Connect with us

Kampus

Universitas Prasetiya Mulya Roadshow Tes Penerimaan Mahasiswa Baru Di Tujuh Kota

EDUPUBLIK.COM – Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) berada di bawah naungan Yayasan Prasetiya Mulya yang telah berdiri sejak tahun 1980 melalui Institut Manajemen Prasetiya Mulya (IMPM) sebagai pionir Sekolah Bisnis di Indonesia, mendapat izin operasional sebagai universitas pada tahun 2015 melalui SK Menristekdikti No. 87/KPT/I/2015 dan diresmikan pembukaannya pada 17 Maret 2016.

Metode pembelajaran di Universitas Prasetiya Mulya juga sangat beragam. Mulai dari kuliah, diskusi dan analisis kasus, simulasi bisnis, tugas perorangan maupun tugas kelompok, karya wisata, survei lapangan, riset pasar, pembicara tamu, rencana bisnis dan lain sebagainya. Bahasa pengantar yang digunakan dalam proses studi adalah Bahasa Indonesia dan Inggris. Bahkan, Universitas Prasetiya Mulya juga telah menjalin beragam kerja sama dengan institusi internasional dan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

photo credit: Harold P. Hurabarat, Direktur Marketing Universitas Prasetiya Mulya saat pemaparan / dok. Akbar

Direktur Marketing Universitas Prasetiya Mulya Harold P Hutabarat saat acara ngobrol santai dengan media di The Luxton Bandung jalan Ir.H. Juanda No. 18 Bandung (5/10/2017) mengatakan sepanjang bulan Oktober dan November 2017, Universitas Prasetiya Mulya menggelar kegiatan lintas kota yang bertajuk ”Info Session and Admission Test Roadshow 2017” akan diluncurkan di tujuh kota besar yaitu Bandung, Semarang, Lampung, Palembang, Pontianak dan Makassar. Di setiap kota akan ada empat kegiatan yang dilakukan yaitu; Pertama, akan ada talkshow oleh para alumni dan mahasiswa berprestasi; kedua, Virtual and Visual Tour untuk memudahkan calon mahasiswa mendapat gambaran tentang kampus Universitas Prasetiya Mulya; ketiga, One on One Study Program Consultation sebagai wadah konsultasi para calon mahasiswa baru dalam memilih program studi, dan yang terakhir adalah tes penerimaan tahun ajaran 2018-2019.

“Kami berharap di Bandung dapat memberi kesempatan putera-puteri terbaiknya untuk bergabung dalam keluarga Universitas Prasetiya Mulya,” kata Harold.

Kegiatan Info Session (Open House) di Bandung akan diselenggarakan di Hotel Luxton pada hari Sabtu tanggal 14 Oktober 2017 sedangkan Admission test (Tes Penerimaan Mahasiswa Baru) akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 22 Oktober 2017 di SMAK 1 Penabur Bandung.

Salah satu alumni Universitas Prasetya Mulya S1 , Andika Adidharma, Alumnus SMA Santa Angela Bandung dan kini salah satu Founder of Wakocao, menyampaikan, perkuliahan di Universitas Prasetiya Mulya sangat aplikatif dalam kehidupan berbisnis dan eksekutifr Dari awal, semangat untuk memulai usaha sendiri sudah sangat ditekankan dan juga didukung dengan dosen-dosen yang sangat suportif. Universitas Prasetiya Mulya juga mengajarkan saya untuk memiliki jiwa kompetitif yang positif. Hasil dari kuliah di Universitas Prasetiya Mulya, mendorong saya untuk terjun ke dunia bisnis kuliner. Bisnis ini pun awalnya terbentuk dari mata kuliah Business Project yang mengharuskan mahasiswanya memiliki usaha sebelum menggapai kelulusan. Saya membangun usaha ini bersama 5 teman dan sekarang kami telah memiliki 9 cabang yang sudah tersebar di Pulau Jawa.

Misi Prasetiya Mulya adalah bekerja untuk kemajuan bangsa yang beragam di Indonesia dengan memposisikan dunia bisnis sebagai pendorong utama dari awal penggunaan ilmu pengetahuan terapan. Tahun 2016 menandai awal baru bagi keluarga Prasetiya Mulya dengan transformasi statusnya dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Prasetiya Mulya ke Universitas Prasetiya Mulya. Misi intinya tetap utuh: berpartisipasi dalam kemajuan masyarakat bangsa yang majemuk, cerdas dan unggul dengan mendorong, dunia bisnis.

Tentang Universitas Prasetiya Mulya

photo credit: Universitas Prasetiya Mulya / dok. Akbar

Universitas Prasetiya Mulya didirikan pada tahun 1982 sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi pada tahun 1982. Prof. Djisman S. Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya dibantu oleh lebih dari 100 jajaran faculty member dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia pendidikan atau industri. Saat ini Universitas Prasetiya Mulya telah menghasilkan lebih dari 6000 alumni dari jenjang S1 dan S2. Pada tahun 2017, Universitas Prasetiya Mulya telah menyelenggarakan4 (empat) program Pascasarjana yaitu S2 Magister Manajemen Reguler, S2 Magister Manajemen Business Management, S2 Magister Manajemen Strategic Innovation, S2 Global Executive Magister Manajemen; serta 14 program Sarjana yaitu S1 Accounting, S1 Branding, S1 Business, S1 Business Economics, S1 Event, S1 Finance & Banking, S1 Hospitality Business, S1 International Business Law, S1 Business Mathematics, S1 Computer Systems Engineering, S1 Enterprise Software Engineering, S1 Entrepreneurial Energy Engineering, S1 Food Business Technology, dan S1 Product Design Engineering. (rls/SA)

Baca selanjutnya
Comodo SSL
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kampus

Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Cuci ‘Gowes’

Published

on

photo credit: mahasiswa umm ciptakan mesin cuci gowes/foto via: twitter

EDUPUBLIK.COM, MALANG – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru berupa prototipe mesin cuci tanpa menggunakan listrik, tetapi disambungkan dengan sepeda angin (gowes).

“Prototipe mesin cuci gowes ini dikembangkan oleh 10 mahasiswa dari dua kelompok untuk tugas kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk di Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknik UMM. Ide ini berawal dari pembayaran (tarif) listrik yang makin mahal karena adanya penghapusan subdisi,” ujar Arfian Sinatra Darussalam (salah seorang mahasiswa pembuat mesin cuci ‘gowes’), di Malang, Senin (25/6/2018).

Namun, lanjutnya, mesin cuci gowes yang diciptakan bersama rekan-rekannya itu masih perlu dikembangkan lagi, termasuk penggerak pengeringnya.

Selain itu, dia menambahkan, bagi ibu-ibu rumah tangga juga jarang ada waktu olahraga. Jadi, sambil menggowes mencuci dengan mesin cuci gowes), bisa berolahraga.

“Hasil cuciannya nggak kalah dengan yang menggunakan mesin cuci listrik, namun biaya produksinya masih agak mahal ketika membuat mesin cuci gowes prototipe ini,” tuturnya.

Sebab, lanjutnya, membeli mesin cuci bekas Rp500.000 dan sepeda angin bekas. Tapi, jika sudah memiliki mesin cuci bekas dan tak terpakai bisa lebih murah lagi. “Ke depan, kami ingin bisa meminimalisasi bentuknya, tapi hanya tabungnya saja” ucapnya.

Dengan demikian, kata Dia, bentuknya nanti tidak sama dengan kotak mesin cucinya. Di Jepang, sudah ada yang mengembangkan prototipe mesin cuci gowes ini, namun di Indonesia belum.

Ia menerangkan untuk membuat mesin cuci gowes tersebut, mesinnya dilepas semua. Sebagai gantinya, penggeraknya dengan gir untuk memutar bagian dalam mesin cuci. Kemudian kaki digerakkan untuk menggowes sepeda.

“Rencana ke depan mau diikutkan ke PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) bidang karsa cipta. Siapa tahu bisa didanai oleh Kemenristekdikti,” ujarnya.

Arfian menyatakan, kendala pembuatannya terletak pada waktu karena merupakan tugas kuliah sekitar dua bulan. Saat ini mesin cuci gowes masih di pakai secara pribadi oleh Arfian dan teman-temannya di kos-kosan.

Sementara Dian Palupi Restuputri, Sekretaris Prodi Teknik Industri menambahkan mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk menjadi awal dari mahasiswa menghasilkan suatu karya, baik memodifikasi yang sudah atau membuat karya baru yang belum pernah ada sebelumnya.

“Keterampilan jurusan teknik industri salah satunya adalah membuat suatu produk yang mana nantinya dapat diaplikasikan baik untuk dunia industri maupun masyarakat,” katanya. [ant]

Continue Reading

Kampus

Jokowi ‘Groundbreaking’ Kampus UIII

Published

on

EDUPUBLIK.COM, DEPOK – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), di Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, (5/6).

Universitas yang dibangun di atas 3 nilai dasar; nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta keindonesiaan. Pembangunannya sebelumnya telah dimatangkan pemerintah dalam kurun waktu dua tahun belakangan.

“Rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia yang ini sudah dimatangkan dan direncanakan selama dua tahun,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi mengatakan, kendala awal yang dialami dalam pematangan rencana pembangunan tersebut ialah mengenai persoalan lahan.

“Semula kita menginginkan universitas tersebut berdiri di atas lahan seluas seribu hektare. Namun, urung terlaksana karena ketiadaan lahan seluas itu,” kata Jokowi.

Namun, lanjutnya, ternyata mendapatkan lahan 142 hektare. “Memang jauh dari seribu, tetapi setelah melihat di lapangan tadi, saya juga kaget. Ternyata 142 hektare itu sebuah lahan yang sangat luas. Alhamdulillah,” ujarnya.

Jokowi juga memuji desain bangunan dan tata ruang wilayah universitas yang disebutnya futuristik dan menggambarkan kemajuan.

“Saya harap agar Indonesia benar-benar menjadi pusat penelitian peradaban Islam. Sudah sewajarnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah nanti tempatnya,” kata Jokowi.

“Kita berharap ide-ide yang ada ini dapat mempercepat hadirnya kesejahteraan umat, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan ide-ide yang mewujudkan Indonesia sebagai negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandas Presiden. [dade]

Continue Reading

Kampus

Rektor Unhas Berbagi Pengalaman Kepemimpinan Perempuan Dalam Bidang Pendidikan di AS

Published

on

photo credit: peserta International Women in Higher Education Summit’ pada tanggal 4-8 Juni 2018/dok. rektor unhas

University of California, Riverside, bekerja sama dengan California State University, San Bernardino, Los Angeles, menyelenggarakan ‘International Women in Higher Education Summit’ pada tanggal 4-8 Juni 2018.

Acara yang berlangsung di kampus UC Riverside dan CSUSB Yasuda Center, diikuti oleh 20 perempuan dari dunia akademik yang menjabat sebagai pimpinan universitas, baik Rektor maupun Wakil Rektor.

Para peserta berasal dari negara berkembang dan negara-negara yang sedang bertransisi pasca konflik, di Asia, Afrika dan Timur Tengah.

Pertemuan tingkat tinggi (summit) ini bertujuan untuk berbagai kapasitas dan pengalaman para perempuan dalam mengelola universitas.

Pertemuan juga turut membahas bagaimana perempuan sebagai pemimpin di perguruan tinggi bisa berperan optimal menjadi mediator atau menjadi penjaga perdamaian di negara masing-masing.

Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu, turut berbagi pengalaman bagaimana dirinya memimpin universitas terbesar di Kawasan Timur Indonesia, yang memiliki 32 ribu mahasiswa, dan hampir 4.000 dosen dan pegawai.

Hadirnya Dwia diforum ini adalah berkat undangan dari University of California.  Dengan dukungan dari Ford Foundation melalui program “Women and University Leadership in Post-conflict and Transitional Societies”, University of California melakukan riset dan menemukan Dwia sebagai perempuan yang menduduki jabatan tertinggi di salah satu kampus terbesar di Indonesia.

Dwia memiliki kepakaran dalam bidang Sosiologi dengan konsentrasi Resolusi Konflik dianggap merupakan sosok yang dapat membagikan banyak informasi dan pengalaman kepada peserta lain.

Beberapa nasa sumber lain pada forum ini adalah tokoh penting gerakan perempuan di Amerika Serikat.

Misalnya, Ambassador Melanne Verveer, Direktur Institute for Women, Peace, and Security.  Juga ada Dr. Kathleen Keuhnast, Direktur Gender, Policy and Strategy, United States Institute of Peace.

Membangun Kemitraan dan WCU

Selain tema utama tersebut, pada forum ini juga dilakukan workshop untuk memperoleh strategi-strategi bagi peningkatan status dan ranking perguruan tinggi dalam kerangka World Class University (WCU).

Melalui pertemuan ini dapat terbangun networking antara perempuan yang menjadi pemimpin di perguruan tinggi dari berbagai negara, dimana hal ini dapat bermanfaat untuk hubungan jangka panjang sebagai mitra dalam mencari solusi bagi persoalan-persoalan yang dihadapi, baik di tingkat universitas maupun di tingkat bangsa dan negara masing-masing.

Dwia mengatakan bahwa nilai penting lain yang menjadi konteks pertemuan kali ini adalah latar belakang peserta yang berasal dari negara-negara pasca konflik.

“Latar belakang ini menginspirasi kami untuk kerjasama program aksi dalam menjaga keharmonisan dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan masyrakat global menjadi salah satu tujuan,” kata Dwia.

Dwia mengatakan, Dia secara khusus menyoroti isu radikalisme dan gerakan ekstrimisme yang kini sedang menjadi perhatian di Indonesia.

“Ini adalah tantangan bagi Indonesia bagaimana menjaga kedaulatan dan persatuan,” kata Dwia.

Unhas saat ini semakin gencar melakukan perluasan kemitraaan dengan berbagai perguruan tinggi kelas dunia.

Tujuannya agar semakin banyak kelas kerjasama  internasional yang dibangun sehingga mahasiswa kelas internasional bisa kuliah 1 atau 2 semester di universitas mitra internasional.

Selain mengembangkan kolaborasi riset internasional, ataupun menarik minat mhaswa asing kuliah di Unhas.

Pertemuan selama 5 hari dilakukan di salah satu kampus University of California, yakni Riverside, yang terletak sekitar 90 km dari Los Angeles, Amerika Serikat.

University of California yang telah berusia 150 tahun memiliki 10 kampus selain Riverside, antara lain Los Angeles (UCLA), Irvine, Barkeley, San Diego dan lain-lain.

Dalam satu kesempatan, Dwia sempat bertemu dr. Taruna Ikrar Ph.D, salah seorang alumni Unhas yang dikenal sebagai peneliti dan ahli stemcell dan kini tercatat sebagai peneliti di University California Irvine.

Berikut nama-nama peserta yang hadir,

Peserta Internasional:

– Dwia Aries Tina Pulubuhu from Hasanuddin University in Indonesia;

– Rohina Amiri from USAID Project in Afghanistan;

– Diah Ariani Arimbi from Airlangga University in Indonesia;

– Suzanne Azar from Lebanese University in Lebanon;

– Kefah Barham from An-Najah National University in Palestine;

– SiSi Hla Bu from Pathein University in Myanmar;

– Stephanie Gilbert from The University of Newcastle/Fulbright Fellow in Australia;

– Catherine A. Odora Hoppers from the University of South Africa;

– Maria Lucero Soler Lopez from ECCI Universidad in Colombia;

– Salma Nazar Khan from Fatima Jinnah Women University in Pakistan;

– Omar Kyaw from the University of Yangon in Myanmar;

– Drusilla Makworo from Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology in Kenya;

– Koleka Mlisana from the University of KwaZulu-Natal – National Health Laboratory Services in South Africa;

– Mafalda Mussengue from Universidade Eduardo Mondlane in Mozambique;

– Marlene Najjar from Lebanese University in Lebanon;

– Margaret Oloko from Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology in Kenya;

– Sarwet Rasul from Fatima Jinnah Women University in Pakistan;

– Aye Aye Tun from Bago University in Myanmar; and

– Fredah Wanza from Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology in Kenya.

Peserta domestik Amerika Serikat:

– Felecia Garrett from the University of California, Riverside;

– Heidi Hardt from the University of California, Irvine;

– Suzanne Hickey from the University of California, Riverside;

– Kathleen Kuehnast from the United States Institute of Peace;

– Shelby Lewis Bu from Clark Atlanta University;

– Beverly Lindsay from the University of California, Riverside;

– Yolanda Moses from the University of California, Riverside;

– Linda Perkins from Claremont Graduate University; and

– Melanne Verveer from Georgetown Institute for Women, Peace and Security. [myk]

Continue Reading

Kampus

110.946 siswa dinyatakan lulus SNMPTN 2018

Jumlah siswa yang diterima per provinsi yang diterima adalah Jawa Timur (14.518), Jawa Barat (11.519), Jawa Tengah (9.204), Sumatera Utara (8.079), Aceh (5.282), Sulawesi Selatan (5.168), Sumatera Barat (4.545), DKI Jakarta (4.025), Sulawesi Tenggara (3.734), dan Riau.

Published

on

By

foto credit: @kemeristekdikti via: twitter

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – 110.946 siswa dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di 85 kampus negeri.

“Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia pusat dari jumlah pendaftar yang mencapai 586.155 siswa,” ujar Ketua Panitia Pusat SNMPTN, Prof Ravik Karsidi, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, (17/4/2018).

Dari jumlah yang dinyatakan lulus PTN itu, 28.069 siswa di antaranya adalah peserta Bidikmisi.

Jumlah siswa yang diterima per provinsi yang diterima adalah Jawa Timur (14.518), Jawa Barat (11.519), Jawa Tengah (9.204), Sumatera Utara (8.079), Aceh (5.282), Sulawesi Selatan (5.168), Sumatera Barat (4.545), DKI Jakarta (4.025), Sulawesi Tenggara (3.734), dan Riau.

Sementara 10 besar PTN yang menerima siswa terbanyak dari jalur ini adalah Universitas Brawijaya (3.341), Universitas Haluoleo (3.046), Universitas Diponegoro (2.929), Universitas Pendidikan Indonesia (2.563), Universitas Negeri Padang (2.476), Universitas Hasanuddin (2.466), Universitas Tadulako (2.374), Institut Teknologi Bandung (2.359), Universitas Negeri Malang (2.356), dan Universitas Jember (2.325).

“Untuk pengumuman akan dilakukan pada hari ini pukul 17.00 WIB,” sambung Ravik.

SNMPTN adalah jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur nilai rapor.

Siswa yang ingin melihat hasil bisa masuk melalui laman pengumuman.snmptn.ac.id kemudian memasukkan nomor pendaftaran atau Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) pada kolom yang telah disediakan. Selanjutnya masukkan tanggal lahir. Baru kemudian klik tombol “lihat hasil seleksi”. [ant]

Continue Reading

Kampus

Meneliti Memerlukan Sarana dan Prasarana yang Mumpuni

Published

on

Dosen UPI Ade Gafar Abdullah/dok. JS

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Publikasi ilmiah Indonesia mencapai peringkat ke-2 di ASEAN. Sayangnya, peningkatan tersebut tidak dibarengi dengan jumlah sitasinya atau kutipan yang justru menurun.

“Hal ini dikatakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu (11/4), namun permasalahannya jumlah publikasinya meningkat drastis, tapi sitasinya menurun,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya kuantitas publikasi ilmiah internasional Indonesia harus berbanding lurus dengan kualitasnya.

“Kualitas dari jurnal-jurnal yang ada di Indonesia harus didorong terus agar makin baik,” tambah Nasir.

Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Ade Gafar Abdullah melalui akun facebook pribadinya, sangat mengapresiasi capaian ini, Dia menganggap ini adalah energi potensial untuk mulai mengarahkan dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk mulai memikirkan kualitas, meskipun masih banyak papers dalam bentuk proceedings namun memiliki kualitas sangat bagus,” tulisnya, Jumat (13/4/2018).

Ia menuturkan beberapa fakta bahwa tren publikasi ilmiah Indonesia mulai melesat tahun 2015, setelah para pengelola Pascasarjana di seluruh nusantara tunduk kepada aturan Kemristekdikti bahwa syarat untuk lulus S2/S3 harus publikasi internasional bahkan diikuti beberapa program S1.

“Beberapa pengelola masih mentolerir boleh publikasi dalam bentuk proceedings asalkan terindeks Scopus, maka berbondong-bondonglah para mahasiswa memburu event international conference dengan janji proceedingsnya terindeks Scopus,” sebut Ade.

Disamping itu, hibah riset Kemristekdikti pun menuntut luaran publikasi internasional minimal proceedings terindeks Scopus dan dikontrak tahun terakhir wajib publish di journal internasional bereputasi (meskipun janji peneliti jarang terpenuhi), maka para peneliti yang mendapat hibah di tahun pertama banyak yang mengejar luaran berupa proceedings.

“Sebelum tahun 2015 gerakan publikasi internasional hanya gencar dilakukan oleh dosen-dosen di PTN ternama saja,” katanya.

Saat ini muncul gerakan berjamaah dari seluruh elemen, PTS, Politeknik, PTAIS, Poltekes dan lain-lain. Semua mengejar skor SINTA supaya memiliki Scopus ID, sehingga cara cepat untuk memperolehnya adalah dengan mengikuti konferensi dengan proceedings terindeks Scopus.

“Hampir sebagian besar perolehan publikasi PT di Indonesia, jika diamati di Scopus memang dominan bersumber dari publikasi proceedings terutama bersumber dari AIP, IOP, IEEE, Matec, ASL, dan publisher lainnya,” ucap Dosen Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Rata-rata sumbangsihnya adalah dari para mahasiswa Master dan Doktoral yang secara otomatis menggaet pembimbingnya sebagai co-authors.

“Ini juga perlu diapresiasi, karena capaian ini mulai menyadarkan kita, bahwa karya ilmiah kita baru sampai level ini, karena ketika ingin naik level maka memerlukan sarana dan prasarana yang mumpuni,” tambahnya.

Jadi, jangan bandingkan kualitas publikasi kita dengan universitas luar seperti NTU ataupun NUS Singapura, bahkan dengan UKM Malayasia pun kita masih minder.

“Ade juga meminta agar ini menjadi momentum yang tepat untuk menyadarkan para pengambil kebijakan, bahwa karya yang baik perlu dukungan sarana dan prasarana yang mumpuni, jangan sampai bertahun-tahun kita berlangganan sci-hub, mau juga dong tanpa takut dosa unduh papers langsung melalui Springer atau Elsevier dan bereksperimen pakai alat canggih di laboratorium sendiri dan tidak ngikut ke negeri tetangga,” tandasnya.

Bahkan postingan ini banya dibanjiri oleh komentar-komentar positif dari kolega-kolega dosen dan peneliti, sebut saja Darmawan Napitulu, ia mengatakan sebaiknya membangun budaya untuk menulis hasil penelitian ke dalam publikasi. Prosiding internasional hanya sebuah instrumen untuk mendiseminasikan karya indonesia ke manca negara.

“Tidak ada yang salah, asalkan melalui proses review yang jelas, faktanya banyak di daerah (luar jawa) belum memahami tentang perbedaan prosiding dengan jurnal, jadi lebih baik budaya menulis dulu dikembangkan lalu budaya mutu berikutnya dan ini hanyalah masalah waktu dan proses,” tulis Darmawan.

Sementara itu, Firman Bagja Juangsa melalui akunnya mengatakan, tidak ada yang salah dengan proceeding, malah bagus sebagai langkah awal untuk meningkatkan kebiasaan menulis.

“Submit ke jurnal memang hal lain yang memang harus dilakukan sambil meningkatkan kualitas penelitian,” imbuhnya.

Senada dengan Darmawan Napitupulu dan Firman Bagja Juangsa, akun Robbi Zhuge Rahim juga menanggapi, bahwa dari tahun 2015 peningkatan publikasi sangat meningkat, bahkan drastis dan memang di dominasi dari Proceeding.

“Peningkatan ini adalah positif, bahkan terkait pro dan kontra nya (seperti 605 author Scopus) bukannya Dikti ingin menggalakkan publikasi salah satunya dengan kolaborasi,karena salah satu jalan publikasi tercepat adalah dari Proceeding,” tandas Robbi. [js]

Continue Reading

EduOto

Eduoto1 bulan lalu

PMJ ingatkan Cara Aman Mudik Bagi Pengendara Sepeda Motor

EDUPUBLIK.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengingatkan cara aman mudik yang menggunakan sepeda...

Eduoto5 bulan lalu

Benarkah Calon Pembeli Tesla Berpaling Ke Chevrolet Bolt, Ini Penjelasannya

EDUPUBLIK.COM, SAN FRANCISCO – Mobil listrik dari General Motors, Chevrolet Bolt, mendapatkan angin segar menyusul terus tertundanya produksi Tesla Model...

Eduoto5 bulan lalu

SUV termewah Mazda Mengaspal di Bandung, Ini Targetnya

EDUPUBLIK.COM, BANDUNG – Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), mulai memasarkan SUV termewah dalam jajaran produk...

Eduoto6 bulan lalu

Sukses Memperkuat Penjualan, IGNIS Tampil Istimewa

EDUPUBLIK.COM, Bandung – Peluncurannya pada April 2017 lalu mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki...

Eduoto1 tahun lalu

MCI Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indonesia melalui Touring

Edupublik.com, Jakarta – Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Brader Indra menyatakan di Tahun 2017 ini MCI akan mengadakan Tour Pariwisata...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Kata Jokowi Terkait Tingginya Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Pekalongan – Presiden Jokowi menepis sejumlah anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepadanya terkait dengan penyesuaian...

Eduoto2 tahun lalu

Ini Alasan Pemerintah Menaikan Biaya Administrasi STNK

Edupublik.com, Jakarta – Pemerintah menaikan biaya administrasi pengurus STNK, SIM, dan BPKB. Beberapa poin peningkatan layanan menjadi keuntungan yang didapat...

Eduoto2 tahun lalu

Kapolri : Kenaikan Tarif STNK Usulan DPR

Edupublik.com, Jakarta – Kenaikan tarif STNK menuai berbagai kritik. Nilai kenaikan biaya yang terbilang besar membuat masyarakat resah. Di sisi...

Eduoto2 tahun lalu

Standar Khusus Armada Bus Transjakarta

Edupublik.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membuat standar atau klasifikasi khusus untuk seluruh armada bus yang akan dipesan...

Terpopuler