Connect with us

Edu Citizen

[SEDANG NAIK DAUN] Skuter Listrik Sewaan Dilarang Melaju Jalan Raya

Ilustrasi/credit: @bryanbma/via: twitter

JAKARTA – Skuter listrik sewaan tidak boleh melalui jalan raya di DKI Jakarta baik jalur untuk sepeda maupun jalur kendaraan pribadi.

“Operator wajib beroperasi hanya di kawasan khusus atau tertentu, setelah mendapatkan izin dari pengelola kawasan. Selanjutnya untuk operasional di jalan raya itu tidak diperbolehkan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Kawasan FX Sudirman, Jumat (22/11).

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat  Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah berkoordinasi terkait ketentuan tersebut.

Hal itu untuk menanggapi maraknya pengguna skuter listrik sewaan secara khusus milik GrabWheels yang menggunakan badan jalan.

Jika ditemukan pengguna skuter listrik milik GrabWheels di jalan raya dan di luar kawasan yang telah ditentukan maka polisi akan menindak pengguna skuter listrik itu.

“Pertama, adalah represif nonyudisial. Maksudnya, kita tegur mereka, kita suruh balik atau kembali masuk,” katanya.

Kedua, tindakan represif yudisial,  yakni ditindak tegas. “Misalnya ditilang atau sebagainya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf.

Selain penilangan, pihaknya akan menyita unit skuter listrik sewaan yang ditemukan berkali-kali melewati kawasan yang telah ditetapkan untuk beroperasinya GrabWheels.

“Kita akan sita kendaraan (skuter) itu, kita berikan surat tilang dan proses selanjutnya kita lakukan aturan sesuai yang berlaku,” kata Yusuf.

Yusuf mengatakan, kawasan yang diperbolehkan untuk skuter sewaan di antaranya seperti area Gelora Bung Karno (GBK) dan Bandara Soekarno-Hatta.

Pelarangan skuter melintas di jalan raya hanya diberlakukan untuk skuter sewaan GrabWheels yang digunakan oleh penggunanya sebagai sarana hiburan.

Sedangkan untuk pemilik skuter pribadi yang menggunakan kendaraannya untuk mobilisasi diperbolehkan menggunakan jalur sepeda. Hingga saat ini secara khusus belum ada aturan yang mengatur pengoperasian skuter listrik baik di Jakarta maupun di Indonesia.

Tren penggunaan skuter listrik yang disewakan oleh GrabWheels sedang naik daun terutama bagi warga Ibu Kota Jakarta. Namun banyak pengguna melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pihak GrabWheels.

Pelanggaran yang kerap ditemui seperti pengguna yang tidak menggunakan helm dan berboncengan serta mengoperasikan GrabWheels di jalan raya. [rzy/ant]

Klik untuk komentar

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta

‘Merdekakan’ Semasa Pandemi, ICPW-Polri Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Wartawan

Ini Makna Kemerdekaan Bagi ICPW-Polri

Published

on

photo credit: Ketua ICPW Bambang Suranto/dok. Istimewa

JAKARTA – Indonesia Civilian Police Watch (ICPW) bekerja sama dengan Polri memberikan bantuan paket sembako kepada para jurnalis. Bantuan sebanyak 1.000 paket ini disalurkan dalam rangka memperingati HUT ke-76 RI, serta guna meringankan beban para wartawan selama pandemi Covid-19 dan penanganannya.

“Tepat pada saat momentum  HUT RI hari ini, kami mencoba ‘memerdekakan hati’ rekan-rekan wartawan, dari terpaan badai ekonomi pandemi Covid yang menimpa semua lapisan masyarakat,” ujar Ketua Indonesia Civilian Police Watch (ICPW), Bambang Suranto, dalam keterangannya, Di Jakarta, Selasa (17/8).

“Sebab selain garda depan penanganan pandemi dalam hal publikasi informasi, kami sadar wartawan juga turut terdampak pandemi Covid,” imbuhnya.

Menurut Bambang, tak sedikit awak media yang turut terpapar virus corona. Bahkan hingga meninggal dunia. Kondisi ini disebut berdampak pula pada perekonomian mereka.

“Karenanya bantuan ini kami distribusikan. Bukan maksud merendahkan profesi wartawan, tapi ini bagian kepedulian kita bersama. Karena kita memahami di ‘belakang layar’ seorang wartawan seperti apa,” tuturnya.

“Jangan dilihat jumlahnya. Mohon dilihat  niat baik dan sense of crisis-nya,” sambung Bambang.

Untuk tahap awal, paket sembako disalurkan kepada wartawan yang sehari-hari melakukan peliputan di Mapolda Metro Jaya. Total sebanyak 160 paket dibagikan dalam kesempatan itu. Tahap selanjutnya, bantuan akan disebar di berbagai wilayah di Jabodetabek.

“Tetap jayalah para wartawan, pejuang informasi, walau suasana pagebluk melanda di hari jadi ke-76 tahun bangsa Indonesia,” jelas Bamsoer, sapaan Bambang Suranto.

Sementara, salah seorang jurnalis, Gomes menghaturkan terima kasih kepada ICPW dan Polri atas kepeduliannya.

“So pasti rasa terima kasih saya sampaikan kepada ICPW yang sudah membuktikan kepedulian kepada rekan-rekan jurnalis,” tandasnya. [bs]

Continue Reading

Edu Citizen

IDEAS: Sudahi Kelalaian Dalam Menjaga ‘Gerbang Negara’

Published

on

photo credit: Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS/dok. pribadi/via: web

JAKARTA – Lembaga riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mengingatkan pemerintah bahwa salah satu pelajaran terpenting dari serangan gelombang ke-2 adalah urgensi menjaga perbatasan dari pengunjung yang berasal dari episentrum wabah.

Pembatasan yang ketat bahkan menutup perbatasan dan melarang perjalanan dari luar wilayah menjadi keharusan untuk menjaga masuknya kembali virus.

“Virus varian delta yang merebak di India sejak Maret 2021 dan berpuncak pada Mei 2021, tidak membuat Indonesia menutup pintu perbatasan dari wisatawan India,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (13/8).

Yusuf menambahkan pada bulan Maret 2021, tercatat 603 wisatawan India masuk ke Indonesia. bulan April 2021, ketika banyak negara telah melarang masuknya warga India ke negara mereka, Indonesia justru menerima wisatawan India semakin banyak yaitu 880 orang.

“Bahkan pada bulan Mei 2021, puncak ledakan varian delta di India, Indonesia masih menerima kedatangan 296 wisatawan India. Tidak berkaca pada kasus masuknya virus Covid-19 pertama kali dari Wuhan pada 2020, pemerintah kembali mengulang kesalahan yang sama pada kasus serangan gelombang ke-2,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf gelombang ke-2 menjadi kisah kelabu yang membuka tabir gelap, yaitu betapa ringkihnya negeri ini melawan pandemi.

“Hanya di bulan Juli 2021 saja, terjadi 1,2 juta kasus positif dengan 35 ribu kematian. Sistem kesehatan nyaris lumpuh, rumah sakit penuh sesak hingga ke lorong dan parkiran, obat dan oksigen sulit didapat, tenaga kesehatan bertumbangan, hingga ambulans antri di pemakaman,” papar Yusuf.

IDEAS mencatat pada Juli 2021, rata-rata kasus aktif mencapai 450 ribu, tiga kali lipat dari puncak gelombang ke-1, dan rata-rata BOR (bed occupancy ratio) mencapai 73,8 persen. Angka kematian rata-rata diatas 1.100 kasus per hari.

Penularan yang tidak terkendali dan tumbangnya sistem kesehatan, membuat korban jiwa menjadi sangat besar. Angka kematian karena Covid-19 diduga kuat jauh lebih tinggi dari angka resmi. Hal ini terlihat dalam kasus DKI Jakarta, daerah dengan kualitas data pandemi terbaik.

“Di sepanjang Juli 2021, rata-rata positivity rate harian DKI Jakarta menembus 40 persen, jauh diatas ambang 5 persen yang mengindikasikan penularan yang tidak terkendali, dengan rata-rata BOR menembus 82 persen,” ucap Yusuf.

Diungkapkan pula oleh Yusuf bahwa Total kematian DKI Jakarta selama Juli 2021 berada di kisaran 3.700 kasus, namun di waktu yang sama pemakaman dengan protap Covid-19 menembus 8.500 kasus.

Duka lara akibat gelombang ke-2 ini nampak belum berakhir di Juli 2021. Di awal Agustus 2021, meski angka penularan telah menurun drastis sebagai hasil adopsi PPKM Darurat dan PPKM Level 4, namun angka kematian masih terus tinggi dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Dalam 3 pekan terakhir angka kematian harian konsisten berada diatas seribu kasus. Pada 16 Juli – 10 Agustus 2021, rata-rata angka kematian harian menembus 1.500 kasus,” ungkap Yusuf.

Angka resmi tersebut menurutnya masih konservatif mengingat angka pemakaman dengan protap Covid-19 jauh lebih tinggi, dan banyak kasus kematian Covid-19 di luar rumah sakit yang tidak terdeteksi.

“Alih-alih memperbaiki dan meningkatkan kualitas data kematian, agar dapat diperoleh peta “perang melawan virus” yang lebih sahih, pemerintah justru menghapus indikator kematian dalam penentuan intervensi non farmasi suatu daerah,” imbuh Yusuf.

Dengan tegas dia menyatakan bahwa jejak pandemi Indonesia adalah jejak hilangnya kesempatan untuk mencegah penyebaran virus dan hilangnya nyawa anak bangsa. Terlalu banyak waktu dan kesempatan yang terbuang, jangan lagi ada nyawa hilang sia-sia karena penyangkalan, kelalaian dan ketidakpekaan.

“Saatnya mengakhiri kebebalan ini. Dibutuhkan perubahan kebijakan yang drastis, secepatnya, untuk memutus transmisi virus, mencegah ledakan infeksi berikutnya dan menekan kematian, terutama di daerah pedesaan dan luar Jawa,” tutup Yusuf. [*]

Continue Reading

Edu Citizen

[DISKUSI ONLINE] Kaum Muda Membangun Partai Buruh

Published

on

photo credit: diskusi online/via: fb

Merupakan kebutuhan melakukan reorientasi gerakan kaum muda yang memilki sifat sektoral, berbasis isu, moralis menjadi gerakan politik yang memilki basis konflik secara struktural.

Alih-alih melakukan sporadis masuk kedalam partai elit yang sudah ada, kondisi material justru mendorong kesadaran kelompok kaum muda untuk membangun partai buruh sebagai kekuatan tandingan partai yang sudah ada.

Partai buruh yang diisi oleh buruh, petani, dan masyarakat yang memiliki posisi rentan. Melakukan kerja-kerja kongkrit dengan meluaskan perspektif dan ideologi.

Oleh sebab itu, Diskusi Online “Kaum Muda Membangun Partai Buruh” yang akan diselenggarakan, pada :

Hari, tanggal: Kamis, 12 Agustus 2021.
Pukul: 14.30 Wib.

Link Zoom: 873 9519 8076 (102519)

Pemantik:

  1. Dimas Pamungkas (Sekretaris Jenderal LMND-DN).
  2. Acul (Kordum Sekolah Critis).

Ruang diskusi terbuka untuk melihat bagaimana gagasan situasi berkembang. Link dibuka 15 menit sebelum pendiskusian dimulai.

Terima kasih.

sumber: facebook budi w

Continue Reading

Terpopuler