Connect with us

NEWS

Surabaya Di Guncang Bom

photo credit: bom guncang surabaya/foto source: bbc indonesia/getty image/humas pemkot/a pinaria

EDUPUBLIK.COM, SURABAYA – Pembom bunuh diri melancarkan serangan ke berbagai tempat di di surabaya, dalam serangan terhadap tiga gereja berbeda yang mengadakan layanan di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, Minggu pagi (13/5), menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai puluhan orang, dan kemudian menyusul terjadi ledakan masih di surabaya, di sebuah rusun wonocolo, sidoarjo, 3 orang tewas dan 2 luka-luka.

Pada senin, (14/5), pembom bunuh diri melakukan serangan di mapolrestabes surabaya, 4 orang tewas dan melukai beberapa orang.

Dalam serangan beberapa gereja, polisi mengatakan setidaknya lima pelaku bom bunuh diri terlibat, termasuk paling tidak satu orang dengan sepeda motor dan seorang wanita yang memiliki dua anak bersamanya, seperti dikutip The Associated Press.

Juru bicara polisi, Frans Barung Mangera mengatakan setidaknya empat orang tewas pada serangan pertama di Gereja Katolik Roma Santa Maria.

Dia mengatakan 41 orang terluka di lokasi itu, termasuk dua petugas polisi, sementara satu atau lebih dari pembom tewas.

Mangera mengatakan kepada AP bahwa beberapa menit kemudian, ledakan kedua terjadi di Gereja Kristen Diponegoro dan ledakan ketiga terjadi di Gereja Pantekosta.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menurut laporan Reuters, meskipun layanan kawat mengatakan direktur komunikasi badan intelijen Indonesia, Wawan Purwanto, mencurigai kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bertanggung jawab.

Departemen Luar Negeri AS menetapkan JAD sebagai kelompok teroris pada Januari 2017.

Pemerintah AS mengatakan kelompok itu berasal dari tahun 2015 dari kelompok ekstremis lainnya dan anggotanya berjanji setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

AS menyalahkan JAD atas serangan bom dan bom bunuh diri di Jakarta pada Januari 2016 yang menewaskan empat orang dan 25 lainnya luka-luka.

Purwanto mengatakan serangan itu mungkin terkait dengan kerusuhan dan kebuntuan 36 jam di penjara dekat Jakarta pekan lalu, ketika loyalis Negara Islam menewaskan sedikitnya lima petugas keamanan, menurut Al-Jazeera dan Reuters.

“Target utama masih otoritas keamanan, tetapi kita dapat mengatakan bahwa ada alternatif [target] jika target utama diblokir,” katanya kepada Reuters.

Dengan lebih dari 260 juta orang, Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sekitar 87 persen populasi adalah Muslim, sementara umat Kristen mencapai sekitar 10 persen, menurut perkiraan 2010 dari CIA. Orang Kristen telah menjadi sasaran sebelumnya oleh militan di Indonesia, menurut AP.

Serangan terhadap gereja-gereja pada tahun 2000 menewaskan 15 orang dan melukai hampir 100 orang. Salah satu serangan paling mematikan di Indonesia melibatkan banyak bom yang meledak di dalam dan di luar klub malam pada 2002 di Bali. Serangan oleh kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda, Jemaah Islamiyah, menyebabkan 202 orang tewas. [npr]

Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EduOto