Connect with us
data-ad-client="ca-pub-5380071771854709" data-ad-slot="4198541131" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">

Edu Citizen

[SEDANG NAIK DAUN] Skuter Listrik Sewaan Dilarang Melaju Jalan Raya

Ilustrasi/credit: @bryanbma/via: twitter

JAKARTA – Skuter listrik sewaan tidak boleh melalui jalan raya di DKI Jakarta baik jalur untuk sepeda maupun jalur kendaraan pribadi.

“Operator wajib beroperasi hanya di kawasan khusus atau tertentu, setelah mendapatkan izin dari pengelola kawasan. Selanjutnya untuk operasional di jalan raya itu tidak diperbolehkan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Kawasan FX Sudirman, Jumat (22/11).

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat  Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah berkoordinasi terkait ketentuan tersebut.

Hal itu untuk menanggapi maraknya pengguna skuter listrik sewaan secara khusus milik GrabWheels yang menggunakan badan jalan.

Jika ditemukan pengguna skuter listrik milik GrabWheels di jalan raya dan di luar kawasan yang telah ditentukan maka polisi akan menindak pengguna skuter listrik itu.

“Pertama, adalah represif nonyudisial. Maksudnya, kita tegur mereka, kita suruh balik atau kembali masuk,” katanya.

Kedua, tindakan represif yudisial,  yakni ditindak tegas. “Misalnya ditilang atau sebagainya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf.

Selain penilangan, pihaknya akan menyita unit skuter listrik sewaan yang ditemukan berkali-kali melewati kawasan yang telah ditetapkan untuk beroperasinya GrabWheels.

“Kita akan sita kendaraan (skuter) itu, kita berikan surat tilang dan proses selanjutnya kita lakukan aturan sesuai yang berlaku,” kata Yusuf.

Yusuf mengatakan, kawasan yang diperbolehkan untuk skuter sewaan di antaranya seperti area Gelora Bung Karno (GBK) dan Bandara Soekarno-Hatta.

Pelarangan skuter melintas di jalan raya hanya diberlakukan untuk skuter sewaan GrabWheels yang digunakan oleh penggunanya sebagai sarana hiburan.

Sedangkan untuk pemilik skuter pribadi yang menggunakan kendaraannya untuk mobilisasi diperbolehkan menggunakan jalur sepeda. Hingga saat ini secara khusus belum ada aturan yang mengatur pengoperasian skuter listrik baik di Jakarta maupun di Indonesia.

Tren penggunaan skuter listrik yang disewakan oleh GrabWheels sedang naik daun terutama bagi warga Ibu Kota Jakarta. Namun banyak pengguna melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pihak GrabWheels.

Pelanggaran yang kerap ditemui seperti pengguna yang tidak menggunakan helm dan berboncengan serta mengoperasikan GrabWheels di jalan raya. [rzy/ant]

Baca selanjutnya
Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta

BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Lebat Warga Diminta Waspada

Published

on

ilustrasi

EDUPUBLIK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca pada Rabu dini hari yang berpotensi hujan sedang dan lebat di wilayah Jabodetabek.

“Peringatan dini cuaca Jabodetabek pada Rabu pukul 00.35 WIB berpotensi terjadi hujan sedang-Lebat,” tulis BMKG dalam lamannya yang dipantau di Jakarta, (20/1) dini hari.

Daerah yang berpotensi hujan pada saat ini adalah Jakarta Barat (Tambora, Grogol Petamburan, Taman Sari, Cengkareng, Kebon Jeruk, Kalideres, Pal Merah, Kembangan); Jakarta Pusat (Sawah Besar, Kemayoran, Gambir, Senen, Cempaka Putih, Menteng, Tanah Abang, Johar Baru).

Kemudian Jakarta Utara (Tanjung Priok, Penjaringan, Pademangan); Jakarta Selatan (Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Jagakarsa, Pesanggrahan); serta Jakarta Timur (Jatinegara, Matraman, Kramat Jati, Pasar Rebo, Makassar).

Selain wilayah DKI Jakarta, wilayah lain yang berpotensi hujan adalah Tangerang, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

Potensi hujan sedang dan lebat juga diperkirakan akan meluas ke wilayah lainnya.

Hingga saat ini menurut pantauan awak media, untuk wilayah Kota Bekasi seperti Jatiasih, Jatisampurna turun hujan dengan intensitas lebat. [ant]

Continue Reading

Jakarta

PSBB di Jakarta Disesuaikan Dengan PPKM Jawa-Bali

Published

on

photo credit: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

EDUPUBLIK – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan PSBB di Jakarta disesuaikan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali yang dijalankan oleh pemerintah pusat pada 11-25 Januari 2021.

“Awalnya kami mengusulkan kebijakan sama dan periodesasi disamakan di beberapa daerah, Alhamdulillah dengan adanya kebijakan ini, kami sesuaikan dengan cepat dan hari ini dikeluarkan pergubnya,” kata Riza dalam diskusi “Implementasi PPKM Jawa-Bali: Kesiapan Pemerintah Banten dan DKI Jakarta” di Gedung BNPB, Jakarta, (7/1).

Penyesuaian PSBB yang dilakukan oleh Jakarta, kata Riza, mulai dari waktu pemberlakuan yang asalnya semula berakhir pada 17 Januari 2021, menjadi berakhir pada 25 Januari 2021. Begitu juga pada substansi seperti ketentuan pembatasan orang bekerja di kantor maksimal 25 persen serta ruang-ruang interaksi seperti restoran atau rumah makan maksimal 25 persen.

“Jadi kami sinkronkan dan harmonisasi, karena arahnya sama yang pada prinsipnya perlu ada peningkatan pengawasan, peningkatan disiplin peningkatan kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ujar Riza.

Untuk sektor transportasi, dia mengindikasikan belum ada perubahan dari kebijakan yang lalu karena penerapan protokol kesehatan seperti pengaturan arus orang, fasilitas cuci tangan, fasilitas cek suhu, hingga petugas yang selalu memakai masker.

“Malah belakangan setelah klaster kantor dan pasar mulai menurun sekarang klaster keluarga naik,” katanya.

Meski ada program Kampung Aman, Kampung Siaga dan Kampung Tangguh bahkan tiap RW, RT dan di rumah-rumah memastikan pelaksanaan protokol lewat penunjukan penanggung jawabnya, tetapi yang paling utama 80 persen adalah kepatuhan dan ketaatan menjalankan protokol kesehatan dari masyarakat.

“Bahkan kami adakan regulasi yang memuat sanksi untuk meningkatkan kepatuhan ini. Tapi bagaimanapun bagusnya regulasi, banyaknya aparat yang diturunkan dan beratnya sanksi yang ada, kata para pakar hanya berkontribusi 20 persen terhadap keberhasilan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Ternyata 80 persen itu di kita semua,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menerapkan kebijakan pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat pada 11-25 Januari 2021 khususnya di Pulau Jawa dan Bali merespon kasus aktif COVID-19 yang meningkat secara eksponensial.

Hal tersebut diumumkan oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu siang ini di istana negara Jakarta.

Selama pembatasan sesuai keputusan pemerintah pusat tersebut, akan dilakukan pengawasan ketat 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), meningkatkan operasi yustisi yang akan dilaksanakan Satpol PP, aparat Kepolisian dan TNI. [rzy/ant]

Continue Reading

Edu Citizen

Saraswati Blusukan Disambut Antusias Warga Kampung MS Setu Tangsel

Published

on

credit: calon wakil walikota tangsel/dok

EDUPUBLIK, TANGSEL – Dukungan terhadap pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, Muhamad dan Saraswati terus mengalir dari warga masyarakat Tangerang Selatan.

Warga terlihat sangat antusias dalam memberikan dukungan saat Saraswati turun blusukan di beberapa titik di wilayah tangsel, pada Senin (30/11).

Adapun, Teguh Priatna selaku Ketua Posraya Indonesia DPC Tangerang Selatan mengungkapkan ini merupakan bentuk gerakan rakyat dalam menyambut kemenangan pemimpin baru Tangerang Selatan.

“Hari ini kita blusukan ke beberapa titik salah satunya di kampung MS gang haji sendan, kelurahan kademangan dengan semangat kemenangan pemimpin baru untuk Tangerang Selatan,” ujar Teguh, melalui keterangannya.

Dia mengatakan, adapun titik lain yang dikunjungi diantaranya, Kelurahan Setu, Kelurahan Babakan, dan Kelurahan Bakti Jaya.

Dalam giat blusukan, katanya calon wakil walikota tersebut, dikawal oleh Keluarga Besar Ojek Online Tangsel (KBOT).

Ketua KBOT, Jaja menyampaikan dirinya bersama teman-teman Ojek Online lainnya siap mengawal kemenangan Muhamad Saraswati.

“Sampai tanggal 9 Desember nanti, kami Ojol Tangerang Selatan siap mengawal kemenangan pemimpin baru untuk Tangerang Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Teguh juga menambahkan sambutan masyarakat terhadap pemimpin baru sangat luar biasa.

“Melalui gerakan rakyat yang sangat luar biasa hari ini dalam menyambut kehadiran Saraswati, kita yakin kemenangan besar untuk Muhamad Saraswati,” tambah Teguh. [aan]

Continue Reading

Terpopuler