekali karena dia jadi mengetahui bagaimana cara menanam kopi dengan baik, mengolah hasil panen dengan benar, dan menyeduh kopi. “Ya, tentang cita rasa kopi dan ilmu barista sedikitnya bisa saya kuasai, setelah saya ikut pelatihan ini,” ujar Dedi senang.

Adi Taroepratjeka, Q Graider kopi Indonesia mengatakan, belajar mengenal cita rasa kopi, bagus dilakukan secara kelompok, agar terjadi diskusi, dan tentunya harus  ada pengajarnya untuk mengarahkan bagaimana memberi nilai pada kopi.

photo credit: pelatihan kewirausahaan kopi / dok. Akbar

Menurut Adi, kopi berkualitas adalah kopi yang ditanam dengan baik, pengolahan pasca panen dengan baik, dan biji kopi yang disortir secara baik. “Kalau petani kita kan,  kopi yang sudah disortir dijual, yang sudah patah-patah dan disapu, itu yang diminum, jadi bagaimana bisa mengetahui kopi yang memiliki cita rasa bagus, kalau yang diminum kopi yang cacat,” kata Direktur 5758 Coffee Lab, yang disambut  gelak tawa para petani kopi.

Adi menyatakan,  sudah saatnya petani kopi Indonesia dapat mengetahui  cita  rasa kopi dengan baik, agar mereka dapat dengan mudah berkomunikasi dengan siapapun, meski bahasanya berbeda. Caranya, kami bagikan lembar pecatatan kopi, lalu mereka diajari bagaimana mencium aroma biji kopi, mencium aroma kopi yang sudah digiling, dan mencium aroma kopi yang sudah diseduh, serta bagaimana cara menyeduh kopi.

Saat mereka mencium aroma kopi, hingga mencicip kopi, cita rasa yang mereka rasakan ditulis di lembar pencatatan cita rasa. Melalui lembar pendaftaran kopi, kita menyamakan persepsi tentang nilai 7 untuk kopi seperti apa, nilai 7,5 seperti apa. “Sehingga mereka bisa berkomunikasi tentang kopi dengan hanya menggunakan lembar pencatatan kopi,” kata Adi.

photo credit: pelatihan kewirausahaan kopi / dok. Akbar

Adi mengatakan, kalau ada kopi dicampur jagung, beras, kedelai, beras ketan hitam, itu awalnya terjadi karena petani hanya menjual hasil panen yang bagus. Sisanya, kopi cacat atau pecah digiling, supaya banyak, mereka campur jagung, beras, atau kedelai. “Dicampur nggak papa, da nggak ketahuan, tapi ketika petani tidak pernah minum kopi hasil sortiran yang bagus, mereka tidak akan pernah tahu cita rasa kopi enak,” kata Adi. Para petani pun tertawa mendengar cerita Adi.

Menurut Adi, tidak ada yang salah mencampur kopi dengan komoditas lain. “Di Lombok, mereka minum  kopi dengan kayu manis, kelapa sangria untuk menambah cita rasa, tapi yang dipakainya adalah kopi terbaiknya. Jangan dibiasakan minum kopi cacat, tapi coba minum kopi yang bagus,” kata Adi.

Cara menyeduh kopi, dijelaskan Adi, jangan menyeduh dengan air mendidih, tapi gunakan air  panas  85 – 95 derajat. “Setelah diseduh dengan air panas, biarkan 4 menit, lalu ambil ampasnya, cium lagi aromanya, pasti aromanya berubah, dibandingkan dengan aroma kopi yang baru diseduh, ” ujar dia.

Pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi ini digelar oleh Kementerian LHK bekerja sama dengan SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia). Pesertanya adalah 50 petani kopi yang tergabung dalam LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) di Jabar.

Ketua LMDH Lereoy Matita mengatakan,  kita sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Petani dapat wawasan baru tentang kewiraushaan kopi.

“Ini awal kerja sama yang baik untuk meneruskan tradisi pelatihan kewirausahaan kopi secara berkesinambungan. Petani kopi membutuhkan wawasan tentang cara menanam kopi yang baik, mengolah hasil panen, dan memprosesnya menjadi powder, sampai tata niaga kopi,” kata dia.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadi Daryanto menyatakan terima kasih kepada para petani kopi yang sudah sangat antusias mengikuti kegiatan kewirausahaan ini.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, mereka sudah menjadi bagian dari petani agro forestry, tahu menanam kopi yang benar, mengolahnya, dan sekaligus mengetahui tata niaga kopi serta industri kopi, secara umum. Mereka bisa mengetahui kualitas kopi yang bagus dan mengenal cita rasa kopi dengan baik. Kegiatan ini tidak boleh selesai sampai disini, tapi harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Hadi. (SA)

 

Continue Reading

EduOto

Eduoto7 hari lalu

Rivaldi Pengemudi Truck Volvo Terbaik Indonesia Asal Kalimantan Selatan

JAKARTA – Setelah menempuh perjuangan berat di babak seleksi nasional dan final nasional Volvo Trucks Indonesia Driver Challenge 2018 di...

Eduoto3 minggu lalu

Ini Pemenang Volvo Trucks Indonesia Driver Challenge 2018

JAKARTA – 8 pengemudi truk terbaik dari Indonesia berkumpul di Sirkuit Internasional Sentul untuk bersaing di ajang Volvo Trucks Indonesia...

Eduoto4 minggu lalu

Volvo tantang Pengemudi Truk Terbaik Indonesia, Tiket ke Swedia Menanti

JAKARTA – Volvo Truck Indonesia dan PT Wahana Inti Selaras menyelenggarakan Kompetisi langsung dengan mengemudikan Volvo FH, Volvo FM dan...

Eduoto3 bulan lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto6 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto6 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto7 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Advertisement banner 300x250

Terpopuler